CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
MERANGKAI MIMPI


__ADS_3

“AKU SUDAH CHECK IN DI MERCURE


HOTEL, TEMUI AKU SORE INI…NANTI JIKA SUDAH SAMPAI WA AKU…AKU TURUN KE LOBBY…”


Rendy membaca isi pesan WA di


telpon genggamnya saat menyantap makan siang di sebuah rumah makan tak jauh


dari Pabrik tempat ia bekerja.


“OK…” Rendy membalas pesan WA


yang berasal dari Retno wanita cantik yang pernah dia temui dalam perjalanan


bisnisnya dulu ke makasar dan berlanjut saat dia datang ke Jakarta beberapa


waktu lampau.


Rendy menghela nafas panjang, dia


sudah tahu akan berhadapan dengan wajah penuh amarah seorang wanita nanti.


Karena Retno bukan wanita seperti kebanyakan, dia adalah wanita karir bahkan


seorang pengusaha wanita yang sukses…yag sudah terbiasa tegas bahkan blak blak


an dalam membahas sesuatu hal, seperti WA nya beberapa hari yang lalu.


“Ron….saya ga balik ke kantor,


mau ada urusan ….kalau ada pekerjaan atau berkas yang mesti diperiksa atau di


tanda tangan…taruh aja di meja ya…?” Rendy menelpon Ronny salah seorang staff


dan sekaligus temannya.


Setelah selesai menyantap makan


siangnya, Rendy langsung meluncur menuju kawasan Ancol, agar dia tidak terjebak


jam macet disaat orang-orang pulang bekerja.


Sekitar jam 15.00 WIB Rendy tiba


dan sudah berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Hotel tempat Retno


menginap terlihat tidak terlalu ramai, karena memang tempatnya berada didalam


kawasan, dan hanya orang orang kalangan tertentu yang menginap disitu.


“AKU SUDAH PARKIR DI DEPAN LOBBY


HOTEL RET…” Rendy mengirim pesan WA pada Retno setelah mematikan mesin


mobilnya.


“OK…AKU TURUN…” Retno langsung


membalas pesan Rendy


Tak lama Rendy duduk di kursi


Lobby hotel, Retno keluar dari lift hotel, wanita ini memang penuh pesona,


dengan blouse tanpa lengan berwarna biru muda dan celana panjang bahan dengan


warna senada, rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai, sekilas dia terlihat


seperti artis Indonesia papan atas Maudy Koesnadi, kontan hampir semua mata


yang ada di kawasan lobby menatapnya.


“Kita ngobrol di resto hotel atau


ke kamarku Ren..?” Ucap retno tanpa basa basi


“It’s up to you Ret….” Sahut


Rendy cepat

__ADS_1


“Oke…di Resto dulu kita ngopi……”


Balas Retno sambil membalikkan tubuhnya melangkah ke arah resto hotel diikuti


Rendy.


“So….what happened? Sampai-sampai


kamu hampir ga pernah kontak aku Ren…?” Ucap Retno dengan tatapan tajam sesaat


setelah mereka memesan minuman di Resto Hotel.


“Tanpa penjelasan dari aku, kamu


juga sudah tahu Ret….it’s useless if I made so many reason….” Jawab Rendy


sambil menyalakan rokoknya


“Okay…..walau aku belum lama


kenal kamu…dan belum sangat dalam mengenalmu….but I really know what person you


are….dengan staff mu, aku tahu kamu hanya bermain-main dan hanya sebatas dekat,


but….your eks wife….itu hal lain……kamu berniat rujuk dengannya…?” lanjut Retno


“Aku belum berpikiran ke arah


sana Ret….yang aku tahu saat ini…aku senang melihat Anisa kembali ceria dengan


kehadiran Anita sosok ibu nya yang sudah lama hilang dari kehidupannya..”  ujar Rendy


“Aku wanita Ren…..dan jika aku di


posisi Anita……aku pasti akan tunjukan semua yang aku bisa agar kamu mau kembali


bersamaku….apapun….akan aku lakukan….Anitapun pasti seperti itu….apalagi


sekarang dia sering serumah denganmu….” Ucap Retno lagi.


“Ya…mungkin kamu benar Ret….aku


mungkin ga terlalu faham isi hati wanita…..hanya seperti yang aku bilang tadi,


pikiranku…..and wait….are you jelous with her…?” ujar Rendy dan kali ini dia


yang menatap tajam ke mata wanita cantik ini.


Retno mungkin wanita pengusaha


yang sukses, wanita kalangan atas dan bergelimang materi, namun untuk urusan


hati, dia tetaplah seorang wanita, yang butuh seorang laki-laki dan luluh


bahkan grogi saat seorang laki-laki menatap tajam padanya.


“Yes…I am jelous….cause I


starting falling in love with you…..and felt missing you when you nor beside me


Ren………..ya aku memang cemburu Ren….karena kau mulai jatuh cinta padamu dan


merasa takut kehilangan kamu…” Ucap Sambil menunduk tanpa berani memandang


wajah Rendy.


Mereka terdiam untuk sesaat,


pelayan Resto membawa pesanan minuman mereka, Rendy secangkir black coffee


panas dan Retno memesan segelas orange juice.


“Ret….look at me….kamu wanita


yang nyaris sempurna…smart…cantik….berkecukupan secara materi…dan pengusaha


yang sukses…..aku tahu amat banyak pasti laki-laki yang inginkanmu…..dan


sorry….menurutku…Brian …your ex husband…adalah laki-laki terbodoh di

__ADS_1


dunia…..dan mengenai perasaanmu padaku….aku bukan type laki-laki dengan


gampangnya berjanji Ret….dan seperti yang kamu bilang tadi….walau belum lama


dan belum begitu dalam mengenalku…kamu sudah bisa tahu bagaimana aku dan


karakter asliku…..sama sepertimu…dulu kita sama sama menyusun dan merangkai


mimpi….tapi ternyata bingkai mimpi kita hancur berkeping-keping…..ga tahu


dengan kamu…sejak saat itu…aku ga berani dan ga mau berjanji apalagi merangkai


mimpi……untuk urusan hati…aku hanya jalani alur ceritaku…melangkahkan


kakiku….dari waktu ke waktu…hari ke hari…..selebihnya aku hanya fokus untuk


kebahagiaan Anisa putriku….” Ujar Rendy mencoba memberi penjelasan pada Retno


“Tapi aku ingin jadi milikmu


Ren…..aku….jatuh cinta sama kamu…..” balas Retno dengan suara bergetar dan


matanya mulai berkaca-kaca.


Rendy hanya terdiam dan meraih


jemari lentik milik Retno dan menggenggam nya agar suasana hatinya sedikit


tenang.


“Aku ga mau terlihat cengeng


disini Ren….kita naik ke kamarku ya?” Ujar Retno pelan.


Digandengnya  lengan wanita cantik ini….sejak melangkah


dari resto hingga didalam lift, orang orang yang melihat pasti berdecak kagum


dalam hati, seorang laki-laki tampan berjalan berdua dan bergandengan dengan


seorang wanita nan cantik dan mempesona, sungguh pasangan yang serasi.


Begitu masuk kedalam kamar, Retno


tak membuang waktu , dia langsung memeluk erat tubuh Rendy, “Aku rindu kamu


Ren…..dan aku marah karena aku cemburu dan takut kehilanganmu….” Ucap Retno


sambil menyusupkan kepalanya di dada Rendy.


Rendy biarkan pelukan Retno


semakin erat, dibelai lembutnya rambut panjang wanita ini,kenangan mereka


berdua saat pertama kali berpelukan mesra di makasar dulu kembali terulang


,bahkan terasa lebih syahdu karena kali ini Retno memeluk Rendy dengan seluruh


hati dan rasa cinta nya yang mulai tumbuh pada laki – laki itu.


Sekilas bayangan Anita hadir dan


melintas di depan Rendy, sempat ada sedikit rasa ragu dan rasa bersalah dengan


apa yang sedang dialaminya saat ini, namun semua itu menjadi kabur ssesaat


setelah Retno mendaratkan bibirnya di bibir Rendy, naluri dua pasang insan yang


berlainan jenis pun mengambil alih situasi, hasrat dan keinginan dua pasang


anak manusia,layaknya ratusan ombak kecil yang bergulung menuju pantai berkarang,


memecah dan seolah meledak di tepi pantai.


Hanya ada desah dan nafas memburu


serta kata-kata sayang yang keluar sore itu, mereka berdua makin tenggelam dan


hanyut semakin dalam, sang mentari senja pun perlahan memudar di batas garis

__ADS_1


horizon laut nun jauh disana, cahaya kemerahan memendar kesegala penjuru langit


dan awan.


__ADS_2