CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
TIGA WANITA


__ADS_3

Rendy tiba dirumahnya sekitar


pukul sebelas malam, didorongnya perlahan pintu pagar rumahnya untuk


memarkirkan mobilnya, agar tidak membangunkan mbok Surti dan Anisa, dan Rendy


memang selalu membawa kunci rumah cadangan karena dia juga seringkali pulang larut


karena pekerjaan atau saat kembali dari luar kota.


Saat membuka pintu dilihatnya


Putrinya Anisa tengah tertidur dipelukan Anita mantan istrinya di sofa panjang


ruang tamu.


Disingkirkan perlahan tangan


Anita yang tengah memeluk tubuh putrinya agar tidak terjatuh,lalu tubuh gadis


kecil itu di gendong Rendy ke kamarnya.


“Nit….bangun….kamu tidur sama


Anisa dikamar ….jangan disini…” bisik Rendy ke telinga Anita


“Mmmh….kamu baru pulang? Nisa


mana? “ setelah sadar Anisa sudah tak dipelukannya lagi.


“Sudah aku pindahin ke


kamar…sekarang kamu juga ke kamar nya…temani Anisa malam ini….” Ujar Rendy


Anita hanya mengangguk lalu


berdiri dan melangkah ke kamar tidur Anisa.


Badan Rendy terasa segar dibawah


guyuran air hangat dari shower kamar mandi yang terletak didalam kamarnya, lalu


seperti biasa dia memakai kaos dan celana pendeknya, lalu keluar kamar dan


menuju dapur, karena perutnya terasa lapar.


Hampir saja jantung Rendy copot


karena kaget, karena tiba tiba di dapur ada sosok seorang wanita yang berdiri


membelakanginya, ternyata Anita yang tengah menyendok nasi ke piring dan


meletakkannya di meja makan.


“Ya ampun Niiiit…hampir copot


jantungku….aku pikir hantu…” ujar Rendy


Anita hanya tersenyum dan tertawa


kecil “ Mana ada hantu ambil nasi di magic jar…..lagian masih penakut aja ya


kamu..?” ucap Anita sambil menata piring berisi nasi dan lauk pauk di meja


makan.


“Bukannya kamu udah pindah ke


kamar Nisa tadi? Terus tidur lagi…?” balas Rendy sambil duduk di kursi meja


makan dan mulai melahap nasi dan lauk pauk nya.


“Iya..tadinya mau tidur….tapi aku


ingat kamu pasti akan makan setelah pulang kerja dan mandi…” ujar Anita sambil


duduk di depan Rendy


Sekilas dilihatnya wajah cantik


alami milik mantan istrinya ….rambut hitam panjang yang tergerai….dengan kaos


tanpa lengan dan memperlihatkan kulitnya yang putih bersih. Cepat cepat Rendy


kembali menunduk dan melahap makanannya, dan mencoba membuang pikiran tentang


Anita.


“Gimana usaha salon nya?” ucap

__ADS_1


Rendy untuk mengalihkan pembicaraan dan berusaha bersikap biasa.


“Lumayan….ibu ibu sekitar sudah


mulai tahu dan beberapa sudah jadi langganan….” Cukup untuk bayar pegawai dan


selebihnya ku simpan.


“Wah bagus itu…..mana tahu kalo


sudah besar bisa buka cabang dimana-mana” ujar Rendy lagi ,sambil meminum


segelas air seusai makan malamnya.


“Ngga ah….aku cukup dengan salon


itu aja…untuk aktivitas sehari-hari dan cukupi kebutuhanku sendiri…dan yang


terpenting bisa dekat dengan Nisa…aku ga perlu  lebih dari itu…..untuk menebus kesalahanku bertahun-tahun…” tiba tiba


air mata Anita meleleh dipipinya, dia mencoba menghapusnya dengan jari jari


lentiknya.


Rendy berdiri dan menghampiri


Anita, dia berdiri disisi Anita yang masih terduduk dikursi makan, wanita itu


menyandarkan kepalanya di perut Rendy yang tengah berdiri, dan Rendy


menggenggam jemarinya tanpa bisa berkata apapun. Hanya heningnya malam itu yang


ada ditengah mereka berdua,benak mereka layaknya sebuah kaset video yang


diputar kembali ke belakang, lalu secara perlahan di putar kembali dan


perlihatkan potongan adegan demi adegan.


“Sudah larut….kamu temani Nisa


tidur ya Nit?...” bisik Rendy sambil mengusap kepalanya, Anita mengangguk,


sebelum masuk ke kamar…ditatapnya tubuh sosok laki laki tampan itu, sosok yang


dulu selalu ada disisinya disaat malam, sosok yang tubuhnya selalu ia peluk agar


masuk dan berusaha tidur disebelah Anisa buah hatinya.


Pagi itu dari kamarnya


samar-samar Rendy mendengar celoteh riang putri kesayangannya Anisa, sepertinya


dia sedang bersiap-siap akan sekolah, sedikit enggan dia bangkit dari tempat


tidurnya karena tidur agak larut semalam, namun dia ingat pagi ini ia harus


meeting dengan Mr.Albert mengenai beberapa pekerjaan.


Setelah mandi dan berpakaian


Rendy keluar kamar untuk sarapan dan menemui putrinya, sesaat Rendy sempat


terkesiap, dilihat nya Anita yang sedang menyiapkan sarapan dimeja dibantu Mbok


Surti, terlihat sangat cantik, baju tanpa lengan, dan celana panjang bahan yang


senada dengan baju yang dikenakannya membuat dia terlihat anggun dan sexy.


“Ayah….ibu cantik ya?” celoteh


Nisa membuat Rendy tersontak kaget .


“Eh…ngg…iya…..kan anaknya juga


cantik…” Balas Rendy sambil mencoba menguasai situasi dan duduk di kursi meja


makan.


Tak lama kemudian terdengar suara


motor tukang ojek langganan yang setiap hari antar jemput Nisa ke sekolah.


“Ayah….ibu….Nisa berangkat dulu


ya?” ucap gadis itu ceria sambil mencium tangan Rnedy dan Anita.


Rendy melirik jam tangannya,


hampir pukul 07.00 pagi, jam delapan dia sudah harus berada di Pabrik untuk

__ADS_1


bertemu Mr.Albert, Mr Albert adalah orang yang selalu tepat waktu, sudah ga


terhitung para staf/karyawannya yang di semprotnya jika terlambat meeting atau


tidak tepat waktu.


Dia langsung buru-buru menyantap


nasi goreng yang sudah tersedia di meja, dalam sekejap sepiring nasi goreng itu


habis tak tersisa.


“Mbok Surti…Nasi goreng


nya…uenaaaaakkk banget….besok besok bikin kayak gini lagi ya ?” ucap Rendy


sambir meminum segelas air putih dimeja


“Ngg….yang buat bukan saya


pak…tapi ibu….” Ujar Mbok Surti sambil menunjukan jari jempolnya ke arah Anita


yang tengah tersipu malu mendengar  pujian dari Rendy soal masakannya.


“Ohhh….wah….enak Nit…..enak….”


hanya itu yang bisa di ucapkan Rendy sambil menyeka mulutnya dengan tissue,lalu


tergesa gesa menuju mobilnya.


“Ayaaaah….eh nggg Ren….ini tas


mu…” ujar Anita sambil menghampiri Rendy yang sedang membuka pintu mobil seraya


menjinjing tas kerja milik Rendy yang terlupa.


“Oh iya….waduh…kalo sampe


ketinggalan, repot…bahan bahan meetingnya ada disitu semua…makasih ya ..” Balas


Rendy sambil meletakkan tas nya di jok belakang mobil.


Pagi itu Rendy dibuat kaget dua


kali oleh Anita, pertama penampilannya yang memukau pagi itu, lalu lezatnya


masakannya dan kali ini tiba tiba Anita meraih tangan Rendy untuk menciumnya,


Rendy terlihat gugup dan salah tingkah dibuatnya.


“MMM…ehhh ok…aku jalan dulu


Nit…..” Ucap Rendy dengan nada sedikit grogi , lalu tak lama kemudian bersama


mobilnya pergi meninggalkannya.


Pabrik masih sepi saat mobil


Rendy memasuki halaman pabrik , hanya terlihat beberapa karyawan/buruh dan


beberapa supir tengah mencuci kendaraan pabrik sebagai rutinitas mereka setiap


pagi sebelum harus hilir mudik mengantar barang hasil produksi.


Rendy masuk kedalam ruangannya di


lantai dua pabrik dan masuk keruangannya, Mpok Rohana nama wanita paruh baya


itu menghampiri Rendy dan berbicara di mulut pintu ruangannya, “Mau kopi hitam


pak?” ujarnya ramah


“Iya Mpok….ok….” ujar Rendy


sambil tersenyum


Sesaat Rendy termenung, sekilas


bayangan tiga wanita berseliweran di benaknya, Retno….wanita cantik ,pengusaha


sukses dan smart serta menjadi impian para pria untuk memilikinya, lalu


Leni…wanita sederhana ,ayu dan penuh kasih serta kelembutannya dan


Anita….wanita yang pernah dicintainya, ibu dari putri semata wayangnya Anisa….


“Ahhh….Semua nyaris sempurna…”


Gumam Rendy seraya mengisap dalam dalam rokok kesukaannya.

__ADS_1


__ADS_2