Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri

Cantiknya Mawar Yang Tak Berduri
Firasat


__ADS_3

Di tempat lain, di sebuah kamar yang luas tempat di mana Julian dan Shaina berada berada sekarang ini, mereka berdua yang baru saja pulang dari acara di sebuah hotel yang diadakan rekan bisnis Julian, mereka yang baru pulang memilih masuk ke kamar dan beristirahat tubuh mereka karena kelelahan setelah sebelumnya menolak untuk makan malam bersama dengan keluarga Julian.


Julin dan Shaina berada di rumah orang tua Julian yang berada di Jerman, mereka sudah seminggu berada di sana untuk urusan pekerjaan, dan rencananya pagi hari ini seharusnya mereka kembali pulang ke tempat tinggal mereka, tetapi mereka berdua membatalkan kepulangan mereka hari ini karena di undang ke acara rekan bisnis Julian.


Mereka berdua akhirnya memilih untuk pulang besok saja ke kota mereka. Julian dan Shaina yang sudah makan makan malam di acara itu pun menolak ajakan kakek dan nenek dari putri-putri mereka untuk makan malam bersama, dan memilih istirahat karena kelelahan dan harus mengemasi barang-barang mereka untuk pulang besok.


Setelah keduanya masuk dan membersihkan diri keduanya memilih berbaring di atas ranjang untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sedari pagi hari sudah beraktifitas dan belum beristirahat sedikitpun.


"Sayang ada apa?" Tanya Shaina melihat pada Julian yang terlihat gelisah dan tidak bisa tidur


"Aku juga tidak tahu, perasaanku tidak enak dari tadi, aku takut terjadi sesuatu pada anak-anak." Jawab Julian


"Tidak akan terjadi apa-apa pada mereka, aku yakin itu sayang, di rumah kita juga banyak penjaganya, dan tiap hari kita juga menerima laporan dari bibi May tentang keadaan anak-anak." Ucap Shaina


"Jika terjadi sesuatu pada mereka pasti aku orang pertama yang akan merasakan perasaan gelisah lebih daripada dirimu karena aku ibu mereka yang mengandung mereka dan juga yang melahirkan mereka, dan perasaan seorang ibu tidak pernah salah jika mengenai anak-anaknya." Lanjut Shaina


"Tapi tidak untuk si gadis buruk rupa itu aku lebih senang jika terjadi sesuatu padanya, bila perlu meninggal sekalian, agar dia tidak mengganggu kehidupanku dan kedua putriku lagi, aku juga tidak perlu berbohong kepada orang lain tentang putri pertamaku yang menempuh pendidikan di luar negeri, betapa melelahkan semua itu untuk diriku yang harus berbohong setiap tahun seperti itu." Lanjut Shaina dalam hati


Shaina takut jika suatu hari orang-orang tahu jika gadis buruk rupa itu adalah putri pertamanya, Shaina pernah ingin memasukkan putrinya itu ke panti asuhan ketika usianya 6 Tahun pada saat wajahnya berubah menjadi buruk akan tetapi karena penolakan keras dari suaminya Julian, terpaksa Shaina berbohong kepada orang-orang jika putri pertamanya diam kirim ke luar negeri, untuk tinggal bersama kakek neneknya di Jerman dan juga dia ingin memberikan pendidikan terbaik untuk putri pertamanya itu, karena menurutnya bersekolah di luar bisa membuat putri pertamanya itu lebih bisa mandiri dan bagus untuk masa depannya juga.


Ketika Shaina menyarankan kepada Julian untuk memasukan Mawar ke panti asuhan malah menjadi suatu masalah di antara masalah antara suami istri itu, masalah itu sempat membuat pasangan suami istri itu bertengkar dan tidak saling tegur sapa dia antara mereka selama berapa hari, karena tidak ini masalah semakin larut dan tidak ingin di diamkan oleh suaminya sehingga Shaina akhirnya menyerah dan meminta maaf kepada suaminya dia tidak akan memasukkan Mawar ke panti asuhan.

__ADS_1


Shaina tidak akan melakukannya tetapi dia mengajukan syarat kepada suaminya dan harus di setujui oleh Julian. Mawar boleh tinggal bersama mereka dengan syarat tidak boleh ada yang tahu kalau Mawar adalah anak mereka dan tidak boleh memakai marga suaminya, juga dia tidak ingin suaminya menggunakan nama mereka berdua pada data diri Mawar dalam bentuk apapun.


Jika sampai Julian tidak menyetujui persyaratannya maka dia akan keluar dari rumah dengan membawa serta kedua putri kembarnya itu pergi dari rumah mereka dan tidak akan kembali lagi.


Karena tidak ingin kehilangan istri yang sangat dicintainya itu dan juga kedua putri yang sangat disayanginya, mengingat bagaimana dia juga istrinya berjuang dengan susah payah untuk memiliki anak, jadi dia menyetujui apa yang di inginkan oleh istrinya, Julian berpikir tidak masalah dengan syarat yang di ajukan oleh istrinya, yang terpenting baginya dia bisa bersama dengan mereka dan tidak kehilangan seorang pun dari mereka, walaupun Mawar tidak menggunakan nama belakang keluarga Austin, Mawar tetaplah putri pertamanya.


Saat itu Julian tidak pernah tahu jika di masa depan nanti istrinya akan berbohong tentang putri pertamanya yang tinggal bersama kakek dan neneknya, dan menempuh pendidikan di tempat tinggal orang tuanya Julian, ketika Julian mengetahui apa yang dilakukan oleh Shaina, dia hanya bisa mengikuti kebohongan yang di lakukan oleh istrinya, dan tidak ingin mengklarifikasi apa yang sudah dikatakan Shaina pada orang lain, dia tidak mempermalukan istrinya.


Di rumah keluarga Austin, di dalam kamar Ellen dan Elleanor tidur. "Kak Ell kapan ayah dan ibu pulang?" Tanya Elleanor


"Kata ayah, mereka akan pulang beso, seharusnya kemarin tetapi ditunda besok, apakah kau sudah tidak sabar ingin melihat apa yang dibawa pulang oleh ayah pada kita?" Tanya Ellen


" Betul juga, gadis buruk rupa itu akan kembali besok, dia hanya seminggu di rumah temannya yang tukang gosip itu, dan besok dia akan kembali ke rumah ini dan dia akan merusak pemandangan indah yang berada di rumah ini dengan wajahnya yang buruk itu." Ucap Ellen


Setelah mereka berdua selesai berbincang-bincang keduanya pun memilih tidur karena malam semakin larut, besok hari Minggu, mereka sudah berjanji kepada teman-teman mereka untuk jalan-jalan bersama, dan besok merupakan hari bebas mereka untuk jalan-jalan dan menghamburkan uang orang tua mereka, mereka berpikir akan keluar pagi-pagi sekali dari rumah agar tidak bertemu dengan gadis buruk itu, dan akan kembali sebelum orang tua sampai, karena ayah mereka memberitahu kalau mereka akan sampai pada malam hari.


"Kakak tolong matikan lampunya." Pinta Elleanor


Beberapa waktu berlalu. "Kenapa malam ini gadis itu tidak datang kemari?, Apa ada sesuatu yang terjadi padanya sehingga malam ini dia tidak ke sini?" Tanya salah satu dari mereka dalam hati yang juga belum tidur karena menunggu sang kakak yang setiap malamnya akan datang melihat mereka berdua kalau mereka berdua sudah tertidur walau hanya beberapa menit


" Ada apa denganku, mengapa perasaan aku tidak enak saat ini, apakah aku sudah merasa dekat dengannya seminggu ini ketika dia memberikan kasih sayang dan perhatiannya, sehingga perasaanku seperti ini ketika dia tidak datang kemari dan aku memiliki perasaan buruk tentang hal itu." Ucap salah satu dari mereka

__ADS_1


"Ibu kenapa kau memanggil diriku ke sini?" Tanya seorang pria tampan kepada ibunya


"Dimana adik perempuanmu?, apakah dia baik-baik saja?, Frasat Ibu mengatakan jika terjadi sesuatu pada adikmu itu, sedang melakukan apa dia sekarang ini?, kenapa seharian ini ibu tidak melihatnya?" Tanya seorang wanita cantik pada anak laki-lakinya


"Ada di taman ibu, dia sedang bersama dengan teman-temannya, dia baik-baik saja, tidak akan terjadi apapun pada putri Ibu yang paling ibu manjakan itu, dia selalu berusaha dengan pengawal pribadinya kemanapun dia akan pergi dan juga dia selalu dilindungi beberapa pengawal yang bersamanya dan ada pelayan setianya yang selalu berada di sampingnya tidak pernah meninggalkan dia sendirian, jadi ibu tidak perlu khawatir seperti itu." Jelas pria tampan itu


"Tapi kenapa firasat Ibu mengatakan jika terjadi sesuatu pada putri Ibu?" Lanjut ibunya bertanya


" Mungkin hanya perasaan ibu saja karena beberapa hari ini ibu tidak bersama dengan putri ibu itu karena sibuk, dan tidak melihatnya selama beberapa hari ini, ibu sudah terbiasa selalu bersama dengannya jika tidak ada yang ibu kerjakan, bahkan ibu selalu membawanya kemanapun ketika akan melalukan pekerjaan bahkan pertemuan di luar." Jelas pria tampan itu kepada ibunya


" Mungkin memang hanya perasaan ibu saja, karena sudah beberapa hari ini tidak bersamanya." Ucap ibunya lagi


"Kapan kamu akan kembali?" Lanjut ibunya bertanya


" 4 hari lagi Bu, aku diberi izin 7 hari untuk pulang ke rumah." Jawab pria itu kepada ibunya


Bersambung........


sampai jumpa lagi di episode berikutnya 😊


terima kasih semuanya yang sudah membaca cerita ini 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2