
Rendy adalah sosok laki laki yang
menarik, humoris, pandai bergaul dan sering membuat hati para lawan jenisnya
meleleh jika sudah mengenalnya. Namun bagi Rendy wanita adalah hanya bagian
dari petualangan hidupnya, luka mendalam yang pernah di alaminya membuat hati
dan rasa dihatinya membeku dan nyaris membatu. Dia bekerja disebuah perusahaan
asing dengan karir yang cukup lumayan, wajahnya yang tampan jabatannya sebagai
manager dan kepintarannya benar benar membuat para wanita didekatnya seringkali
kehilangan akal sehat dan dibuat penasaran olehnya.
“Bro…lu sudah kenal anak baru
dari divisi promosi ga..?” ucap teman sekantornya Lukman disaat jam makan siang.
“Belum….dan ga ada alasan gw buat
kenal….” Sahut Rendy acuh
“Wah…ketinggalan berita lu
Ren…cantik….sexy….indo…..Rika namanya….kita kita sudah coba dekati…tapi lumayan
susah dan agak angkuh juga Ren…..” celoteh Lukman lagi dan di sahuti oleh
beberapa rekan yang lain
“Iya Ren….masa gw tawarin bonceng
sampai tempat dia naik bis…tuh cewek malah pilih jalan kaki….” Ujar Ronny ikut
menimpali
“Ya iya lah tuh cewek lebih milih
jalan kaki…daripada dia nanti disuruh dorong motor tua lu Ron…” balas Rendy sambil
tertawa terbahak bahak
Siang itu Rendy sedang fokus
untuk persiapan tugas dinas luarku ke makasar, saat di dengarnya seseorang
mengetuk ruangannya…
“Masuk,,,,,,” ucapku sambil tetap
merapihkan file file ke dalam tas untuk kubawa saat berdinas nanti.
Seorang wanita kira kira 3 tahun
dibawah usia Rendy masuk keruangannya, rambutnya yang di cat pirang , kulitnya
yang putih dan matanya yang indah dan bulat sangat serasi dan membuatnya
terlihat sangat cantik dan mempesona, Rendy sempat tertegun sejenak tapi
kembali dia acuh dan fokus kembali dengan yang dikerjakannya.
“Pak Rendy ya…?” suara merdu
wanita itu terdengar
“Yup…? Ada apa?” balas Rendy
tanpa menoleh kearah wanita tersebut.
“Saya Rika pak…Mr. Albert meminta
saya untuk menemui pak Rendy agar dapat data dan penjelasan singkat mengenai
proses keseluruhan produksi dari bahan baku sampai menjadi produk yang siap
dijual, agar saya sebagai bagian promosi lebih dapat memahami dan mengerti
dalam menerepkan strategi pasar untuk mendukung penjualan…” jelas wanita cantik
itu
“tulis email mu disini….nanti
data data yang kamu perlukan saya email….dan soal penjelasan, saya usahakan
sebelum saya berangkat keluar kota minggu depan….saat ini saya sedang
sibuk…siapin semua file dan data untuk tugas saya nanti….ok?” balas Rendy masih
dengan sikap acuh tanpa menoleh sedikitpun ke arah Rika
“Baik pak….” Ucap Rika dengan
muka sedikit sewot ,lalu keluar dari ruangan Rendy.
“Mbak Fitri …pak Rendy itu siapa
__ADS_1
sih…? Sombong amat ya orangnya..?” gerutu Rika pada teman satu divisinya
“Oh Pak Rendy….dia Manager
Distribusi dan Pengiriman …dia juga senior dan ikut mendirikan perusahaan ini dari
nol….memangnya kenapa Ka?”
“Iya…Mr Albert minta aku minta
data dan penjelasan keseluruhan proses produksi sampai menjadi produk siap
jual…tapi bilang sedang sibuk dan Cuma suurh tulis alamat email di
kertas…melihat ke saya sedikitpun ngga…” ucap Rika masih dengan nada kesal.
Fitri tertawa mendengarnya…” Pak
Rendy itu memang seperti itu, diluar terlihat dingin tapi kalau sudah kenal
dengannya apalagi dekat dengan dia, orangnya enak diajak bicara….cerdas…dan
juga humoris…”
“Ah mana mungkin…orang kaku kayak
gitu enak diajak bicara…yang ada malah bikin bete dan ngeselin…” Rasa kesal
Rika belum juga hilang
“Hahahahaha…hati hati Ka….jangan
terlalu emosi menanggapi sikap Pak rendy…kalo kamu suka nanti repot lho…?” ujar
Fitri masih tertawa melihat raut kesal Rika.
“Amit amit deh Mbak….suka sama
orang model gitu….cowok cowok disini aja pada ramai ramai coba dekati saya…saya
ga tanggapi….apalagi yang angkuh seperti itu…”
“Ya sudah…jangan sewot gitu
dong….saya kan cuma ingetin…..awas kalo kamu sampai suka…saya minta traktir
Pizza 2 loyang lho…” Fitri tertawa kecil dan kembali melanjutkan pekerjaannya
“Oke…jangankan 2 loyang….5
loyangpun saya traktir mbak….kalo saya sampai suka….ga bakal…lagian saya juga
sudah ada pacar….lebih keren kali dari dia…..”
mendengarnya….
“Rika…?” ucap Rendy melalui
intercom telpon kantornya yang menghubungkan setiap divisi dan setiap ruangan
“Ya…? Ini siapa…?”
“Saya Rendy…data data yang kamu
minta sudah saya email….dan untuk penjelasan singkat, kalau mau saya jelaskan
dalam perjalanan pulang tapi kalau mau dikantor, tunggu seminggu lagi setelah
saya kembali dari Makasar…” Lanjut Rendy
“Kurang ajar nih cowok….memangnya
siapa dia..? baru kenal sudah ajak pulang bareng segala dengan alasan mau
jelaskan soal pekerjaan….cowok cowok yang lain ajak aku pulang bareng aja
selalu ku tolak….? Ini malah si cowok angkuh …sok ajakin pulang bareng dengan
modus pekerjaan…” gerutu Rika dalam hati
“Keberatan…? Ya sudah…seminggu
lagi saya pulang dari luar kota…saya jelaskan diruangan saya nanti….” Ucap
Rendy lalu menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Rika
“Bener bener ngeselin ya nih
cowok…?” Rika gregetan dan mengepalkan tangannya, kalau sampai minggu depan aku
baru dapat penjelasan dari cowok angkuh itu….bisa bisa Mr.Albert marah padaku
nih…ucap Rika dalam hati
“Pak…saya ikut ….sekalian mau
dengar penjelasan singkat keseluruhan proses produksi….karena saya ga bisa menunggu
sampai minggu depan…” Rika sudah berdiri dibelakang rendy yang tengah membuka
__ADS_1
pintu mobilnya setelah berlari kecil, nafasnya masih terdengar sedikit terengah
engah.
“Lho…tadi jawabnya lama…saya
pikir ga mau….ya sudah..oke…ayo masuk….” Ucap Rendy santai
“Arah rumahmu kemana…? “ lanjut
Rendy dibelakang kemudi sambil keluar
dari area perkantoran
“Pasar Minggu….” Balas Rika
Bener bener modus nih pak
Rendy….tadi bilangnya mau jelasin selama diperjalanan, tapi sampai sekarang dia
hanya diam dan menyetir, sungut Rika. Tak lama kemudian mobil Rendy berbelok
kearah sebuah rumah makan bergaya sunda.
“Mau apa kita kesini pak..?” ujar
Rika
“Mau saya jelasin soal proses
yang kamu minta ga..? kamu berharap saya ngoceh saat saya stir lalu kita nabrak
dijalan…? Ayo turun….” Sambil Rendy membuka pintu mobilnya
Seusai makan Rendy mulai
menjelaskan secara detail proses yang diinginkan Rika, Rika mengeluarkan
selembar kertas dan mencatatnya, dalam hati Rika harus akui cara penyampaian
Rendy yang sangat mudah dicerna dan kecerdasannya dalam menguasai bidang nya,
diam diam terbesit rasa kagum dalam hatinya. Dan semua kesan sosok cowok angkuh
seketika sirna di mata Rika.
“Cukup jelas ga…?’ Ucap Rendy
diakhir penjelasannya, dilihatnya Rika menatapnya sambil kedua tangannya memegang
selembar kertas dan pulpen.
“Hei….bengong….sudah belum…?”
Rendy menjentikan jarinya di depan mata Rika, Rika tersadar dan wajahnya merona
merah menahan malu
“Eh…i…iya…sudah jelas pak…terima
kasih…..” Ucap Rika sedikit gugup dan salah tingkah
Rendy hanya tertawa kecil melihat
tingkah Rika
“Saya pikir kamu seperti yang
diceritain para cowok seantero perusahaan….cewek cantik yang angkuh dan sedikit
judes…tapi ternyata bisa gugup juga ya?” Rendy tertawa membuat Rika makin salah
tingkah dan malu
“Pak Rendy kali yang angkuh….kalo
saya seperti itu dengan para cowok di perusahaan, saya takut nanti saya jadi
bermasalah dengan pacar saya….”
Rendy kembali tertawa…”ya kalau
kamu ga ada hubungan khusus dan hanya bersikap ramah ga perlu takut dong sama
pacarmu….”
“Pacar saya cemburuan pak…..”
ujar Rika
“ Bagus itu…berarti kamu
dimatanya cantik dan takut kehilangan….” Balas Rendy
“memang pacar bapak ga
cemburuan…?” Ujar Rika mencoba memancing obrolan pribadi
“Oke…sudah kan..? yuk kita
__ADS_1
pulang…..saya antar minimal sampai jalan masuk perumahanmu….” Ucap Rendy sambil
memanggil pelayan untuk membayar bill.