CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
SI ANGKUH


__ADS_3

Rendy adalah sosok laki laki yang


menarik, humoris, pandai bergaul dan sering membuat hati para lawan jenisnya


meleleh jika sudah mengenalnya. Namun bagi Rendy wanita adalah hanya bagian


dari petualangan hidupnya, luka mendalam yang pernah di alaminya membuat hati


dan rasa dihatinya membeku dan nyaris membatu. Dia bekerja disebuah perusahaan


asing dengan karir yang cukup lumayan, wajahnya yang tampan jabatannya sebagai


manager dan kepintarannya benar benar membuat para wanita didekatnya seringkali


kehilangan akal sehat dan dibuat penasaran olehnya.


“Bro…lu sudah kenal anak baru


dari divisi promosi ga..?” ucap teman sekantornya Lukman  disaat jam makan siang.


“Belum….dan ga ada alasan gw buat


kenal….” Sahut Rendy acuh


“Wah…ketinggalan berita lu


Ren…cantik….sexy….indo…..Rika namanya….kita kita sudah coba dekati…tapi lumayan


susah dan agak angkuh juga Ren…..” celoteh Lukman lagi dan di sahuti oleh


beberapa rekan yang lain


“Iya Ren….masa gw tawarin bonceng


sampai tempat dia naik bis…tuh cewek malah pilih jalan kaki….” Ujar Ronny ikut


menimpali


“Ya iya lah tuh cewek lebih milih


jalan kaki…daripada dia nanti disuruh dorong motor tua lu Ron…” balas Rendy sambil


tertawa terbahak bahak


Siang itu Rendy sedang fokus


untuk persiapan tugas dinas luarku ke makasar, saat di dengarnya seseorang


mengetuk ruangannya…


“Masuk,,,,,,” ucapku sambil tetap


merapihkan file file ke dalam tas untuk kubawa saat berdinas nanti.


Seorang wanita kira kira 3 tahun


dibawah usia Rendy masuk keruangannya, rambutnya yang di cat pirang , kulitnya


yang putih dan matanya yang indah dan bulat sangat serasi dan membuatnya


terlihat sangat cantik dan mempesona, Rendy sempat tertegun sejenak tapi


kembali dia acuh dan fokus kembali dengan yang dikerjakannya.


“Pak Rendy ya…?” suara merdu


wanita itu terdengar


“Yup…? Ada apa?” balas Rendy


tanpa menoleh kearah wanita tersebut.


“Saya Rika pak…Mr. Albert meminta


saya untuk menemui pak Rendy agar dapat data dan penjelasan singkat mengenai


proses keseluruhan produksi dari bahan baku sampai menjadi produk yang siap


dijual, agar saya sebagai bagian promosi lebih dapat memahami dan mengerti


dalam menerepkan strategi pasar untuk mendukung penjualan…” jelas wanita cantik


itu


“tulis email mu disini….nanti


data data yang kamu perlukan saya email….dan soal penjelasan, saya usahakan


sebelum saya berangkat keluar kota minggu depan….saat ini saya sedang


sibuk…siapin semua file dan data untuk tugas saya nanti….ok?” balas Rendy masih


dengan sikap acuh tanpa menoleh sedikitpun ke arah Rika


“Baik pak….” Ucap Rika dengan


muka sedikit sewot ,lalu keluar dari ruangan Rendy.


“Mbak Fitri …pak Rendy itu siapa

__ADS_1


sih…? Sombong amat ya orangnya..?” gerutu Rika pada teman satu divisinya


“Oh Pak Rendy….dia Manager


Distribusi dan Pengiriman …dia juga senior dan ikut mendirikan perusahaan ini dari


nol….memangnya kenapa Ka?”


“Iya…Mr Albert minta aku minta


data dan penjelasan keseluruhan proses produksi sampai menjadi produk siap


jual…tapi bilang sedang sibuk dan Cuma suurh tulis alamat email di


kertas…melihat ke saya sedikitpun ngga…” ucap Rika masih dengan nada kesal.


Fitri tertawa mendengarnya…” Pak


Rendy itu memang seperti itu, diluar terlihat dingin tapi kalau sudah kenal


dengannya apalagi dekat dengan dia, orangnya enak diajak bicara….cerdas…dan


juga humoris…”


“Ah mana mungkin…orang kaku kayak


gitu enak diajak bicara…yang ada malah bikin bete dan ngeselin…” Rasa kesal


Rika belum juga hilang


“Hahahahaha…hati hati Ka….jangan


terlalu emosi menanggapi sikap Pak rendy…kalo kamu suka nanti repot lho…?” ujar


Fitri masih tertawa melihat raut kesal Rika.


“Amit amit deh Mbak….suka sama


orang model gitu….cowok cowok disini aja pada ramai ramai coba dekati saya…saya


ga tanggapi….apalagi yang angkuh seperti itu…”


“Ya sudah…jangan sewot gitu


dong….saya kan cuma ingetin…..awas kalo kamu sampai suka…saya minta traktir


Pizza 2 loyang lho…” Fitri tertawa kecil dan kembali melanjutkan pekerjaannya


“Oke…jangankan 2 loyang….5


loyangpun saya traktir mbak….kalo saya sampai suka….ga bakal…lagian saya juga


sudah ada pacar….lebih keren kali dari dia…..”


mendengarnya….


“Rika…?” ucap Rendy melalui


intercom telpon kantornya yang menghubungkan setiap divisi dan setiap ruangan


“Ya…? Ini siapa…?”


“Saya Rendy…data data yang kamu


minta sudah saya email….dan untuk penjelasan singkat, kalau mau saya jelaskan


dalam perjalanan pulang tapi kalau mau dikantor, tunggu seminggu lagi setelah


saya kembali dari Makasar…” Lanjut Rendy


“Kurang ajar nih cowok….memangnya


siapa dia..? baru kenal sudah ajak pulang bareng segala dengan alasan mau


jelaskan soal pekerjaan….cowok cowok yang lain ajak aku pulang bareng aja


selalu ku tolak….? Ini malah si cowok angkuh …sok ajakin pulang bareng dengan


modus pekerjaan…” gerutu Rika dalam hati


“Keberatan…? Ya sudah…seminggu


lagi saya pulang dari luar kota…saya jelaskan diruangan saya nanti….” Ucap


Rendy lalu menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Rika


“Bener bener ngeselin ya nih


cowok…?” Rika gregetan dan mengepalkan tangannya, kalau sampai minggu depan aku


baru dapat penjelasan dari cowok angkuh itu….bisa bisa Mr.Albert marah padaku


nih…ucap Rika dalam hati


“Pak…saya ikut ….sekalian mau


dengar penjelasan singkat keseluruhan proses produksi….karena saya ga bisa menunggu


sampai minggu depan…” Rika sudah berdiri dibelakang rendy yang tengah membuka

__ADS_1


pintu mobilnya setelah berlari kecil, nafasnya masih terdengar sedikit terengah


engah.


“Lho…tadi jawabnya lama…saya


pikir ga mau….ya sudah..oke…ayo masuk….” Ucap Rendy santai


“Arah rumahmu kemana…? “ lanjut


Rendy  dibelakang kemudi sambil keluar


dari area perkantoran


“Pasar Minggu….” Balas Rika


Bener bener modus nih pak


Rendy….tadi bilangnya mau jelasin selama diperjalanan, tapi sampai sekarang dia


hanya diam dan menyetir, sungut Rika. Tak lama kemudian mobil Rendy berbelok


kearah sebuah rumah makan bergaya sunda.


“Mau apa kita kesini pak..?” ujar


Rika


“Mau saya jelasin soal proses


yang kamu minta ga..? kamu berharap saya ngoceh saat saya stir lalu kita nabrak


dijalan…? Ayo turun….” Sambil Rendy membuka pintu mobilnya


Seusai makan Rendy mulai


menjelaskan secara detail proses yang diinginkan Rika, Rika mengeluarkan


selembar kertas dan mencatatnya, dalam hati Rika harus akui cara penyampaian


Rendy yang sangat mudah dicerna dan kecerdasannya dalam menguasai bidang nya,


diam diam terbesit rasa kagum dalam hatinya. Dan semua kesan sosok cowok angkuh


seketika sirna di mata Rika.


“Cukup jelas ga…?’ Ucap Rendy


diakhir penjelasannya, dilihatnya Rika menatapnya sambil kedua tangannya memegang


selembar kertas dan pulpen.


“Hei….bengong….sudah belum…?”


Rendy menjentikan jarinya di depan mata Rika, Rika tersadar dan wajahnya merona


merah menahan malu


“Eh…i…iya…sudah jelas pak…terima


kasih…..” Ucap Rika sedikit gugup dan salah tingkah


Rendy hanya tertawa kecil melihat


tingkah Rika


“Saya pikir kamu seperti yang


diceritain para cowok seantero perusahaan….cewek cantik yang angkuh dan sedikit


judes…tapi ternyata bisa gugup juga ya?” Rendy tertawa membuat Rika makin salah


tingkah dan malu


“Pak Rendy kali yang angkuh….kalo


saya seperti itu dengan para cowok di perusahaan, saya takut nanti saya jadi


bermasalah dengan pacar saya….”


Rendy kembali tertawa…”ya kalau


kamu ga ada hubungan khusus dan hanya bersikap ramah ga perlu takut dong sama


pacarmu….”


“Pacar saya cemburuan pak…..”


ujar Rika


“ Bagus itu…berarti kamu


dimatanya cantik dan takut kehilangan….” Balas Rendy


“memang pacar bapak ga


cemburuan…?” Ujar Rika mencoba memancing obrolan pribadi


“Oke…sudah kan..? yuk kita

__ADS_1


pulang…..saya antar minimal sampai jalan masuk perumahanmu….” Ucap Rendy sambil


memanggil pelayan untuk membayar bill.


__ADS_2