
Rendy membelai lembut rambut
indah milik Rika, dan juga mengelus pipi putih dan halus milik wanita cantik
itu, Rika memejamkan matanya , dirinya serasa terbang diperlakukan seperti itu
oleh laki-laki yang diam-diam dicintai dalam hatinya selama ini.
Ditatapnya wajah cantik Rika oleh
Rendy, bibir merah Rika yang merekah bagai bunga mekar yang siap dipetik dan
merasakan manis madu yang ada dikelopak nya.
Semenit kemudian, Rendy sudah
mendaratkan bibirnya di bibir Rika, mereka berdua bercumbu penuh gairah dan
mesra, Rendy menggendong tubuh mungil Rika ke kamar, dan merebahkannya perlahan
di peraduan. Rendy kembali menatap mesra mata Rika.dan kembali menbelai halus
pipi wanita cantik yang telah resmi dinikahinya tadi pagi.
“Aku merasa seperti putri Ren…..semua
perlakuanmu….mesra mu…..ahhhh” Ucap Rika sambil memejamkan matanya. Kini Rika
yang mengambil inisiatif untuk mencium bibir Rendy. Senja itu mereka larut dan
hanyut mengarungi semua gairah rasa dan rindu mereka, melebihi dengan apa yang
telah mereka rasakan saat di jogja dulu, kali ini mereka lakukan dengan sepenuh
hati dan juga tanpa rasa canggung, karena apapun alasan pernikahan mereka,
mereka berdua sekarang adalah pasangan sah dan resmi sebagai suami istri.
Hujan dan cuaca dingin diluar
rumah membuat kemesraan Rendy dan Rika semakin syahdu, hingga senja terhapus
malam, mereka berdua masih menikmati indahnya kehangatan diantara mereka,
seolah waktu terhenti, seolah tak ada esok. Bagai dua orang yang penuh dahaga,
ingin meneguk segelas air lagi dan lagi.
“Terima kasih Ren…semua
kebaikanmu….perlakuanmu…dan mmmmm….kejantananmu…” ucap Rika diakhiri dengan
tawa kecilnya, sambil memeluk tubuh Rendy dibalik selimut.
Rendy hanya tersenyum dan
mencubit pelan pipi Rika, dalam hati kecilnya juga masih belum mempercayai
kalau dirinya telah menikahi wanita mungil dan cantik dihadapannya ini.
“Tapi besok aku ajukan resign
dari perusahaan ya Ren…? Biar aku kerja dan bantu papa saja diperusahaannya
saja, nanti aku takut nanti lama
kelamaan teman-teman dikantor tahu dan jadi image buruk buat kamu dan aku
pastinya….” Lanjut Rika sambil mengusap-usap dada Rendy dengan jari jari
lentknya.
“Iya sayang…..” balas Rendy
memejamkan matanya
Rika sedikit bangkit dan
memandang Rendy, “ apa tadi barusan kamu
bilang…? Ga denger….” Ucap Rika
“Iya sayaaang…huaaaam…” Jawab
rendy dengan suara pura-pura mengantuk.
“Pake pura-pura ngantuk
lagi…..hihihi….” Rika tertawa manja sambil memencet hidung Rendy , lalu
menciumi wajah rendy bertubi-tubi.
__ADS_1
“Ehhh…apa-apaan ini? Ngantuk ah…”
Ujar Rendy sambil menahan tawanya.
“Ahhh ngga…kamu bohong…..” balas
Rika sambil terus menciumi wajah Rendy, leher dan juga dada laki-laki itu.
Dan sekali lagi mereka hanyut
dalam derus nafas memburu bersama malam yang semakin larut, semua gelora mereka
menyatu dan meluap malam itu.
“Ini sarapanmu suamiku sayang….”
Ucap Rika dengan nada genit, sambil meletakkan nasi goreng dan telor dadar di
hadapan Rendy yang sudah duduk di meja makan. Rendy tersenyum dan meraih leher
Rika untuk mendaratkan ciuman di bibrinya.
:Mphhh udah ihhhh….nanti akhirnya
kamu ga aku bolehin berangkat kerja nih….” Ucap Rika lagi manja
“Nanti agak siang aku mampir ke
kantor untuk ketemu Mr.Albert , mengenai pengajuan pengunduran diriku dari
perusahaan, lalu ke kantor papa untuk bicara soal pekerjaan ya Ren…?” Ujar Rika
dan dibalas Rendy dengan anggukan sambil menyantap sarapannya.
“Ka…..aku pulang sore, tapi malam
ini aku pulang ke rumah ya? Takut Nisa nyariin…..” Ucap Rendy saat akan masuk
ke dalam mobilnya.
“Iya Ren…..kamu ga usah
khawatir…aku bisa jaga diri kok…nnnngg…tapi…jangan kelamaan
juga….mmm….kangeeen…” Balas Rika manja.
Rendy tersenyum , lalu mengecup
“Aku keluar kantor…mau ketemu
calon klien….nanti langsung pulang ya?” Rendy mengetik pesan whatsapp untuk
Rika
“Oke…aku OTW kantor dan ga lama
disana…” tak lama kemudian balasan pesan dari Rika
Rendy pulang lebih awal, karena
waktu bertemu dengan calon klien nya tidak berlangsung lama disebuah resto di
bilangan Jakarta selatan. Dia segera memacu mobilnya menuju rumahnya , rindu
dengan Nisa putri kecilnya.
Namun saat tiba dirumahnya , dia
melihat sebuah sedan mewah terparkir di depan pagar rumahnya, dia membuka
gerbang garasi dan memarkirkan mobilnya. “Mobil siapa ya?” gumamnya dalam hati, sambil melangkahkan kaki nya ke teras
rumahnya.
“Eh ayah pulang….horeeee…..” ucap
Nisa manja sambil menghambur ke pelukan Rendy. Namun Rendy sedikit tertegun ,
melihat dua orang wanita tengah asyik mengobrol diruang tamu.
“Eh Ren….sudah pulang? Ini ada bu
Retno datang dari jam dua siang tadi……” Ucap Anita, ternyata dua wanita yang
sedang mengobrol itu adalah Retno dan Anita. Rendy mencoba segera menguasai
keadaan dan menghampiri Retno, “ Kok ga kasih kabar lewat WA ? kan bisa aku
jempur di bandara…”ucap Rendy basa basi.
“Oh iya…memang mendadak ada
__ADS_1
urusan dijakarta, dan sudah ada yang jemput kok, supr kantorku yang di
Jakarta….” Balas Retno dengan tatapan sedikit dingin pada Rendy. Rendy sempat dibuat salah tingkah
dengan tatapan wanita cantik dan kaya raya itu.
“Kamu mau kopi Ren….?” Ucap Anita
memcah keheningan sesaat.
“Oh…iya…mau Nit….” Balas rendy
sambil duduk di sofa yang menghadap ke tempat Retno duduk.
“Kamu sudah buka kantor di
Jakarta Ret…?” Rendy mencoba membuka bahan obrolan
“Iya…..” jawab Retno masih dengan
tatapan dingin
“Dimana…?” balas Rendy singkat
“Sudirman…..yaaah jelas kamu ga
tahu lah….kamu super sibuk….melebihi aku….sampai ga sempat komunikasi sama
sekali…bagaimana kamu bisa tahu perkembangan usahaku apalagi kabarku…?” Lanjut
Retno datar.
Rendy sedikit malu mendengar ucapan
Retno barusan, karena jelas Retno lah yang seharusnya lebih sibuk ketimbang
dirinya yang hanya level karyawan, walaupun memiliki jabatan, namun Retno? Dia
adalah wanita pemilik beberapa perusahaan dan salah satu klien terbesar
perusahaan tempat ia bekerja.
“Kamu kok tiba tiba kesini…? “
UCap Rendy memelankan suaranya takut terdengar oleh Anita yang berada di dapur.
“Beberapa hari ini aku kepikiran
kamu terus, juga ingat terus akan janji kita….tapi kamu ga ada kabar, aku malas
kalau harus mendengar kabar atau penjelasan melalui telpon…so here I am…..” jawab Retno cepat
namun tetap datar sambil meminum segelas minuman dingin yang teah disediakan
Anita.
Rendy benar benar tidak berkutik
dihadapan wanita bernama Retno ini, tatapan matanya yang tajam, nada suaranya
yang tegas dan lugas, membuat dia kikuk jika salah sedikit saja dalam bersikap
ataupun bicara.
“Nit….kalau aku minta antar Rendy
atau ajak Rendy keluar sebentar bisa kan ya…?” Ujar Retno pada Anita yang
sedang membawa secangkir kopi panas untuk Rendy.
“Oh boleh dong Ret….kan kita
sudah ngobrol panjang lebar dari tadi siang……” balas Anita seraya tersenyum ke
arah Retno
Rendy menatap keduanya dengan
wajah penuh kebingungan, “ ngobrol panjang lebar….aku boleh diajak
keluar…maksud kalian apa sih…? Dan yang kalian obrolin apaan sih…?” Ucap Rendy
masih dengan wajah tak mengerti , lalu dia ambil kopi yang telah di buat Anita
Melihat wajah Rendy yang tampak
kebingungan, Anita dan Retno tertawa lepas bersama., Rendy makin tak mengerti
dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus meminum kopi hitam
miliknya.
__ADS_1