
“AKU SUDAH CHECK IN DI MERCURE
HOTEL, TEMUI AKU SORE INI…NANTI JIKA SUDAH SAMPAI WA AKU…AKU TURUN KE LOBBY…”
Rendy membaca isi pesan WA di
telpon genggamnya saat menyantap makan siang di sebuah rumah makan tak jauh
dari Pabrik tempat ia bekerja.
“OK…” Rendy membalas pesan WA
yang berasal dari Retno wanita cantik yang pernah dia temui dalam perjalanan
bisnisnya dulu ke makasar dan berlanjut saat dia datang ke Jakarta beberapa
waktu lampau.
Rendy menghela nafas panjang, dia
sudah tahu akan berhadapan dengan wajah penuh amarah seorang wanita nanti.
Karena Retno bukan wanita seperti kebanyakan, dia adalah wanita karir bahkan
seorang pengusaha wanita yang sukses…yag sudah terbiasa tegas bahkan blak blak
an dalam membahas sesuatu hal, seperti WA nya beberapa hari yang lalu.
“Ron….saya ga balik ke kantor,
mau ada urusan ….kalau ada pekerjaan atau berkas yang mesti diperiksa atau di
tanda tangan…taruh aja di meja ya…?” Rendy menelpon Ronny salah seorang staff
dan sekaligus temannya.
Setelah selesai menyantap makan
siangnya, Rendy langsung meluncur menuju kawasan Ancol, agar dia tidak terjebak
jam macet disaat orang-orang pulang bekerja.
Sekitar jam 15.00 WIB Rendy tiba
dan sudah berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Hotel tempat Retno
menginap terlihat tidak terlalu ramai, karena memang tempatnya berada didalam
kawasan, dan hanya orang orang kalangan tertentu yang menginap disitu.
“AKU SUDAH PARKIR DI DEPAN LOBBY
HOTEL RET…” Rendy mengirim pesan WA pada Retno setelah mematikan mesin
mobilnya.
“OK…AKU TURUN…” Retno langsung
membalas pesan Rendy
Tak lama Rendy duduk di kursi
Lobby hotel, Retno keluar dari lift hotel, wanita ini memang penuh pesona,
dengan blouse tanpa lengan berwarna biru muda dan celana panjang bahan dengan
warna senada, rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai, sekilas dia terlihat
seperti artis Indonesia papan atas Maudy Koesnadi, kontan hampir semua mata
yang ada di kawasan lobby menatapnya.
“Kita ngobrol di resto hotel atau
ke kamarku Ren..?” Ucap retno tanpa basa basi
“It’s up to you Ret….” Sahut
Rendy cepat
__ADS_1
“Oke…di Resto dulu kita ngopi……”
Balas Retno sambil membalikkan tubuhnya melangkah ke arah resto hotel diikuti
Rendy.
“So….what happened? Sampai-sampai
kamu hampir ga pernah kontak aku Ren…?” Ucap Retno dengan tatapan tajam sesaat
setelah mereka memesan minuman di Resto Hotel.
“Tanpa penjelasan dari aku, kamu
juga sudah tahu Ret….it’s useless if I made so many reason….” Jawab Rendy
sambil menyalakan rokoknya
“Okay…..walau aku belum lama
kenal kamu…dan belum sangat dalam mengenalmu….but I really know what person you
are….dengan staff mu, aku tahu kamu hanya bermain-main dan hanya sebatas dekat,
but….your eks wife….itu hal lain……kamu berniat rujuk dengannya…?” lanjut Retno
“Aku belum berpikiran ke arah
sana Ret….yang aku tahu saat ini…aku senang melihat Anisa kembali ceria dengan
kehadiran Anita sosok ibu nya yang sudah lama hilang dari kehidupannya..” ujar Rendy
“Aku wanita Ren…..dan jika aku di
posisi Anita……aku pasti akan tunjukan semua yang aku bisa agar kamu mau kembali
bersamaku….apapun….akan aku lakukan….Anitapun pasti seperti itu….apalagi
sekarang dia sering serumah denganmu….” Ucap Retno lagi.
“Ya…mungkin kamu benar Ret….aku
mungkin ga terlalu faham isi hati wanita…..hanya seperti yang aku bilang tadi,
pikiranku…..and wait….are you jelous with her…?” ujar Rendy dan kali ini dia
yang menatap tajam ke mata wanita cantik ini.
Retno mungkin wanita pengusaha
yang sukses, wanita kalangan atas dan bergelimang materi, namun untuk urusan
hati, dia tetaplah seorang wanita, yang butuh seorang laki-laki dan luluh
bahkan grogi saat seorang laki-laki menatap tajam padanya.
“Yes…I am jelous….cause I
starting falling in love with you…..and felt missing you when you nor beside me
Ren………..ya aku memang cemburu Ren….karena kau mulai jatuh cinta padamu dan
merasa takut kehilangan kamu…” Ucap Sambil menunduk tanpa berani memandang
wajah Rendy.
Mereka terdiam untuk sesaat,
pelayan Resto membawa pesanan minuman mereka, Rendy secangkir black coffee
panas dan Retno memesan segelas orange juice.
“Ret….look at me….kamu wanita
yang nyaris sempurna…smart…cantik….berkecukupan secara materi…dan pengusaha
yang sukses…..aku tahu amat banyak pasti laki-laki yang inginkanmu…..dan
sorry….menurutku…Brian …your ex husband…adalah laki-laki terbodoh di
__ADS_1
dunia…..dan mengenai perasaanmu padaku….aku bukan type laki-laki dengan
gampangnya berjanji Ret….dan seperti yang kamu bilang tadi….walau belum lama
dan belum begitu dalam mengenalku…kamu sudah bisa tahu bagaimana aku dan
karakter asliku…..sama sepertimu…dulu kita sama sama menyusun dan merangkai
mimpi….tapi ternyata bingkai mimpi kita hancur berkeping-keping…..ga tahu
dengan kamu…sejak saat itu…aku ga berani dan ga mau berjanji apalagi merangkai
mimpi……untuk urusan hati…aku hanya jalani alur ceritaku…melangkahkan
kakiku….dari waktu ke waktu…hari ke hari…..selebihnya aku hanya fokus untuk
kebahagiaan Anisa putriku….” Ujar Rendy mencoba memberi penjelasan pada Retno
“Tapi aku ingin jadi milikmu
Ren…..aku….jatuh cinta sama kamu…..” balas Retno dengan suara bergetar dan
matanya mulai berkaca-kaca.
Rendy hanya terdiam dan meraih
jemari lentik milik Retno dan menggenggam nya agar suasana hatinya sedikit
tenang.
“Aku ga mau terlihat cengeng
disini Ren….kita naik ke kamarku ya?” Ujar Retno pelan.
Digandengnya lengan wanita cantik ini….sejak melangkah
dari resto hingga didalam lift, orang orang yang melihat pasti berdecak kagum
dalam hati, seorang laki-laki tampan berjalan berdua dan bergandengan dengan
seorang wanita nan cantik dan mempesona, sungguh pasangan yang serasi.
Begitu masuk kedalam kamar, Retno
tak membuang waktu , dia langsung memeluk erat tubuh Rendy, “Aku rindu kamu
Ren…..dan aku marah karena aku cemburu dan takut kehilanganmu….” Ucap Retno
sambil menyusupkan kepalanya di dada Rendy.
Rendy biarkan pelukan Retno
semakin erat, dibelai lembutnya rambut panjang wanita ini,kenangan mereka
berdua saat pertama kali berpelukan mesra di makasar dulu kembali terulang
,bahkan terasa lebih syahdu karena kali ini Retno memeluk Rendy dengan seluruh
hati dan rasa cinta nya yang mulai tumbuh pada laki – laki itu.
Sekilas bayangan Anita hadir dan
melintas di depan Rendy, sempat ada sedikit rasa ragu dan rasa bersalah dengan
apa yang sedang dialaminya saat ini, namun semua itu menjadi kabur ssesaat
setelah Retno mendaratkan bibirnya di bibir Rendy, naluri dua pasang insan yang
berlainan jenis pun mengambil alih situasi, hasrat dan keinginan dua pasang
anak manusia,layaknya ratusan ombak kecil yang bergulung menuju pantai berkarang,
memecah dan seolah meledak di tepi pantai.
Hanya ada desah dan nafas memburu
serta kata-kata sayang yang keluar sore itu, mereka berdua makin tenggelam dan
hanyut semakin dalam, sang mentari senja pun perlahan memudar di batas garis
__ADS_1
horizon laut nun jauh disana, cahaya kemerahan memendar kesegala penjuru langit
dan awan.