
Senja beranjak berganti malam, Rendy dan Rkka masih asik
bercengkerama dengan kedua orang tua Rika , ditambah juga adik Rika ikut
menambah ramai suasana.
Rendy melirik jam tangannya, waktu hampir jam 21.00 malam, “
Pak…Bu….sudah malam, saya pamit dulu ya? Rika….kamu disini aja…papa mama dan
adikmu masih kangen tuh…..” Ujar Rendy sambil berdiri dan tersenyum ke arah
mereka.
“Iya Rika…..kamu tinggal lagi dirumah ya? Itu juga ada satu
mobil, papa juga udah hampir ga pernah pakai lagi, bisa kamu pakai untuk kerja….”
Ucap Mamanya Rika lembut.
“Iya ma…nanti…Rika harus beresin dulu semua yang di
kontrakan Rika …?” Balas Rika
Tak lama berselang Rendy pun keluar dari rumah Rika dan
pergi di kegelapan malam.
“Papa suka sama teman laki laki mu tadi ka…sopan…smart dan
pandai membawa diri…..” Ucap Papa Rika
“Memang kamu ga ada hubungan sama dia Ka..? mama juga suka
seperti papa…..” Imbuh Mamanya Rika
“Ihhhh…papa ..mama…apaan sih…..itu teman kantor Rika, malah
bisa di bilang atasan Rika….ga lebih …” Jawab Rika dengan wajahnya yang merona
merah.
“Yang papa tahu….kamu juga pasti suka atau naksir Rendy
ka…..karena papa tahu kamu….kamu itu wataknya keras….hanya sama orang yang kamu
suka …kamu mau mendengar dan ikuti kemauannya, seperti minta kamu kembali
kesini…” Ucap Papanya Rika sambil tertawa kecil
Mendengarnya wajah Rika bertambah merah menahan malu,
akhirnya dia berdiri “ Udah ah…Rika ngantuk….mau tidur….” Ujarnya sambil
ngeloyor masuk kedalam rumah, diiringi tawa papa mama nya.
Dibukanya perlahan pintu pagar garasi rumah oleh Rendy agar
tidak menimbulkan suara berisik yang dapat membangunkan penghuni rumah terutama
putrinya Anisa. Dia sudah siapkan kunci cadangan rumahnya, namun ternyata pintu
masih belum terkunci. Terlihat Anita
sudah tertidur di sofa ruang tamu, sepertinya dia menunggu kedatangan dirinya.
Ditaruh tas kerjanya dan Rendy
pelan-pelan melingkarkan tangannya
ditubuh Anita untuk mengendongnya ke kamar, direbahkan tubuh wanita itu di
peraduan.Rendy pun memutuskan untuk mandi dan badannya terasa lebih segar di
bawah guyuran air hangat shower.
“Kamu kok ga bangunin aku
Ren…?” Ucap Anita pelan sambil mengucek matanya saat Rendy berganti pakaian..
“Kamu sudah makan…?” Ujar
Anita lagi, Rendy hanya menjawab dengan gelengan kepala.
Anita beranjak dari tempat
tidur, “Aku siapin makan malamnya ya? Tadi udah aku siapin tapi pasti sudah
dingin lagi….”
“Udah gpp Nit….ga usah di
hangatkan lagi….kamu tidur aja…..” balas Rendy
Namun Anita tak
__ADS_1
menghiraukannya, dirinya segera menuju dapur dan menyiapkan makan malam Rendy.
“Kamu ga makan…?” Ucap Rendy
sambil mulai menyantap makan malamnnya
“Sudah tadi bareng Nisa…..”
Balas Anita lembut
Setelah kenyang dengan santap
makan malamnya Rendy menuju ruang keluarga untuk menghisap rokok kegemarannya.
“Mau aku buatin kopi Ren…?”
Ujar Anita sambil membereskan piring-piring dimeja makan.
“Ga ah Nit…nanti aku malah ga
bisa tdur…..” Balas Rendy tersenyum
Rendy masih asik dengan
rokoknya dan meonton acara berita di televisi
“Ren….aku tidur duluan gpp ya?
….aku agak mengantuk ..seharian agak ramai di salon…..” Ucap Anita sambil
menuju kamar Anisa putri mereka.
Rendy segera mematikan rokok
nya dan televisi ang ditontonnya, segera dia hampiri Anita dan menggenggam
jemarinya seraya berbisik “ tidur nya sama aku ya…?” lalu menuntun Anita
kekamar sambil memeluk pinggangnya.
“Ihhh…genit ya sekarang
kamu…?” Ujar Anita denga tawa kecilnya
Sebelum mereka berdua
terlelap, mereka lepaskan kembali hasrat dua insan yang penuh dahaga
Dua bibir yang bertemu dan
melebur jadi satu diperaduan.
“APA KABARMU REN…? KALAU BUKAN
AKU YANG WA…GA AKAN KAMU WA DULUAN YA? SESIBUK ITUKAH KAMU REN…?”
Dibacanya pesan Whatsapp di
telpon genggamnya, “Retno….” Gumam Rendy sambil menyandarkan tubuhnya di kursi
ruang kantornya.
“MAAFKAN AKU RET…IYA MEMANG
AKU SEDIKIT SIBUK RET….KABAR KU BAIK….” Rendy membalas pesan Whatsapp Retno,
wanita pengusaha yang cantik berasal dari Makasar Sulawesi Selatan itu.
Tak lama berselang kembali
telpon genggam Rendy kembali berbunyi tanda ada pesan baru yang masuk
“SIBUK KARENA PERKERJAAN? ATAU
SIBUK DENGAN STAFF KANTORMU DAN JUGA SIBUK DENGAN MANTAN ISTRIMU YANG SEKARANG
SUDAH KEMBALI TINGGAL SERUMAH DENGANMU…?”
Walau hanya chat atau ketikan,
tapi Rendy sangat tahu Retno marah saat ini, Rendy lebih memilih diam dan tidak
mau merespon WA Retno yang dalam keadaan emosi saat ini.
“KENAPA DIAM…? KAMU TIDAK
BERANI MEMBALAS KARENA KAMU TAHU AKU BENAR KAN REN? AKU BUKAN WANITA BODOH
REN…AKU TAHU APA YANG KAMU LAKUKAN WALAU AKU BERADA JAUH DARI MU….” Kembali
Retno mengirim pesan pada Rendy
Retno bukan wanita biasa, dia
adalah wanita kelas atas , memiliki beberapa perusahaan dan tentu saja
__ADS_1
bergelimang materi, hal kecil jika dia menginginkan informasi atau sesuatu
dengan uang yang dimilikinya, dan Rendy sangat tahu persis itu, makanya dia
lebih baik memilih diam dan tidak mau menambah masalah dengan membuat aslasan
apalagi berdebat.
“BESOK AKU TERBANG KE
JAKARTA…AKU INGIN KETEMU KAMU DAN MAU LIHAT WAJAHMU SAAT AKU BICARA….TEMUI AKU
DI MERCURE ANCOL NANTI….”
Rendy Menghela nafas panjang
,setelah membaca pesan terakhir dari Retno, ada sedikit rasa penyesalan
dihatinya , ikut hanyut dan larut bersama wanita cantik itu sata dia ke Makasar
dulu. Namun semua terjadi begitu saja, dan semua diluar perkiraan Rendy dan
seperti biasa dia hanya ikuti roda putaran waktu serta alur peran yang
diberikan padanya.
Semua laki-laki pasti sangat
menginginkan Retno, wanita cantik….seksi….pintar….kaya raya ….mungkin dari
sekian banyak laki-laki yang menginginkan Retno, hanya Rendy laki-laki yang tidak mengejarnya , bahkan
acuh padanya, padahal mereka sudah berhubungan intim.
Rendy memukul-mukulkan kepalan
tangannya ke kepala, dalam hati dia memaki dirinya sendiri, terlalu lemah jika
sudah berhadapan dengan wanita. Dia seolah terperosok di kubangan lumpur dan
pasir hisap yang luas, yang membuat semua langkah kakinya akan semakin dalam
tenggelam ….terperangkap makin dalam dan lebih dalam lagi.
Diapun selalu takluk oleh
nafsu , gairah dan libido nya sendiri, menomor duakan perasaan dan tanpa pikir
panjang dengan resiko dan akibatnya.
Namun Rendy memang bukan
sengaja mencari apalagi berburu untuk penuhi nafsunya, dia hanya terbawa alur
waktu dan cerita, namun tanpa kontrol dia hanyut didalamnya.
Ditengah kegalauan hatinya,
Rendy mengambil secarik kertas dan menulis sederet kata-kata untuk ungkapkan
suasana hatinya.
AKU HANYA DAUN KERING DITENGAH
GURUN SAHARA
AKU HANYA ILALANG KUSAM YANG
IKUT KEMANA ANGIN BERTIUP
KUTERIAK DITENGAH KEBISUAN
KUTERIAK TERTELAN OMBAK
MEMECAH KARANG
ADAKAH HATI BERTAUT PENUH
KASIH ?
AKANKAH LANGKAH TERHENTI UNTUK
JIWA YANG PAMRIH?
KUINGIN BERONTAK MELAWAN WAKTU
TAPI KULEMAH DAN HANYA BISA
MEMBISU
KUINGIN CINTA TAK HANYA NAFSU
TAPI SERINGKALI KUHANYA BISA
TERBARING DAN TERPAKU……
__ADS_1