
“Ronny….Rika…..besok pagi you
berdua jemput tamu saya di Bandara Soekarno Hatta, seharusnya Rendy yang jemput
…tapi karena dia masih sakit…kalian tolong gantikan dia untuk menjemputnya…lalu
bawa ke kantor untuk bertemu saya” Mr.Albert memberikan perintah pada Ronny dan
Rika sore itu.
“Baik Pak…..” Jawab Ronny cepat.
Rika menggerutu dalam hati….”
Sial….gara gara laki laki misterius dan sombong itu….akhirnya dia dan Ronny
yang kena kerjaan tambahan untuk menjemput tamu di bandara…padahal kan ini
seharusnya urusan dia dan Mr.Albert…”
Malam itu Rika tida bisa
memejamkan matanya, hatinya kesal atas ucapan Rendy yang buat dirinya malu
setengah mati, tapi sekaligus juga rasa penasaran dan keingintahuannya yang makin
besar…”Kira kira siapa yang ada dikamar anak rumah Rendy itu?...kalau memang
anaknya dan dia sudah menikah…kenapa semua orang diperusahaan tidak tahu? Dan
kenapa dia tidak melihat istrinya saat dia dan Ronny datang tadi siang…?”
Siang itu Retno baru saja
mendarat di bandara soekarno hatta, “Kenapa kamu blokir WA ku dan tidak mau
mengangkat telponku Rendy…? Ada apa denganmu? Semudah itu kamu lupakan apa yang
terjadi saat kita bersama malam itu….aku harus tahu alasanmu dan minta
penjelasanmu….apa saat itu kamu hanya menganggap aku wanita yang sedang rapuh
dan hanya butuh sandaran dan kesenangan sesaat? Kamu lebih jahat dari Brian…
Rendy…” teriak wanita itu dalam relung hatinya.
“Bu Retno….?” Ucap Ronny di
telponnya
“Ya?ini siapa…?” jawabnya
“Saya Ronny bu….staff
Mr.Albert….saya ditugaskan menjemput ibu…saya dipintu keluar dengan kemeja biru
bu…” lanjut Ronny lagi
“Oh baik….” Sahut Retno….
“Saya Rika Bu….” Ucap Rika sambil
menjabat tangan Retno, cantik sekali klien Mr.Albert ini…batinnya
“Oh ya…saya Retno…Pak Rendy
kemana? Bukannya seharusnya yang jemput saya itu dia,….?” Ujar Retno
Ada rasa kesal bercampur perasaan
aneh di hati Rika, saat wanita cantik bernama Bu Retno itu menyebut nama Rendy,
kenapa lagi aku ini? Gumamnya
“Pak Rendy sakit sejak kembali
dari makasar bu….makanya kami yang ditugaskan menjemput ibu …dan instruksi
Mr.Albert kita langsung ke pabrik ya bu ?” jawab Ronny sambil menawarkan diri
mengambil alih travel bag yang di bawa Retno.
“Kalau Pak Rendy sakit…lalu
berkas berkas PO yang saya berikan ke dia di Makasar untuk dipelajari dan di
sign Mr.Albert? sudah diterima atau masih sama dia…?” Ucap Retno lagi didalam
mobil
“kemarin kami sudah mengambilnya
dirumah Pak Rendy bu…jadi semua berkas sudah ditangan Mr.Albert…” Jelas Rika
menimpali
“Oh Good…..dan saat kalian
kerumah Pak Rendy…benar dia sakit…? Sakit apa?”
__ADS_1
Perhatian banget nih klien sama
pak Rendy, sedekat apa sih dia sama laki laki misterius itu?, mendadak perasaan kesal dan marah
muncul di hati Rika, apa aku cemburu…? Ah ga mungkin….untuk apa aku
cemburu..perduli amat aku Rendy mau sedekat apapun dengan wanita lain…bukan
urusanku juga…Rika berbicara sendiri didalam benak dan hatinya.
“Kalau menurut pembantunya sih
dia dipukuli orang bu…tapi pak Rendy bilang dia terjatuh saat mau naik taxi karena
licin dan hujan lebat….” Ujar Ronny sambil menyetir mobilnya keluar dari area
parkir bandara.
Retno dan Mr.Albert langsung
mengadakan meeting kurang lebih selama dua jam lamanya di ruang meeting pabrik,
lalu mereka ditemani Ronny keluar pabrik untuk makan siang disebuah restoran.
“Mr.Albert….you keberatan jika
setelah makan siang ini Ronny antarkan saya kerumah Pak Rendy? Saya ingin
menengok keadaannya, bagaimanapun juga Rend yang telah menemui saya di makasar
sehingga PO-PO ini kita tanda tangani menjadi sebuah kontrak kerja…” ucap Retno
ditengah makan siang mereka
“Oh go ahead Mrs.Retno…..Ronny
telpon pak sanusi untuk jemput saya disini, you nanti langsung antar Mrs.Retno
kerumah Rendy ya?” Sahut Mr.Albert
“Siap pak….” Ujar Ronny
“Rumah Pak Rendy jauh dari sini
Pak Ronny….?” Tanya Retno didalam mobil ditengah perjalanan menuju rumah Redy
dari restoran tempat mereka makan siang tadi.
“Ngga terlalu jauh kok bu…kira
kira butuh waktu setengah jam saja….” Jawab Ronny dibelakang kemudi.
Pak rendy…Pak Ronny kembali ke pabrik saja untuk bekerja, saya bisa pesan taksi
untuk mengantar saya ke hotel….saya tidak ingin menganggu jam kerja anda…”
lanjut Retno lagi
“Oh baik bu…..” Sahut Ronny lagi
Setengah jam kemudian merekapun
tiba dirumah Rendy, pekarangannya terlihat sepi …Ronny mengetuk pintu rumah dan
Mbok Surti keluar dari balik pintu, “Eh Pak Ronny…mau ketemu bapak ya? Silahkan
masuk pak…”
Retno berjalan mengikuti Ronny
dibelakang, sambil melihat setiap sudut ruangan rumah yang tertata rapi.
“Pak Rendy….maaf menganggu ini
saya mengantar Bu Retno ,katanya ingin bertemu bapak…tadi kami baru saja makan
siang bersama dengan Mr.Albert setelah meeting di kantor….” Rendy saat itu
tengah berbaring dan si kecil Anisa sedang membaca buku disebelahnya
“Anisa…kamu lanjutkan membacanya
dan bermain dikamar kamu ya? Ayah mau terima tamu dulu….” Ucap Rendy lembut
sambil membelai rambut Anisa
“Baik Ayah….” Jawab Anisa seraya
turun dari tempat tidur dan keluar kamar
“Ok Pak Ronny…gpp kalau pak Ronny
mau kembali ke pabrik sekarang….” Ujar Retno sambil berdiri disamping Rendy
yang masih berbaring di tempat tidur
“Baik bu Retno…jika perlu apa apa
hubungi saya aja….” Sahut Ronny lalu berpamitan dan meninggalkan mereka berdua
__ADS_1
“Ren….kenapa kamu…ada apa dengan
kamu? Dan kenapa kamu blokir Waku dan juga tidak mau mengangkat telponku…salah
apa aku Ren…?” Retno menatap wajah Rendy yang masih lebam sambil duduk di tepi
tempat tidur.
“Gpp Ret….aku hanya ga ingin kamu
khawatir…itu saja…..” jawab Rendy Pelan
“Bohong kamu….terus wajah kamu
kenapa? Siapa yang memukulimu…?”
“Bukan dipukuli…aku hanya
jatuh……aku hanya tidak ingin kamu khawatir…” elak Rendy
“Sudahlah Rendy…I am not
stupid…no need lie to me again…..” Retno menggenggam jemari Rendy
Rendy hanya diam…dia enggan
menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya…
“Tadi itu anakmu…? “ Rendy hanya
menjawab dengan anggukan
“Kemana ibunya? Bekerja kah ? aku
ga liat sejak datang tadi…..” Lanjut wanita berparas cantik itu lagi
“Ibunya pergi saat usia dia 3
tahun…..” jawab Rendy pelan
“Meninggal…?” Ujar Retbo
penasaran
Rendy menggeleng dan menghela
nafas panjang….”Ibunya pergi dengan laki laki lain…lalu menikah dengannya…”
“Oh….sorry…..lalu sekarang jawab
dengan jujur….kenapa dengan wajahmu…?” Retno menatap tajam ke arah Rendy
“Sudahlah Ret…lebih baik ga usah
dibahas lagi ya? Yang penting sekarang kamu tahu aku baik baik saja….”
“Baiklah kalau kamu ngga mau
cerita…tapi suatu hari kamu harus cerita atau aku pasti akan cari tahu
sendiri….” Lanjut Retno
“Aku ga tahu harus bicara seperti
apa….tapi aku benar benar kehilanganmu dan panik saat kamu memutuskan
komunikasi….jadi aku putuskan untuk mempercepat kedatanganku ke Jakarta…” Retno
meremas jari jemari Rendy, tatapan lembutnya seakan memohon balasan kasih sayang
dari laki laki dihadapannya ini.
Rendy mencoba bangkit dari
posisinya yang berbaring, dipeluknya tubuh wanita cantik itu, Retno pun
membalas dengan pelukan erat, seakan bahasa tubuhnya mengisyaratkan kerinduan
hatinya.
“Maafkan aku Ret….aku tahu apa
yang kamu pikirkan…tapi aku tidak seperti yang kau pikirkan…” bisik Rendy
ditelinga Retno
“Selama dijakarta…aku akan cari
hotel yang tak jauh dari sini….aku akan tetap disini sampai kamu benar benar
sembuh….dan jangan membantah” Bisik Retno pula pada Rendy
“Aku ga mau aktivitasmu terganggu
Ret,….banyak hal yang harus kamu tangani….bisnismu…masalahmu dan hal lainnya…”
“Semua bisa aku atur dari
handphoneku sementara waktu….dont worry about that….” Ujar Retno bersikeras
__ADS_1