
Ditatapnya wajah Rika yang tengah
tertidur pulas, wajah nya cantik…..kulitnya putih bersih , dan Rendy tahu
dibalik selimut yang dikenakannya, Rika sudah tanpa busana. “Ahh…kacau nih…”
gerutunya.
Dengan Retno atau pun Reni,
mungkin sudah di ***** bibir merekah milik wanita di pelukannya saat ini, namun
dengan Rika…Rendy merasa ragu, walau bagaimanapun Rika masih seorang gadis, dan
juga rekan kerja sekantor dengannya.
Kembali dilirik jam tangannya, “
Jam 02.00 pagi….” Rasa kantuknya pun datang, dan akhirnya Rendy tertidur disisi
Rika.
“PLAKKKK…!!!” sebuah tamparan
keras Rendy rasakan dipipinya yang membuat kaget dan terbangun di tidurnya yang
lelap
“Rika,,????” Ucap Rendy masih
dengan rasa kaget dan mengusap pipinya dengan jemarinya.
“Jahat kamu Ren….!!! …kamu
manfaatkan keadaanku yang mabuk semalam…..apa yang sudah kamu lakukan Ren???”
suara Rika meninggi dan diakhiri dengan linangan air mata disudut matanya.
“Heiii…!! Dengar dulu
penjelasanku…dan jangan asal main tampar aja …..kamu yang sudah kelewatan Ka….aku
udah ingetin kamu berkali-kali di night club agar tidak terlampau banyak minum,
tapi kamu ga hiraukan…..susah payah aku dan supir Mr.David memapahmu untuk
kembali ke hotel dan ke kamarmu….dan saat aku mau kembali ke kamar…kamu yang
bersikeras menarik tanganku dan meminta aku temani kamu…..dan kamu sendiri yang
membuka pakaianmu……dan cam kan ini….aku tidak menyentuhmu apalagi melakukan
hubungan intim denganmu….jika itu yang mau kamu tahu….” Muka Rendy sedikit
marah dan setelah berbicara dia berdiri lalu keluar kamar .
Rika hanya termangu….dan semenit
kemudian dirinya merasa malu mendengar kata kata Rendy tadi, dia merasa murahan
di mata laki laki itu, apalagi memikirkan apa saja yang sudah dia ucapkan dan
dia lakukan pada saat hilang kesadarannya semalam.
Rika menuju kamar mandi dan
mengguyur dirinya di bawah kucuran air shower, untuk mengurangi rasa kacau
didalam hati dan pikirannya.
Setelah sedikit tenang dan
berganti pakaian, dia putuskan keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Rendy.
“Siapa…?” ujar Rendy dari dalam
kamar
“Aku Ren…Rika….” Balas Rika
dengan lidah sedikit kelu
Rendy membuka pintu, Rika
langsung menghambur kea rah Rendy dan memeluknya, “Maafkan aku Ren….” Ucapnya
sambil menyusupkan kepalanya di dada laki laki itu.
Rendy hanya terdiam dan membelai
rambut wanita cantik teman sekantornya itu, “Iya….sudah ka….sebaiknya kamu
beristirahat hari ini, biar aku saja yang temui klien perusahaan kita….mereka
Cuma punya waktu sedikit dan aku akan pakai grab saja untuk ketemu mereka…..”
__ADS_1
ucapnya lembut
“Tapi kamu ga marah kan Ren…? “
tatap Rika sendu
“Ngga…..masa aku marah sama orang
mabuk? Rugi….” Balas Rendy dengan tawa khasnya
Rika mencubit pinggang Rendy,
namun ia hanya tersenyum dan memluk lebih erat tubuh laki-laki tampan itu.
“Eh udah ah…nanti aku terlambat…..kita
masih punya waktu satu hari lagi di Jogja….nanti selesai meeting, kita akan
keliling nikmati kota jogja sampai besok….” Bisik Rendy
“Benar Ren…? Janji…?” ucap Rika
dengan mata berbinar binar bahagia.
Rendy membalasnya dengan anggukan
“makanya…lepas pelukannya…nanti kemejanya lecek nih…” kembali Rendy tertawa
kecil.
“Oke…aku kembali ke kamar ya? Aku
tungguin lho….”balas Rika…lalu tiba tiba mengecup bibir Rendy. Rendy sedikit
kaget dengan tindakan Rika yang diluar perkiraannya, wanita cantik dan imut itu
hilang dibalik pintu kembali ke kamarnya.
Waktu terasa berjalan lebih
lambat bagi Rika, sebentar-sebentar dia melihat jam di Handphone miliknya,
entah kenapa dirinya menjadi tidak sabar untuk segera bertemu laki laki bernama
Rendy itu dan dia kerap tersenyum sendiri membayangkan dirinya dan Rendy akan
menghabiskan sisa waktu perjalanan dinasnya sampai esok hari.
Jenuh menunggu kedatangan Rendy
membuat dirinya sedikit mengantuk, Rikapun tertidur hingga handphone nya
jawaban…” suara Rendy terdengar di telpon genggamnya.
“Eh…iya Ren…abis kamu lama….jadi
aku ngantuk….sebentar aku keluar ya?...” sahut Rika sambil bangkit dari tempat
tidur dan merias sedikit wajahnya di depan cermin.
Rika mengenakan kaos berlengan
pendek dan celana jeans, rambutnya pirangnya dibiarkan tergerai membuat
penampilannya makin cantik dan mempesona bagi kaum adam yang melihatnya.
Rendi sudah menunggunya sambil
menyandarkan tubuhnya di dinding lorong hotel, diliriknya Rika sekilas lalu
berjalan santai disisinya.
“Nanti jangan jauh jauh dari
aku…..tar kamu diculik….disangka artis lagi keluyuran….” Ucap Rendy santai
Wajah Rika bersemu merah
mendengar pujian dari Rendy, diliriknya laki laki tampan itu, ada desir aneh
dalam hatinya.
“Oh …oke ….kalo gitu…” balas Rika
seraya menggamit lengan Rendy, laki laki itu hanya tersenyum sambil menekan
tombol lift hotel.
“Kok kita ga ke lobby Ren? Malah
ke basemen? “ ujar Rika didalam lift saat Rendy menekan tombol B didalam lift.
“Tadi selesai meeting aku mampir
ke rental mobil, dan aku parkir dibasemen, memangnya kamu mau kita jalan kaki
__ADS_1
keliling jogja…?” ucap Rendy sambil tertawa kecil.
Mereka ditiba di kalibiru tempat
wisata dipinggiran kota jogja kulonprogo sekitar jam 4 sore, cuaca saat itu
agak mendung sehingga hawa disekitar saat itu menjadi sedikit sejuk. Hamparan
pepohonan hijau menyegarkan mata bagi yang melihatnya.
“Ren….ini indah banget…….” Ucap
Rika kaget sambil melihat alam diseklilingnya.
Rendy seperti biasa hanya
tersenyum, dan menyalakan rokoknya sambil duduk disamping Rika.
“Ren…semalam aku ngoceh apa saja
sih…?” ujar Rika sambil menyandarkan kepalanya dipundak Rendy.
“Mau tahu aja….atau mau tahu
banget..?” jawab Rendy terkekeh
“Ahhh…kamu …ayo dong….aku mau
tahu…sekonyol apa aku tadi malam….” Balas Rika pura pura cemberut didepan
Rendy.
“Mmmmm…sebentar…aku inget inget
dulu…..soalnya yang kamu ocehin banyak sih…” ujar Rendy lagi kembali tertawa
Rika kembali mencubit pinggang
Rendy
“Oke…oke…mmm…pertama kamu
bilang…apa dirimu kalah cantik dan sexy dari Retno….lalu …ya gitu….kamu buka
tuh baju kamu…buat kasih liat aku…” Ucap Rendy santai
Rika menutup mulutnya dengan
tangannya…”Oh My God…..trus ? kamu nikmati ya pemandangan itu? Hayooo
ngakuuu??!!” Balas Rika sambil menatap tajam ke arah Rendy.
“Tadinya sih maunya gitu….tapi
kasihan …takut kamu masuk angin…aku tutupi pakai selimut hotel…” Ujar Rendy
lagi sambil mneghisap rokoknya dan melirik ke arah Rika.
“Ren…janji ya ? jangan ceritakan
soal ini ke teman teman di kantor..?” Ucap Rika pelan sambil menatap Rendy
penuh harap.
“Iya…pasti….memangnya aku tukang
gossip seperti para perempuan…?” balas Rendy santai seraya tersenyum.
“Tapi …nggg…jujur….aku memang
cemburu…..dan aku ga pernah seperti ini sebelumnya sama cowok Ren…maafin aku
Ren….” Rika masih menatap wajah Rendy
“Ga perlu minta maaf…..itu hak
tiap orang buat suka….jatuh hati…cemburu…bahkan cinta…..” Balas Rendy lembut
“Aku boleh tahu….siapa wanita
yang ada dihatimu sekarang…? “ Ujar Rika lagi tanpa ragu merebahkan kepalanya
di paha Rendy.
“ Ga mau jawab ah….nanti kamu
cemburu lagi….buka baju lagi…repot aku…” Jawab Rendy sambil kembali tertawa
“Kamu ihhh…..” Ujar Rika mencubit
paha Rendy…”Bilang aja…aku gpp kok….kan kamu udah bilang tadi…hak tiap orang
untuk suka atau cemburu….”
“Oke….tapi janji ya jangan pake
__ADS_1
acara buka baju lagi…?” Rika mengangguk
“Initial nya “A”……