CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
SULIT UNTUK DI GAPAI


__ADS_3

“Kok kamu jadi sewot dan emosi


gitu sih Ka..? kalau ga ada apa-apa biasa aja dong…” Balas Satrai sedikit


dengan nada tinggi.


“Pokoknya antar aku pulang…!!!


Atau aku turun disini…!!” Ucap Rika setengah berteriak


“Oke…oke…aku antar kamu


pulang….tapi kita mampir minum dulu ya? Aku haus tadi sejak nunggu kamu di


tempat kerjamu….setelah itu baru aku antar pulang ya? Ya?” Ujar Satria dengan


nada lembut.


“Walau masih dengan wajah


cemberut, Rika menganggukkan kepalanya, “ Baik…tapi sebentar aja ya? Setelah


itu antar aku pulang…”


“Baik Princess…..” Ujar Satria


seraya tersenyum dan membelokkan mobilnya ke sebuah Resto yang agak sepi.


Mereka memesan dua gelas minuman


dingin, dan kentang goreng sebagai cemilan.


“Aku ke toilet sebentar….” Ucap


Rika sambil berdiri ,bersamaan dengan pelayan yang datang membawa pesanan


mereka.


Satria menatap sekeliling Resto,


“Sepi…” gumamnya, sambil mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya, botol kecil


berisi cairan seperti air mineral dituangkannya ke dalam gelas minuman milik


Rika, sambil melihat keadaan sekeliling, agar tidak ada orang yang memergoki


perbuatannya sore itu.


Selang beberapa menit, Rika


kembali ke meja mereka, lalu di teguknya sampai habis setengah gelas minuman


dingin pesanannya.


Sesekali Satrai melihat jam


ditangannya, dan melirik ke wajah Rika, mungkin dia ingin tahu reaksi cairan


yang dituangkannya tadi kedalam gelas milik Rika.


“Ayo kita pulang sekarang Sat….”


ucap Rika setelah minuman dalam gelasnya benar-benar habis.


“Oke…aku bayar dulu ya? Kamu


duluan aja ke mobil…” Balas Satria dengan senyuman aneh tersungging disudut


bibirnya.


Langkah Rika sempat terhuyung


saat akan sampai di area parkir, sambil tangannya memegang dahinya.


“Kamu kenapa Ka…?” Ucap Satria


sambil berlari kecil menghampirinya.


“Ga tahu nih…tiba-tiba pusing


aja….masuk angina kali…cepat antar aku pulang ya Sat..?” Balas Rika sambil


masuk ke dalam mobil dan menyandarkan tubuhnya seraya memejamkan matanya.


Satria melirik kearah Rika


disampingnya, sambil mengendarai mobilnya , dia lihat Rika sudah tidak bergerak

__ADS_1


dan tertidur pulas akibat pengaruh cairan yang dituangkannya tadi.


Mobil Satria tidak menuju kearah


rumah Rika, namun dia berbelok ke sebuah penginapan yang sudah sekaigus garasi


tempat mobil, sehingga tidak akan menarik perhatian orang saat dia menggendong


Rika dari dalam mobil ke kamar penginapan.


Setelah check in dan memberi tips


kepada roomboy yang mengantarnya ke pavilion penginapan, dia menutup pintu


rolling door garasi dan membopong Rika ke dalam kamar dari pintu penguhubung


garasi dan ruang penginapan.


Direbahkannya tubuh mungil Rika


di ranjang kamar, Satria menyeringai dan tatapan liar, wajah sopan dan lembut


yang orang – orang lihat pada dirinya, sirna saat itu.


Satria menyeringai dan menatap


nafsu tubuh Rika yang tergolek tak sadar di ranjang penginapan, sambil membuka


seluruh pakaiannya satu persatu.


Lalu dihampirinya tubuh Rika,


dibuka nya pakain wanita itu dengan kasar, dan melemparnya satu persatu ke


sudut ruangan


“Kamu pikir aku ga tahu kalau


kamu sudah pernah tidur dengan beberapa pria heh???....sok suci lu


pelacurrrrr…!!!” maki Satria sambil menampar pipi Rika dan membuka sembua


pakaian Rika hingga wanita cantik itu tak mengenakan sehelai benangpun.


Rika benar benar tak terbangun


suara tawa Satria saat menyetubuhi wanita berkulit putih dan cantik itu


terdengar diseluruh ruangan, laki laki itu menyetubuhi Rika dengan Rika hingga


beberapa kali.


Hingga beberapa jam Rika masih


tak sadarkan diri, sampai ketika dia mulai terbangun dan merasakan tubuhnya


serasa remuk dan linu ,juga dibagian ***********.


Rika kaget dan panik bukan


kepalang saat melihat dibalik selimut tubuhnya sudah tak mengenakan apa-apa,


samar-samar dilihatnya Satrai sedang duduk menonton televise sambil menghisap


rokoknya.


Dengan sisa tenaga yang ia punya,


Rika memungut seluruh pakaiannya yang tercecer di sudut ruangan, setelah


dikenakannya kembali ,dengan langkah lemah dia hampiri Satria, dan dengan sisa


tenaga yang dia punya, dia menampar laki-laki itu.


“Plakkk…!!!” sebuah tamparan


keras mendarat di pipi Satria


“Bajingan kamu Satria…!!! Apa


yang sudah kamu lakukan hah????!!....ga nyangka aku…kamu setega ini Sat….!!!”


Ucap Rika setengah  berteriak, disusul


tangisnya yang meledak lalu Rika terduduk lemas di tepi ranjang.


Satra memegang dengan santai pipi

__ADS_1


bekas tamparan Rika sambil menghembuskan asap rokoknya, “Sudahlah Ka…ga usah


sok di dramasitir begitu….toh kamu sudah bukan virgin kan…? Dan bukan kali ini


kamu tidur dengan seorang pria…” Ujar Satria sambil menyeringai.


“Tapi bukan berarti aku wanita


murahan brengsekkkk!!!...” maki Rika


“Ternyata ini aslinya kamu ya


sat…menyesal aku telah dekat denganmu….ternyata papa mamaku betul tentang


kamu….semua kesopanan dan kelembutan kamu dibuat-buat dan palsu…!!!” Lanjut


Rika lagi


“Oh ya sudah….aku juga ga berniat


berumah tangga sama kamu kok…apalagi nikahi kamu…” jawab Satria santai dengan


senyum meledek.


“Memang bajingan kamu Sat…akan


aku laporkan perbuatanmu ke polisi….” Bentak Rika


“Laporkan saja Ka…aku ini lulusan


fakultas hukum, kamu mau nuntut pemerkosaan…? Mana bukti perlawanan darimu..?


ga ada….malah para polisi akan tertawakan kamu nanti…diperkosa kok ga ngelawan


dan malah menikmati…..” Balas Satria seraya tertawa.


Rika berusaha dengan sekuat


tenaga untuk berdiri dan ingin segera pergi dari ruangan itu, dengan sisa sisa


tenaga yang dia punya, dia berjalan keluar area penginapan, dia tak perduli


saat itu sudah hampir tengah malam, dan dia berada dipinggiran Jakarta.


Namun Rika sedikit beruntung, tak


lama dia keluar dari area  tempat


penginapan , sebuah taxi juga keluar dari situ , mungkin setelah mengantar tamu


penginapan. Dia langsung menyetopnya dan bergegas masuk ke dalam taxi.


Didalam taxi air mata Rika


berderai dan meratapi nasibnya dan apa yang baru saja terjadi padanya. “Apakah


aku tak pantas mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pria? Apakah aku


begitu rendah dimata mereka? “ batin Rika, dia menginagt semua yang rerjadi di


masa lalunya, selama perjalanan hdupnya , mengenal beberapa pria . “Apakah


mereka hanya inginkan tubuhku…?” gumam Rika lagi sambil menatap gelapnya malam


dari balik kaca jendela mobil.


Tiba –tiba saja bayangan Rendy


hadir dan melintas dibenaknya, hanya dengan laki-laki ini Rika meminta….hanya


dengan laki-laki ini Rika melakukan dengan hati dan rasa sayang yang dia punya.


“Rendy……” gumam Rika, “kamu pasti


sekarang makin jijik denganku Ren….aku wanita murahan….” Ucap Rika dalam hati


Ingin rasanya malam itu dia


menghambur ke pelukan laki-laki yang pernah di peluknya sepanjang malam di


Jogja dulu, penuh kehangatan,kelembutan dan dirinya merasa nyaman dan merasa


terlindungi saat bersamanya.


“Aku sayang kamu Ren….bahkan


mungkin jatuh cinta padamu….tapi aku sadar ..kamu sulit untuk digapai….kamu tak

__ADS_1


mungkin ku miliki…..” batin Rika dengan air mata yang meleleh dipipinya


__ADS_2