CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
CEMBURU


__ADS_3

“Ronny….Rika…..besok pagi you


berdua jemput tamu saya di Bandara Soekarno Hatta, seharusnya Rendy yang jemput


…tapi karena dia masih sakit…kalian tolong gantikan dia untuk menjemputnya…lalu


bawa ke kantor untuk bertemu saya” Mr.Albert memberikan perintah pada Ronny dan


Rika sore itu.


“Baik Pak…..” Jawab Ronny cepat.


Rika menggerutu dalam hati….”


Sial….gara gara laki laki misterius dan sombong itu….akhirnya dia dan Ronny


yang kena kerjaan tambahan untuk menjemput tamu di bandara…padahal kan ini


seharusnya urusan dia dan Mr.Albert…”


Malam itu Rika tida bisa


memejamkan matanya, hatinya kesal atas ucapan Rendy yang buat dirinya malu


setengah mati, tapi sekaligus juga rasa penasaran dan keingintahuannya yang makin


besar…”Kira kira siapa yang ada dikamar anak rumah Rendy itu?...kalau memang


anaknya dan dia sudah menikah…kenapa semua orang diperusahaan tidak tahu? Dan


kenapa dia tidak melihat istrinya saat dia dan Ronny datang tadi siang…?”


Siang itu Retno baru saja


mendarat di bandara soekarno hatta, “Kenapa kamu blokir WA ku dan tidak mau


mengangkat telponku Rendy…? Ada apa denganmu? Semudah itu kamu lupakan apa yang


terjadi saat kita bersama malam itu….aku harus tahu alasanmu dan minta


penjelasanmu….apa saat itu kamu hanya menganggap aku wanita yang sedang rapuh


dan hanya butuh sandaran dan kesenangan sesaat? Kamu lebih jahat dari Brian…


Rendy…” teriak wanita itu dalam relung hatinya.


“Bu Retno….?” Ucap Ronny di


telponnya


“Ya?ini siapa…?” jawabnya


“Saya Ronny bu….staff


Mr.Albert….saya ditugaskan menjemput ibu…saya dipintu keluar dengan kemeja biru


bu…” lanjut Ronny lagi


“Oh baik….” Sahut Retno….


“Saya Rika Bu….” Ucap Rika sambil


menjabat tangan Retno, cantik sekali klien Mr.Albert ini…batinnya


“Oh ya…saya Retno…Pak Rendy


kemana? Bukannya seharusnya yang jemput saya itu dia,….?” Ujar Retno


Ada rasa kesal bercampur perasaan


aneh di hati Rika, saat wanita cantik bernama Bu Retno itu menyebut nama Rendy,


kenapa lagi aku ini? Gumamnya


“Pak Rendy sakit sejak kembali


dari makasar bu….makanya kami yang ditugaskan menjemput ibu …dan instruksi


Mr.Albert kita langsung ke pabrik ya bu ?” jawab Ronny sambil menawarkan diri


mengambil alih travel bag yang di bawa Retno.


“Kalau Pak Rendy sakit…lalu


berkas berkas PO yang saya berikan ke dia di Makasar untuk dipelajari dan di


sign Mr.Albert? sudah diterima atau masih sama dia…?” Ucap Retno lagi didalam


mobil


“kemarin kami sudah mengambilnya


dirumah Pak Rendy bu…jadi semua berkas sudah ditangan Mr.Albert…” Jelas Rika


menimpali


“Oh Good…..dan saat kalian


kerumah Pak Rendy…benar dia sakit…? Sakit apa?”

__ADS_1


Perhatian banget nih klien sama


pak Rendy, sedekat apa sih dia sama laki laki misterius  itu?, mendadak perasaan kesal dan marah


muncul di hati Rika, apa aku cemburu…? Ah ga mungkin….untuk apa aku


cemburu..perduli amat aku Rendy mau sedekat apapun dengan wanita lain…bukan


urusanku juga…Rika berbicara sendiri didalam benak dan hatinya.


“Kalau menurut pembantunya sih


dia dipukuli orang bu…tapi pak Rendy bilang dia terjatuh saat mau naik taxi karena


licin dan hujan lebat….” Ujar Ronny sambil menyetir mobilnya keluar dari area


parkir bandara.


Retno dan Mr.Albert langsung


mengadakan meeting kurang lebih selama dua jam lamanya di ruang meeting pabrik,


lalu mereka ditemani Ronny keluar pabrik untuk makan siang disebuah restoran.


“Mr.Albert….you keberatan jika


setelah makan siang ini Ronny antarkan saya kerumah Pak Rendy? Saya ingin


menengok keadaannya, bagaimanapun juga Rend yang telah menemui saya di makasar


sehingga PO-PO ini kita tanda tangani menjadi sebuah kontrak kerja…” ucap Retno


ditengah makan siang mereka


“Oh go ahead Mrs.Retno…..Ronny


telpon pak sanusi untuk jemput saya disini, you nanti langsung antar Mrs.Retno


kerumah Rendy ya?” Sahut Mr.Albert


“Siap pak….” Ujar Ronny


“Rumah Pak Rendy jauh dari sini


Pak Ronny….?” Tanya Retno didalam mobil ditengah perjalanan menuju rumah Redy


dari restoran tempat mereka makan siang tadi.


“Ngga terlalu jauh kok bu…kira


kira butuh waktu setengah jam saja….” Jawab Ronny dibelakang kemudi.


Pak rendy…Pak Ronny kembali ke pabrik saja untuk bekerja, saya bisa pesan taksi


untuk mengantar saya ke hotel….saya tidak ingin menganggu jam kerja anda…”


lanjut Retno lagi


“Oh baik bu…..” Sahut Ronny lagi


Setengah jam kemudian merekapun


tiba dirumah Rendy, pekarangannya terlihat sepi …Ronny mengetuk pintu rumah dan


Mbok Surti keluar dari balik pintu, “Eh Pak Ronny…mau ketemu bapak ya? Silahkan


masuk pak…”


Retno berjalan mengikuti Ronny


dibelakang, sambil melihat setiap sudut ruangan rumah yang tertata rapi.


“Pak Rendy….maaf menganggu ini


saya mengantar Bu Retno ,katanya ingin bertemu bapak…tadi kami baru saja makan


siang bersama dengan Mr.Albert setelah meeting di kantor….” Rendy saat itu


tengah berbaring dan si kecil Anisa sedang membaca buku disebelahnya


“Anisa…kamu lanjutkan membacanya


dan bermain dikamar kamu ya? Ayah mau terima tamu dulu….” Ucap Rendy lembut


sambil membelai rambut Anisa


“Baik Ayah….” Jawab Anisa seraya


turun dari tempat tidur dan keluar kamar


“Ok Pak Ronny…gpp kalau pak Ronny


mau kembali ke pabrik sekarang….” Ujar Retno sambil berdiri disamping Rendy


yang masih berbaring di tempat tidur


“Baik bu Retno…jika perlu apa apa


hubungi saya aja….” Sahut Ronny lalu berpamitan dan meninggalkan mereka berdua

__ADS_1


“Ren….kenapa kamu…ada apa dengan


kamu? Dan kenapa kamu blokir Waku dan juga tidak mau mengangkat telponku…salah


apa aku Ren…?” Retno menatap wajah Rendy yang masih lebam sambil duduk di tepi


tempat tidur.


“Gpp Ret….aku hanya ga ingin kamu


khawatir…itu saja…..” jawab Rendy Pelan


“Bohong kamu….terus wajah kamu


kenapa? Siapa yang memukulimu…?”


“Bukan dipukuli…aku hanya


jatuh……aku hanya tidak ingin kamu khawatir…” elak Rendy


“Sudahlah Rendy…I am not


stupid…no need lie to me again…..” Retno menggenggam jemari Rendy


Rendy hanya diam…dia enggan


menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya…


“Tadi itu anakmu…? “ Rendy hanya


menjawab dengan anggukan


“Kemana ibunya? Bekerja kah ? aku


ga liat sejak datang tadi…..” Lanjut wanita berparas cantik itu lagi


“Ibunya pergi saat usia dia 3


tahun…..” jawab Rendy pelan


“Meninggal…?” Ujar Retbo


penasaran


Rendy menggeleng dan menghela


nafas panjang….”Ibunya pergi dengan laki laki lain…lalu menikah dengannya…”


“Oh….sorry…..lalu sekarang jawab


dengan jujur….kenapa dengan wajahmu…?” Retno menatap tajam ke arah Rendy


“Sudahlah Ret…lebih baik ga usah


dibahas lagi ya? Yang penting sekarang kamu tahu aku baik baik saja….”


“Baiklah kalau kamu ngga mau


cerita…tapi suatu hari kamu harus cerita atau aku pasti akan cari tahu


sendiri….” Lanjut Retno


“Aku ga tahu harus bicara seperti


apa….tapi aku benar benar kehilanganmu dan panik saat kamu memutuskan


komunikasi….jadi aku putuskan untuk mempercepat kedatanganku ke Jakarta…” Retno


meremas jari jemari Rendy, tatapan lembutnya seakan memohon balasan kasih sayang


dari laki laki dihadapannya ini.


Rendy mencoba bangkit dari


posisinya yang berbaring, dipeluknya tubuh wanita cantik itu, Retno pun


membalas dengan pelukan erat, seakan bahasa tubuhnya mengisyaratkan kerinduan


hatinya.


“Maafkan aku Ret….aku tahu apa


yang kamu pikirkan…tapi aku tidak seperti yang kau pikirkan…” bisik Rendy


ditelinga Retno


“Selama dijakarta…aku akan cari


hotel yang tak jauh dari sini….aku akan tetap disini sampai kamu benar benar


sembuh….dan jangan membantah” Bisik Retno pula pada Rendy


“Aku ga mau aktivitasmu terganggu


Ret,….banyak hal yang harus kamu tangani….bisnismu…masalahmu dan hal lainnya…”


“Semua bisa aku atur dari


handphoneku sementara waktu….dont worry about that….” Ujar Retno bersikeras

__ADS_1


__ADS_2