CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
TEMPAT DI HATIMU


__ADS_3

Malam itu Rika tak bisa


memejamkan matanya, ingatannya melayang pada kejadian sore tadi, tapi bukan


karena melihat Anton dengan wanita lain maupun tamparan laki laki brengsek itu


ke pipinya, tapi saat jemarinya di genggam Rendy dan saat laki laki itu mencoba


melindunginya, rasa nyaman dan aman menjalar disekujur tubuhnya saat itu. Ingin


rasanya tadi dia menyandarkan kepalanya di dada Rendy, tapi nanti malah


dianggap wanita murahan….Rika menghela nafas panjang, dan tiba tiba saja rasa


rindu yang besar menyelimuti dirinya, ingin rasanya malam segera berganti pagi,


agar dia dapat melihat laki laki tampan dan penuh kharisma itu.


Keesokan paginya, Rika bergegas


berangkat menuju kantor, walau mata nya terasa sedikit berat karena masih


mengantuk akibat baru bisa memejamkan matanya sekitar jam 3 pagi tadi.


Sesampainya di kantor, dilihat


beberapa staff wanita termasuk fitri tengah berkumpul dan bicara dengan nada


setengah berbisik.


“Hei….gila ya kalian…jam berapa


nih? Udah nge gossip aja…” ujar Rika sambil menaruh tas di meja kerjanya


“Wah ka….gimana ga mau di


gosipin…..pagi pagi ada seorang wanita cantik banget…..tamunya Mr.Albert…trus


masuk keruangannya…..ga lama Pak Rendy datang dan ikut masuk….” Ucap Fitri


pelan


“Ya biasa aja dong….namanya juga


mereka mau meeting….dengan Mr.Albert..” potong Rika


“Yeeeee…makanya tunggu orang


selesai ngomong non…..” balas Fitri sedikit sewot


“Oke …trus…?” ujar Rika,


penasaran juga dia jadinya


“Setelah mereka selesai meeting,


wanita itu dan Pak Rendy keluar dari ruangan Mr.Albert, wanita itu menatap


mesra banget ke Pak Rendy, lalu Pak Rendy menggandengnya …lalu mereka pergi


deh….” Cerocos Fitri


Sepagi ini…..Pak Rendy sudah


datang? Dan siapa wanita yang diceritakan Fitri itu?...ahhh…beribu pertanyaan


hinggap dikepala Rika….rasa rindu yang di dadanya yang dia simpan sejak


semalam, kini bercampur gemuruh rasa cemburu yang sulit ia jelaskan.


“Aku kangen kamu Ren…..kamu


jarang banget kontak aku kalo bukan aku yang WA atau telpon….” Ucap seorang


wanita cantik yang ternyata adalah Retno. Pagi itu dia sudah bersama Rendy di


pinggiran pantai marina Ancol Jakarta, walau tak sebagus pantai Losari, mereka


ingin mengulang pertemuan mereka saat di Makasar dulu, awal dari kedekatan


mereka.


“Maafkan aku Ret….selain


pekerjaan, aku juga urus tempat tinggal ibu nya Anisa…mantan istriku…” Rendy berhenti


bercerita dan melirik Retno sekilas dari sudut matanya.


“Ka…mu…rujuk kembali ? kok kamu


ga cerita…?” Ucap Retno dengan tatapan tajam dan sedikit kesal.


“Aku ga rujuk Ret….saat aku


disurabaya, usai pertemuan bisnis ,kolega-kolega ku yang rata-rata keturunan


Tionghoa, mengajak ku ke tempat hiburan karaoke….tanpa ku sangka, Anita ibunya


Nisa bekerja sebagai LC peneman tamu disana….” Ujar Rendy


“Bukannya kata kamu, dulu dia


pergi dengan laki-laki lain yang secara materi lebih dari kamu?” balas Retno


cepat


“Itu betul Ret….ternyata laki


–laki itu hanya ingin bersenang senang saja hingga akhirnya mereka terdampar di


kota Surabaya sana….walau bagaimanpun, dia tetap ibu dari Nisa Ret…..aku gam au

__ADS_1


saat Nisa besar nanti mengetahui kalau ibunya bekerja dan terperosok di dunia


hiburan malam…..” ucap Rendy lagi


“Lalu…..?” lanjut Retno


“Aku minta dia kembali ke


Jakarta…aku carikan kontrakan untuk tempat tinggalnya….dan salon kecil sesuai


keahliannya, untuk kesibukan dan tempat dia mencari nafkah…..” Ujar Rendy lagi


“Kamu tahu apa yang kamu lakukan


Ren…? Aku wanita…..dengan apa yang kamu lakukan, seorang wanita pasti berpikir


kalau kamu masih menaruh harapan padanya…” Ucap Retno dengan nada sedikit


cemburu


“Ret….sepeninggal Anita dulu….aku


hanya tahu satu hal…aku berusaha bangkit dan semua yang kulakukan adalah untuk


kebahagiaan putriku Anisa….aku rela lakukan apa saja untuknya demi


kebahagiaannya…dan saat melihat tawa bahagianya saat bertemu ibunya….itu sudah


cukup bagiku…” balas Rendy sambil menatap ombak ombak kecil yang membentur


bebatuan.


Retno menghela nafas panjang


sesaat….” Lalu…jika dia ingin kembali padamu dan menjadi sebuah keluarga yang


utuh seperti sediakala? Kamu bersedia…?”


“Seperti yang aku bilang tadi…apa


yang kulakukan adalah untuk Anisa…bukan buat aku….jika Anita ingin kembali


padaku….hatiku sudah lama kututup untuknya…..” jelas Rendy


“Jika ada wanita lain yang


berusaha membuka hatimu? Apa kamu izinkan Ren..?” Ucap Retno sambil menatap


wajah tampan milik Rendy


“Siapa…? Tamara Blezynski…? Wah


kalau dia….kayaknya boleh juga…” balas Rendy sambil tertawa


“Rendyyyyyy…..ihhhhh orang lagi


serius juga…malah bercanda…..” Retno mencubit pinggang Rendy.


Rendy makin tertawa terbahak-bahak…..”Lagian kamu sih….pagi pagi sudah bahas


yang serius…..sarapan kita aja belum datang….”


Retno menyandarkan tubuhnya di


kursi dengan wajah cemberut, dengan masih dengan tawanya Rendy berucap….”


Oke…oke…jangan cemberut gitu dong……malu sama laut……iya…kalo soal hati,biar hati


yang jawab….biar waktu yang temukan jalannya…..ya? udah dong….senyum….”


Akhirnya Retno tersenyum melihat


wajah lucu Rendy….”Oke…Rendy Putra Alamsyah…..saya Retno Wulandari akan


berusaha membuka gembok di hatimu….ga perduli berapa lama waktu yang ku


perlukan…dan berapa kunci yang aku akan pakai untuk membukanya…..” Ujar Retno


seraya menggenggam jemari Rendy


“Hmm….jangan-jangan diantara


perusahaan perusahaan kamu…kamu buka usaha produksi kunci juga ya?” Balas Rendy


sambil tertawa dan berlari menjauh ke atas pasir pantai….


“Reendyyyyy….!!!” Ucap Retno


dengan sedikit berteriak, lalu mengejar laki-laki itu …tak banyak orang yang


datang saat itu, mungkin pertama karena masih pagi dan juga bukan hari libur


atau weekend…


Celoteh berisik burung-burung


camar yang tengah mencari makan, tenggelam bersama tawa dua manusia, yang penuh


dengan liku skenario hidupnya….bergulir dengan roda waktu …bertanya pada


siang….memohon pada malam…


Bagaimana….kenapa….mengapa……sejuta


pertanyaan seringkali terlontar dalam benak para manusia, namun seringkali juga


jawaban-jawaban atas pertanyaan mereka terletak pada waktu….waktu yang disusuri


mereka dikesehariannya….waktu yang akan tetap menjadi misteri dalam


kehidupannya.

__ADS_1


Retno tak lama berada di Jakarta,


besok dia sudah harus kembali ke Makasar untuk mengurus bisnis-bisnisnya. Rendy


mengantarnya ke bandara , terdengar dipengeras suara, bahwa pesawat yang akan


ditumpangi Retno akan berangkat..


“Aku sudah harus boarding Ren…”


Ujar Retno seraya berdiri dari tempat duduknya diikuti Rendy, tiba tiba saja


wanita itu tanpa canggung memeluk erat tubuhnya.


“Beri aku kesempatan dan beri


tempat di hatimu Ren…” bisik Retno ditelinga Rendy. Rendy hanya membalas dengan


belaian lembut di rambut panjang wanita cantik itu, enggan rasanya Retno


melangkahkan kakinya untuk meninggalkan laki laki itu, batinnya ingin berteriak


kalau dia ingin lewati setiap harinya bersama Rendy, tapi kehidupan duniawi dan


realita yang harus ia jalani membuatnya harus tetap pergi….


Siang itu diruang kerjanya, Rendy


tidak terlalu sibuk, iseng dia buka medsos Facebooknya di laptopnya, ternyata


ada pesan masuk di mesenggernya


“Leni….” Gumam Rendy


Leni Octavia, adalah wanita yang


dikenalnya lewat dunia maya, mereka sering bertukar cerita kehidupan mereka,


Rendy yang terkenal tertutup untuk masalah kehidupan pribadinya, dengan Leni


dia bisa bercerita apa saja lewat chat maupun telpon, walau belum sekalipun


bertemu, cukup lama juga mereka berteman dan saling chat atau telpon satu sama


lain, dari sana Rendy tahu kalau Leni adalah tipikal wanita yang sederhana, dan


bahkan jalan hidupnya pun penuh badai seperti hal nya Rendy, awal Rendy


mengenal Leni lewat Facebook adalah saat dulu Anita pergi meninggalkannya,


disaat Rendy sedang rapuh dan tidak percaya dengan namanya wanita di dunia


nyata, dia pilih dunia maya sebagai sarana dimana dia bisa keluarkan uneg-uneg


ataupun isi hatinya. Dari kisah nya Rendy tahu kalau Leni kini telah bercerai


dengan suaminya yang diam diam telah menikahi wanita lain, dari pernikahannya


Leni punya 3 anak laki-laki ,dan sekarang dia tinggal bersama ibunya sudah


lanjut usia di sebuah kontrakan di bilangan Jakarta timur. Dibacanya beberapa


pesan dari Leni


“APA KABAR ABANG? SEMOGA


SEHAT-SEHAT SAJA YA?.....SUDAH LAMA KITA GA KOMUNIKASI, TAPI LENI MAKLUM ABANG


PASTI SEDANG SIBUK DAN FOKUS KE PEKERJAAN, APA KABAR PUTRI ABANG? PASTI DIA


SUDAH BESAR YA SEKARANG…? OH YA BANG….LENI SEKARANG SUDAH PINDAH


KONTRAKAN..TAPI MASIH DI DAERAH JAKARTA TIMUR JUGA….OH YA BANG, ANAK LENI YANG


PERTAMA SYAM RENCANANYA MAU MASUK KE SMP TEMPAT ABANG BERSEKOLAH DULU, DOAIN


SEMUA KEHIDUPAN LENI BERJALAN LANCAR YA BANG? ABANG JAGA KESEHATAN….SEKARANG


LENI BUKA COUNTER PULSA DAN ASSESORI KECIL DIDEPAN RUMAH…OKE BANG..UDAH DULU


YA? NANTI LENI KONTAK LAGI….DAGH”


Dibalasnya pesan Leni,dilihat


dari tanggal pesan nya , Wanita itu menulis pesannya seminggu yang lalu


“ALHAMDULLILAH ABANG SEHAT LEN,


IYA…MAAF KITA JARANG KOMUNIKASI KARENA KESIBUKAN DAN AKTIVITAS PEKERJAAN,BILANG


SYAM SEKOLAH YANG RAJIN DAN SEMANGAT AGAR BISA JADI KEBANGGAAN IBUNYA, DAN


SALAM JUGA BUAT MAMAMU YA?SEMOGA KALIAN SEHAT-SEHAT SELALU, NANTI JIKA ABANG


ADA AKTIVITAS DI AREA JAKARTA TIMUR, INSYA ALLAH ABANG MAMPIR..BANYAK YANG


ABANG MAU CERITAIN, TAPI TERLALU PANJANG KALO DI CHAT HEHEHE…CAPEK NGETIKNYA


LEN…”


Setelah sekian lama berteman di


media sosial, baru kali ini Rendy katakan akan menemuinya, dengan Leni…Rendy


bisa bercerita apa aja, dan dia lepaskan semua jabatan, status sosial , materi


yang dia punya, karena Leni hanya wanita sederhana yang hanya tahu kerasnya


hidup di level bawah dan tidak memiliki ekspetasi yang berlebihan seperti para


wanita zaman sekarang pada umumnya.

__ADS_1


__ADS_2