
Malam itu Rika tak bisa
memejamkan matanya, ingatannya melayang pada kejadian sore tadi, tapi bukan
karena melihat Anton dengan wanita lain maupun tamparan laki laki brengsek itu
ke pipinya, tapi saat jemarinya di genggam Rendy dan saat laki laki itu mencoba
melindunginya, rasa nyaman dan aman menjalar disekujur tubuhnya saat itu. Ingin
rasanya tadi dia menyandarkan kepalanya di dada Rendy, tapi nanti malah
dianggap wanita murahan….Rika menghela nafas panjang, dan tiba tiba saja rasa
rindu yang besar menyelimuti dirinya, ingin rasanya malam segera berganti pagi,
agar dia dapat melihat laki laki tampan dan penuh kharisma itu.
Keesokan paginya, Rika bergegas
berangkat menuju kantor, walau mata nya terasa sedikit berat karena masih
mengantuk akibat baru bisa memejamkan matanya sekitar jam 3 pagi tadi.
Sesampainya di kantor, dilihat
beberapa staff wanita termasuk fitri tengah berkumpul dan bicara dengan nada
setengah berbisik.
“Hei….gila ya kalian…jam berapa
nih? Udah nge gossip aja…” ujar Rika sambil menaruh tas di meja kerjanya
“Wah ka….gimana ga mau di
gosipin…..pagi pagi ada seorang wanita cantik banget…..tamunya Mr.Albert…trus
masuk keruangannya…..ga lama Pak Rendy datang dan ikut masuk….” Ucap Fitri
pelan
“Ya biasa aja dong….namanya juga
mereka mau meeting….dengan Mr.Albert..” potong Rika
“Yeeeee…makanya tunggu orang
selesai ngomong non…..” balas Fitri sedikit sewot
“Oke …trus…?” ujar Rika,
penasaran juga dia jadinya
“Setelah mereka selesai meeting,
wanita itu dan Pak Rendy keluar dari ruangan Mr.Albert, wanita itu menatap
mesra banget ke Pak Rendy, lalu Pak Rendy menggandengnya …lalu mereka pergi
deh….” Cerocos Fitri
Sepagi ini…..Pak Rendy sudah
datang? Dan siapa wanita yang diceritakan Fitri itu?...ahhh…beribu pertanyaan
hinggap dikepala Rika….rasa rindu yang di dadanya yang dia simpan sejak
semalam, kini bercampur gemuruh rasa cemburu yang sulit ia jelaskan.
“Aku kangen kamu Ren…..kamu
jarang banget kontak aku kalo bukan aku yang WA atau telpon….” Ucap seorang
wanita cantik yang ternyata adalah Retno. Pagi itu dia sudah bersama Rendy di
pinggiran pantai marina Ancol Jakarta, walau tak sebagus pantai Losari, mereka
ingin mengulang pertemuan mereka saat di Makasar dulu, awal dari kedekatan
mereka.
“Maafkan aku Ret….selain
pekerjaan, aku juga urus tempat tinggal ibu nya Anisa…mantan istriku…” Rendy berhenti
bercerita dan melirik Retno sekilas dari sudut matanya.
“Ka…mu…rujuk kembali ? kok kamu
ga cerita…?” Ucap Retno dengan tatapan tajam dan sedikit kesal.
“Aku ga rujuk Ret….saat aku
disurabaya, usai pertemuan bisnis ,kolega-kolega ku yang rata-rata keturunan
Tionghoa, mengajak ku ke tempat hiburan karaoke….tanpa ku sangka, Anita ibunya
Nisa bekerja sebagai LC peneman tamu disana….” Ujar Rendy
“Bukannya kata kamu, dulu dia
pergi dengan laki-laki lain yang secara materi lebih dari kamu?” balas Retno
cepat
“Itu betul Ret….ternyata laki
–laki itu hanya ingin bersenang senang saja hingga akhirnya mereka terdampar di
kota Surabaya sana….walau bagaimanpun, dia tetap ibu dari Nisa Ret…..aku gam au
__ADS_1
saat Nisa besar nanti mengetahui kalau ibunya bekerja dan terperosok di dunia
hiburan malam…..” ucap Rendy lagi
“Lalu…..?” lanjut Retno
“Aku minta dia kembali ke
Jakarta…aku carikan kontrakan untuk tempat tinggalnya….dan salon kecil sesuai
keahliannya, untuk kesibukan dan tempat dia mencari nafkah…..” Ujar Rendy lagi
“Kamu tahu apa yang kamu lakukan
Ren…? Aku wanita…..dengan apa yang kamu lakukan, seorang wanita pasti berpikir
kalau kamu masih menaruh harapan padanya…” Ucap Retno dengan nada sedikit
cemburu
“Ret….sepeninggal Anita dulu….aku
hanya tahu satu hal…aku berusaha bangkit dan semua yang kulakukan adalah untuk
kebahagiaan putriku Anisa….aku rela lakukan apa saja untuknya demi
kebahagiaannya…dan saat melihat tawa bahagianya saat bertemu ibunya….itu sudah
cukup bagiku…” balas Rendy sambil menatap ombak ombak kecil yang membentur
bebatuan.
Retno menghela nafas panjang
sesaat….” Lalu…jika dia ingin kembali padamu dan menjadi sebuah keluarga yang
utuh seperti sediakala? Kamu bersedia…?”
“Seperti yang aku bilang tadi…apa
yang kulakukan adalah untuk Anisa…bukan buat aku….jika Anita ingin kembali
padaku….hatiku sudah lama kututup untuknya…..” jelas Rendy
“Jika ada wanita lain yang
berusaha membuka hatimu? Apa kamu izinkan Ren..?” Ucap Retno sambil menatap
wajah tampan milik Rendy
“Siapa…? Tamara Blezynski…? Wah
kalau dia….kayaknya boleh juga…” balas Rendy sambil tertawa
“Rendyyyyyy…..ihhhhh orang lagi
serius juga…malah bercanda…..” Retno mencubit pinggang Rendy.
Rendy makin tertawa terbahak-bahak…..”Lagian kamu sih….pagi pagi sudah bahas
yang serius…..sarapan kita aja belum datang….”
Retno menyandarkan tubuhnya di
kursi dengan wajah cemberut, dengan masih dengan tawanya Rendy berucap….”
Oke…oke…jangan cemberut gitu dong……malu sama laut……iya…kalo soal hati,biar hati
yang jawab….biar waktu yang temukan jalannya…..ya? udah dong….senyum….”
Akhirnya Retno tersenyum melihat
wajah lucu Rendy….”Oke…Rendy Putra Alamsyah…..saya Retno Wulandari akan
berusaha membuka gembok di hatimu….ga perduli berapa lama waktu yang ku
perlukan…dan berapa kunci yang aku akan pakai untuk membukanya…..” Ujar Retno
seraya menggenggam jemari Rendy
“Hmm….jangan-jangan diantara
perusahaan perusahaan kamu…kamu buka usaha produksi kunci juga ya?” Balas Rendy
sambil tertawa dan berlari menjauh ke atas pasir pantai….
“Reendyyyyy….!!!” Ucap Retno
dengan sedikit berteriak, lalu mengejar laki-laki itu …tak banyak orang yang
datang saat itu, mungkin pertama karena masih pagi dan juga bukan hari libur
atau weekend…
Celoteh berisik burung-burung
camar yang tengah mencari makan, tenggelam bersama tawa dua manusia, yang penuh
dengan liku skenario hidupnya….bergulir dengan roda waktu …bertanya pada
siang….memohon pada malam…
Bagaimana….kenapa….mengapa……sejuta
pertanyaan seringkali terlontar dalam benak para manusia, namun seringkali juga
jawaban-jawaban atas pertanyaan mereka terletak pada waktu….waktu yang disusuri
mereka dikesehariannya….waktu yang akan tetap menjadi misteri dalam
kehidupannya.
__ADS_1
Retno tak lama berada di Jakarta,
besok dia sudah harus kembali ke Makasar untuk mengurus bisnis-bisnisnya. Rendy
mengantarnya ke bandara , terdengar dipengeras suara, bahwa pesawat yang akan
ditumpangi Retno akan berangkat..
“Aku sudah harus boarding Ren…”
Ujar Retno seraya berdiri dari tempat duduknya diikuti Rendy, tiba tiba saja
wanita itu tanpa canggung memeluk erat tubuhnya.
“Beri aku kesempatan dan beri
tempat di hatimu Ren…” bisik Retno ditelinga Rendy. Rendy hanya membalas dengan
belaian lembut di rambut panjang wanita cantik itu, enggan rasanya Retno
melangkahkan kakinya untuk meninggalkan laki laki itu, batinnya ingin berteriak
kalau dia ingin lewati setiap harinya bersama Rendy, tapi kehidupan duniawi dan
realita yang harus ia jalani membuatnya harus tetap pergi….
Siang itu diruang kerjanya, Rendy
tidak terlalu sibuk, iseng dia buka medsos Facebooknya di laptopnya, ternyata
ada pesan masuk di mesenggernya
“Leni….” Gumam Rendy
Leni Octavia, adalah wanita yang
dikenalnya lewat dunia maya, mereka sering bertukar cerita kehidupan mereka,
Rendy yang terkenal tertutup untuk masalah kehidupan pribadinya, dengan Leni
dia bisa bercerita apa saja lewat chat maupun telpon, walau belum sekalipun
bertemu, cukup lama juga mereka berteman dan saling chat atau telpon satu sama
lain, dari sana Rendy tahu kalau Leni adalah tipikal wanita yang sederhana, dan
bahkan jalan hidupnya pun penuh badai seperti hal nya Rendy, awal Rendy
mengenal Leni lewat Facebook adalah saat dulu Anita pergi meninggalkannya,
disaat Rendy sedang rapuh dan tidak percaya dengan namanya wanita di dunia
nyata, dia pilih dunia maya sebagai sarana dimana dia bisa keluarkan uneg-uneg
ataupun isi hatinya. Dari kisah nya Rendy tahu kalau Leni kini telah bercerai
dengan suaminya yang diam diam telah menikahi wanita lain, dari pernikahannya
Leni punya 3 anak laki-laki ,dan sekarang dia tinggal bersama ibunya sudah
lanjut usia di sebuah kontrakan di bilangan Jakarta timur. Dibacanya beberapa
pesan dari Leni
“APA KABAR ABANG? SEMOGA
SEHAT-SEHAT SAJA YA?.....SUDAH LAMA KITA GA KOMUNIKASI, TAPI LENI MAKLUM ABANG
PASTI SEDANG SIBUK DAN FOKUS KE PEKERJAAN, APA KABAR PUTRI ABANG? PASTI DIA
SUDAH BESAR YA SEKARANG…? OH YA BANG….LENI SEKARANG SUDAH PINDAH
KONTRAKAN..TAPI MASIH DI DAERAH JAKARTA TIMUR JUGA….OH YA BANG, ANAK LENI YANG
PERTAMA SYAM RENCANANYA MAU MASUK KE SMP TEMPAT ABANG BERSEKOLAH DULU, DOAIN
SEMUA KEHIDUPAN LENI BERJALAN LANCAR YA BANG? ABANG JAGA KESEHATAN….SEKARANG
LENI BUKA COUNTER PULSA DAN ASSESORI KECIL DIDEPAN RUMAH…OKE BANG..UDAH DULU
YA? NANTI LENI KONTAK LAGI….DAGH”
Dibalasnya pesan Leni,dilihat
dari tanggal pesan nya , Wanita itu menulis pesannya seminggu yang lalu
“ALHAMDULLILAH ABANG SEHAT LEN,
IYA…MAAF KITA JARANG KOMUNIKASI KARENA KESIBUKAN DAN AKTIVITAS PEKERJAAN,BILANG
SYAM SEKOLAH YANG RAJIN DAN SEMANGAT AGAR BISA JADI KEBANGGAAN IBUNYA, DAN
SALAM JUGA BUAT MAMAMU YA?SEMOGA KALIAN SEHAT-SEHAT SELALU, NANTI JIKA ABANG
ADA AKTIVITAS DI AREA JAKARTA TIMUR, INSYA ALLAH ABANG MAMPIR..BANYAK YANG
ABANG MAU CERITAIN, TAPI TERLALU PANJANG KALO DI CHAT HEHEHE…CAPEK NGETIKNYA
LEN…”
Setelah sekian lama berteman di
media sosial, baru kali ini Rendy katakan akan menemuinya, dengan Leni…Rendy
bisa bercerita apa aja, dan dia lepaskan semua jabatan, status sosial , materi
yang dia punya, karena Leni hanya wanita sederhana yang hanya tahu kerasnya
hidup di level bawah dan tidak memiliki ekspetasi yang berlebihan seperti para
wanita zaman sekarang pada umumnya.
__ADS_1