CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
BAGAI SEORANG PUTRI


__ADS_3

Rendy membelai lembut rambut


indah milik Rika, dan juga mengelus pipi putih dan halus milik wanita cantik


itu, Rika memejamkan matanya , dirinya serasa terbang diperlakukan seperti itu


oleh laki-laki yang diam-diam dicintai dalam hatinya selama ini.


Ditatapnya wajah cantik Rika oleh


Rendy, bibir merah Rika yang merekah bagai bunga mekar yang siap dipetik dan


merasakan manis madu yang ada dikelopak nya.


Semenit kemudian, Rendy sudah


mendaratkan bibirnya di bibir Rika, mereka berdua bercumbu penuh gairah dan


mesra, Rendy menggendong tubuh mungil Rika ke kamar, dan merebahkannya perlahan


di peraduan. Rendy kembali menatap mesra mata Rika.dan kembali menbelai halus


pipi wanita cantik yang telah resmi dinikahinya tadi pagi.


“Aku merasa seperti putri Ren…..semua


perlakuanmu….mesra mu…..ahhhh” Ucap Rika sambil memejamkan matanya. Kini Rika


yang mengambil inisiatif untuk mencium bibir Rendy. Senja itu mereka larut dan


hanyut mengarungi semua gairah rasa dan rindu mereka, melebihi dengan apa yang


telah mereka rasakan saat di jogja dulu, kali ini mereka lakukan dengan sepenuh


hati dan juga tanpa rasa canggung, karena apapun alasan pernikahan mereka,


mereka berdua sekarang adalah pasangan sah dan resmi sebagai suami istri.


Hujan dan cuaca dingin diluar


rumah membuat kemesraan Rendy dan Rika semakin syahdu, hingga senja terhapus


malam, mereka berdua masih menikmati indahnya kehangatan diantara mereka,


seolah waktu terhenti, seolah tak ada esok. Bagai dua orang yang penuh dahaga,


ingin meneguk segelas air lagi dan lagi.


“Terima kasih Ren…semua


kebaikanmu….perlakuanmu…dan mmmmm….kejantananmu…” ucap Rika diakhiri dengan


tawa kecilnya, sambil memeluk tubuh Rendy dibalik selimut.


Rendy hanya tersenyum dan


mencubit pelan pipi Rika, dalam hati kecilnya juga masih belum mempercayai


kalau dirinya telah menikahi wanita mungil dan cantik dihadapannya ini.


“Tapi besok aku ajukan resign


dari perusahaan ya Ren…? Biar aku kerja dan bantu papa saja diperusahaannya


saja, nanti aku takut  nanti lama


kelamaan teman-teman dikantor tahu dan jadi image buruk buat kamu dan aku


pastinya….” Lanjut Rika sambil mengusap-usap dada Rendy dengan jari jari


lentknya.


“Iya sayang…..” balas Rendy


memejamkan matanya


Rika sedikit bangkit dan


memandang  Rendy, “ apa tadi barusan kamu


bilang…? Ga denger….” Ucap Rika


“Iya sayaaang…huaaaam…” Jawab


rendy dengan suara pura-pura mengantuk.


“Pake pura-pura ngantuk


lagi…..hihihi….” Rika tertawa manja sambil memencet hidung Rendy , lalu


menciumi wajah rendy bertubi-tubi.

__ADS_1


“Ehhh…apa-apaan ini? Ngantuk ah…”


Ujar Rendy sambil menahan tawanya.


“Ahhh ngga…kamu bohong…..” balas


Rika sambil terus menciumi wajah Rendy, leher dan juga dada laki-laki itu.


Dan sekali lagi mereka hanyut


dalam derus nafas memburu bersama malam yang semakin larut, semua gelora mereka


menyatu dan meluap malam itu.


“Ini sarapanmu suamiku sayang….”


Ucap Rika dengan nada genit, sambil meletakkan nasi goreng dan telor dadar di


hadapan Rendy yang sudah duduk di meja makan. Rendy tersenyum dan meraih leher


Rika untuk mendaratkan ciuman di bibrinya.


:Mphhh udah ihhhh….nanti akhirnya


kamu ga aku bolehin berangkat kerja nih….” Ucap Rika lagi manja


“Nanti agak siang aku mampir ke


kantor untuk ketemu Mr.Albert , mengenai pengajuan pengunduran diriku dari


perusahaan, lalu ke kantor papa untuk bicara soal pekerjaan ya Ren…?” Ujar Rika


dan dibalas Rendy dengan anggukan sambil menyantap sarapannya.


“Ka…..aku pulang sore, tapi malam


ini aku pulang ke rumah ya? Takut Nisa nyariin…..” Ucap Rendy saat akan masuk


ke dalam mobilnya.


“Iya Ren…..kamu ga usah


khawatir…aku bisa jaga diri kok…nnnngg…tapi…jangan kelamaan


juga….mmm….kangeeen…” Balas Rika manja.


Rendy tersenyum , lalu mengecup


“Aku keluar kantor…mau ketemu


calon klien….nanti langsung pulang ya?” Rendy mengetik pesan whatsapp untuk


Rika


“Oke…aku OTW kantor dan ga lama


disana…” tak lama kemudian balasan pesan dari Rika


Rendy pulang lebih awal, karena


waktu bertemu dengan calon klien nya tidak berlangsung lama disebuah resto di


bilangan Jakarta selatan. Dia segera memacu mobilnya menuju rumahnya , rindu


dengan Nisa putri kecilnya.


Namun saat tiba dirumahnya , dia


melihat sebuah sedan mewah terparkir di depan pagar rumahnya, dia membuka


gerbang garasi dan memarkirkan mobilnya. “Mobil siapa ya?” gumamnya dalam  hati, sambil melangkahkan kaki nya ke teras


rumahnya.


“Eh ayah pulang….horeeee…..” ucap


Nisa manja sambil menghambur ke pelukan Rendy. Namun Rendy sedikit tertegun ,


melihat dua orang wanita tengah asyik mengobrol diruang tamu.


“Eh Ren….sudah pulang? Ini ada bu


Retno datang dari jam dua siang tadi……” Ucap Anita, ternyata dua wanita yang


sedang mengobrol itu adalah Retno dan Anita. Rendy mencoba segera menguasai


keadaan dan menghampiri Retno, “ Kok ga kasih kabar lewat WA ? kan bisa aku


jempur di bandara…”ucap Rendy basa basi.


“Oh iya…memang mendadak ada

__ADS_1


urusan dijakarta, dan sudah ada yang jemput kok, supr kantorku yang di


Jakarta….” Balas Retno dengan tatapan sedikit dingin pada  Rendy. Rendy sempat dibuat salah tingkah


dengan tatapan wanita cantik dan kaya raya itu.


“Kamu mau kopi Ren….?” Ucap Anita


memcah keheningan sesaat.


“Oh…iya…mau Nit….” Balas rendy


sambil duduk di sofa yang menghadap ke tempat Retno duduk.


“Kamu sudah buka kantor di


Jakarta Ret…?” Rendy mencoba membuka bahan obrolan


“Iya…..” jawab Retno masih dengan


tatapan dingin


“Dimana…?” balas Rendy singkat


“Sudirman…..yaaah jelas kamu ga


tahu lah….kamu super sibuk….melebihi aku….sampai ga sempat komunikasi sama


sekali…bagaimana kamu bisa tahu perkembangan usahaku apalagi kabarku…?” Lanjut


Retno datar.


Rendy sedikit malu mendengar ucapan


Retno barusan, karena jelas Retno lah yang seharusnya lebih sibuk ketimbang


dirinya yang hanya level karyawan, walaupun memiliki jabatan, namun Retno? Dia


adalah wanita pemilik beberapa perusahaan dan salah satu klien terbesar


perusahaan tempat ia bekerja.


“Kamu kok tiba tiba kesini…? “


UCap Rendy memelankan suaranya takut terdengar oleh Anita yang berada di dapur.


“Beberapa hari ini aku kepikiran


kamu terus, juga ingat terus akan janji kita….tapi kamu ga ada kabar, aku malas


kalau harus mendengar kabar atau penjelasan melalui  telpon…so here I am…..” jawab Retno cepat


namun tetap datar sambil meminum segelas minuman dingin yang teah disediakan


Anita.


Rendy benar benar tidak berkutik


dihadapan wanita bernama Retno ini, tatapan matanya yang tajam, nada suaranya


yang tegas dan lugas, membuat dia kikuk jika salah sedikit saja dalam bersikap


ataupun bicara.


“Nit….kalau aku minta antar Rendy


atau ajak Rendy keluar sebentar bisa kan ya…?” Ujar Retno pada Anita yang


sedang membawa secangkir kopi panas untuk Rendy.


“Oh boleh dong Ret….kan kita


sudah ngobrol panjang lebar dari tadi siang……” balas Anita seraya tersenyum ke


arah Retno


Rendy menatap keduanya dengan


wajah penuh kebingungan, “ ngobrol panjang lebar….aku boleh diajak


keluar…maksud kalian apa sih…? Dan yang kalian obrolin apaan sih…?” Ucap Rendy


masih dengan wajah tak mengerti , lalu dia ambil kopi yang telah di buat Anita


Melihat wajah Rendy yang tampak


kebingungan, Anita dan Retno tertawa lepas bersama., Rendy makin tak mengerti


dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus meminum kopi hitam


miliknya.

__ADS_1


__ADS_2