CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
TIME


__ADS_3

“Kamu mau nikahi aku Ren…..?” Ucap Retno sambil memeluk


tubuh laki-laki itu dibalik selimut hotel


Rendi tertegun mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Retno


yang dia sendiri belum tahu jawaban apa yang harus diberikan saat itu juga.


Dia hanya terdiam dan menatap langit-langit kamar sambil


menghembuskan asap rokoknya.


“Aku butuh pendamping Rendy….dan aku juga ga bisa sendirian


jalankan beberapa perusahaan yang ku punya…” lanjut Retno lagi sambil sesekali


menciumi dada laki-laki itu.


Kalau saja Rendy laki-laki yang gila materi dan juga


kemewahan, pasti dia akan langsung terima tawaran ini tanpa pikir panjang,


siapa yang mampu menolak? Retno seorang wanita cantik, kaya raya dan bergelmang


harta dan segala kemewahan.


Tapi Rendy hanya terdiam dan serbersit rasa ragu terbesit


diwajahnya


“Apa karena Anita mantan istrimu….?” Ucap Retno lagi dengan


menatap lekat-lekat wajah Rendy.


“Aku ga bisa jawab sekarang Ret…..dengan Anita pun aku belum


ada rencana untuk rujuk lagi atau apapun itu….” Jawab Rendy sambil menghela


nafas panjang


“Yang aku tahu…..aku bahagia bisa melihat kebahagiaan Anisa


putriku belakangan ini….” Lanjut Rendy


“Aku wanita…aku juga bisa jadi ibunya Anisa Ren……aku akan


luangkan waktu untuk sering datang kerumah kamu agar dekat dengan Anisa…” Retno


memang adalah wanita yang penuh ketegasan dan blak-blak an jika berbicara.


“Anisa masih kecil Ret…aku mohon jangan buat dia menjadi


bingung dengan adanya Anita yang baru hadir lagi dalam hidupnya…dan juga


kehadiran kamu yang mencoba mengganti posisi ibu kandungnya…” balas Rendy


“Jika saja laki laki didepanku sekarang bukan kamu Ren…sudah


aku maki dan aku tinggalkan , karena banyak yang inginkanku…..tapi…aku sudah


jatuh cinta sama kamu Ren…” bulir air mata keluar dari sudut mata indah milik Retno.


“Aku tahu itu Ret…dan aku juga sadar aku ini siapa…..tapi


asal kamu tahu…..sejak awal dekat denganmu….yang ku lihat dari kamu …bukan apa


yang kamu miliki….baik materi dan segala yang kamu punya….tapi karena sosok


seorang Retno Wulandari Soesatyo…..lain itu ga ada…tapi….untuk ke jenjang


pernikahan…..aku belum bisa jawab apalagi berjanji sama kamu……kita sama sama


pernah gagal dalam pernikahan Ret…dan juga sama sama pernah kecewa dan


sakit….so pelase…let time answer all this things…” ujar Rendy


“Time……” Ucap retno sambil menghela nafas dan menghapus air


mata dari sudut matanya.


“Tapi aku mau kamu berjanji satu hal Ren……” Lanjut Retno


lagi


“Jika janji itu kira-kira bisa ku penuhi …akan aku


sanggupi…” Balas Rendy

__ADS_1


“Jika waktu…..menjawab semua pertanyaan kita…dan jika suatu


hari kamu telah tentukan wanita pilihan hatimu sebagai pendamping disisa


hidupmu…..aku ingin jadi orang pertama yang tahu dari mulut kamu….” Ujar Retno


“Oke….aku janji untuk itu….” Jawab  Rendy


“Tapi…aku masih bisa ciumin kamu…peluk kamu kan? “ Ucap


Retno dengan nada manja


“Boleh dong….abis cantik sih……” Balas Rendy diiringi tawa


nya.


“Huuuu…dasar genit!!!....” Ujar Retno lagi sambil ikut


tertawa, lalu mendaratkan bibirnya di bibir milik Rendy, semenit kemudian….dua


anak manusia itu kembali hanyut dan larut dengan gairah dan luapan rasa yang


ada saat ini…..seiring malam yang makin beranjak larut, seirama deburan lembut


ombak dikejauhan, segemerlap bintang yang bersinar walau sesekali terhalang


awan.


Waktu hampir menjelang subuh saat Rendy memarkirkan mobilnya


di garasi rumahnya, perlahan dia berjalan dan membuka pintu rumah agar tidak


menimbulkan suara berisik yang bisa membangunkan putrinya Anisa.


Dilepas pula sepatunya agar langkahnya tidak menimbulkan


suara saat melangkah didalam rumah, hampir saja dirinya meloncat kaget karena


melihat sesosok wanita tengah tertidur di meja makan.


“Bangun Nit….kenapa tidur disini……” bisik Rendy setelah


kagetnya hilang dan menyadari bahwa wanita itu adalah Anita mantan istrinya.


“Mmmmh….sudah pulang kamu? Sudah makan Ren…? Aku hangatkan


membuka matanya.


“Aku sudah makan…..ayo pindah ke kamar……” bisik Rendy lagi


Anita melangkah mengikuti Rendy sambil sesekali mengucek


matanya, dia mencium wangi parfum wanita…ada rasa perih tersayat dalam hati


wanita itu, namun Anita hanya bisa diam dan menatap punggung Rendy saat


berganti baju ,sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.


Rendu merebahkan tubuh nya disamping Anita, tak lama matanya


terpejam dan terlelap  ke alam mimpi.


Disampingnya , Anita menatap wajah laki-laki tampan itu,


tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya. Jika saja ia Anita yang


dulu, masih resmi sebagai istri sah Rendy, pasti saat ini dia sudah mengamuk


dan marah besar serta akan mencecar Rendy dengan berjuta pertanyaan, namun kini


Anita hanya bisa diam dan menggigit bibirnya menahan pilu dan perih di hatinya.


“Biarlah ini sebagai imbalan dengan apa yang telah kuperbuat bertahun-tahun


lalu pada laki-laki ini….” Bathin Anita


Sore itu Rendy tengah membereskan berkas –berkas yang


tergeletak di meja kerja nya, dan berniat pulang lebih awal saat jam kantor


usai, karena dia sudah berjanji akan mengajak Anisa putrinya jalan-jalan ke


mall.


Saat dirinya sampai dipelataran parkir pabrik dan menuju


mobilnya, dilihat sebuah mobil yang tak pernah ia lihat terparkir di halaman

__ADS_1


pabrik, “Oh mungkin seseorang yang ingin menjemput salah satu karyawan


perusahaan…jika tamu perusahaan ga mungkin sore sore datang dan tidak menemui


dirinya” bathin Rendy


Tak lama terdengar suara serorag wanita dibelakang Rendy


saat dia sedang membuka pintu mobilnya, “Eh…lama ga nunggu nya…?” Ucap wanita


dibelakang Rendy, ia seperti mengenal suara itu, Rendy pun menoleh kea rah


suara wanita itu, Rika….ternyata benar dugaan nya suara itu milik wanita yang


pernah bersamanya di Jogja beberapa waktu lalu.


“Mmmm…eh Ren…eh Pak Rendy…..tumben sudah mau pulang…?” Ucap


Rika gugup sambil menatap sekilas Rendy lalu membuang pandangannya ke arah


lain.


“Oh iya…saya ada janji dengan Nisa mau ajak  jalan-jalan ke Mall sore ini Ka…” Balas Rendy


santai.


“Mmmm…oh ini…kenalin Pak….ini Satria……Satria…ini atasanku


Pak Rendy…General Manager di perusahaan ku…” Ujar Rika dengan nada tetap


terdengar gugup dan canggung


Rendy mengulurkan tanggannya ke arah laki-laki bernama


Satria itu dan menjabat tanggannya.


“Ah…jangan dengarkan Rika sat….saya bukan Bos…sama seperti


yang lain…karyawan…kuli…” Balas Rendy sambil tersenyum.


“Oke Rika….Satria….saya duluan ya? Takut Nisa nunggu


kelamaan…” Lanjut Rendy sambil masuk kedalam mobil.


Dalam perjalanan Rika lebih banyak diam dan melihat


kemacetan lalu lintas sore di pinggiran Jakarta.


“Kamu kok terlihat panik dan gugup sih Ka..? saat bertemu


dengan Pak Rendy tadi…?” Ucap Satria  sambil tetap padangannya menatap puluhan mobil yang terjebak macet sore


itu.


“Yaa…kamu gimana sih…? Pak Rendy itu Bos diperusahaanku….dia


tangan kanan atau orang kepercayaan Mr.Albert pemilik perusahaan, ya ga enak


aja aku pulang cepat dan dijemput cowok…” Jawab Rika mencoba mengelak


“Tapi kamu kan ga pulang lebih cepat…aku lihat jam tanganku


tadi…kamu turun jam 17.10 kok…jadi sudah lewat 10 menit setelah jam kantor


usai….” Balas Satria masih dengan nada tak percaya.


“Hmmm…kok jadi bahas giinian sih…bikin badmood aja….Pak


Rendy itu pernah berantem dengan mantanku si Anton…dan dia juga pernah beberapa


kali bertemu Anton saat menjemputku seperti kamu hari ini….jadi aku ngerasa


rishi aja..kalo Pak rendy bertemu dengan pacarku di tempat yang sama…dan itu


membuatku gugup…” jelas Rika, tiba-tiba saja dia menemukan alasan brilian yang


terlintas  di kepalanya.


“Berantem…? Kok bisa…? Sedalam itu kah hubungan staff dan


bos nya…?” Tanya Satria lagi penuh selidik.


“Sat….sekarang lebih baik antar aku pulang dan batalin ke


cafemu…..atau aku akan turun disini…!!” Tiba tiba Rika berucap dengan sedikit


keras dan menatap tajam.

__ADS_1


__ADS_2