
Rendy tiba dirumahnya sekitar
pukul sebelas malam, didorongnya perlahan pintu pagar rumahnya untuk
memarkirkan mobilnya, agar tidak membangunkan mbok Surti dan Anisa, dan Rendy
memang selalu membawa kunci rumah cadangan karena dia juga seringkali pulang larut
karena pekerjaan atau saat kembali dari luar kota.
Saat membuka pintu dilihatnya
Putrinya Anisa tengah tertidur dipelukan Anita mantan istrinya di sofa panjang
ruang tamu.
Disingkirkan perlahan tangan
Anita yang tengah memeluk tubuh putrinya agar tidak terjatuh,lalu tubuh gadis
kecil itu di gendong Rendy ke kamarnya.
“Nit….bangun….kamu tidur sama
Anisa dikamar ….jangan disini…” bisik Rendy ke telinga Anita
“Mmmh….kamu baru pulang? Nisa
mana? “ setelah sadar Anisa sudah tak dipelukannya lagi.
“Sudah aku pindahin ke
kamar…sekarang kamu juga ke kamar nya…temani Anisa malam ini….” Ujar Rendy
Anita hanya mengangguk lalu
berdiri dan melangkah ke kamar tidur Anisa.
Badan Rendy terasa segar dibawah
guyuran air hangat dari shower kamar mandi yang terletak didalam kamarnya, lalu
seperti biasa dia memakai kaos dan celana pendeknya, lalu keluar kamar dan
menuju dapur, karena perutnya terasa lapar.
Hampir saja jantung Rendy copot
karena kaget, karena tiba tiba di dapur ada sosok seorang wanita yang berdiri
membelakanginya, ternyata Anita yang tengah menyendok nasi ke piring dan
meletakkannya di meja makan.
“Ya ampun Niiiit…hampir copot
jantungku….aku pikir hantu…” ujar Rendy
Anita hanya tersenyum dan tertawa
kecil “ Mana ada hantu ambil nasi di magic jar…..lagian masih penakut aja ya
kamu..?” ucap Anita sambil menata piring berisi nasi dan lauk pauk di meja
makan.
“Bukannya kamu udah pindah ke
kamar Nisa tadi? Terus tidur lagi…?” balas Rendy sambil duduk di kursi meja
makan dan mulai melahap nasi dan lauk pauk nya.
“Iya..tadinya mau tidur….tapi aku
ingat kamu pasti akan makan setelah pulang kerja dan mandi…” ujar Anita sambil
duduk di depan Rendy
Sekilas dilihatnya wajah cantik
alami milik mantan istrinya ….rambut hitam panjang yang tergerai….dengan kaos
tanpa lengan dan memperlihatkan kulitnya yang putih bersih. Cepat cepat Rendy
kembali menunduk dan melahap makanannya, dan mencoba membuang pikiran tentang
Anita.
“Gimana usaha salon nya?” ucap
__ADS_1
Rendy untuk mengalihkan pembicaraan dan berusaha bersikap biasa.
“Lumayan….ibu ibu sekitar sudah
mulai tahu dan beberapa sudah jadi langganan….” Cukup untuk bayar pegawai dan
selebihnya ku simpan.
“Wah bagus itu…..mana tahu kalo
sudah besar bisa buka cabang dimana-mana” ujar Rendy lagi ,sambil meminum
segelas air seusai makan malamnya.
“Ngga ah….aku cukup dengan salon
itu aja…untuk aktivitas sehari-hari dan cukupi kebutuhanku sendiri…dan yang
terpenting bisa dekat dengan Nisa…aku ga perlu lebih dari itu…..untuk menebus kesalahanku bertahun-tahun…” tiba tiba
air mata Anita meleleh dipipinya, dia mencoba menghapusnya dengan jari jari
lentiknya.
Rendy berdiri dan menghampiri
Anita, dia berdiri disisi Anita yang masih terduduk dikursi makan, wanita itu
menyandarkan kepalanya di perut Rendy yang tengah berdiri, dan Rendy
menggenggam jemarinya tanpa bisa berkata apapun. Hanya heningnya malam itu yang
ada ditengah mereka berdua,benak mereka layaknya sebuah kaset video yang
diputar kembali ke belakang, lalu secara perlahan di putar kembali dan
perlihatkan potongan adegan demi adegan.
“Sudah larut….kamu temani Nisa
tidur ya Nit?...” bisik Rendy sambil mengusap kepalanya, Anita mengangguk,
sebelum masuk ke kamar…ditatapnya tubuh sosok laki laki tampan itu, sosok yang
dulu selalu ada disisinya disaat malam, sosok yang tubuhnya selalu ia peluk agar
masuk dan berusaha tidur disebelah Anisa buah hatinya.
Pagi itu dari kamarnya
samar-samar Rendy mendengar celoteh riang putri kesayangannya Anisa, sepertinya
dia sedang bersiap-siap akan sekolah, sedikit enggan dia bangkit dari tempat
tidurnya karena tidur agak larut semalam, namun dia ingat pagi ini ia harus
meeting dengan Mr.Albert mengenai beberapa pekerjaan.
Setelah mandi dan berpakaian
Rendy keluar kamar untuk sarapan dan menemui putrinya, sesaat Rendy sempat
terkesiap, dilihat nya Anita yang sedang menyiapkan sarapan dimeja dibantu Mbok
Surti, terlihat sangat cantik, baju tanpa lengan, dan celana panjang bahan yang
senada dengan baju yang dikenakannya membuat dia terlihat anggun dan sexy.
“Ayah….ibu cantik ya?” celoteh
Nisa membuat Rendy tersontak kaget .
“Eh…ngg…iya…..kan anaknya juga
cantik…” Balas Rendy sambil mencoba menguasai situasi dan duduk di kursi meja
makan.
Tak lama kemudian terdengar suara
motor tukang ojek langganan yang setiap hari antar jemput Nisa ke sekolah.
“Ayah….ibu….Nisa berangkat dulu
ya?” ucap gadis itu ceria sambil mencium tangan Rnedy dan Anita.
Rendy melirik jam tangannya,
hampir pukul 07.00 pagi, jam delapan dia sudah harus berada di Pabrik untuk
__ADS_1
bertemu Mr.Albert, Mr Albert adalah orang yang selalu tepat waktu, sudah ga
terhitung para staf/karyawannya yang di semprotnya jika terlambat meeting atau
tidak tepat waktu.
Dia langsung buru-buru menyantap
nasi goreng yang sudah tersedia di meja, dalam sekejap sepiring nasi goreng itu
habis tak tersisa.
“Mbok Surti…Nasi goreng
nya…uenaaaaakkk banget….besok besok bikin kayak gini lagi ya ?” ucap Rendy
sambir meminum segelas air putih dimeja
“Ngg….yang buat bukan saya
pak…tapi ibu….” Ujar Mbok Surti sambil menunjukan jari jempolnya ke arah Anita
yang tengah tersipu malu mendengar pujian dari Rendy soal masakannya.
“Ohhh….wah….enak Nit…..enak….”
hanya itu yang bisa di ucapkan Rendy sambil menyeka mulutnya dengan tissue,lalu
tergesa gesa menuju mobilnya.
“Ayaaaah….eh nggg Ren….ini tas
mu…” ujar Anita sambil menghampiri Rendy yang sedang membuka pintu mobil seraya
menjinjing tas kerja milik Rendy yang terlupa.
“Oh iya….waduh…kalo sampe
ketinggalan, repot…bahan bahan meetingnya ada disitu semua…makasih ya ..” Balas
Rendy sambil meletakkan tas nya di jok belakang mobil.
Pagi itu Rendy dibuat kaget dua
kali oleh Anita, pertama penampilannya yang memukau pagi itu, lalu lezatnya
masakannya dan kali ini tiba tiba Anita meraih tangan Rendy untuk menciumnya,
Rendy terlihat gugup dan salah tingkah dibuatnya.
“MMM…ehhh ok…aku jalan dulu
Nit…..” Ucap Rendy dengan nada sedikit grogi , lalu tak lama kemudian bersama
mobilnya pergi meninggalkannya.
Pabrik masih sepi saat mobil
Rendy memasuki halaman pabrik , hanya terlihat beberapa karyawan/buruh dan
beberapa supir tengah mencuci kendaraan pabrik sebagai rutinitas mereka setiap
pagi sebelum harus hilir mudik mengantar barang hasil produksi.
Rendy masuk kedalam ruangannya di
lantai dua pabrik dan masuk keruangannya, Mpok Rohana nama wanita paruh baya
itu menghampiri Rendy dan berbicara di mulut pintu ruangannya, “Mau kopi hitam
pak?” ujarnya ramah
“Iya Mpok….ok….” ujar Rendy
sambil tersenyum
Sesaat Rendy termenung, sekilas
bayangan tiga wanita berseliweran di benaknya, Retno….wanita cantik ,pengusaha
sukses dan smart serta menjadi impian para pria untuk memilikinya, lalu
Leni…wanita sederhana ,ayu dan penuh kasih serta kelembutannya dan
Anita….wanita yang pernah dicintainya, ibu dari putri semata wayangnya Anisa….
“Ahhh….Semua nyaris sempurna…”
Gumam Rendy seraya mengisap dalam dalam rokok kesukaannya.
__ADS_1