
“A…? Anita mantan Istrimu Ren?”
Ucap Rika sambil bangkit dari posisinya lalu duduk dan menatap wajah Rendy.
Rendy hanya tersenyum sambil
masih asik menghisap rokok nya.
“Kamu kok malah senyum-senyum
gitu sih..? aku nanya serius lho??” lanjut Rika sedikit sewot melihat mimik
wajah laki laki yang bernama Rendy itu.
“Abisnya kamu…..nanya nya model
detektif swasta aja…..” Balas Rendy dengan gelak tawanya
“Rendy ihhhhh….” Ujar Rika gemes
sambil berusaha mencubit pinggang Rendy
“Oke..oke…kamu tuh ya? Seneng
banget cubit dan sentuh pinggangku…udah tahu aku orangnya gelian….oke…A
itu…Anisa …putriku….wanita yang ada dihatiku kan..?” Ucap Rendy sambil menatap
Rika.
“Lalu…Retno….Anita…? “ balas Rika
lagi dengan tatapan penuh selidik
“Ya…mereka wanita wanita yang
hadir di jalan dan alur kehidupanku….termasuk kamu…” Ujar Rendy lagi masih
dengan nada santai sambil melemparkan pandangannya ke pepohonan hijau
disekililing mereka.
“Yee…aku? Emangnya aku wanita
yang hadir di hidupmu? Emang aku suka kamu…?” Balas Rika sambil mencibirkan
bibirnya.
“Hahahaha….kalau ngga…masa kamu
mau buka baju…dan cium bibirku tadi pagi ka..?” Jawab Rendy cepat
Mendengarnya Rika tak bisa
berkomentar, Rendy memang benar benar seorang laki-laki yang selalu dapat
membuat dirinya terpojok dan mati kutu serta tidak berdaya di hadapannya.
“Sudah mulai gelap ka….kita balik
ke hotel yuk?” Ujar Rendy melihat Rika yang terdiam
“Oke…tapi aku laper Ren…kita
makan di Maliboro dulu yuk…?” balas Rika
“Ok….tahu aja jalan pikiranku
sama….” Ujar Rendy lagi sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk
membantu Rika bangun .
Suasana Malioboro malam itu tidak
terlalu ramai, karena mungkin saat itu bukan week end atau malam minggu, jadi
Rendy dan Rika bebas berjalan-jalan sepanjang jalan sambil mencari tempat untuk
mereka makan malam, setelah Rendy memarkir mobil sewaan nya tak jauh dari jalan
Malioboro.
Mereka memilih salah satu tempat
makan lesehan yang tidak terlalu banyak pembeli dan jauh dari tempat lalu
lalang orang, Rendy dan Rika menyantap dengan lahap makan malam mereka,
“Ternyata makan di lesehan seperti ini jauh lebih nikmat daripada di resto
hotel ya Ka?” ucap Rendy sambil meminum teh hangatnya.
“He eh….banget…..” Jawab Rika
cepat yang juga baru saja menghabiskan makanan dipringnya
“Oh ya Ren….besok flight kita jam
berapa sih ?” lanjut Rika
“Kalau ga salah jam 1 siang
__ADS_1
Ka…jam 11.00 lebih baik kita sudah di Bandara YIA….” Balas Rendy sambil
menyalakan rokoknya
“Ren….malam ini kan aku ga mabok
nih…….boleh malam ini aku tidur sekamar sama kamu? Karena aku sadar bisa berdua
kamu seperti beberapa hari ini adalah hal yang sangat langka…..” Ucap Rika
pelan sambil menggeser duduknya lebih dekat disamping Rendy
Mendengar ucapan Rika yang
blak-blak an dan tentunya dalam keadaan sadar, membuat kerongkongan Rendy
terasa tercekat dan sedikit kaget.
“Ngaco kamu Ka….kalo aku khilaf
gimana? Kamu masih gadis….dan aku ga mau merusak masa depanmu apalagi membuat
janji atau harapan palsu sama kamu untuk penuhi keinginan kelakianku…” jawab Rendy
agak pelan takut terdengar orang yang lewat.
“Kalau kamu laki laki brengsek,
kamu sudah lakukan kemarin pada saat aku mabuk Ren…..dan aku…” Rika berhenti
berbicara , dan airmata menetes dari sudut matanya .
“Hei….kamu kenapa Ka..? kok
nangis…” Ucap Rendy lembut sambil mengambil tissue di meja lesehan dan
menghapus airmata Rika.
“Sebelum aku kenal Anton….aku
mengenal seorang pria…..David….dia anak temen mamaku….dia lama kuliah dan
tinggal di Amerika….gaya hidupnya sudah mengikuti gaya barat…bebas…..tapi mama
sanat percaya padanya…karena dia adalah anak sahabatnya……” Rika berhenti
bercerita sesaat dan meneguk minumannya, lalu menyandarkan kepalanya di pundak
Rendy.
Rendy hanya terdiam menunggu Rika
“Akhirnya David merenggut
kegadisanku Ren…..dan aku hamil….aku minta David bertanggung jawab, tapi hanya
menggugurkan kandunganku yang keluar dari mulutnya…..”kembali air mata meleleh
dipipi mulus Rika.
“Kamu ga cerita ke mama mu?” Ujar
Rendy
“Cerita….tapi mama sudah satu
kata dengan mamanya David…memintaku menggugurkan kandunganku…karena alasan
mereka ..aku dan David masih terlalu muda dan bisa jadi aib keluarga….” Lanjut
Rika kelu.
“Lalu…? Kemana sekarang laki laki
itu Ka..?” Balas Rendy dengan nada sedikit geram
“Setelah menggugurkan
kandungan…David kembali dikirim orang tuanya ke Amerika dan entah dimana
sekarang keberadaannya…ku simpan cerita ini tanpa satu orang pun tahu…dan itu
kenapa aku ga punya sahabat wanita seperti kebanyakan wanita-wanita
lainnya….takut aku kelepasan bercerita dan akhirnya akan diketahui orang banyak
dari mulut ke mulut….dan itu kenapa aku banyak menolak laki-laki lain walau
banyak yang menyukaiku….dan Anton….aku ga salahkan dia jika akhirnya dia
mencari wanita lain….karena selama dengan ku …aku hanya anggap dia sebagai
orang yang bisa antar aku pergi dan aku suruh-suruh, tanpa pernah dia bisa
menyentuh seperti layaknya dua orang yang berpacaran….” Rika menyeka air matanya
yang tak henti meleleh dipipinya.
Darah Rendy berdesir….hatinya
bergetar dan iba mendengar cerita pilu Rika, diremasnya jemari lentik milik
__ADS_1
Rika, dan dibelai lembut rambut pirang miliknya.
“Maafkan aku Ka…..kamu jadi sedih
dan ceritakan semua ini…..” ucap Rendy sambil terus membelai lembut rambut Rika.
“Gpp Ren….justru aku terima
kasih….rahasia yang ku simpan bertahun-tahun akhirnya bisa ku ceritakan pada
seseorang….sejak aku gugurin kandungan…..dan David ke Amerika…aku keluar dari
rumah dan menyewa rumah sendiri….dan aku jarang berkunjung ke rumah mama dan
papa….” Ujar Rika pelan
“Kamu ga boleh gitu Ka…sorry kalo
aku sok nasehati kamu…..walau bagaimanapun mereka orang tua mu…apalagi
mama….orang yang melahirkanmu….mereka mungkin bukan orang tua yang
sempurna…tapi mana ada sih Ka orang yang sempurna di dunia ini?
Kamu….aku…..pasti banyak kekurangannya….mereka pasti merindukanmu….dan ingin
tahu bagaimana kehidupan putrinya….” Balas Rendy lembut
Rentang usia yang berbeda 5 tahun
antara Rendy dan Rika, membuat Rika merasa nyaman dan merasa terlindungi, dan merasa
bisa bermanja-manja dengan laki laki disampingnya ini.
“Jujur aku juga kangen mama papa
Ren…..tapi aku takut…karena aku sudah lama pergi….” Ucap Rika lagi
“Memang dimana rumah orang tuamu
Ka…?” sahut Rendy
“Cikarang Bekasi Ren….”
“Oalah deket…kirain di Raja Ampat
atau Aceh…..ya udah….nanti kalau senggang…aku yang antar kamu kesana Ka…” Ujar Rendy sambil tertawa agar raut sedih Rika sedikit sirna
Rika tertawa kecil mendengarnya…”
Eh nanti kalo papa mama sangka kamu pacar atau calon ku gimana?”
“Ya gpp…paling aku senyum senyum
doang…..yang penting…kamu harus kembali ketemu dan akur lagi sama papa
mamamu…..masa lalu …biar tetap jadi masa lalu…..” Balas Rendy
“Eh kok kamu jadi kayak lagu
dangdutnya inul sih?” Ucap Rika sambil tertawa
“Nah ya…ketahuan….ternyata
diam-diam kamu penggemar dangdut juga….jangan jangan rambutmu pirang ikutin
inul ya?” mereka berdua tertawa terbahak-bahak
“Ka…udah jam 10 malam…balik ke
hotel yuk? Tapi sebelum itu kita balikin mobil rental dulu ya? Nanti jalan kaki
aja…hanya beberapa meter dari hotel kita kok….” Ujar Rendy
“Ok…” sahut Rika sambil
mengangguk lalu menghabiskan minuman dinginnya.
Setelah mengembalikan mobil
sewaan, Rendy dan Rika berjalan santai menyusuri trotoar jalan, Rika meraih
tangan Rendy dan menggandengnya, semilir angin malam itu terasa sejuk dan
dedaunan di pohon-pohon dipinggir jalan berayun pelan seolah mengimbangi
langkah dua manusia melewati suasana malam yang penuh romansa.
“Ren….mmmm…permintaan ku saat di
Malioboro gimana…?” Ucap Rika sambil melirik ke arah Rendy
“Yang mana..? yang soal antar ke
rumah papa mama mu?...kalo itu kan iya…..aku udah janji…” Ujar Rendy pura-pura
lupa, walau dia tahu maksud ucapan Rika.
“Rendy ihhhh….bukan ituuuuu…”
Balas Rika manja sambil menvubit pelan pinggang Rendy
__ADS_1