CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
BUSSINES TRIP


__ADS_3

“Mbak….Pak Rendy itu sudah


berkeluarga atau belum sih….?” Ucap Rika saat itu sambil menyusun draft


pekerjaan promosi prooduk nya


“Setahu saya sih belum….” Jawab


Fitri teman satu ruang kerjanya seraya tersenyum kecil


“Kalo….pacar…?” tanya Rika lagi


Fitri tak bisa menahan tawanya “


Wah….kayaknya sebentar lagi ada yang bakalan traktir saya Pizza nih…”


“Ihhh…enak aja…ngga akan terjadi


mbak….saya Cuma penasaran aja…karena pak Rendy terkesan misterius…ga mau bicara


hal hal pribadi….”


“Lah lagian kamu….katanya mau


bicara sama pak Rendy soal pekerjaan….kenapa jadi tanya soal pribadi..?”


Kembali Fitri tertawa dan buat wajah Rika sedikit merona merah karena malu


“Kan Cuma penasaran aja mbak….pak


Rendy bukan type saya…pacar saya jauh lebih keren kok mbak…” balas Rika


“Iya deh iya….yang punya pacar


keren….sejak saya kerja disini…setahu saya memang pak Rendy tidak pernah


membawa keluarganya setiap ada acara perusahaan…juga datang dengan teman


wanitanya…tapi kalau dengar gossip sih…pak Rendy playboy lho Rika….hati hati


deh kamu….” Fitri masih saja cekikikan disela sela ucapannya


Malam itu Rika tak bisa tidur,


laki laki misterius dan sedikit angkuh itu playboy? Apa iya…? Masa sih? Segala


pertanyaan dan rasa penasaran bergaung di benaknya malam itu. Ih kok aku jadi


mikirin dia sih…lebih baik aku bayangin Anton yang jelas kekasihhku, batin


Rika…tapi saat matanya terpejam yang hadir lagi lagi wajah Rendy , Laki laki


tampan, misterius dan dingin dalam sikapnya.


Ah lebih baik aku WA Anton, pasti


dia belum tidur…dari pada mikirin laki laki ga jelas seperti Rendy, teriak Rika


dalam hati seraya mengambil handphonenya dari meja rias kamarnya.


Malam itu Rendy sibuk mempelajari


berkas berkas yang akan dibawanya besok ke makasar, pakaian yang akan dibawanya


sudah dia masukan kedalam travel bag nya.


“Ayah belum tidur…? Besok ayah


berangkat jam berapa…?’ suara seorang anak berusia 11 tahun menghampiri Rendy


dimeja kerjanya.


“Besok pagi jam 6.00 ayah sudah


berangkat ke bandara, kamu tunggu nenek datang ya? Nanti berangkat sekolah seperti


biasa diantar mang Tata ya..?” ucap Rendy sambil mengelus lembut rambut anak


perempuan itu.


“Baik ayah…” jawab anak perempuan


yang cantik itu


“Sekarang Anisa tidur ya? Sudah


malam…” anak perempuan yang dipanggil Anisa itu mengangguk dan berlalu menuju


kamarnya.


Cuaca pagi itu cukup


dingin….ditambah AC ruang tunggu boarding bandara soekarno hatta.membuat Rendy


merapatkan jaketnya. Setengah jam kemudian terdengar dipengeras suara bahwa


pesawat yang akan ditumpangi Rendy sudah siap berangkat dan Rendy bergegas


masuk kedalam antrian untuk mulai masuk kedalam pesawat.


Rika berjalan menyusuri koridor


gedung perkantorannya, dia berhenti sejenak di depan ruangan Rendy, agak kaget


tiba tiba pintu ruangan rendy terbuka, tapi ternyata hanya office boy yang baru


saja selesai merapikan ruangan Rendy.


“Pak Rendy nya belum datang ya


mas…?” tanya Rika


“Kan hari ini Pak Rendy keluar


kota mbak….dengar dengar sih seminggu disana…” balas office boy tadi sambil


ngeloyor menuju ruang pantry.


Oh iya…laki laki msiterius ini dinas


keluar kota, kok aku jadi nyariin dia sih…ah perduli amat….mau seminggu


kek….sebulan…bukan urusanku…gumam Rika


“Halo Pak Rendy….?bapak sudah


tiba di bandara sultan hasanudin…?” suara wanita diseberang sana terdengar


melalui handphone Rendy


“Ini Bu Retno ya..? iya


bu….pesawat saya baru saja landing dan baru bisa menyalakan HP….”


“Oke Pak Rendy…nanti supir kantor

__ADS_1


saya jemput bapak dan langsung antar ke hotel …” lanjut wanita itu lagi


“Baik bu Retno….terima kasih


sebelumnya…” ucap Rendy sambil menuruni tangga pesawat


Kira kira lima belas menit Rendy


duduk dibangku tunggu di pintu keluar kedatangan domestik.


“Halo Pak Rendy…saya Anwar supir


bu Retno yang diminta jemput bapak…saya ada dipintu keluar kedatangan didekat


layar monitor jadwal penerbangan pak….” Ucap seorang pria melalui telponnya


Rendy melihat seorang laki laki


paruh baya tengah berdiri sambil memegang handphone di pintu keluar tempat para


penjemput, dia hampiri dan menepuk pelan laki laki tersebut, “Saya Rendy pak…”


“Oh …baik pak…biar travel bagnya


saya bawa….”ucap laki laki itu sopan, Rendy mengikuti laki laki itu sampai ke


area parkir.


“Oh iya pak…bu Retno pesan…saya


antar bapak ke hotel untuk beristirahat, nanti kira kira jam 7 malam saya


diminta menjemput bapak lagi untuk makan malam…..” lanjut laki laki itu smabil


memasukan travel bag Rendy kedalam mobil.


“Baik pak Anwar…terima kasih


sebelumnya…” balas Rendy seraya duduk dikursi depan disebelah laki laki yang


bernama Anwar itu.


Rendy merebahkan tubuhnya di


ranjang hotel yang empuk, ahhh nikmatnya…lumayan lama juga aku punya waktu


untuk beristirahat sampai nanti jam 7 malam pak Anwar akan menjemputnya untuk


undangan makan malam Bu Retno. Diambilnya handphone miliknya untuk menelpon


Anisa putri kesayangannya.


Tujuan kedatangannya ke Makasar


adalah untuk menemui beberapa Distributor produk perusahaan tempat Rendy


bekerja, menanyakan kendala dilapangan juga membicarakan market strategy agar


penjualan lebih meningkat dan juga mencari solusi bagaimana pendistribusian


dari Jakarta berjalan lancar ke para Distributor lalu ke tangan para konsumen.


Dan salah satunya adalah bu Retno, dia adalah Distributor terbesar di Makasar


yang memasarkan produk perusahaan Rendy, menurut informasi yang Rendy terima,


Bu Retno juga memiliki beberapa perusahaan di Makasar.


Selepas Magrib, Rendy sudah mandi


dan bersiap siap lebih awal, dia tidak mau memberi kesan buruk dan tidak tepat


“Selamat malam pak Rendy, saya


Anwar pak…saya sudah di lobi hotel untuk menjemput bapak…” tepat jam 7 pak


Anwar laki lai yang mnejemput Rendy tadi siang dibandara menelponnya.


“Baik Pak Anwar…saya segera


turun….”


Selama dalam perjalanan Rendy melihat


suasana kota Makasar disaat malam, hampir sama dengan Jakarta, kerlap kerlip


lampu gedung dan juga lalu lalang kendaraan setelah beraktivitas disiang hari


atau memang keluar untuk menikmati suasana malam. Anwar menghentikan mobilnya


di depan restoran mewah, dalam bayangan Rendy, bu Retno pasti seperti ibu ibu


pengusaha atau istri pejabat pada umumnya, wanita paruh baya dengan dandanan


menor dan perhiasan disana sini.


Kedatangan Rendy disambut seorang


wanita kira kira berusia 4 tahun dibawah usia Rendy, perkiraan Rendy wanita itu


berusia 25-26 tahun, sangat cantik…rambut panjang nya dibiar kan tergerai,


Blouse terusan berwarna biru gelap menambah kesan anggun, pasti ini staff bu


Retno atau mungkin sekretarisnya pikir Rendy sambil melangkah masuk restoran


mengikuti wanita itu dari belakang. Wanita cantik itu mempersilahkan Redny


untuk duduk diruang VIP yang sudah dipesannya, Rendy melempar pandangan


keseluruh ruangan, tak dilihatnya sosok wanita kliennya, mungkinkah dia


terlambat datang atau berhalangan datang lalu diwakilkan sekretaris atau


staffnya? Pikir Rendy


“Maaf mbak…Bu Retno nya belum


datang….?” Tanya Rendy sambil menggeser kursi tempatnya duduk.


Wanita cantik itu tersenyum lalu


tertawa kecil, “ Saya Retno ..Pak Rendy….”


Wajah Rendy bersemu merah menahan


malu, dia ikut tertawa untuk menghilangkan rasa terkejut sekaligus rasa malunya


“Aduh…maaf mbak..eh bu Retno…saya


ga sangka kalau…..” Rendy tak melanjutkan ucapannya


“Kalau apa Pak Rendy…? Kalau saya


masih muda dan bayangan pak Rendy saya adalah wanita pengusaha yang sudah tua

__ADS_1


ya?” Wanita yang ternyata ibu Retno ini berkata sambil tertawa dan ucapannya


yang to the point membuat Rendy benar benar mati kutu dan salah tingkah, tidak


pernah Rendy dibuat sampai salah tingkah didepan wanita seperti ini, biasanya


dia yang memegang kendali para wanita yang ditemuinya dan juga dalam hal berbicara,


tapi kali ini Rendy dibuat tak berdaya dan menjadi grogi serta salah tingkah.


“Iya bu…sekali lagi maaf…saya


benar benar tidak tahu…selama ini kita hanya berkomunikasi lewat telpon…” Ucap


Rendy sambil memandangi wajah cantik yang dipanggilnya bu Retno ini.


“It’s ok Pak Rendy…dan kalau


tidak keberatan , jangan panggil saya ibu ah…saya kira usia pak Rendy diatas


saya…panggil saya Retno saja ya?” Ujar wanita itu lagi


“Oh…Baik bu….eh Retno…” Balas


Rendy , rasa grogi nya belum sepenuhnya hilang, dalam hatinya ia mengumpat


ketololan dirinya, selama ini tidak pernah mencari tahu seperti apa sosok Bu


Retno klien terbesarnya di makasar ini.


“Ini pertama kalinya Pak Rendy ke


Makasar ya…?”


“Iya Ret….kalau Retno ke Jakarta


sih sudah sering ya?” jawab Rendy


“Lumayan sering….saya juga ada


bisnis atau perusahaan yang bergerak di bidang lain di Jakarta, saya juga punya


apartemen di sana untuk tempat saya beristirahat jika saya sedang ke Jakarta,


awalnya saya seperti pak Rendy, menginap di hotel tapi karena sudah seringkali,


lebih baik saya beli saja apartemen yang lokasinya juga ga jauh dari tempat


perusahaanku…” jelas Retno


Rendy benar benar dibuat terpana


dan terkagum kagum oleh wanita ini, masih muda, cantik, kaya raya memiliki


banyak bisnis dan perusahaan, pasti suaminya juga dari kalangan kelas atas atau


mungkin pejabat tinggi.


“Retno jalani bisnis atau


perusahaan bersama sama suami atau jalankan sendiri sendiri?” ucap Rendy, tak


lama kemudian para pelayan datang membawa makanan dan menyusunnya diatas meja .


“kami jalankan sendiri


sendiri…suami saya lebih sering di Amerika ketimbang di Indo…untuk mengelola


bisnisnya disana…”


“Wah hebat….semua bisnis  dijalankan seorang diri olehmu Ret…” ucapku


kagum


“Oh Ya Pak Rendy…mengenai produk


produk perusahaan pak Rendy, saya berencana memesan dalam jumlah lumayan besar


di dua bulan yang akan datang, karena saya mendapat pesanan untuk seluruh


wilayah Sulawesi dan tidak hanya dalam kota makasar, kira kira dua bulan cukup


bagi Pak rendy untuk proses produksinya?”  Ujar Retno sambil mengambil sebagian makanan yang tersedia di meja


“Nanti PO nya di email ke saya


aja Ret…biar saya hubungi kepala produksi di Jakarta, agar dihitung berapa lama


waktu yang diperlukan dengan PO atau pesanan Retno….” Jawab Rendy


“Ok Pak Rendy…” Retno langsung


mengambil handphone nya dan menelpon staffnya mengenai PO yang Rendy minta,


memang wanita ini cekatan dan tidak mau mengulur atau menunda waktu, saat itu


juga staffnya diminta mengirim email kepada Rendy


“Kalau soal tanda tangan kontrak


penjualannya nanti saja saat saya ke Jakarta ya Pak Rendy…? Sekalian saya mau


lihat pabrik perusahaan pak Rendy dan saya juga mau kenal Mr. Albert…” ujarnya


lagi


“Oh baik Ret….nanti info saya aja


kapan mau ke Jakarta…saya akan siapkan semua disana…” balas Rendy


Tiba tiba  wajah Retno berubah tegang, seolah baru saja


melihat hantu…


“Pak Rendy…tunggu sebentar ya…?”


Ucap retno


“Baik Ret..” walau Rendy


sebenarnya tak mengerti apa yang terjadi


Samar samar Rendy mendengar suara


Retno yang sedikit keras bahkan setengah berteriak


“DAMN YOU BRIAN!!!….SINCE WHEN


AMERICA MOVE INTO THIS CITY…? ALL YOUR LIES ONLY FOR THIS WOMAN..? OK…TOMMOROW


I WILL CALL MY LAWYER TO HANDLE OUR DIVORCE PROCCESS…”


Dengan rasa penasaran ku lihat


Retno berdiri dihadapan laki laki bule dan seorang wanita Indonesia, beberapa

__ADS_1


kali Retno menunjuk nunjuk jarinya kea rah muka laki laki bule dan wanita


disampingnya


__ADS_2