
“Ayah….ayah mau diambilin makan
ga? Nisa minta disiapin sama Mbok Surti ya? “ Anisa masuk ke kamar Rendy, Retno
cepat cepat melepaskan genggaman tangannya.
“Ga usah Nisa…nanti ayah ambil
sendiri…kamu bobo siang ya? Oh iya …ini kenalin teman Ayah….Tante Retno…” Jawab
Rendy sambil tersenyum
Anisa mencium tangan Retno…”Tante
cantik deh…Ibu ku dulu juga cantik kayak tante…” ujar Anisa seraya tertawa
kecil
Retno tersenyum dan mengusap
kepala Anisa, “Kamu juga cantik…..kalo sudah besar…pasti kamu lebih cantik dari
tante…”
“Ya udah tante Retno…Anisa bobo
siang dulu ya..? makasih ya udah temenin ayah….ayah suka melamun kalo sendirian
dirumah….” Ujar Anisa polos sambil berlalu dari kamar
“Bener itu ? kamu sering
melamun…melamun apa hayoo …?” Ucap Retno tersenyum lucu
“Ah namanya juga anak anak
Ret….aku sedang pikirkan pekerjaan kok…dipikir dia melamun…..” Jawab Rendy
sambil memalingkan wajahnya
Retno mencubit pelan pipi
Rendy…”Dasar tukang bohoooooong…..ga pantes tahu ga?” Retno tertawa
“Kamu sudah lama berdua Anisa….kamu
ga kasihan dan berusaha cari sosok ibu lagi untuknya…?” tanya Retno lagi
“Iya nanti….masih belum kepikiran
dan kita berdua masih trauma Ret…” Ujar Rendy pelan
“Jadi kalau ada wanita yang mau
jadi ibunya Anisa…kalian berdua tolak?” lanjut Retno
“Ya ngga juga….kalo kayak
Paramitha Rusady atau Sophia Latjuba masa kami tolak…?” Balas Rendy tertawa
“Huuuuu….dasar bapaknya aja yang
geniiiiiiiit….” Ujar Retno sambil mencubit pinggang Rendy , yang kontan membuat
Rendy terlonjak karena merasa geli.
“Bu Retnonya kemana Ron? Tadi kok
saya lihat Mr.Albert kembali ke kantor sendiri…?” Ucap Rika melihat Ronny yang
baru sampai dan duduk di kursi kerjanya
“Saya antar ke rumahnya Pak
Rendy, sekalian mau jenguk katanya….sampai sana saya disuruh balik ke kantor,
katanya dia nanti naik taksi aja ke hotelnya….mau berduaan kali sama pak Rendy
…” Balas Ronny sambil menyalakan laptopnya untuk kembali bekerja.
“Dasar wanita genit…pasti ada apa
apanya tuh berdua…” ujar Rika dengan wajah bete dan sewot
“Idiiiiih….kamu cemburu ya Ka..?
kok wajahmu sewot dan kesel gitu..? hahahaha…nah lho….” Celetuk Fitri sambil
tertawa keras diikuti Ronny dan Devi teman kerja dalam satu ruangannya.
“Ehhh enak aja…amit amit…..ngga
suka aja kalo ada orang yang campur adukkan urusan pekerjaan atau bisnis dengan
urusan pribadi…..lagian buat apa cemburu…pacar saya Anton jauh lebih keren kok….” Balas Rika
cemberut
“hati hati lho….kepincut pak
Rendy baru tau rasa….belum tahu aja dia ya Ron..? kalau julukan Pak Rendy itu
Casanova….penakluk wanita….” Lanjut Fitri sambil tertawa terbahak bahak .
“Casa..nova? idih…..keset kamar
mandi mungkin iya….” Ucap Rika masih dengan wajah cemberut
Sudah hampir satu jam Rika
mencoba menyelesaikan pekerjaannya, tapi belum juga tuntas dan kehilangan
fokus, pikirannya tidak bisa kosentrasi ke pekerjaan dan hatinya pun merasa ga
tenang bayangkan Rendy yang berduaan dengan wanita yang dijemput nya dibandara
pagi tadi, Ibu Retno.
“Duh…aku kenapa gini sih…? Ada
__ADS_1
apa sih ini…? Kok aku jadi mikirin Rendy dari sejak dia pergi ke Makasar sampai
sekarang..? dan kenapa ada rasa marah dihatiku bayangkan Rendy berdua dengan
wanita lain…?” Gumam Rika dalam hati.
Rika benar benar tak mengerti,
dengan pacarnya Anton dia tak pernah seperti ini, Anton kemana…dihubungi dia
atau ngga, dia ga pernah terlalu permasalahkan….yang jelas kalo dia butuh teman
jalan untuk hang out…lagi bete atau sendirian….dia bisa hubungi Anton sesukanya
untuk antar dia kesana kemari…dan jika Anton menolak …masih belasan laki laki
yang mendekatinya pasti bersedia dan siap menemaninya…tapi kenapa dengan laki
laki misterius dan angkuh seperti Rendy ini dia harus seperti ini…?
Bahkan sampai dirumah dan
menjelang tidur ,Rika masih belum bisa menyingkirkan bayangan Rendy dari
benaknya….kok rasa ga rela Rendy didekati wanita lain makin besar ya? Padahal
aku dan dia juga ga ada hubungan apa apa…Rika benar benar tidak mengerti dengan
perasaan aneh yang dia rasa saat ini.
“Ret….kondisiku sudah
mendingan….aku jemput kamu di hotel dan antar kamu ke bandara ya…?” Ucap Rendy
pagi itu di telpon
“Beneran kondisimu sudah baik…?”
balas Retno
“Iya…besok aku juga harus bekerja
lagi…pekerjaanku pasti sudah menumpuk….”
“Oke…aku tunggu kalau begitu…”
lanjut Retno
Dalam waktu 20 menit Rendy sudah
tiba di hotel tempat Retno menginap, dia langsung naik lift dan menuju kamar
Retno,diketuknya pintu kamar Retno.
“Masuk……” suara Retno terdengar
dari dalam kamar, Retno baru saja selesai merapikan pakaiannya kedalam travel
bagnya, melihat kedatangan Rendy, Retno mendadak menghambur ke arah Rendy dan
memeluknya
“Ren….terserah kamu mau bilang
kamu….aku panik saat ngga bisa menghubungimu….aku mohon jangan menjauh atau
menghilang dariku….” Bisik Retno sambil memeluk erat tubuh Rendy
“Retnooo…..mphhhhh…” Hanya itu
yang bisa Rendy ucapkan seraya membalas pelukan erat Retno, dibelainya rambut
panjang waita berparas cantik itu….wanita yang membuat para pria iri jika
melihat Rendy berjalan bersamanya.
“Janji ya? Kamu tidak menjauh dan
menghilang…? Aku butuh kamu Ren….aku tahu kamu trauma berkomitmen dengan
wanita…akupun begitu…kamu tahu apa yang terjadi aku dan Brian suamiku….aku
butuh seseorang yang menguatkan ku….please…” Bisik Retno lagi lembut
“Baik Retno……aku janji….” Rendy mengecup
lembut kening Retno
“Sekarang kita segera ke bandara
ya? Nanti kamu ketinggalan pesawat…..” ucap Rendy sambil membelai rambut Retno
.
Dari hotel hingga bandara Retno
tak melepaskan genggaman tangannya pada Rendy, seolah dia tak ingin berpisah
dan meninggalkan laki laki itu.
“Aku akan kembali lagi setelah
urusanku dengan Brian beres dan juga beberapa proyek pekerjaanku yang sedikit
lagi rampung….tunggu aku ya Ren…?” Ucap Retno sambil menatap wajah Rendy penuh
arti sambil perlahan berlalu menuju pintu masuk tempat boarding ke pesawat.
Rendy hanya membalas dengan anggukan dan lambaian tangan
Siang itu Redy tengah sibuk dan
berkosentrasi didepan laptopnya, pintu ruangannya dibiarkannya terbuka karena
seperti kebiasaannya jika sedang kosentrasi atau sibuk dia selalu bekerja
sambil menghabsikan rokoknya berbatang-batang, sehingga asap rokok bisa keluar dari
ruangannya. Dia tak menyadari sesosok wanita berdiri didepannya dan
__ADS_1
memperhatikannya tanpa bicara.
“Sibuk boleh…tapi jangan lewatkan
makan siang bos….” Ucap wanita itu disaat Rendy masih asyik larut dengan
pekerjaannya yang menumpuk sejak dia kembali dari Makasar beberapa hari yang
lalu
“Eh kamu Rika….sudah berapa lama
kamu berdiri kayak patung disitu…? Kamu ga makan siang..?” Balas Rendy sambil
melihat jam ditangannya.
“Iya sebentar lagi…ini mau minta
tanda tangan Pak Rendy….tapi saya lihat bapak sedang fokus dengan pekerjaan…”
Ternyata Rika yang berdiri didepan Rendy sejak tadi.
“Ohh sorry….ga ke rumah saya lagi
minta antar Ronny untuk minta tanda tangan..?” Rendy tertawa meledek sambil
mengambil berkas ditangan Rika dan membubuhi tanda tangannya.
“Ngga lagi lagi deh pak….kemarin
itu karena Ronny minta ditemani aja , iseng katanya sendirian…” Ucap Rika
berbohong.
“Duh…saya bercanda…jangan marah
dong non…” Ujar Rendy tertawa kecil melihat wajah Rika yang sedikit cemberut.
“Sudah belum tanda tangannya..?
saya lapar nih …mau makan siang…..” Ucap Rika masih dengan wajah cemberut
Rendy memberikan berkas yang
sudah ditanda tangani, “Ini….jangan cemberut….nanti nafsu makannya hilang….”
Rendy masih saja tak dapat menahan tawa nya melihat mimik muka Rika, Rika
segera membalikkan tubuhnya dan segera meninggalkan ruangan Rendy..
“Ihhhh…ngeselin banget sih tuh
orang……ga bosen bosennya dia buat aku malu dan terus meledekku…dan herannya,
aku seperti sapi ompong yang hanya bisa diam dan terlihat bodoh di hadapannya…”
Ujar Rika geram sambil mengaduk aduk makan siangnya.
“Hei Princess….mukanya bete
amat…..kenapa? cantiknya jadi luntur tuh…” gurau Ronny sambil duduk disebelah
Rika membawa makan siangnya.
“Biasa tuh…si angkuh….ga bosen
bosennya meledek saya…” sungut Rika
“Hahahaha Pak Rendy…..? udah…pak
Rendy memang seperti itu….mungkin maksud dia bercanda….tapi setahu saya dia
orangnya baik kok Ka….” Ujar Ronny lagi
“Baik apanya…? Laki laki sombong
dan sinis gitu…?” balas Rika
“Dulu….saat awal bekerja
disini….genap sebulan juga belum…masih masa percobaan…gaji belum
terima…kalaupun terima jumlahnya belum full….ibu saya sakit keras….harus masuk
rumah sakit….mau pinjam ke perusahaan sudah pasti ga akan di acc pihak
personalia karena saya masih baru….saya ijin pulang dengan keadaan bingung….dan
entah bagaimana…mungkin dapat alamat rumah saya dari personalia…tiba tiba pak
Rendy datang kerumah….saya sedang kebingungan saat itu Ka….ga tahu mesti
bagaimana…sedangkan saat itu ibu saya harus segera dibawa kerumah sakit…..pak
Rendy datang dan meminjamkan saya sejumlah uang…untuk biaya rumah sakit…bahkan
jumlahnya berlebih hingga cukup juga untuk menebus resep obat setelah ibu saya
keluar dari rumah sakit….saat saya tanya bagaimana menggantinya..pak rendy
hanya bilang..cicil saja semampu mu …saya baru bisa selesaikan sekitar 2
tahun…karena gaji saya ga terlalu besar saat itu…” jelas Ronny sambil menyantap
makan siangnya
“Pak Rendy…? Seperti itu…?” ujar
Rika dengan tatapan ga percaya dengan apa yang didengarnya
“saya ga mungkin bohong Ka…saya
hutang budi dengan pak Rendy…makanya..apapun yang berkaitan bisa bantu dia…saya
ga pernah keberatan….dan berhitung …apalagi mengharapkan bayaran…” lanjut Ronny
lagi
Ternyata dibalik sikap angkuh
__ADS_1
…sinis dan misteriusnya…laki laki ini berhati mulia juga…benar benar misterius
dan membuat penasaran…gumam Rika dalam hati.