
“Kamu mau nikahi aku Ren…..?” Ucap Retno sambil memeluk
tubuh laki-laki itu dibalik selimut hotel
Rendi tertegun mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Retno
yang dia sendiri belum tahu jawaban apa yang harus diberikan saat itu juga.
Dia hanya terdiam dan menatap langit-langit kamar sambil
menghembuskan asap rokoknya.
“Aku butuh pendamping Rendy….dan aku juga ga bisa sendirian
jalankan beberapa perusahaan yang ku punya…” lanjut Retno lagi sambil sesekali
menciumi dada laki-laki itu.
Kalau saja Rendy laki-laki yang gila materi dan juga
kemewahan, pasti dia akan langsung terima tawaran ini tanpa pikir panjang,
siapa yang mampu menolak? Retno seorang wanita cantik, kaya raya dan bergelmang
harta dan segala kemewahan.
Tapi Rendy hanya terdiam dan serbersit rasa ragu terbesit
diwajahnya
“Apa karena Anita mantan istrimu….?” Ucap Retno lagi dengan
menatap lekat-lekat wajah Rendy.
“Aku ga bisa jawab sekarang Ret…..dengan Anita pun aku belum
ada rencana untuk rujuk lagi atau apapun itu….” Jawab Rendy sambil menghela
nafas panjang
“Yang aku tahu…..aku bahagia bisa melihat kebahagiaan Anisa
putriku belakangan ini….” Lanjut Rendy
“Aku wanita…aku juga bisa jadi ibunya Anisa Ren……aku akan
luangkan waktu untuk sering datang kerumah kamu agar dekat dengan Anisa…” Retno
memang adalah wanita yang penuh ketegasan dan blak-blak an jika berbicara.
“Anisa masih kecil Ret…aku mohon jangan buat dia menjadi
bingung dengan adanya Anita yang baru hadir lagi dalam hidupnya…dan juga
kehadiran kamu yang mencoba mengganti posisi ibu kandungnya…” balas Rendy
“Jika saja laki laki didepanku sekarang bukan kamu Ren…sudah
aku maki dan aku tinggalkan , karena banyak yang inginkanku…..tapi…aku sudah
jatuh cinta sama kamu Ren…” bulir air mata keluar dari sudut mata indah milik Retno.
“Aku tahu itu Ret…dan aku juga sadar aku ini siapa…..tapi
asal kamu tahu…..sejak awal dekat denganmu….yang ku lihat dari kamu …bukan apa
yang kamu miliki….baik materi dan segala yang kamu punya….tapi karena sosok
seorang Retno Wulandari Soesatyo…..lain itu ga ada…tapi….untuk ke jenjang
pernikahan…..aku belum bisa jawab apalagi berjanji sama kamu……kita sama sama
pernah gagal dalam pernikahan Ret…dan juga sama sama pernah kecewa dan
sakit….so pelase…let time answer all this things…” ujar Rendy
“Time……” Ucap retno sambil menghela nafas dan menghapus air
mata dari sudut matanya.
“Tapi aku mau kamu berjanji satu hal Ren……” Lanjut Retno
lagi
“Jika janji itu kira-kira bisa ku penuhi …akan aku
sanggupi…” Balas Rendy
__ADS_1
“Jika waktu…..menjawab semua pertanyaan kita…dan jika suatu
hari kamu telah tentukan wanita pilihan hatimu sebagai pendamping disisa
hidupmu…..aku ingin jadi orang pertama yang tahu dari mulut kamu….” Ujar Retno
“Oke….aku janji untuk itu….” Jawab Rendy
“Tapi…aku masih bisa ciumin kamu…peluk kamu kan? “ Ucap
Retno dengan nada manja
“Boleh dong….abis cantik sih……” Balas Rendy diiringi tawa
nya.
“Huuuu…dasar genit!!!....” Ujar Retno lagi sambil ikut
tertawa, lalu mendaratkan bibirnya di bibir milik Rendy, semenit kemudian….dua
anak manusia itu kembali hanyut dan larut dengan gairah dan luapan rasa yang
ada saat ini…..seiring malam yang makin beranjak larut, seirama deburan lembut
ombak dikejauhan, segemerlap bintang yang bersinar walau sesekali terhalang
awan.
Waktu hampir menjelang subuh saat Rendy memarkirkan mobilnya
di garasi rumahnya, perlahan dia berjalan dan membuka pintu rumah agar tidak
menimbulkan suara berisik yang bisa membangunkan putrinya Anisa.
Dilepas pula sepatunya agar langkahnya tidak menimbulkan
suara saat melangkah didalam rumah, hampir saja dirinya meloncat kaget karena
melihat sesosok wanita tengah tertidur di meja makan.
“Bangun Nit….kenapa tidur disini……” bisik Rendy setelah
kagetnya hilang dan menyadari bahwa wanita itu adalah Anita mantan istrinya.
“Mmmmh….sudah pulang kamu? Sudah makan Ren…? Aku hangatkan
membuka matanya.
“Aku sudah makan…..ayo pindah ke kamar……” bisik Rendy lagi
Anita melangkah mengikuti Rendy sambil sesekali mengucek
matanya, dia mencium wangi parfum wanita…ada rasa perih tersayat dalam hati
wanita itu, namun Anita hanya bisa diam dan menatap punggung Rendy saat
berganti baju ,sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
Rendu merebahkan tubuh nya disamping Anita, tak lama matanya
terpejam dan terlelap ke alam mimpi.
Disampingnya , Anita menatap wajah laki-laki tampan itu,
tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya. Jika saja ia Anita yang
dulu, masih resmi sebagai istri sah Rendy, pasti saat ini dia sudah mengamuk
dan marah besar serta akan mencecar Rendy dengan berjuta pertanyaan, namun kini
Anita hanya bisa diam dan menggigit bibirnya menahan pilu dan perih di hatinya.
“Biarlah ini sebagai imbalan dengan apa yang telah kuperbuat bertahun-tahun
lalu pada laki-laki ini….” Bathin Anita
Sore itu Rendy tengah membereskan berkas –berkas yang
tergeletak di meja kerja nya, dan berniat pulang lebih awal saat jam kantor
usai, karena dia sudah berjanji akan mengajak Anisa putrinya jalan-jalan ke
mall.
Saat dirinya sampai dipelataran parkir pabrik dan menuju
mobilnya, dilihat sebuah mobil yang tak pernah ia lihat terparkir di halaman
__ADS_1
pabrik, “Oh mungkin seseorang yang ingin menjemput salah satu karyawan
perusahaan…jika tamu perusahaan ga mungkin sore sore datang dan tidak menemui
dirinya” bathin Rendy
Tak lama terdengar suara serorag wanita dibelakang Rendy
saat dia sedang membuka pintu mobilnya, “Eh…lama ga nunggu nya…?” Ucap wanita
dibelakang Rendy, ia seperti mengenal suara itu, Rendy pun menoleh kea rah
suara wanita itu, Rika….ternyata benar dugaan nya suara itu milik wanita yang
pernah bersamanya di Jogja beberapa waktu lalu.
“Mmmm…eh Ren…eh Pak Rendy…..tumben sudah mau pulang…?” Ucap
Rika gugup sambil menatap sekilas Rendy lalu membuang pandangannya ke arah
lain.
“Oh iya…saya ada janji dengan Nisa mau ajak jalan-jalan ke Mall sore ini Ka…” Balas Rendy
santai.
“Mmmm…oh ini…kenalin Pak….ini Satria……Satria…ini atasanku
Pak Rendy…General Manager di perusahaan ku…” Ujar Rika dengan nada tetap
terdengar gugup dan canggung
Rendy mengulurkan tanggannya ke arah laki-laki bernama
Satria itu dan menjabat tanggannya.
“Ah…jangan dengarkan Rika sat….saya bukan Bos…sama seperti
yang lain…karyawan…kuli…” Balas Rendy sambil tersenyum.
“Oke Rika….Satria….saya duluan ya? Takut Nisa nunggu
kelamaan…” Lanjut Rendy sambil masuk kedalam mobil.
Dalam perjalanan Rika lebih banyak diam dan melihat
kemacetan lalu lintas sore di pinggiran Jakarta.
“Kamu kok terlihat panik dan gugup sih Ka..? saat bertemu
dengan Pak Rendy tadi…?” Ucap Satria sambil tetap padangannya menatap puluhan mobil yang terjebak macet sore
itu.
“Yaa…kamu gimana sih…? Pak Rendy itu Bos diperusahaanku….dia
tangan kanan atau orang kepercayaan Mr.Albert pemilik perusahaan, ya ga enak
aja aku pulang cepat dan dijemput cowok…” Jawab Rika mencoba mengelak
“Tapi kamu kan ga pulang lebih cepat…aku lihat jam tanganku
tadi…kamu turun jam 17.10 kok…jadi sudah lewat 10 menit setelah jam kantor
usai….” Balas Satria masih dengan nada tak percaya.
“Hmmm…kok jadi bahas giinian sih…bikin badmood aja….Pak
Rendy itu pernah berantem dengan mantanku si Anton…dan dia juga pernah beberapa
kali bertemu Anton saat menjemputku seperti kamu hari ini….jadi aku ngerasa
rishi aja..kalo Pak rendy bertemu dengan pacarku di tempat yang sama…dan itu
membuatku gugup…” jelas Rika, tiba-tiba saja dia menemukan alasan brilian yang
terlintas di kepalanya.
“Berantem…? Kok bisa…? Sedalam itu kah hubungan staff dan
bos nya…?” Tanya Satria lagi penuh selidik.
“Sat….sekarang lebih baik antar aku pulang dan batalin ke
cafemu…..atau aku akan turun disini…!!” Tiba tiba Rika berucap dengan sedikit
keras dan menatap tajam.
__ADS_1