CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
MAAFKAN AKU REN


__ADS_3

“Maafkan aku Ren....” Ucap Anita


seraya menunduk di bangku pesawat, Rendi tengah menikmati gumpalan gumpalan


awan bagai disusun oleh tangan dan begitu indah.


“Sudahlah Nit…walau kisah kita


sudah berakhir, ga ada gunanya menyesali masa lalu….nanti sesampai di Jakarta,


kita cari rumah kontrakan yang letaknya ga jauh dari rumah…agar sesekali kamu


bisa menemui Anisa….” Ujar Rendi pelan sambil tetap menatap keluar melalui


jendela pesawat. Anita hanya menjawab ucapan Rendi dengan satu anggukan kepala.


Untungnya Rendi sangat faham area


perkampungan di sekitar perumahan tempat tinggalnya, sehingga dia tahu dimana


ada kontrakan kosong yang siap huni, apalagi Anita tidak membawa begitu banyak


barang, sehingga dapat menghuninya dalam waktu singkat. Setelah membayar sewa


untuk beberapa bulan kedepan, Rendi dan Anita kembali menaiki taxi online yang


membawa mereka dari bandara, “Hari ini kamu tinggal dulu dirumah, sambil


melengkapi perabotan kontrakanmu sedikit-sedikit ya?” ucap Rendi. Anita tak


banyak bicara dan hanya memilih diam sejak sampai dibandara dan dirumah


kontrakan tadi.


Mendengar suara mobil berhenti


didepan rumah, mbok Surti tergopoh gopoh berlari untuk membukakan pintu


pagar…”Nisa mana Bi…?” Ucap Rendi smabil menurunkan travel bagnya. “Ada sedang


tidur dari siang tadi pak….mau saya bangunkan…?” balas Mbok Surti. “Ngga usah


bi….biar aja…”


“Eh ibu…..” wajah Mbok Surti


sedikit terkejut ketika Anita keluar dari mobil dan berdiri didepannya sambil


menenteng dua tas besar, dia meraih tas tersebut dari genggaman Anita, “Biar


saya bawa ya bu…?” Mbok surti sangat mengenal Anita karena dia sudah bekerja


pada Rendi sejak Mereka menikah bahkan sebelum Anisa lahir. Anita hanya


tersenyum dan mengikuti langkah Rendi dan Mbok Surti masuk ke dalam rumah.


“Ibu mau minum apa..?” Mbok Surti


menawarkan minuman melihat Anita yang sedikit canggung duduk di ruang tamu,


rumah yang dulu penuh dnegan sentuhan tangannya dalam mendekor dan menata nya.


“Apa aja Bi…..” Ujar Anita pelan


“Kalau kamu lelah….kamu bisa


istirahat dikamar Anisa nit….” Ucap Rendi sambil  menuju kamarnya , dia sudah ga tahan ingin


segera mandi untuk hilangkan penat.


“Baik Ren….aku sedikit lelah dan


ngantuk…kurang tidur semalam….” Balas Anita setelah meminum segelas sirup


dingin yang di sediakan Mbok Surti.


Dibukanya perlahan pintu kamar


Anisa, takut membangunkannya…hawa sejuk dinginnya AC membuat rasa penat di


tubuh Anita sediit berkurang, direbahkan tubuhnya disamping Anisa yang tengah


tertidur nyenyak, ditatapnya wajah polos putri yang selama ini ditinggalkannya,


tak terasa air matanya menetes, sejuta perasaaan bersalah hinggap dihatinya,


Anita benar benar merasa kotor dan juga sadar dia bukan ibu yang baik….”Maaf


kan Ibu NIsa…..” bisik Anita di telinga Anisa lalu mencium keningnya, Anita

__ADS_1


memejamkankan matanya dan terlelap disamping Anisa.


Tak terasa Rendi juga telah


tertidur beberapa jam lamanya, beberapa hari diluar kota walau menginap dihotel


tetap saja baginya lebih nyaman beristirahat di rumah sendiri. Perutnya terasa


lapar, saat dia membuka pintu kamarnya, dilihatnya Anita dan Nisa tengah


bercanda sambil mengobrol, Anisa terlihat begitu manja dipelukan Anita.


“Ayah….sebelum tidur aku berdoa


agar bisa bertemu ibu….eh saat aku bangun….Ibu sudah ada disamping aku…” Dengan


polos Anisa berucap sambil tersenyum lucu.


Rendi ikut tersenyum, baru kali


ini dilihatnya Anisa putrinya ceria dan tertawa lebih dari biasanya. “Ibu ga


pergi lagi tinggalin Nisa lagi kan?” ucap NIsa manja sambil menyandarkan


kepalanya di dada Anita.


“Iya Nisa….ibu ga akan pergi dan


tinggalkan kamu lagi…ibu janji…” ucap Anita terbata-bata sambil menahan buliran


air mata disudut matanya.


“Selama ini kamu ga coba cari


mencari penggantiku sebagai figur ibu buat Anisa Ren?” ucap Anita sore itu di


teras rumah.


“Ga ada yang bisa menggantikan


posisimu sebagai ibunya Anisa…karena kamu yang melahirkannya, pengganti cintaku


yang hilang mungkin bisa….” Balas Rendy sambil mengepulkan asap rokoknya. Anita


hanya tertunduk dan melirik kea rah Rendy disudut matanya.


berkecukupan…..kamu bisa pilih wanita manapun yang kamu mau Ren…” imbuh Anita


lirih


“Ya…thanks to you…berkat


kamu….aku berusaha bangkit dan berdiri…..” ujar Rendy sambil meminum kopi nya


teman rokok nya seraya berdiri dan masuk ke dalam rumah, dia tak ingin membahas


masa lalu lebih lanjut lagi dengan mantan istrinya tersebut.


Tak lama lagi Rendy kembali ke


teras rumahnya , Anita masih termangu menatap aneka tanaman hias dipekarangan


rumah.


“Kamu dan Anisa mandi…kita ke


toko furniture, untuk perlengkapan di kontrakanmu …” ucap Rendy sambil melirik


ke arah Anita.


Di pusat pertokoan, sore itu


Anisa terlihat gembira, dia selalu menggandeng tanganku dan Anita, semua orang


yang lalu lalang melirik kami dan pasti mengira mereka adalah pasangan suami


istri yang bahagia dan harmonis.


“Nit…untuk aktivitasmu sehari


hari, kamu mau usaha apa…sesuai keahlianmu….?” Ucap Rendy sambil melihat Anisa


yang tengah bermain di arena bermain anak-anak dipusat pertokoan itu.


“Disurabaya…selain aku bekerja di


karaoke, aku juga bekerja part time di salon, aku sudah pernah kursus make up


dan hairstylist…..aku akan cari kerja disalon saja Ren…” ujar Anita

__ADS_1


“Salon ya? Kamu ga usah


kerja….nanti aku cari tempat yang strategis dan buka salon kecil untuk kamu


kelola…” balas Rendy santai


“Benarkah…?” mata Anita berbinar-binar


mendengarnya, Rendy hanya membalas dengan anggukan. Anita spontan memeluk dan


mencium pipi Rendy, membuat laki laki itu tersontak kaget.


“Eh kamu….ini di mall tau…” ujar


Rendy belum sirna rasa kagetnya


“Eh…maaf….ga sengaja….aku


seneng…..makasih Ren…” balas Anita,wajahnya merona merah akibat sikap


spontannya barusan, dulu dia biasa memeluk dan mencium laki laki ini, tapi kali


ini aneh dan canggung rasanya. Tak lama kemudian kegugupan Rendy dan Anita


mencair saat Anisa berlari menghambur kearah Anita dan memeluk tubuhnya. Anita


memeluk tubuh gadis kecil itu dan menggendongnya. “Eh Nisaaaaa…kamu udah


gede…kasihan ibu…kan kamu udah berat sekarang…” ucap Rendy seraya tersenyum.


Tiba tiba mereka dikejutkan oleh


suara seseorang , “ Pak Rendy….kapan kembali dari Surabaya pak?” ternyata suara


itu adalah Ronny teman satu kantor Rendy.


“Hei….kemarin, karena hari ini


jumat, saya pikir sekalian Senin saja mulai ke kantor, lho kamu sedang ngapain


disini Ron?” balas Rendy


“Biasa pak…end of workday….jalan


jalan dengan temen kantor juga…mumpung habis gajian dan uangnya belum habis”


ujar Ronny sambil tertawa


“Oh ya Ron…..kenalin….ini Anita…ibu


nya Nisa…..” Ronny tersenyum seraya menjabat tangan wanita cantik dengan rambut


hitam sebahu itu.


“Katanya sama temen-temen kantor,


mana yang lain Ron?” ujar Rendy lagi, Ronny baru tersadar dan menoleh


kebelakang..”Lho pada kemana mereka…?” Ronny celingukan sambil matanya


mencari-cari disekeliling, dilihat Fitri ,Rika dan Wiwik karyawan bagian


produksi berada dibalik etalase gerai counter assesories handphone


“Ka…Fit…wik…sini….” Ucap Ronny


setengah berteriak


Tiga wanita itu menghampir


mereka, “Sore Pak….” Ucap Fitri dan wiwik ramah sambil tersenyum ke arah Rendy


dan Anita, hanya Rika yang terdiam sedikit menunduk


“Anita……” ujar Anita lembut…sambil


menjulurkan tangannya kea rah tiga wanita itu untuk berjabat tangan.


“Ron…yuk….sebentar lagi film nya


mulai lho….” Ucap Rika ,dia ingin segera pergi dari situ.


“Wah…mau nonton sama 3 cewek


Ron..? mantap…jadi raja minyak kau…..” ujar Rendy sambil tertawa kecil sambil


meninju pelan pundak Ronny. Tak lama kemudian mereka berlalu dan menghilang


dari pandangan Anita dan Rendy.

__ADS_1


__ADS_2