CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
JANGAN PERGI DAN MENGHILANG


__ADS_3

“Ayah….ayah mau diambilin makan


ga? Nisa minta disiapin sama Mbok Surti ya? “ Anisa masuk ke kamar Rendy, Retno


cepat cepat melepaskan genggaman tangannya.


“Ga usah Nisa…nanti ayah ambil


sendiri…kamu bobo siang ya? Oh iya …ini kenalin teman Ayah….Tante Retno…” Jawab


Rendy sambil tersenyum


Anisa mencium tangan Retno…”Tante


cantik deh…Ibu ku dulu juga cantik kayak tante…” ujar Anisa seraya tertawa


kecil


Retno tersenyum dan mengusap


kepala Anisa, “Kamu juga cantik…..kalo sudah besar…pasti kamu lebih cantik dari


tante…”


“Ya udah tante Retno…Anisa bobo


siang dulu ya..? makasih ya udah temenin ayah….ayah suka melamun kalo sendirian


dirumah….” Ujar Anisa polos sambil berlalu dari kamar


“Bener itu ? kamu sering


melamun…melamun apa hayoo …?” Ucap Retno  tersenyum lucu


“Ah namanya juga anak anak


Ret….aku sedang pikirkan pekerjaan kok…dipikir dia melamun…..” Jawab Rendy


sambil memalingkan wajahnya


Retno mencubit pelan pipi


Rendy…”Dasar tukang bohoooooong…..ga pantes tahu ga?” Retno tertawa


“Kamu sudah lama berdua Anisa….kamu


ga kasihan dan berusaha cari sosok ibu lagi untuknya…?” tanya Retno lagi


“Iya nanti….masih belum kepikiran


dan kita berdua masih trauma Ret…” Ujar Rendy pelan


“Jadi kalau ada wanita yang mau


jadi ibunya Anisa…kalian berdua tolak?” lanjut Retno


“Ya ngga juga….kalo kayak


Paramitha Rusady atau Sophia Latjuba masa kami tolak…?” Balas Rendy tertawa


“Huuuuu….dasar bapaknya aja yang


geniiiiiiiit….” Ujar Retno sambil mencubit pinggang Rendy , yang kontan membuat


Rendy terlonjak karena merasa geli.


“Bu Retnonya kemana Ron? Tadi kok


saya lihat Mr.Albert kembali ke kantor sendiri…?” Ucap Rika melihat Ronny yang


baru sampai dan duduk di kursi kerjanya


“Saya antar ke rumahnya Pak


Rendy, sekalian mau jenguk katanya….sampai sana saya disuruh balik ke kantor,


katanya dia nanti naik taksi aja ke hotelnya….mau berduaan kali sama pak Rendy


…” Balas Ronny sambil menyalakan laptopnya untuk kembali bekerja.


“Dasar wanita genit…pasti ada apa


apanya tuh berdua…” ujar Rika dengan wajah bete dan sewot


“Idiiiiih….kamu cemburu ya Ka..?


kok wajahmu sewot dan kesel gitu..? hahahaha…nah lho….” Celetuk Fitri sambil


tertawa keras diikuti Ronny dan Devi teman kerja dalam satu ruangannya.


“Ehhh enak aja…amit amit…..ngga


suka aja kalo ada orang yang campur adukkan urusan pekerjaan atau bisnis dengan


urusan pribadi…..lagian buat apa cemburu…pacar  saya Anton jauh lebih keren kok….” Balas Rika


cemberut


“hati hati lho….kepincut pak


Rendy baru tau rasa….belum tahu aja dia ya Ron..? kalau julukan Pak Rendy itu


Casanova….penakluk wanita….” Lanjut Fitri sambil tertawa terbahak bahak .


“Casa..nova? idih…..keset kamar


mandi mungkin iya….” Ucap Rika masih dengan wajah cemberut


Sudah hampir satu jam Rika


mencoba menyelesaikan pekerjaannya, tapi belum juga tuntas dan kehilangan


fokus, pikirannya tidak bisa kosentrasi ke pekerjaan dan hatinya pun merasa ga


tenang bayangkan Rendy yang berduaan dengan wanita yang dijemput nya dibandara


pagi tadi, Ibu Retno.


“Duh…aku kenapa gini sih…? Ada

__ADS_1


apa sih ini…? Kok aku jadi mikirin Rendy dari sejak dia pergi ke Makasar sampai


sekarang..? dan kenapa ada rasa marah dihatiku bayangkan Rendy berdua dengan


wanita lain…?” Gumam Rika dalam hati.


Rika benar benar tak mengerti,


dengan pacarnya Anton dia tak pernah seperti ini, Anton kemana…dihubungi dia


atau ngga, dia ga pernah terlalu permasalahkan….yang jelas kalo dia butuh teman


jalan untuk hang out…lagi bete atau sendirian….dia bisa hubungi Anton sesukanya


untuk antar dia kesana kemari…dan jika Anton menolak …masih belasan laki laki


yang mendekatinya pasti bersedia dan siap menemaninya…tapi kenapa dengan laki


laki misterius dan angkuh seperti Rendy ini dia harus seperti ini…?


Bahkan sampai dirumah dan


menjelang tidur ,Rika masih belum bisa menyingkirkan bayangan Rendy dari


benaknya….kok rasa ga rela Rendy didekati wanita lain makin besar ya? Padahal


aku dan dia juga ga ada hubungan apa apa…Rika benar benar tidak mengerti dengan


perasaan aneh yang dia rasa saat ini.


“Ret….kondisiku sudah


mendingan….aku jemput kamu di hotel dan antar kamu ke bandara ya…?” Ucap Rendy


pagi itu di telpon


“Beneran kondisimu sudah baik…?”


balas Retno


“Iya…besok aku juga harus bekerja


lagi…pekerjaanku pasti sudah menumpuk….”


“Oke…aku tunggu kalau begitu…”


lanjut Retno


Dalam waktu 20 menit Rendy sudah


tiba di hotel tempat Retno menginap, dia langsung naik lift dan menuju kamar


Retno,diketuknya pintu kamar Retno.


“Masuk……” suara Retno terdengar


dari dalam kamar, Retno baru saja selesai merapikan pakaiannya kedalam travel


bagnya, melihat kedatangan Rendy, Retno mendadak menghambur ke arah Rendy dan


memeluknya


“Ren….terserah kamu mau bilang


kamu….aku panik saat ngga bisa menghubungimu….aku mohon jangan menjauh atau


menghilang dariku….” Bisik Retno sambil memeluk erat tubuh Rendy


“Retnooo…..mphhhhh…” Hanya itu


yang bisa Rendy ucapkan seraya membalas pelukan erat Retno, dibelainya rambut


panjang waita berparas cantik itu….wanita yang membuat para pria iri jika


melihat Rendy berjalan bersamanya.


“Janji ya? Kamu tidak menjauh dan


menghilang…? Aku butuh kamu Ren….aku tahu kamu trauma berkomitmen dengan


wanita…akupun begitu…kamu tahu apa yang terjadi aku dan Brian suamiku….aku


butuh seseorang yang menguatkan ku….please…” Bisik Retno lagi lembut


“Baik Retno……aku janji….” Rendy mengecup


lembut kening Retno


“Sekarang kita segera ke bandara


ya? Nanti kamu ketinggalan pesawat…..” ucap Rendy sambil membelai rambut Retno


.


Dari hotel hingga bandara Retno


tak melepaskan genggaman tangannya pada Rendy, seolah dia tak ingin berpisah


dan meninggalkan laki laki itu.


“Aku akan kembali lagi setelah


urusanku dengan Brian beres dan juga beberapa proyek pekerjaanku yang sedikit


lagi rampung….tunggu aku ya Ren…?” Ucap Retno sambil menatap wajah Rendy penuh


arti sambil perlahan berlalu menuju pintu masuk tempat boarding ke pesawat.


Rendy hanya membalas dengan anggukan dan lambaian tangan


Siang itu Redy tengah sibuk dan


berkosentrasi didepan laptopnya, pintu ruangannya dibiarkannya terbuka karena


seperti kebiasaannya jika sedang kosentrasi atau sibuk dia selalu bekerja


sambil menghabsikan rokoknya berbatang-batang, sehingga asap rokok bisa keluar dari


ruangannya. Dia tak menyadari sesosok wanita berdiri didepannya dan

__ADS_1


memperhatikannya tanpa bicara.


“Sibuk boleh…tapi jangan lewatkan


makan siang bos….” Ucap wanita itu disaat Rendy masih asyik larut dengan


pekerjaannya yang menumpuk sejak dia kembali dari Makasar beberapa hari yang


lalu


“Eh kamu Rika….sudah berapa lama


kamu berdiri kayak patung disitu…? Kamu ga makan siang..?” Balas Rendy sambil


melihat jam ditangannya.


“Iya sebentar lagi…ini mau minta


tanda tangan Pak Rendy….tapi saya lihat bapak sedang fokus dengan pekerjaan…”


Ternyata Rika yang berdiri didepan Rendy sejak tadi.


“Ohh sorry….ga ke rumah saya lagi


minta antar Ronny untuk minta tanda tangan..?” Rendy tertawa meledek sambil


mengambil berkas ditangan Rika dan membubuhi tanda tangannya.


“Ngga lagi lagi deh pak….kemarin


itu karena Ronny minta ditemani aja , iseng katanya sendirian…” Ucap Rika


berbohong.


“Duh…saya bercanda…jangan marah


dong non…” Ujar Rendy tertawa kecil melihat wajah Rika yang sedikit cemberut.


“Sudah belum tanda tangannya..?


saya lapar nih …mau makan siang…..” Ucap Rika masih dengan wajah cemberut


Rendy memberikan berkas yang


sudah ditanda tangani, “Ini….jangan cemberut….nanti nafsu makannya hilang….”


Rendy masih saja tak dapat menahan tawa nya melihat mimik muka Rika, Rika


segera membalikkan tubuhnya dan segera meninggalkan ruangan Rendy..


“Ihhhh…ngeselin banget sih tuh


orang……ga bosen bosennya dia buat aku malu dan terus meledekku…dan herannya,


aku seperti sapi ompong yang hanya bisa diam dan terlihat bodoh di hadapannya…”


Ujar Rika geram sambil mengaduk aduk makan siangnya.


“Hei Princess….mukanya bete


amat…..kenapa? cantiknya jadi luntur tuh…” gurau Ronny sambil duduk disebelah


Rika membawa makan siangnya.


“Biasa tuh…si angkuh….ga bosen


bosennya meledek saya…” sungut Rika


“Hahahaha Pak Rendy…..? udah…pak


Rendy memang seperti itu….mungkin maksud dia bercanda….tapi setahu saya dia


orangnya baik kok Ka….” Ujar Ronny lagi


“Baik apanya…? Laki laki sombong


dan sinis gitu…?” balas Rika


“Dulu….saat awal bekerja


disini….genap sebulan juga belum…masih masa percobaan…gaji belum


terima…kalaupun terima jumlahnya belum full….ibu saya sakit keras….harus masuk


rumah sakit….mau pinjam ke perusahaan sudah pasti ga akan di acc pihak


personalia karena saya masih baru….saya ijin pulang dengan keadaan bingung….dan


entah bagaimana…mungkin dapat alamat rumah saya dari personalia…tiba tiba pak


Rendy datang kerumah….saya sedang kebingungan saat itu Ka….ga tahu mesti


bagaimana…sedangkan saat itu ibu saya harus segera dibawa kerumah sakit…..pak


Rendy datang dan meminjamkan saya sejumlah uang…untuk biaya rumah sakit…bahkan


jumlahnya berlebih hingga cukup juga untuk menebus resep obat setelah ibu saya


keluar dari rumah sakit….saat saya tanya bagaimana menggantinya..pak rendy


hanya bilang..cicil saja semampu mu …saya baru bisa selesaikan sekitar 2


tahun…karena gaji saya ga terlalu besar saat itu…” jelas Ronny sambil menyantap


makan siangnya


“Pak Rendy…? Seperti itu…?” ujar


Rika dengan tatapan ga percaya dengan apa yang didengarnya


“saya ga mungkin bohong Ka…saya


hutang budi dengan pak Rendy…makanya..apapun yang berkaitan bisa bantu dia…saya


ga pernah keberatan….dan berhitung …apalagi mengharapkan bayaran…” lanjut Ronny


lagi


Ternyata dibalik sikap angkuh

__ADS_1


…sinis dan misteriusnya…laki laki ini berhati mulia juga…benar benar misterius


dan membuat penasaran…gumam Rika dalam hati.


__ADS_2