CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
PASIR HISAP


__ADS_3

Senja beranjak berganti malam, Rendy dan Rkka masih asik


bercengkerama dengan kedua orang tua Rika , ditambah juga adik Rika ikut


menambah ramai suasana.


Rendy melirik jam tangannya, waktu hampir jam 21.00 malam, “


Pak…Bu….sudah malam, saya pamit dulu ya? Rika….kamu disini aja…papa mama dan


adikmu masih kangen tuh…..” Ujar Rendy sambil berdiri dan tersenyum ke arah


mereka.


“Iya Rika…..kamu tinggal lagi dirumah ya? Itu juga ada satu


mobil, papa juga udah hampir ga pernah pakai lagi, bisa kamu pakai untuk kerja….”


Ucap Mamanya Rika lembut.


“Iya ma…nanti…Rika harus beresin dulu semua yang di


kontrakan Rika …?” Balas Rika


Tak lama berselang Rendy pun keluar dari rumah Rika dan


pergi di kegelapan malam.


“Papa suka sama teman laki laki mu tadi ka…sopan…smart dan


pandai membawa diri…..” Ucap Papa Rika


“Memang kamu ga ada hubungan sama dia Ka..? mama juga suka


seperti papa…..” Imbuh Mamanya Rika


“Ihhhh…papa ..mama…apaan sih…..itu teman kantor Rika, malah


bisa di bilang atasan Rika….ga lebih …” Jawab Rika dengan wajahnya yang merona


merah.


“Yang papa tahu….kamu juga pasti suka atau naksir Rendy


ka…..karena papa tahu kamu….kamu itu wataknya keras….hanya sama orang yang kamu


suka …kamu mau mendengar dan ikuti kemauannya, seperti minta kamu kembali


kesini…” Ucap Papanya Rika sambil tertawa kecil


Mendengarnya wajah Rika bertambah merah menahan malu,


akhirnya dia berdiri “ Udah ah…Rika ngantuk….mau tidur….” Ujarnya sambil


ngeloyor masuk kedalam rumah, diiringi tawa papa mama nya.


Dibukanya perlahan pintu pagar garasi rumah oleh Rendy agar


tidak menimbulkan suara berisik yang dapat membangunkan penghuni rumah terutama


putrinya Anisa. Dia sudah siapkan kunci cadangan rumahnya, namun ternyata pintu


masih belum terkunci.  Terlihat Anita


sudah tertidur di sofa ruang tamu, sepertinya dia menunggu kedatangan dirinya.


Ditaruh tas kerjanya dan Rendy


pelan-pelan  melingkarkan tangannya


ditubuh Anita untuk mengendongnya ke kamar, direbahkan tubuh wanita itu di


peraduan.Rendy pun memutuskan untuk mandi dan badannya terasa lebih segar di


bawah guyuran air hangat shower.


“Kamu kok ga bangunin aku


Ren…?” Ucap Anita pelan sambil mengucek matanya saat Rendy berganti pakaian..


“Kamu sudah makan…?” Ujar


Anita lagi, Rendy hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Anita beranjak dari tempat


tidur, “Aku siapin makan malamnya ya? Tadi udah aku siapin tapi pasti sudah


dingin lagi….”


“Udah gpp Nit….ga usah di


hangatkan lagi….kamu tidur aja…..” balas Rendy


Namun Anita tak

__ADS_1


menghiraukannya, dirinya segera menuju dapur dan menyiapkan makan malam Rendy.


“Kamu ga makan…?” Ucap Rendy


sambil mulai menyantap makan malamnnya


“Sudah tadi bareng Nisa…..”


Balas Anita lembut


Setelah kenyang dengan santap


makan malamnya Rendy menuju ruang keluarga untuk menghisap rokok kegemarannya.


“Mau aku buatin kopi Ren…?”


Ujar Anita sambil membereskan piring-piring dimeja makan.


“Ga ah Nit…nanti aku malah ga


bisa tdur…..” Balas Rendy tersenyum


Rendy masih asik dengan


rokoknya dan meonton acara berita di televisi


“Ren….aku tidur duluan gpp ya?


….aku agak mengantuk ..seharian agak ramai di salon…..” Ucap Anita sambil


menuju kamar Anisa putri mereka.


Rendy segera mematikan rokok


nya dan televisi ang ditontonnya, segera dia hampiri Anita dan menggenggam


jemarinya seraya berbisik “ tidur nya sama aku ya…?” lalu menuntun Anita


kekamar sambil memeluk pinggangnya.


“Ihhh…genit ya sekarang


kamu…?” Ujar Anita denga tawa kecilnya


Sebelum mereka berdua


terlelap, mereka lepaskan kembali hasrat dua insan yang penuh dahaga


Dua bibir yang bertemu dan


melebur jadi satu diperaduan.


“APA KABARMU REN…? KALAU BUKAN


AKU YANG WA…GA AKAN KAMU WA DULUAN YA? SESIBUK ITUKAH KAMU REN…?”


Dibacanya pesan Whatsapp di


telpon genggamnya, “Retno….” Gumam Rendy sambil menyandarkan tubuhnya di kursi


ruang kantornya.


“MAAFKAN AKU RET…IYA MEMANG


AKU SEDIKIT SIBUK RET….KABAR KU BAIK….” Rendy membalas pesan Whatsapp Retno,


wanita pengusaha yang cantik berasal dari Makasar Sulawesi Selatan itu.


Tak lama berselang kembali


telpon genggam Rendy kembali berbunyi tanda ada pesan baru yang masuk


“SIBUK KARENA PERKERJAAN? ATAU


SIBUK DENGAN STAFF KANTORMU DAN JUGA SIBUK DENGAN MANTAN ISTRIMU YANG SEKARANG


SUDAH KEMBALI TINGGAL SERUMAH DENGANMU…?”


Walau hanya chat atau ketikan,


tapi Rendy sangat tahu Retno marah saat ini, Rendy lebih memilih diam dan tidak


mau merespon WA Retno yang dalam keadaan emosi saat ini.


“KENAPA DIAM…? KAMU TIDAK


BERANI MEMBALAS KARENA KAMU TAHU AKU BENAR KAN REN? AKU BUKAN WANITA BODOH


REN…AKU TAHU APA YANG KAMU LAKUKAN WALAU AKU BERADA JAUH DARI MU….” Kembali


Retno mengirim pesan pada Rendy


Retno bukan wanita biasa, dia


adalah wanita kelas atas , memiliki beberapa perusahaan dan tentu saja

__ADS_1


bergelimang materi, hal kecil jika dia menginginkan informasi atau sesuatu


dengan uang yang dimilikinya, dan Rendy sangat tahu persis itu, makanya dia


lebih baik memilih diam dan tidak mau menambah masalah dengan membuat aslasan


apalagi berdebat.


“BESOK AKU TERBANG KE


JAKARTA…AKU INGIN KETEMU KAMU DAN MAU LIHAT WAJAHMU SAAT AKU BICARA….TEMUI AKU


DI MERCURE  ANCOL NANTI….”


Rendy Menghela nafas panjang


,setelah membaca pesan terakhir dari Retno, ada sedikit rasa penyesalan


dihatinya , ikut hanyut dan larut bersama wanita cantik itu sata dia ke Makasar


dulu. Namun semua terjadi begitu saja, dan semua diluar perkiraan Rendy dan


seperti biasa dia hanya ikuti roda putaran waktu serta alur peran yang


diberikan padanya.


Semua laki-laki pasti sangat


menginginkan Retno, wanita cantik….seksi….pintar….kaya raya ….mungkin dari


sekian banyak laki-laki yang menginginkan Retno, hanya Rendy  laki-laki yang tidak mengejarnya , bahkan


acuh padanya, padahal mereka sudah berhubungan intim.


Rendy memukul-mukulkan kepalan


tangannya ke kepala, dalam hati dia memaki dirinya sendiri, terlalu lemah jika


sudah berhadapan dengan wanita. Dia seolah terperosok di kubangan lumpur dan


pasir hisap yang luas, yang membuat semua langkah kakinya akan semakin dalam


tenggelam ….terperangkap makin dalam dan lebih dalam lagi.


Diapun selalu takluk oleh


nafsu , gairah dan libido nya sendiri, menomor duakan perasaan dan tanpa pikir


panjang dengan resiko dan akibatnya.


Namun Rendy memang bukan


sengaja mencari apalagi berburu untuk penuhi nafsunya, dia hanya terbawa alur


waktu dan cerita, namun tanpa kontrol dia hanyut didalamnya.


Ditengah kegalauan hatinya,


Rendy mengambil secarik kertas dan menulis sederet kata-kata untuk ungkapkan


suasana hatinya.


AKU HANYA DAUN KERING DITENGAH


GURUN SAHARA


AKU HANYA ILALANG KUSAM YANG


IKUT KEMANA ANGIN BERTIUP


KUTERIAK DITENGAH KEBISUAN


KUTERIAK TERTELAN OMBAK


MEMECAH KARANG


ADAKAH HATI BERTAUT PENUH


KASIH ?


AKANKAH LANGKAH TERHENTI UNTUK


JIWA YANG PAMRIH?


KUINGIN BERONTAK MELAWAN WAKTU


TAPI KULEMAH DAN HANYA BISA


MEMBISU


KUINGIN CINTA TAK HANYA NAFSU


TAPI SERINGKALI KUHANYA BISA


TERBARING DAN TERPAKU……

__ADS_1


__ADS_2