
Sore itu Rendi baru saja selesai
melakukan meeting dengan para kliennya yang rata rata pria yangmasih muda dan keturunan Tionghoa
di Surabaya
“Pak Rendi, bagaimana setelah
kita bicara urusan bisnis…sekarang waktunya relaks, dan kami harap Pak Rendi tidak
menolak tawaran kami….” Ucap salah satu Kliennya yang bernama jacky
“Memang mau kemana kita pak…?”
sahut Rendi sambil mengikuti langkah mereka keluar dari ruang meeting.
“Karaoke Pak Rendi…ga jauh kok
tempat nya dari tempat anda menginap…” balas pria yang bernama Jacky itu.
“Oh Fine….Ok….” jawab Rendi
Ruangan Karaoke yang di pesan
klien Rendi sungguh luas dan terkesan mewah, sepertinya ini VVIP pikir Rendi
dalam hati, ah perduli amat, toh yang bayar mereka …gumam Rendi sambil
tersenyum
Tak lama kemudian pintu terbuka
dan beberapa wanita masuk kedlaam dan masing masing duduk disampig para Klien
dan juga Rendi, Rendi terlihat terkejut karena tidak pernah mengira kalau
mereka akan karaoke dan ditemani wanita, walau Rendi seringkali melakukan
entertain, dia hampir tidak pernah ketempat tempat seperti ini, lebih banyak ke
restoran dan café café tempat yang nyaman untuk bicara.
Dalam hati Rendi tersenyum dan
berusaha bersikap senormal mungkin agar tidak terlihat norak didepan klien nya.
Wangi parfum wanita begitu
menusuk hidung Rendi, dia tak menoleh dan tetap bersikap acuh, bahkan saat
wanita itu menuangkan minuman ke dalam gelasnya.
“Keliatannya mas baru ya kesini?
Kalo teman temannya saya sudah sering lihat , mereka sering kesini…” Ucap
wanita itu disuasana room yang remang dan hanya diterangi kelap kelip lampu
berwarna warni.
“Iya…saya hanya tamu mereka dan
hanya dua hari di kota ini….” Sahut Rendi dengan tetap melihat kelayar TV ,klip lagu yang sedang dinyanyikan
salah satu klien nya.
“Oh gitu…dan sepertinya mas bukan
laki laki genit yang suka datang ke tempat ini ya? Biasanya tamu tamu saya,
langsung peluk atau cium saya…” ucap wanita itu dengan santainya
“Hahahahaha kata siapa saya ga
genit….kan belum kenal….kamu cantik kali…makanya tamu tamu mu ga tahan untuk ga
meluk kamu….” Rendi tertawa sambil meraih gelas minumanya, hingga tiba tiba
tangannya terasa lemas dan gelas berisi minumanpun itu jatuh ke lantai, namun
tidak terdengar karena kerasnya suara music dan lagu yang dinyanyikan kliennya.
“Ani…taaaa…????” ucap Rendi
tertahan , melihat sosok wanita cantik dan berpakaian sexy disebelahnya,
Anita….ibu dari anaknya Anisa.
__ADS_1
“Ren…diii….” Wanita itu tak lah
terkejutnya melihat wajah Rendi saat menatapnya
“Kenapa ….kenapa kamu bisa sampai
bekerja seperti ini…? Kemana laki laki yang kamu pilih jadi suamimu itu…?”
Anita menunduk dan terlihat bulir
bulir air mata jatuh dipipinya, dia lalu berdiri dan setengah berlari keluar
ruangan karaoke, Rendi menghampiri Jacky dan membisikkan kata di telinganya,
dia sekalian berpamitan kepada semua yang ada di room, Jacky mengangguk dan
menjabat tangannya.
Rendi segera keluar ruangan dan
matanya melihat sekeliling mencari sosok Anita mantan Istrinya itu,
dihampirinya salah seorang pegawai tempat karaoke yang tengah membawa minuman
untuk para pengunjung, “ Mas..lihat wanita yang keluar dari ruangan VVIP ga? “
“Oh mbak Vivy….dia diruang tunggu
para pemandu lagu pak….dari sini lurus lalu ke kiri ada ruangan disana…” jawab
pegawai itu.Rupanya Anita menutupi nama asli nya dengan panggilan Vivy.
Dilihatnya Anita sedang duduk
sambil menutup wajah dengan telapak tangannya, Rendi menghampiri dan duduk
disebelah mantan istrinya itu.
Dia hanya diam tanpa sepatah
katapun
“Kamu boleh tertawa sekarang melihat
nasibku Ren…” Ucap Anita sambil terisak dan memalingkan wajahnya kearah pintu
masuk ruang tunggu.
hidupmu…? Ga ada gunanya bagiku….” Balas Rendi pelan
“Ya…kamu bisa balas sakit hatimu
….saat dulu aku tinggalkan kamu dan anisa demi laki laki lain…dan ternyata
pilihanku salah dan hancurkan hidupku….” Mata Anita terlihat sembab
“Aku tidak pernah menyimpan
dendam padamu nit…kalau soal laki laki lain…semua manusia punya pilihan sendiri
atas jalan hidupnya…dan sesautu hubungan atau rasa tidak bisa dipaksakan….yang
aku sesalkan hanya kamu menghilang dan melupakan buah hatimu…darah
dagingmu….putrimu….Anisa….” Ujar Rendi
“Maafkan aku Ren….saat hidupku
hancur berantakan…aku sadar…aku salah…dan aku benar benar rindu dengan
Anisa…tapi aku malu…dan akhirnya makin terperosok bahkan nyaris tenggelam….”
Ucap Anita lagi masih dengan isak tangisnya.
Rendi meraih bahu Anita dan
mengusap lembut rambut hitam wanita yang saat ini sedang rapuh , Anita pun
menyandarkan kepalanya di dada Rendi…
“Aku bukan ibu yang baik
Ren…..aku mungkin sudah tak pantas menemui Anisa lagi dan apalagi membiarkannya
memanggilku ibu….” Ucap Anita sesunggukan
“Sudah Nit…jangan hukum dirimu
__ADS_1
dengan terus menerus menyalahkan dirimu sendiri….walaupun hubungan kita sudah
jadi masa lalu…tapi biar bagaimanpun kamu tetap ibunya Anisa….dia butuh sosok
seorang ibu …hal yang ga pernah bisa aku gantikan……”
“Sekarang kamu tinggal dimana dan
dengan siapa ?” Lanjut Rendi lagi
“Aku kost ga jauh dari sini
Ren…..sendiri…” Jawab Anita
“Andai kamu aku ajak kembali ke
Jakarta..pindah kesana….lalu aku bantu kamu untuk buka usaha yang bisa menopang
hidupmu….kamu mau? Aku hanya minta ….kamu bisa jenguk Anisa atau biarkan dia
menemui dan mengenalmu sebagai ibu nya? Dulu saat kamu pergi dia masih balita
dan tak mengerti apa-apa….”
Anita menatap sendu kearah
Rendi….setitik cahaya berpijar ditengah redup dan kelamnya malam, “Aku….aku mau
Ren….aku sangat ingin melihat Anisa…..” Balas Anita…
“Baiklah kalau begitu Nit….malam
ini kau kemas barang barangmu seperlunya…besok pagi kamu ke hotel Mercure
tempatku menginap…nanti aku tunggu dilobi hotel…lalu kita pergi ke bandara Juanda sama sama dari
sana….sekarang aku mau balik ke room untuk pamit dengan para klienku ya? Aku
juga harus rapihkan pekerjaan dan barang bawaanku malam ini….”
“Baik Ren…..terima kasih….” Ingin
rasaya dia memeluk erat laki laki ini…namun dia sadar kalau hubungan dia dan
Rendi sudah berakhir dan Rendi mungkin sudah menutup rapat rapat pintu hatinya
disaat dia putuskan meninggalkannya dulu.
“Ok…aku pergi sekarang….ini no WA
ku…hubungi aku kalau kamu sudah otw ke Hotel
“Ok Ren…..” lalu Rendipun berlalu
dan menghilang dibalik pintu
Jam 9.00 pagi Rendi sudah check
out dari kamarnya dan menunggu Anita sambil meminum kopi yang sempat dipesannya
dan mengambil tempat smoking area agar tidak terlalu merasa jenuh .
Satu jam kemudian dilihatnya
Anita tengah melemparkan pandangan ke sekeliling area lobi dan café hotel ,
Rendi melambaikan tangannya.
“Maaf terlambat….karena aku harus
pamit juga dengan pemilik kost dan juga hubungi teman teman untuk beritahu
mereka kalau aku berhenti bekerja dan kembali ke Jakarta……” Ucap Anita dengan
nafas sedikit terengah engah.
“Gak apa Nit…semalam aku pesan
tiker pesawat untuk penerbangan jam 15.00WIB, jadi kita masih cukup waktu untuk
kebandara.
Rendi melihat sepintas mantan
istrinya ini, Anita masih tetap secantik dulu….ramabut sebahu…kulitnya yang
putih dan matanya yang bulat ….senyumnya yang akan buat para pria meleleh dan
__ADS_1
kepincut…semua yang ada pada wanita ini …pernah membuatnya Rendi jatuh cinta dan
memutuskan menikahinya dulu.