
“Maafkan aku Ren....” Ucap Anita
seraya menunduk di bangku pesawat, Rendi tengah menikmati gumpalan gumpalan
awan bagai disusun oleh tangan dan begitu indah.
“Sudahlah Nit…walau kisah kita
sudah berakhir, ga ada gunanya menyesali masa lalu….nanti sesampai di Jakarta,
kita cari rumah kontrakan yang letaknya ga jauh dari rumah…agar sesekali kamu
bisa menemui Anisa….” Ujar Rendi pelan sambil tetap menatap keluar melalui
jendela pesawat. Anita hanya menjawab ucapan Rendi dengan satu anggukan kepala.
Untungnya Rendi sangat faham area
perkampungan di sekitar perumahan tempat tinggalnya, sehingga dia tahu dimana
ada kontrakan kosong yang siap huni, apalagi Anita tidak membawa begitu banyak
barang, sehingga dapat menghuninya dalam waktu singkat. Setelah membayar sewa
untuk beberapa bulan kedepan, Rendi dan Anita kembali menaiki taxi online yang
membawa mereka dari bandara, “Hari ini kamu tinggal dulu dirumah, sambil
melengkapi perabotan kontrakanmu sedikit-sedikit ya?” ucap Rendi. Anita tak
banyak bicara dan hanya memilih diam sejak sampai dibandara dan dirumah
kontrakan tadi.
Mendengar suara mobil berhenti
didepan rumah, mbok Surti tergopoh gopoh berlari untuk membukakan pintu
pagar…”Nisa mana Bi…?” Ucap Rendi smabil menurunkan travel bagnya. “Ada sedang
tidur dari siang tadi pak….mau saya bangunkan…?” balas Mbok Surti. “Ngga usah
bi….biar aja…”
“Eh ibu…..” wajah Mbok Surti
sedikit terkejut ketika Anita keluar dari mobil dan berdiri didepannya sambil
menenteng dua tas besar, dia meraih tas tersebut dari genggaman Anita, “Biar
saya bawa ya bu…?” Mbok surti sangat mengenal Anita karena dia sudah bekerja
pada Rendi sejak Mereka menikah bahkan sebelum Anisa lahir. Anita hanya
tersenyum dan mengikuti langkah Rendi dan Mbok Surti masuk ke dalam rumah.
“Ibu mau minum apa..?” Mbok Surti
menawarkan minuman melihat Anita yang sedikit canggung duduk di ruang tamu,
rumah yang dulu penuh dnegan sentuhan tangannya dalam mendekor dan menata nya.
“Apa aja Bi…..” Ujar Anita pelan
“Kalau kamu lelah….kamu bisa
istirahat dikamar Anisa nit….” Ucap Rendi sambil menuju kamarnya , dia sudah ga tahan ingin
segera mandi untuk hilangkan penat.
“Baik Ren….aku sedikit lelah dan
ngantuk…kurang tidur semalam….” Balas Anita setelah meminum segelas sirup
dingin yang di sediakan Mbok Surti.
Dibukanya perlahan pintu kamar
Anisa, takut membangunkannya…hawa sejuk dinginnya AC membuat rasa penat di
tubuh Anita sediit berkurang, direbahkan tubuhnya disamping Anisa yang tengah
tertidur nyenyak, ditatapnya wajah polos putri yang selama ini ditinggalkannya,
tak terasa air matanya menetes, sejuta perasaaan bersalah hinggap dihatinya,
Anita benar benar merasa kotor dan juga sadar dia bukan ibu yang baik….”Maaf
kan Ibu NIsa…..” bisik Anita di telinga Anisa lalu mencium keningnya, Anita
__ADS_1
memejamkankan matanya dan terlelap disamping Anisa.
Tak terasa Rendi juga telah
tertidur beberapa jam lamanya, beberapa hari diluar kota walau menginap dihotel
tetap saja baginya lebih nyaman beristirahat di rumah sendiri. Perutnya terasa
lapar, saat dia membuka pintu kamarnya, dilihatnya Anita dan Nisa tengah
bercanda sambil mengobrol, Anisa terlihat begitu manja dipelukan Anita.
“Ayah….sebelum tidur aku berdoa
agar bisa bertemu ibu….eh saat aku bangun….Ibu sudah ada disamping aku…” Dengan
polos Anisa berucap sambil tersenyum lucu.
Rendi ikut tersenyum, baru kali
ini dilihatnya Anisa putrinya ceria dan tertawa lebih dari biasanya. “Ibu ga
pergi lagi tinggalin Nisa lagi kan?” ucap NIsa manja sambil menyandarkan
kepalanya di dada Anita.
“Iya Nisa….ibu ga akan pergi dan
tinggalkan kamu lagi…ibu janji…” ucap Anita terbata-bata sambil menahan buliran
air mata disudut matanya.
“Selama ini kamu ga coba cari
mencari penggantiku sebagai figur ibu buat Anisa Ren?” ucap Anita sore itu di
teras rumah.
“Ga ada yang bisa menggantikan
posisimu sebagai ibunya Anisa…karena kamu yang melahirkannya, pengganti cintaku
yang hilang mungkin bisa….” Balas Rendy sambil mengepulkan asap rokoknya. Anita
hanya tertunduk dan melirik kea rah Rendy disudut matanya.
berkecukupan…..kamu bisa pilih wanita manapun yang kamu mau Ren…” imbuh Anita
lirih
“Ya…thanks to you…berkat
kamu….aku berusaha bangkit dan berdiri…..” ujar Rendy sambil meminum kopi nya
teman rokok nya seraya berdiri dan masuk ke dalam rumah, dia tak ingin membahas
masa lalu lebih lanjut lagi dengan mantan istrinya tersebut.
Tak lama lagi Rendy kembali ke
teras rumahnya , Anita masih termangu menatap aneka tanaman hias dipekarangan
rumah.
“Kamu dan Anisa mandi…kita ke
toko furniture, untuk perlengkapan di kontrakanmu …” ucap Rendy sambil melirik
ke arah Anita.
Di pusat pertokoan, sore itu
Anisa terlihat gembira, dia selalu menggandeng tanganku dan Anita, semua orang
yang lalu lalang melirik kami dan pasti mengira mereka adalah pasangan suami
istri yang bahagia dan harmonis.
“Nit…untuk aktivitasmu sehari
hari, kamu mau usaha apa…sesuai keahlianmu….?” Ucap Rendy sambil melihat Anisa
yang tengah bermain di arena bermain anak-anak dipusat pertokoan itu.
“Disurabaya…selain aku bekerja di
karaoke, aku juga bekerja part time di salon, aku sudah pernah kursus make up
dan hairstylist…..aku akan cari kerja disalon saja Ren…” ujar Anita
__ADS_1
“Salon ya? Kamu ga usah
kerja….nanti aku cari tempat yang strategis dan buka salon kecil untuk kamu
kelola…” balas Rendy santai
“Benarkah…?” mata Anita berbinar-binar
mendengarnya, Rendy hanya membalas dengan anggukan. Anita spontan memeluk dan
mencium pipi Rendy, membuat laki laki itu tersontak kaget.
“Eh kamu….ini di mall tau…” ujar
Rendy belum sirna rasa kagetnya
“Eh…maaf….ga sengaja….aku
seneng…..makasih Ren…” balas Anita,wajahnya merona merah akibat sikap
spontannya barusan, dulu dia biasa memeluk dan mencium laki laki ini, tapi kali
ini aneh dan canggung rasanya. Tak lama kemudian kegugupan Rendy dan Anita
mencair saat Anisa berlari menghambur kearah Anita dan memeluk tubuhnya. Anita
memeluk tubuh gadis kecil itu dan menggendongnya. “Eh Nisaaaaa…kamu udah
gede…kasihan ibu…kan kamu udah berat sekarang…” ucap Rendy seraya tersenyum.
Tiba tiba mereka dikejutkan oleh
suara seseorang , “ Pak Rendy….kapan kembali dari Surabaya pak?” ternyata suara
itu adalah Ronny teman satu kantor Rendy.
“Hei….kemarin, karena hari ini
jumat, saya pikir sekalian Senin saja mulai ke kantor, lho kamu sedang ngapain
disini Ron?” balas Rendy
“Biasa pak…end of workday….jalan
jalan dengan temen kantor juga…mumpung habis gajian dan uangnya belum habis”
ujar Ronny sambil tertawa
“Oh ya Ron…..kenalin….ini Anita…ibu
nya Nisa…..” Ronny tersenyum seraya menjabat tangan wanita cantik dengan rambut
hitam sebahu itu.
“Katanya sama temen-temen kantor,
mana yang lain Ron?” ujar Rendy lagi, Ronny baru tersadar dan menoleh
kebelakang..”Lho pada kemana mereka…?” Ronny celingukan sambil matanya
mencari-cari disekeliling, dilihat Fitri ,Rika dan Wiwik karyawan bagian
produksi berada dibalik etalase gerai counter assesories handphone
“Ka…Fit…wik…sini….” Ucap Ronny
setengah berteriak
Tiga wanita itu menghampir
mereka, “Sore Pak….” Ucap Fitri dan wiwik ramah sambil tersenyum ke arah Rendy
dan Anita, hanya Rika yang terdiam sedikit menunduk
“Anita……” ujar Anita lembut…sambil
menjulurkan tangannya kea rah tiga wanita itu untuk berjabat tangan.
“Ron…yuk….sebentar lagi film nya
mulai lho….” Ucap Rika ,dia ingin segera pergi dari situ.
“Wah…mau nonton sama 3 cewek
Ron..? mantap…jadi raja minyak kau…..” ujar Rendy sambil tertawa kecil sambil
meninju pelan pundak Ronny. Tak lama kemudian mereka berlalu dan menghilang
dari pandangan Anita dan Rendy.
__ADS_1