
“Thanks Rendy……” Bisik Retno pagi
itu seraya memeluk tubuh laki laki itu dibalik selimut dan mecium pipi Rendy ..
Perlahan Rendy membuka matanya ,
ia menatap wajah cantik milik Retno dan tersenyum…tak banyak kata yang terucap
dari mulut mereka pagi itu, Rendy kembali membelai rambut panjang dan pipi
Retno..ditatapnya wajah cantik wanita itu, entah kapan lagi dia bisa bersamanya
seperti ini, bathin Rendy.
“Entah denganmu Rendy….walau
singkat…aku merasa nyaman bersamamu dan enggan saat saat ini berlalu…” bisik
Retno samil kembali mencium bibir Rendy.
“Aku juga Ret….namun kita punya
kehidupan dan realita yang harus kita jalani…..kalau kamu tanya egoku…aku ga
mau semua ini berakhir……” balas Rendy sambil mengecup kening Retno.
Kembali mereka saling memeluk dan
tumpahkan segala isi hati yang tak bisa mereka rangkaikan dengan kata kata
lisan dari mulut mereka berdua.
“Saat aku ke Jakarta…aku boleh
menemui Ren…?” ucap Retno disela sela cumbuannya…
“Tentu ….” Jawab Rendy seraya
memeluk tubuh wanita cantik itu makin erat.
Dua insan itu kembali larut dan
terhanyut dengan rasa yang mereka punya saat itu….hingga siang menjelang…
Kalau saja tujuan Rendy ke
Makasar buakan untuk pekerjaan, enggan rasanya dia lepaskan wanita cantik itu
pergi dari pelukannya.
“Pak Rendy betah amat sih mbak di
Makasar…? Berapa hari lagi sih dia kembali? …” gerutu Rika diruangan kerjanya
pada Fitri rekan kerjanya.
“Mungkin dua hari lagi juga sudah
kembali…kata Mr.Albert sih kemarin gitu…eh…lagian kenapa kamu jadi sewot gitu?
Kan Pak Rendy kesana juga ada urusan tugas perusahaan…nah lho…mulai nyariin ya?
“ Ledek Fitri sambil tertawa .
“Ihhh enak aja…ini ada yang mau
aku tanyain ke dia mbak …soal pekerjaan…..” elak Rika .
“Ya kalau gitu telpon atau WA aja
Ka….” Balas Fitri
“Aku ga tahu nomor telponnya
mbak…lagian bagiku ga penting tanya nomor HP dia…..” Ujar Rika lagi
“Tapi sekarang jadi penting kan
Ka..? apalagi kata kamu urusan pekerjaan….mau ga nomor nya nih? Kalau ga
penting….ya sudah …kamu tunggu aja Pak Rendy kembali dari luar kota…” Ucap Fitri
__ADS_1
diiringi tawa kecilnya
“Ya sudah sini…..kalau bukan soal
pekerjaan …malas aku hubungi dia via HP mbak…” Lanjut Rika
“PAK SAYA RIKA….SAYA INGIN
TANYAKAN SOAL PEKERJAAN….” Rika mengetik pesan WA untuk Rendy
Sambil bekerja Rika tak henti
hentinya sesekali melihat kea rah HP nya yang tergeletak di meja kerjanya,
“Lama amat sih jawabnya? Bener bener sok dibutuhin nih orang…” sungut Rika
dalam hati
Sampai selang 10 menit kemudian
HP nya berbunyi tanda ada pesan WA yang masuk, secepat kilat Rika menyambar HP dimejanya..dan
benar saja balasan dari Rendy….”Damn….kok aku jadi deg deg an gini sih? Cuma
terima pesan balasan dari laki laki sombong itu?” ujar Rika dalam hati
“YA RIKA….SAYA MASIH MEETING
DENGAN KLIEN…SELESAI INI SAYA TELPON KAMU UNTUK JAWAB PERTANYAANMU SOAL
PEKERJAAN…” dibacanya pesan balasan Rendy olehnya
Saat itu Rendy sedang menemui
klien atau Distributornya yang lain , setelah kemarin dia menemui Retno juga
habiskan malam bersamanya.
“HALLO RIKA..? SORRY BARU BISA
HUBUNGI…BARU SELESAI MEETINGNYA…MAU TANYA SOAL APA..?” Ucap Rendy di telponnya
gini sih….sampai sampai hal yang mau dia tanyakan hilang dari benaknya…” Rika
memaki dirinya sendiri dalam hati
“Ngg..itu....saya mau tanya
soal….Pak rendy lama sih jawabnya…saya jadi lupa mau tanya apa….” Kalau saja
Laki laki itu ada dihadapannya searang ,pasti Rika akan grogi dan malu setengah
mati apalagi dengan wajahnya yang merona merah menahan malu
Terdengar Rendy tertawa “
HAHAHHA…KAMU SEBENARNYA MAU TANYA SOAL PEKERJAAN ATAU KANGEN SAYA SIH KA? YA
SUDAH….COBA INGET INGET LAGI YANG MAU DITANYA APA…LALU CATAT DI KERTAS…JADI GA
LUPA LAGI….SAYA MAU KETEMU KLIEN LAGI AGAR BISA LEBIH CEPAT KEMBALI KE
JAKARTA…”
Rika benar benar mati kutu saat
itu….dia benar benar merasa jadi wanita yang paling bodoh sedunia…Rika yang
menjadi primadona saat masih dibangku sekolah, kuliah bahkan sampai saat ini
walau dia sudah memiliki pacar, masih saja banyak laki laki yang ingin
mendekati dan merebutnya bahkan ingin memilikinya ..tapi di hadapan laki laki
bernama Rendy ini dia merasa seperti gadis bodoh yang tidak pernah mengenal
laki laki dan semudah itu kehilangan kata kata…
Sebenarnya seperti apa dan siapa
laki laki ini….kenapa aku bisa begitu penasaran dan terlihat bodoh
__ADS_1
dihadapannya? Dengan masih diliputi rasa penasarannya, Rika mencari cari berkas
yang ditanda tangani Rendy, dia ingin melihat nama lengkap laki laki itu dan
berencana mencari info atau melihat sekilas tentangnya di media sosial.
“RENDY PUTRA ALAMSYAH….” Rika
mengetik nama itu di kolom searching sebuah media sosial, dan benar saja
tebakannya, sebuah foto profil Rendy muncul dan dilihatnya info tentangnya dan
diperhatikan foto foto yang pernah diposting laki laki itu.
“Hmmm…memang tampan…walau
tersirat sejuta rahasia dimatanya….tapi fotonya selalu sendiri, dan ada seorang
anak perempuan…siapa dia? Tapi kata mbak Fitri dan sebagian orang orang kantor,
pak Rendy itu tidak pernah membawa pasangannya ke kantor apalagi
menikah….duh…kenapa aku seperti ini…? Anton saja yang sudah 2 tahun menjadi
kekasihnya, ga pernah dia mencari tahu atau kepo in soal hidupnya…” gumam
Rika….selama ini dia merasa kalau dirinya lah yang sering jadi bahan
pembicaraan para laki laki dan merekalah yang mencari tahu tentang
dirinya….tapi dengan laki laki bernama Rendy ini…..ditatapnya lagi lekat lekat
foto Rendy beberapa saat.
“ga boleh….ini salah….siapa dia?
Bukan siapa siapa…..Anton….aku harus hubungi Anton….daripada mencari tahu dan
menatap foto laki laki ga jelas ini…” Teriak Rika dalam hatinya sambil mematikan
laptopnya.
“Retno….please forgive me…and
please thinking over again about your plan for process our divorcement?” laki laki bule bernama Brian meminta maaf
dan memohon Retno membatalkan rencana perceraian mereka
“Ok…I forgive you Brian…but for
thiking over? No….I should do this divorcement from long time ago…but I am
waiting my kids growth up…” Retno tersenyum sinis pada laki laki bule itu dan
mengatakan seharusnya dia lakukan perceraian ini sejak dulu, hanya saja Retno
menunggu anak anaknya tumbuh besar .
“Now…pack all your clothes….and
leave this house….you could go back to USA…or you decide life with that
woman….I don’t care…but I don’t wanna see your face anymore….” Ucap Retno
dengan suara sedikit tinggi dan bergetar bercampur emosinya yang ia tahan agar
tidak meledak.
“Yes Dad…..pelase leave us….we
don’t wanna see our mom in sadness, She deserve get better…” kedua anak laki
laki Retno yang sudah berusia sekitar 18 tahun dan 20 tahun ikut berkomentar
dan memihak Retno, karena mereka tidak ingin melihat mamanya larut dalam
kesedihan akibat perlakuan papa nya.
“Ok…I’ll leave…” ucap Brian
dengan suara pelan dan parau…
__ADS_1