
“Kok kamu jadi sewot dan emosi
gitu sih Ka..? kalau ga ada apa-apa biasa aja dong…” Balas Satrai sedikit
dengan nada tinggi.
“Pokoknya antar aku pulang…!!!
Atau aku turun disini…!!” Ucap Rika setengah berteriak
“Oke…oke…aku antar kamu
pulang….tapi kita mampir minum dulu ya? Aku haus tadi sejak nunggu kamu di
tempat kerjamu….setelah itu baru aku antar pulang ya? Ya?” Ujar Satria dengan
nada lembut.
“Walau masih dengan wajah
cemberut, Rika menganggukkan kepalanya, “ Baik…tapi sebentar aja ya? Setelah
itu antar aku pulang…”
“Baik Princess…..” Ujar Satria
seraya tersenyum dan membelokkan mobilnya ke sebuah Resto yang agak sepi.
Mereka memesan dua gelas minuman
dingin, dan kentang goreng sebagai cemilan.
“Aku ke toilet sebentar….” Ucap
Rika sambil berdiri ,bersamaan dengan pelayan yang datang membawa pesanan
mereka.
Satria menatap sekeliling Resto,
“Sepi…” gumamnya, sambil mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya, botol kecil
berisi cairan seperti air mineral dituangkannya ke dalam gelas minuman milik
Rika, sambil melihat keadaan sekeliling, agar tidak ada orang yang memergoki
perbuatannya sore itu.
Selang beberapa menit, Rika
kembali ke meja mereka, lalu di teguknya sampai habis setengah gelas minuman
dingin pesanannya.
Sesekali Satrai melihat jam
ditangannya, dan melirik ke wajah Rika, mungkin dia ingin tahu reaksi cairan
yang dituangkannya tadi kedalam gelas milik Rika.
“Ayo kita pulang sekarang Sat….”
ucap Rika setelah minuman dalam gelasnya benar-benar habis.
“Oke…aku bayar dulu ya? Kamu
duluan aja ke mobil…” Balas Satria dengan senyuman aneh tersungging disudut
bibirnya.
Langkah Rika sempat terhuyung
saat akan sampai di area parkir, sambil tangannya memegang dahinya.
“Kamu kenapa Ka…?” Ucap Satria
sambil berlari kecil menghampirinya.
“Ga tahu nih…tiba-tiba pusing
aja….masuk angina kali…cepat antar aku pulang ya Sat..?” Balas Rika sambil
masuk ke dalam mobil dan menyandarkan tubuhnya seraya memejamkan matanya.
Satria melirik kearah Rika
disampingnya, sambil mengendarai mobilnya , dia lihat Rika sudah tidak bergerak
__ADS_1
dan tertidur pulas akibat pengaruh cairan yang dituangkannya tadi.
Mobil Satria tidak menuju kearah
rumah Rika, namun dia berbelok ke sebuah penginapan yang sudah sekaigus garasi
tempat mobil, sehingga tidak akan menarik perhatian orang saat dia menggendong
Rika dari dalam mobil ke kamar penginapan.
Setelah check in dan memberi tips
kepada roomboy yang mengantarnya ke pavilion penginapan, dia menutup pintu
rolling door garasi dan membopong Rika ke dalam kamar dari pintu penguhubung
garasi dan ruang penginapan.
Direbahkannya tubuh mungil Rika
di ranjang kamar, Satria menyeringai dan tatapan liar, wajah sopan dan lembut
yang orang – orang lihat pada dirinya, sirna saat itu.
Satria menyeringai dan menatap
nafsu tubuh Rika yang tergolek tak sadar di ranjang penginapan, sambil membuka
seluruh pakaiannya satu persatu.
Lalu dihampirinya tubuh Rika,
dibuka nya pakain wanita itu dengan kasar, dan melemparnya satu persatu ke
sudut ruangan
“Kamu pikir aku ga tahu kalau
kamu sudah pernah tidur dengan beberapa pria heh???....sok suci lu
pelacurrrrr…!!!” maki Satria sambil menampar pipi Rika dan membuka sembua
pakaian Rika hingga wanita cantik itu tak mengenakan sehelai benangpun.
Rika benar benar tak terbangun
suara tawa Satria saat menyetubuhi wanita berkulit putih dan cantik itu
terdengar diseluruh ruangan, laki laki itu menyetubuhi Rika dengan Rika hingga
beberapa kali.
Hingga beberapa jam Rika masih
tak sadarkan diri, sampai ketika dia mulai terbangun dan merasakan tubuhnya
serasa remuk dan linu ,juga dibagian ***********.
Rika kaget dan panik bukan
kepalang saat melihat dibalik selimut tubuhnya sudah tak mengenakan apa-apa,
samar-samar dilihatnya Satrai sedang duduk menonton televise sambil menghisap
rokoknya.
Dengan sisa tenaga yang ia punya,
Rika memungut seluruh pakaiannya yang tercecer di sudut ruangan, setelah
dikenakannya kembali ,dengan langkah lemah dia hampiri Satria, dan dengan sisa
tenaga yang dia punya, dia menampar laki-laki itu.
“Plakkk…!!!” sebuah tamparan
keras mendarat di pipi Satria
“Bajingan kamu Satria…!!! Apa
yang sudah kamu lakukan hah????!!....ga nyangka aku…kamu setega ini Sat….!!!”
Ucap Rika setengah berteriak, disusul
tangisnya yang meledak lalu Rika terduduk lemas di tepi ranjang.
Satra memegang dengan santai pipi
__ADS_1
bekas tamparan Rika sambil menghembuskan asap rokoknya, “Sudahlah Ka…ga usah
sok di dramasitir begitu….toh kamu sudah bukan virgin kan…? Dan bukan kali ini
kamu tidur dengan seorang pria…” Ujar Satria sambil menyeringai.
“Tapi bukan berarti aku wanita
murahan brengsekkkk!!!...” maki Rika
“Ternyata ini aslinya kamu ya
sat…menyesal aku telah dekat denganmu….ternyata papa mamaku betul tentang
kamu….semua kesopanan dan kelembutan kamu dibuat-buat dan palsu…!!!” Lanjut
Rika lagi
“Oh ya sudah….aku juga ga berniat
berumah tangga sama kamu kok…apalagi nikahi kamu…” jawab Satria santai dengan
senyum meledek.
“Memang bajingan kamu Sat…akan
aku laporkan perbuatanmu ke polisi….” Bentak Rika
“Laporkan saja Ka…aku ini lulusan
fakultas hukum, kamu mau nuntut pemerkosaan…? Mana bukti perlawanan darimu..?
ga ada….malah para polisi akan tertawakan kamu nanti…diperkosa kok ga ngelawan
dan malah menikmati…..” Balas Satria seraya tertawa.
Rika berusaha dengan sekuat
tenaga untuk berdiri dan ingin segera pergi dari ruangan itu, dengan sisa sisa
tenaga yang dia punya, dia berjalan keluar area penginapan, dia tak perduli
saat itu sudah hampir tengah malam, dan dia berada dipinggiran Jakarta.
Namun Rika sedikit beruntung, tak
lama dia keluar dari area tempat
penginapan , sebuah taxi juga keluar dari situ , mungkin setelah mengantar tamu
penginapan. Dia langsung menyetopnya dan bergegas masuk ke dalam taxi.
Didalam taxi air mata Rika
berderai dan meratapi nasibnya dan apa yang baru saja terjadi padanya. “Apakah
aku tak pantas mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pria? Apakah aku
begitu rendah dimata mereka? “ batin Rika, dia menginagt semua yang rerjadi di
masa lalunya, selama perjalanan hdupnya , mengenal beberapa pria . “Apakah
mereka hanya inginkan tubuhku…?” gumam Rika lagi sambil menatap gelapnya malam
dari balik kaca jendela mobil.
Tiba –tiba saja bayangan Rendy
hadir dan melintas dibenaknya, hanya dengan laki-laki ini Rika meminta….hanya
dengan laki-laki ini Rika melakukan dengan hati dan rasa sayang yang dia punya.
“Rendy……” gumam Rika, “kamu pasti
sekarang makin jijik denganku Ren….aku wanita murahan….” Ucap Rika dalam hati
Ingin rasanya malam itu dia
menghambur ke pelukan laki-laki yang pernah di peluknya sepanjang malam di
Jogja dulu, penuh kehangatan,kelembutan dan dirinya merasa nyaman dan merasa
terlindungi saat bersamanya.
“Aku sayang kamu Ren….bahkan
mungkin jatuh cinta padamu….tapi aku sadar ..kamu sulit untuk digapai….kamu tak
__ADS_1
mungkin ku miliki…..” batin Rika dengan air mata yang meleleh dipipinya