CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
LARUT DAN HANYUT


__ADS_3

“Thanks Rendy……” Bisik Retno pagi


itu seraya memeluk tubuh laki laki itu dibalik selimut  dan mecium pipi Rendy ..


Perlahan Rendy membuka matanya ,


ia menatap wajah cantik milik Retno dan tersenyum…tak banyak kata yang terucap


dari mulut mereka pagi itu, Rendy kembali membelai rambut panjang dan pipi


Retno..ditatapnya wajah cantik wanita itu, entah kapan lagi dia bisa bersamanya


seperti ini, bathin Rendy.


“Entah denganmu Rendy….walau


singkat…aku merasa nyaman bersamamu dan enggan saat saat ini berlalu…” bisik


Retno samil kembali mencium bibir Rendy.


“Aku juga Ret….namun kita punya


kehidupan dan realita yang harus kita jalani…..kalau kamu tanya egoku…aku ga


mau semua ini berakhir……” balas Rendy sambil mengecup kening Retno.


Kembali mereka saling memeluk dan


tumpahkan segala isi hati yang tak bisa mereka rangkaikan dengan kata kata


lisan dari mulut mereka berdua.


“Saat aku ke Jakarta…aku boleh


menemui Ren…?” ucap Retno disela sela cumbuannya…


“Tentu ….” Jawab Rendy seraya


memeluk tubuh wanita cantik itu makin erat.


Dua insan itu kembali larut dan


terhanyut dengan rasa yang mereka punya saat itu….hingga siang menjelang…


Kalau saja tujuan Rendy ke


Makasar buakan untuk pekerjaan, enggan rasanya dia lepaskan wanita cantik itu


pergi dari pelukannya.


“Pak Rendy betah amat sih mbak di


Makasar…? Berapa hari lagi sih dia kembali? …” gerutu Rika diruangan kerjanya


pada Fitri rekan kerjanya.


“Mungkin dua hari lagi juga sudah


kembali…kata Mr.Albert sih kemarin gitu…eh…lagian kenapa kamu jadi sewot gitu?


Kan Pak Rendy kesana juga ada urusan tugas perusahaan…nah lho…mulai nyariin ya?


“ Ledek Fitri sambil tertawa .


“Ihhh enak aja…ini ada yang mau


aku tanyain ke dia mbak …soal pekerjaan…..” elak Rika .


“Ya kalau gitu telpon atau WA aja


Ka….” Balas Fitri


“Aku ga tahu nomor telponnya


mbak…lagian bagiku ga penting tanya nomor HP dia…..” Ujar Rika lagi


“Tapi sekarang jadi penting kan


Ka..? apalagi kata kamu urusan pekerjaan….mau ga nomor nya nih? Kalau ga


penting….ya sudah …kamu tunggu aja Pak Rendy kembali dari luar kota…” Ucap Fitri

__ADS_1


diiringi tawa kecilnya


“Ya sudah sini…..kalau bukan soal


pekerjaan …malas aku hubungi dia via HP mbak…” Lanjut Rika


“PAK SAYA RIKA….SAYA INGIN


TANYAKAN SOAL PEKERJAAN….” Rika mengetik pesan WA untuk Rendy


Sambil bekerja Rika tak henti


hentinya sesekali melihat kea rah HP nya yang tergeletak di meja kerjanya,


“Lama amat sih jawabnya? Bener bener sok dibutuhin nih orang…” sungut Rika


dalam hati


Sampai selang 10 menit kemudian


HP nya berbunyi tanda ada pesan WA yang masuk, secepat kilat Rika menyambar HP dimejanya..dan


benar saja balasan dari Rendy….”Damn….kok aku jadi deg deg an gini sih? Cuma


terima pesan balasan dari laki laki sombong itu?” ujar Rika dalam hati


“YA RIKA….SAYA MASIH MEETING


DENGAN KLIEN…SELESAI INI SAYA TELPON KAMU UNTUK JAWAB PERTANYAANMU SOAL


PEKERJAAN…” dibacanya pesan balasan Rendy olehnya


Saat itu Rendy sedang menemui


klien atau Distributornya yang lain , setelah kemarin dia menemui Retno juga


habiskan malam bersamanya.


“HALLO RIKA..? SORRY BARU BISA


HUBUNGI…BARU SELESAI MEETINGNYA…MAU TANYA SOAL APA..?” Ucap Rendy di telponnya


gini sih….sampai sampai hal yang mau dia tanyakan hilang dari benaknya…” Rika


memaki dirinya sendiri dalam hati


“Ngg..itu....saya mau tanya


soal….Pak rendy lama sih jawabnya…saya jadi lupa mau tanya apa….” Kalau saja


Laki laki itu ada dihadapannya searang ,pasti Rika akan grogi dan malu setengah


mati apalagi dengan wajahnya yang merona merah menahan malu


Terdengar Rendy tertawa “


HAHAHHA…KAMU SEBENARNYA MAU TANYA SOAL PEKERJAAN ATAU KANGEN SAYA SIH KA? YA


SUDAH….COBA INGET INGET LAGI YANG MAU DITANYA APA…LALU CATAT DI KERTAS…JADI GA


LUPA LAGI….SAYA MAU KETEMU KLIEN LAGI AGAR BISA LEBIH CEPAT KEMBALI KE


JAKARTA…”


Rika benar benar mati kutu saat


itu….dia benar benar merasa jadi wanita yang paling bodoh sedunia…Rika yang


menjadi primadona saat masih dibangku sekolah, kuliah bahkan sampai saat ini


walau dia sudah memiliki pacar, masih saja banyak laki laki yang ingin


mendekati dan merebutnya bahkan ingin memilikinya ..tapi di hadapan laki laki


bernama Rendy ini dia merasa seperti gadis bodoh yang tidak pernah mengenal


laki laki dan semudah itu kehilangan kata kata…


Sebenarnya seperti apa dan siapa


laki laki ini….kenapa aku bisa begitu penasaran dan terlihat bodoh

__ADS_1


dihadapannya? Dengan masih diliputi rasa penasarannya, Rika mencari cari berkas


yang ditanda tangani Rendy, dia ingin melihat nama lengkap laki laki itu dan


berencana mencari info atau melihat sekilas tentangnya di media sosial.


“RENDY PUTRA ALAMSYAH….” Rika


mengetik nama itu di kolom searching sebuah media sosial, dan benar saja


tebakannya, sebuah foto profil Rendy muncul dan dilihatnya info tentangnya dan


diperhatikan foto foto yang pernah diposting laki laki itu.


“Hmmm…memang tampan…walau


tersirat sejuta rahasia dimatanya….tapi fotonya selalu sendiri, dan ada seorang


anak perempuan…siapa dia? Tapi kata mbak Fitri dan sebagian orang orang kantor,


pak Rendy itu tidak pernah membawa pasangannya ke kantor apalagi


menikah….duh…kenapa aku seperti ini…? Anton saja yang sudah 2 tahun menjadi


kekasihnya, ga pernah dia mencari tahu atau kepo in soal hidupnya…” gumam


Rika….selama ini dia merasa kalau dirinya lah yang sering jadi bahan


pembicaraan para laki laki dan merekalah yang mencari tahu tentang


dirinya….tapi dengan laki laki bernama Rendy ini…..ditatapnya lagi lekat lekat


foto Rendy beberapa saat.


“ga boleh….ini salah….siapa dia?


Bukan siapa siapa…..Anton….aku harus hubungi Anton….daripada mencari tahu dan


menatap foto laki laki ga jelas ini…” Teriak Rika dalam hatinya sambil mematikan


laptopnya.


“Retno….please forgive me…and


please thinking over again about your plan  for process our divorcement?” laki laki bule bernama Brian meminta maaf


dan memohon Retno membatalkan rencana perceraian mereka


“Ok…I forgive you Brian…but for


thiking over? No….I should do this divorcement from long time ago…but I am


waiting my kids growth up…” Retno tersenyum sinis pada laki laki bule itu dan


mengatakan seharusnya dia lakukan perceraian ini sejak dulu, hanya saja Retno


menunggu anak anaknya tumbuh besar .


“Now…pack all your clothes….and


leave this house….you could go back to USA…or you decide life with that


woman….I don’t care…but I don’t wanna see your face anymore….” Ucap Retno


dengan suara sedikit tinggi dan bergetar bercampur emosinya yang ia tahan agar


tidak meledak.


“Yes Dad…..pelase leave us….we


don’t wanna see our mom in sadness, She deserve get better…” kedua anak laki


laki Retno yang sudah berusia sekitar 18 tahun dan 20 tahun ikut berkomentar


dan memihak Retno, karena mereka tidak ingin melihat mamanya larut dalam


kesedihan akibat perlakuan papa nya.


“Ok…I’ll leave…” ucap Brian


dengan suara pelan dan parau…

__ADS_1


__ADS_2