CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
TAMU TAK DI UNDANG


__ADS_3

“Ngga tahu pak…tadi ada tamu ibu


laki-laki datang…..lalu telpon ibu supaya datang ke salon, sesampainya mereka


cekcok dan perang mulut sampai sekarang pak, kami ga enak….jadi keluar dari


salon pak…” Ucap salah satu karyawati Anita.


Rendy bergegas masuk kedalam


salon, dan dilihatnya Anita tengah menunjuk nunjuk seorang laki-laki sambil


berteriak


“Pergi kamu dari


sini…!!!.....kamu sudah buat aku membuat kesalahan fatal karena semua


janii-janji palsumu…!!....pergi sekarang….aku ga mau lihat wajahmu lagi seumur


hidupku….!!!” Hardik Anita


Rendy berdiri di belakang Anita,


di tatap tajam wajah laki-laki yang sedang di hardik Anita, sepertinya dia


pernah melihat sosok laki-laki ini…ya….Rendy ingat sekarang, laki laki ini


Ferdy….yang pernah menghancurkan rumah tangganya dan membawa Anita pergi dari


sisinya dan Anisa putri mereka.


Rendy mengepalkan


tangannya…..dengan suara bergetar menahan emosi dia hampiri laki-laki itu “


Lebih baik anda keluar dari salon dan pergi sekarang juga…atau saya panggil


ketua RT setempat atau polisi kesini…” Ucap Rendy dengan tatapan galak.


“Ren……” Anita menghampiri Rendy


dan berlindung di belakang tubuh Rendy sambil menggenggam tangannya.


“Ohhh…ternyata kamu sudah kembali


dengan mantan suami mu ya? Setelah melihat suamimu sekarang sudah tajir….” Ujar


Laki laki itu seraya menyeringai ke arah Rendy


Rendy sudah tidak mampu


membendung emosinya, dia langsung menerjang tubuh laki laki bernama Ferdy itu


sambil melayangkan tinjunya. Laki laki itu terjerembab dan terjatuh ke lantai.


Rendy mengambil satu buah kursi


salon dan hampir saja dia tibankan ke tubuh laki-laki yang masih tersungkur


dilantai itu, kalau saja dia tidak dipegangi para karyawati dan sebagian warga


sekitar.


Laki –laki itu berdiri dan mengambil


jaketnya untuk pergi, dipintu salon dia menunjuk Rendy “Aku akan buat


perhitungan denganmu nanti…” sambil menunjuk kearah Rendy


“Tidak perlu nanti…sekarang saja


bangsattt….!!! “ Teriak Rendy sambil berusaha lepas dari pegangan orang-orang


yang melerainya.


Rendy masih menatap kepergian


laki-laki itu  dengan nafas memburu penuh


emosi dari dalam salon. Anita menghambur ke arahnya dan memeluknya.


Menerima pelukan Anita, emosi


Rendy berangsur-angsur reda,”Ayo pulang Nit…..” Ucap Rendy, sambil menggamit


lengan Anita. Dalam situasi yang sedikit kalut, ada secercah rasa bahagia dalam


hati Anita,  mendengar kata kata “Ayo


pulang”…Rendy lupa kalau salon itu juga adalah tempat tinggalnya.


Anita memeluk pinggang Rendy saat

__ADS_1


membonceng motor ke arah rumah, disandarkan kepalanya di punggung laki-laki


itu.


“Kalau orang itu datang


lagi…jangan kasih masuk salon Nit…..” Ucap Rendy sambil mengendarai motornya


“Iya Ren…aku ga tahu kalau yang


datang dia…anak anak telpon kalau ada tamu cari aku….aku pikir pelanggan


salon….saat aku datang dia sudah di dalam salon…” Balas Anita


“Terima kasih sudah datang ke


salon dan melindungiku Ren….” Lanjut Anita memeluk lebih erat pinggang Rendy.


“Sore ini bisa kan Ren..? antar


aku ke Bekasi…? Ke rumah mama papaku?” Ucap Rika sambil menyembulkan kepalanya


dari balik pintu ruangan kantor Rendy.


“Nanti sore ya..? mmm oke


bisa…..” Jawab Rendy , lalu kembali fokus ke lembaran lembaran kertas di


mejanya.


“Waaah…..yang habis pulang dari


Jogja sama pak Rendy makin lengket aja nih….kecantol sang Casanova nih


kayaknya…” Sindir Fitri rekan kerjanya disaat Rika bergegas membereskan


pekerjaannya setelah melihat jam dinding kantor menunjukkan pukul 5 sore.


“Makanya saya bilang juga


apa….jangan benci seseorang sebelum tahu dalamnya…..rasain sendiri kan?” Ronny


rekan kerjanya yang lain ikut menimpali sambil tertawa.


“Iya…iya…aku akuin Pak Rendy


ternyata orang baik…..dan jujur aku kagum…sebatas itu…..” Balas Rika


love…” celoteh Fitri sambil tertawa cekikikan, dan dibalas dengan tatapan sewot


dari Rika.


Rika bergegas turun ke lantai


bawah dan setengah berlari ke halaman parkir kantor, dilihatnya Rendy sudah


berdiri di depan mobilnya sambil terlihat mengobrol santai dengan salah satu


supir pabrik.


“Sudah beres kerjaanmu Ka..?”


Ujar Rendy melihat kedatangan Rika


“Sudah…..” Jawab Rka cepat


Sore itu jalan tol Jakarta –


Cikampek tidak terlalu padat seperti biasanya, mungkin karena hari ini adalah


hari Rabu dan pertengahan minggu hari kerja, dalam waktu satu jam mobil Rendy


sudah memasuki kawasan cikarang barat.


Rendy memasuki sebuah komplek


perumahan yang ditunjuk Rika, diliriknya wanita cantik itu, diwajahnya terlihat


jelas ada rasa gugup dan canggung yang hinggap, mungkin karena sudah sekian


tahun lamanya Rika tidak pernah menginjak rumah kedua orang tuanya .


Disaat Rendy memarkirkan mobilnya


di depan sebuah rumah yang lumayan besar, dengan gaya arsitektur kotemporer,


Rika terlihat menarik nafasnya berkali-kali dan belum beranjak dari jok mobil.


“Hei…ayo……ga usah takut….ada


aku…lagipula papa maamamu pasti senang akan kedatanganmu….percaya aku deh…ayo


turun….” Ujar Rendy sambil mematikan mesin mobilnya dan membuka pintu.

__ADS_1


Rika dan Rendy melangkah perlahan


memasuki pekarangan rumah besar itu, Rendy melihat ke pekarangan yang penuh


dengan tanaman hias dan terawatt sangat baik sehingga indah dipandang, apalagi


saat suasana sore hari seperti sekarang ini.


“Mbak Rika…..? “ ucap seorang


gadis remaja yang sedang  duduk diteras


rumah sambil bermain gadget miliknya. Gadis itu langsung berdiri dan berteriak


di pintu rumah “Mamaaaa…Papaaa….ada mbak Rika datang….”


Terdengar langkah langkah kaki


setengah berlari dari dalam rumah  menuju


teras , “Rika….Ya Tuhan…mama kangen kamu nak….” Ucap seorang wanita berusia


sekitar 60 tahunan , yang langsung menghambur dan memeluk tubuh Rika , diikuti


seorang laki laki tua dengan rambut nya yang sudah memutih mengusap punggung


Rika.


Rendy hanya diam mematung melihat


mereka melepas kerinduan, ada sedikit rasa haru dihatinya melihat kedua orang


tua yang lanjut usia itu melepas rindu pada putrinya yang setelah sekian lama


pergi dari rumah .


“Oh iya ma…pa….kenalkan…ini


Rendy…teman kerja sekaligus atasan Rika di kantor….dia yang buat Rika datang


hari ini….” Ucap Rika sambil menyeka air mata haru di sudut matanya.


“Terima kasih ya Nak Rendy…….kamu


sudah buat Rika kembali datang kerumah ini….” Ucap Papa mama Rika hampir


bersamaan.


“Sama-sama pak…..saya Cuma


pemberi saran….yang memutuskan untuk kesini tetap Rika pak…bu….” Jawab  Rendy sopan.


“Oh iya…ayo silahkan duduk nak


Rendy…,.Pa…mama buat minuman dulu ..papa temenin Nak Rendy ya..?.” Ucap mamanya


Rika


“Sekali lagi…terima kasih ya nak


Rendy…” Ujar papa Rika sambil mereka berdua duduk di bangku teras rumah.


“Saya ga berbuat apa-apa


pak….hanya mungkin memang sudah waktunya Rika mengambil keputusannya sendiri


untuk pulang……” Balas Rendy sambil tersenyum ramah


Tak lama kemudian mamanya Rika


datang membawa dua gelas teh manis hangat diikuti Rika membawa dua toples kue


ringan.


“Maaf ya Nak rendy hanya bisa


suguhin ini….” Ujar mama Rika


“Wah terima kasih bu….ini sudah


lebih dari cukup….” Balas Rendy


Tak lama kemudian mereka sudah


saling mengobrol tentang masa kecil, dan juga waktu selama mereka tidak


bertemu, Rendy adalah laki-laki yang cepat membaur dan bisa dengan cepat pula


masuk ke dalam obrolan mereka dan sesekali bercerita lucu untuk menghidupkan


suasana, terdengar beberapa kali gelak tawa mereka berderai di kala matahari


kian tenggelam di telan senja.

__ADS_1


__ADS_2