CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
TERPEROSOK MAKIN DALAM


__ADS_3

Sore itu Rendi baru saja selesai


melakukan meeting dengan para kliennya yang rata rata   pria yangmasih muda dan keturunan Tionghoa


di Surabaya


“Pak Rendi, bagaimana setelah


kita bicara urusan bisnis…sekarang waktunya relaks, dan kami harap Pak Rendi tidak


menolak tawaran kami….” Ucap salah satu Kliennya yang bernama jacky


“Memang mau kemana kita pak…?”


sahut Rendi sambil mengikuti langkah mereka keluar dari ruang meeting.


“Karaoke Pak Rendi…ga jauh kok


tempat nya dari tempat anda menginap…” balas pria yang bernama Jacky itu.


“Oh Fine….Ok….” jawab Rendi


Ruangan Karaoke yang di pesan


klien Rendi sungguh luas dan terkesan mewah, sepertinya ini VVIP pikir Rendi


dalam hati, ah perduli amat, toh yang bayar mereka …gumam Rendi sambil


tersenyum


Tak lama kemudian pintu terbuka


dan beberapa wanita masuk kedlaam dan masing masing duduk disampig para Klien


dan juga Rendi, Rendi terlihat terkejut karena tidak pernah mengira kalau


mereka akan karaoke dan ditemani wanita, walau Rendi seringkali melakukan


entertain, dia hampir tidak pernah ketempat tempat seperti ini, lebih banyak ke


restoran dan café café tempat yang nyaman untuk bicara.


Dalam hati Rendi tersenyum dan


berusaha bersikap senormal mungkin agar tidak terlihat norak didepan klien nya.


Wangi parfum wanita begitu


menusuk hidung Rendi, dia tak menoleh dan tetap bersikap acuh, bahkan saat


wanita itu menuangkan minuman ke dalam gelasnya.


“Keliatannya mas baru ya kesini?


Kalo teman temannya saya sudah sering lihat , mereka sering kesini…” Ucap


wanita itu disuasana room yang remang dan hanya diterangi kelap kelip lampu


berwarna warni.


“Iya…saya hanya tamu mereka dan


hanya dua hari di kota ini….” Sahut Rendi dengan tetap melihat  kelayar TV ,klip lagu yang sedang dinyanyikan


salah satu klien nya.


“Oh gitu…dan sepertinya mas bukan


laki laki genit yang suka datang ke tempat ini ya? Biasanya tamu tamu saya,


langsung peluk atau cium saya…” ucap wanita itu dengan santainya


“Hahahahaha kata siapa saya ga


genit….kan belum kenal….kamu cantik kali…makanya tamu tamu mu ga tahan untuk ga


meluk kamu….” Rendi tertawa sambil meraih gelas minumanya, hingga tiba tiba


tangannya terasa lemas dan gelas berisi minumanpun itu jatuh ke lantai, namun


tidak terdengar karena kerasnya suara music dan lagu yang dinyanyikan kliennya.


“Ani…taaaa…????” ucap Rendi


tertahan , melihat sosok wanita cantik dan berpakaian sexy disebelahnya,


Anita….ibu dari anaknya Anisa.

__ADS_1


“Ren…diii….” Wanita itu tak lah


terkejutnya melihat wajah Rendi saat menatapnya


“Kenapa ….kenapa kamu bisa sampai


bekerja seperti ini…? Kemana laki laki yang kamu pilih jadi suamimu itu…?”


Anita menunduk dan terlihat bulir


bulir air mata jatuh dipipinya, dia lalu berdiri dan setengah berlari keluar


ruangan karaoke, Rendi menghampiri Jacky dan membisikkan kata di telinganya,


dia sekalian berpamitan kepada semua yang ada di room, Jacky mengangguk dan


menjabat tangannya.


Rendi segera keluar ruangan dan


matanya melihat sekeliling mencari sosok Anita mantan Istrinya itu,


dihampirinya salah seorang pegawai tempat karaoke yang tengah membawa minuman


untuk para pengunjung, “ Mas..lihat wanita yang keluar dari ruangan VVIP ga? “


“Oh mbak Vivy….dia diruang tunggu


para pemandu lagu pak….dari sini lurus lalu ke kiri ada ruangan disana…” jawab


pegawai itu.Rupanya Anita menutupi nama asli nya dengan panggilan Vivy.


Dilihatnya Anita sedang duduk


sambil menutup wajah dengan telapak tangannya, Rendi menghampiri dan duduk


disebelah mantan istrinya itu.


Dia hanya diam tanpa sepatah


katapun


“Kamu boleh tertawa sekarang melihat


nasibku Ren…” Ucap Anita sambil terisak dan memalingkan wajahnya kearah pintu


masuk ruang tunggu.


hidupmu…? Ga ada gunanya bagiku….” Balas Rendi pelan


“Ya…kamu bisa balas sakit hatimu


….saat dulu aku tinggalkan kamu dan anisa demi laki laki lain…dan ternyata


pilihanku salah dan hancurkan hidupku….” Mata Anita terlihat sembab


“Aku tidak pernah menyimpan


dendam padamu nit…kalau soal laki laki lain…semua manusia punya pilihan sendiri


atas jalan hidupnya…dan sesautu hubungan atau rasa tidak bisa dipaksakan….yang


aku sesalkan hanya kamu menghilang dan melupakan buah hatimu…darah


dagingmu….putrimu….Anisa….” Ujar Rendi


“Maafkan aku Ren….saat hidupku


hancur berantakan…aku sadar…aku salah…dan aku benar benar rindu dengan


Anisa…tapi aku malu…dan akhirnya makin terperosok bahkan nyaris tenggelam….”


Ucap Anita lagi masih dengan isak tangisnya.


Rendi meraih bahu Anita dan


mengusap lembut rambut hitam wanita yang saat ini sedang rapuh , Anita pun


menyandarkan kepalanya di dada Rendi…


“Aku bukan ibu yang baik


Ren…..aku mungkin sudah tak pantas menemui Anisa lagi dan apalagi membiarkannya


memanggilku ibu….” Ucap Anita sesunggukan


“Sudah Nit…jangan hukum dirimu

__ADS_1


dengan terus menerus menyalahkan dirimu sendiri….walaupun hubungan kita sudah


jadi masa lalu…tapi biar bagaimanpun kamu tetap ibunya Anisa….dia butuh sosok


seorang ibu …hal yang ga pernah bisa aku gantikan……”


“Sekarang kamu tinggal dimana dan


dengan siapa ?” Lanjut Rendi lagi


“Aku kost ga jauh dari sini


Ren…..sendiri…” Jawab Anita


“Andai kamu aku ajak kembali ke


Jakarta..pindah kesana….lalu aku bantu kamu untuk buka usaha yang bisa menopang


hidupmu….kamu mau? Aku hanya minta ….kamu bisa jenguk Anisa atau biarkan dia


menemui dan mengenalmu sebagai ibu nya? Dulu saat kamu pergi dia masih balita


dan tak mengerti apa-apa….”


Anita menatap sendu kearah


Rendi….setitik cahaya berpijar ditengah redup dan kelamnya malam, “Aku….aku mau


Ren….aku sangat ingin melihat Anisa…..” Balas Anita…


“Baiklah kalau begitu Nit….malam


ini kau kemas barang barangmu seperlunya…besok pagi kamu ke hotel Mercure


tempatku menginap…nanti aku tunggu dilobi hotel…lalu kita  pergi ke bandara Juanda sama sama dari


sana….sekarang aku mau balik ke room untuk pamit dengan para klienku ya? Aku


juga harus rapihkan pekerjaan dan barang bawaanku malam ini….”


“Baik Ren…..terima kasih….” Ingin


rasaya dia memeluk erat laki laki ini…namun dia sadar kalau hubungan dia dan


Rendi sudah berakhir dan Rendi mungkin sudah menutup rapat rapat pintu hatinya


disaat dia putuskan meninggalkannya dulu.


“Ok…aku pergi sekarang….ini no WA


ku…hubungi aku kalau kamu sudah otw ke Hotel


“Ok Ren…..” lalu Rendipun berlalu


dan menghilang dibalik pintu


Jam 9.00 pagi Rendi sudah check


out dari kamarnya dan menunggu Anita sambil meminum kopi yang sempat dipesannya


dan mengambil tempat smoking area agar tidak terlalu merasa jenuh .


Satu jam kemudian dilihatnya


Anita tengah melemparkan pandangan ke sekeliling area lobi dan café hotel ,


Rendi melambaikan tangannya.


“Maaf terlambat….karena aku harus


pamit juga dengan pemilik kost dan juga hubungi teman teman untuk beritahu


mereka kalau aku berhenti bekerja dan kembali ke Jakarta……” Ucap Anita dengan


nafas sedikit terengah engah.


“Gak apa Nit…semalam aku pesan


tiker pesawat untuk penerbangan jam 15.00WIB, jadi kita masih cukup waktu untuk


kebandara.


Rendi melihat sepintas mantan


istrinya ini, Anita masih tetap secantik dulu….ramabut sebahu…kulitnya yang


putih dan matanya yang bulat ….senyumnya yang akan buat para pria meleleh dan

__ADS_1


kepincut…semua yang ada pada wanita ini …pernah membuatnya Rendi jatuh cinta dan


memutuskan menikahinya dulu.


__ADS_2