
“Ngga tahu pak…tadi ada tamu ibu
laki-laki datang…..lalu telpon ibu supaya datang ke salon, sesampainya mereka
cekcok dan perang mulut sampai sekarang pak, kami ga enak….jadi keluar dari
salon pak…” Ucap salah satu karyawati Anita.
Rendy bergegas masuk kedalam
salon, dan dilihatnya Anita tengah menunjuk nunjuk seorang laki-laki sambil
berteriak
“Pergi kamu dari
sini…!!!.....kamu sudah buat aku membuat kesalahan fatal karena semua
janii-janji palsumu…!!....pergi sekarang….aku ga mau lihat wajahmu lagi seumur
hidupku….!!!” Hardik Anita
Rendy berdiri di belakang Anita,
di tatap tajam wajah laki-laki yang sedang di hardik Anita, sepertinya dia
pernah melihat sosok laki-laki ini…ya….Rendy ingat sekarang, laki laki ini
Ferdy….yang pernah menghancurkan rumah tangganya dan membawa Anita pergi dari
sisinya dan Anisa putri mereka.
Rendy mengepalkan
tangannya…..dengan suara bergetar menahan emosi dia hampiri laki-laki itu “
Lebih baik anda keluar dari salon dan pergi sekarang juga…atau saya panggil
ketua RT setempat atau polisi kesini…” Ucap Rendy dengan tatapan galak.
“Ren……” Anita menghampiri Rendy
dan berlindung di belakang tubuh Rendy sambil menggenggam tangannya.
“Ohhh…ternyata kamu sudah kembali
dengan mantan suami mu ya? Setelah melihat suamimu sekarang sudah tajir….” Ujar
Laki laki itu seraya menyeringai ke arah Rendy
Rendy sudah tidak mampu
membendung emosinya, dia langsung menerjang tubuh laki laki bernama Ferdy itu
sambil melayangkan tinjunya. Laki laki itu terjerembab dan terjatuh ke lantai.
Rendy mengambil satu buah kursi
salon dan hampir saja dia tibankan ke tubuh laki-laki yang masih tersungkur
dilantai itu, kalau saja dia tidak dipegangi para karyawati dan sebagian warga
sekitar.
Laki –laki itu berdiri dan mengambil
jaketnya untuk pergi, dipintu salon dia menunjuk Rendy “Aku akan buat
perhitungan denganmu nanti…” sambil menunjuk kearah Rendy
“Tidak perlu nanti…sekarang saja
bangsattt….!!! “ Teriak Rendy sambil berusaha lepas dari pegangan orang-orang
yang melerainya.
Rendy masih menatap kepergian
laki-laki itu dengan nafas memburu penuh
emosi dari dalam salon. Anita menghambur ke arahnya dan memeluknya.
Menerima pelukan Anita, emosi
Rendy berangsur-angsur reda,”Ayo pulang Nit…..” Ucap Rendy, sambil menggamit
lengan Anita. Dalam situasi yang sedikit kalut, ada secercah rasa bahagia dalam
hati Anita, mendengar kata kata “Ayo
pulang”…Rendy lupa kalau salon itu juga adalah tempat tinggalnya.
Anita memeluk pinggang Rendy saat
__ADS_1
membonceng motor ke arah rumah, disandarkan kepalanya di punggung laki-laki
itu.
“Kalau orang itu datang
lagi…jangan kasih masuk salon Nit…..” Ucap Rendy sambil mengendarai motornya
“Iya Ren…aku ga tahu kalau yang
datang dia…anak anak telpon kalau ada tamu cari aku….aku pikir pelanggan
salon….saat aku datang dia sudah di dalam salon…” Balas Anita
“Terima kasih sudah datang ke
salon dan melindungiku Ren….” Lanjut Anita memeluk lebih erat pinggang Rendy.
“Sore ini bisa kan Ren..? antar
aku ke Bekasi…? Ke rumah mama papaku?” Ucap Rika sambil menyembulkan kepalanya
dari balik pintu ruangan kantor Rendy.
“Nanti sore ya..? mmm oke
bisa…..” Jawab Rendy , lalu kembali fokus ke lembaran lembaran kertas di
mejanya.
“Waaah…..yang habis pulang dari
Jogja sama pak Rendy makin lengket aja nih….kecantol sang Casanova nih
kayaknya…” Sindir Fitri rekan kerjanya disaat Rika bergegas membereskan
pekerjaannya setelah melihat jam dinding kantor menunjukkan pukul 5 sore.
“Makanya saya bilang juga
apa….jangan benci seseorang sebelum tahu dalamnya…..rasain sendiri kan?” Ronny
rekan kerjanya yang lain ikut menimpali sambil tertawa.
“Iya…iya…aku akuin Pak Rendy
ternyata orang baik…..dan jujur aku kagum…sebatas itu…..” Balas Rika
love…” celoteh Fitri sambil tertawa cekikikan, dan dibalas dengan tatapan sewot
dari Rika.
Rika bergegas turun ke lantai
bawah dan setengah berlari ke halaman parkir kantor, dilihatnya Rendy sudah
berdiri di depan mobilnya sambil terlihat mengobrol santai dengan salah satu
supir pabrik.
“Sudah beres kerjaanmu Ka..?”
Ujar Rendy melihat kedatangan Rika
“Sudah…..” Jawab Rka cepat
Sore itu jalan tol Jakarta –
Cikampek tidak terlalu padat seperti biasanya, mungkin karena hari ini adalah
hari Rabu dan pertengahan minggu hari kerja, dalam waktu satu jam mobil Rendy
sudah memasuki kawasan cikarang barat.
Rendy memasuki sebuah komplek
perumahan yang ditunjuk Rika, diliriknya wanita cantik itu, diwajahnya terlihat
jelas ada rasa gugup dan canggung yang hinggap, mungkin karena sudah sekian
tahun lamanya Rika tidak pernah menginjak rumah kedua orang tuanya .
Disaat Rendy memarkirkan mobilnya
di depan sebuah rumah yang lumayan besar, dengan gaya arsitektur kotemporer,
Rika terlihat menarik nafasnya berkali-kali dan belum beranjak dari jok mobil.
“Hei…ayo……ga usah takut….ada
aku…lagipula papa maamamu pasti senang akan kedatanganmu….percaya aku deh…ayo
turun….” Ujar Rendy sambil mematikan mesin mobilnya dan membuka pintu.
__ADS_1
Rika dan Rendy melangkah perlahan
memasuki pekarangan rumah besar itu, Rendy melihat ke pekarangan yang penuh
dengan tanaman hias dan terawatt sangat baik sehingga indah dipandang, apalagi
saat suasana sore hari seperti sekarang ini.
“Mbak Rika…..? “ ucap seorang
gadis remaja yang sedang duduk diteras
rumah sambil bermain gadget miliknya. Gadis itu langsung berdiri dan berteriak
di pintu rumah “Mamaaaa…Papaaa….ada mbak Rika datang….”
Terdengar langkah langkah kaki
setengah berlari dari dalam rumah menuju
teras , “Rika….Ya Tuhan…mama kangen kamu nak….” Ucap seorang wanita berusia
sekitar 60 tahunan , yang langsung menghambur dan memeluk tubuh Rika , diikuti
seorang laki laki tua dengan rambut nya yang sudah memutih mengusap punggung
Rika.
Rendy hanya diam mematung melihat
mereka melepas kerinduan, ada sedikit rasa haru dihatinya melihat kedua orang
tua yang lanjut usia itu melepas rindu pada putrinya yang setelah sekian lama
pergi dari rumah .
“Oh iya ma…pa….kenalkan…ini
Rendy…teman kerja sekaligus atasan Rika di kantor….dia yang buat Rika datang
hari ini….” Ucap Rika sambil menyeka air mata haru di sudut matanya.
“Terima kasih ya Nak Rendy…….kamu
sudah buat Rika kembali datang kerumah ini….” Ucap Papa mama Rika hampir
bersamaan.
“Sama-sama pak…..saya Cuma
pemberi saran….yang memutuskan untuk kesini tetap Rika pak…bu….” Jawab Rendy sopan.
“Oh iya…ayo silahkan duduk nak
Rendy…,.Pa…mama buat minuman dulu ..papa temenin Nak Rendy ya..?.” Ucap mamanya
Rika
“Sekali lagi…terima kasih ya nak
Rendy…” Ujar papa Rika sambil mereka berdua duduk di bangku teras rumah.
“Saya ga berbuat apa-apa
pak….hanya mungkin memang sudah waktunya Rika mengambil keputusannya sendiri
untuk pulang……” Balas Rendy sambil tersenyum ramah
Tak lama kemudian mamanya Rika
datang membawa dua gelas teh manis hangat diikuti Rika membawa dua toples kue
ringan.
“Maaf ya Nak rendy hanya bisa
suguhin ini….” Ujar mama Rika
“Wah terima kasih bu….ini sudah
lebih dari cukup….” Balas Rendy
Tak lama kemudian mereka sudah
saling mengobrol tentang masa kecil, dan juga waktu selama mereka tidak
bertemu, Rendy adalah laki-laki yang cepat membaur dan bisa dengan cepat pula
masuk ke dalam obrolan mereka dan sesekali bercerita lucu untuk menghidupkan
suasana, terdengar beberapa kali gelak tawa mereka berderai di kala matahari
kian tenggelam di telan senja.
__ADS_1