
“Kamu bukan Superman Ren….kamu
juga baru tiba dari dinas luar kota….dan kamu kan sudah ikut Mr.Albert lama,
dia pasti ngerti kalo kamu butuh satu hari kerja untuk siapkan laporan…ga
begadang kayak gini…..Mr.Albert juga ga mau deh kalo manager andalannya sakit…”
Ucap Anita lembut sambil menatap Rendy
Rendy membalas tatapan Anita
sambil perlahan meneguk kopi panasnya, ada sinar teduh disana, yang dia tak
bisa ungkapkan walau sekalipun dalam hatinya sendiri. Digenggamnya jemari
lentik milik Anita, setelah Rendy
menaruh cangkir kopinya.
“Terima kasih Nit….” Ucap Rendy
dengan setengah berbisik dan mengelus telapak tangan Anita
“Aku yang terima kasih Ren…..kamu
sudah tarik aku dari jurang dan lumpur yang dalam, diberikan tempat tinggal dan
usaha…..dan yang paling penting adalah…diberi kesempatan dapat dekat dan bisa
memeluk lagi Anisa….setelah kesalahan fatal yang kubuat dimasa lalu…..” Ujar
Anita sedikit terbata-bata, air matanya meleleh dari sudut mata cantiknya
Refleks Rendy berdiri dan memeluk
wanita itu, Anita menyandarkan dagunya dipundak Rendy, air matanya terus
mengalir dan terdengar isak tangis yang tertahan dari bibir tipisnya.
Rendy membelai lembut rambut
panjang Anita, agar tangisnya reda sambil mendekap tubuh Anita.
“Maafkan aku Ren….aku tahu apapun
yang aku lakukan….ga akan menebus kesalahanku…..” Ujar Anita sesenggukan.
“Aku sudah maafkanmu….saat aku
lihat senyum dan tawa Anisa saat pertama melihat dan memelukmu….” Balas Rendy
dengan suara bergetar.
Dipegangnya dagu Anita,
dihapusnya air mata yang meleleh dipipi mulusnya, Rendy menatap lembut,
begitupun dengan Anita.
Entah siapa yang memulai, semenit
kemudian mereka berdua saling berpagut mesra dan penuh kelembutan, bahkan lebih
mesra saat mereka masih menjadi sepasang suami istri dulu.
Mereka berdua tak bisa pungkiri,
ada kerinduan diantara mereka, masih ada getar asmara walau sudah lama terkubur
dan hampir sirna.
Dahaga hati mereka….desah rindu
dan asmara mereka, menyatu malam itu….Rendy sudah tak memikirkan lagi benar
atau salah yang dia lakukan saat ini, dia hanya ikuti naluri dan kata hati,
Anita pun larut dengan rasanya, yang setelah sekian tahun merasa hampa dan
nista…
Setiap sentuhan membuat jiwa
mereka tergetar, setiap detik menjadi penuh makna bagai tetes demi tetes air
ditengah gurun sahara.
Di sisa pertiga malam, Rendy
memeluk tubuh Anita diperaduan, Anitapun penuh senyum bahagia, rasa sedih dan
haru yang tadi ia rasakan kini hilang terbang bersama heningnya malam, berganti
kehangatan dalam pelukan laki-laki yang dicintainya. Enggan rasa nya bayangkan
__ADS_1
pagi kan menjelang, ingin rasanya ia hentikan waktu saat ini walau sesaat.
“Ibuuuu….Mbok…ibu mana?” sayup
sayup terdengar suara Anisa diluar kamar, Anita perlahan bangun dan
menyingkirkan pelan pelan tangan Rendy dari tubuhnya.
“Mmmhhh….” Rendy mencoba membuka
matanya yang masih terasa sangat mengnatuk
“Nisa……aku keluar dulu ya ?”
bisik Anita, tak lupa dia daratkan kecupan di kening Rendy yang kembali
memejamkan matanya.
Anita salah tingkah saat Mbok
Surti tersenyum melihatnya keluar dari kamar Rendy dengan rambut sedikit
acak-acakan.
“Ibu tidur dikamar Ayah ya? Nisa
cariin pagi-pagi ga ada…” ucapan Anisa putrinya membuat wajahnya menjadi merah
merona di depan MBok Surti, pembantu setia yang sudah mengabdi dan ikut mereka
sejak mereka baru menikah dulu, bahkan sebelum Anisa lahir, sehingga Mbok Surti
tahu persis perjalanan rumah tangga Anita dan Rendy.
“Iya Nisa….Ayah semalam kerja
sampai larut, jadi ibu temani ….kamu mandi sana…ibu sama Mbok Surti akan siapin
sarapanmu…” Ucap Anita lembut.
“Nyonya…nyonya gini lagi ya sama
Bapak..?” ucap Mbok Surti sambil menunjukan dua jarimanisnya saling
bersentuhan.
“Apaan sih MBok….usil aja…siapin
sarapan Anisa gih…” balas Anita tersipu malu
bersiap-siap berangkat ke sekolah , ojek antar jemput nya sudah menunggu di
depan teras rumah.
“Ayah masih tidur ya bu?” Ucap
Anisa
“Iya…ayah pasti masih mengantuk
dan capek ,,,kamu berangkat aja…nanti ibu bilangin ya?” Balas Anita sambil
membawakan tas sekolah milik putri cantiknya.
“Dagh Ibu….” Anisa melambaikan
tangannya setelah mengambil tasnya.
Anita kembali menyiapkan sarapan
dan juga secangkir the manis untuk Rendy, diliriknya jam dinding ,”Hampir jam
8…..” gumamnya, lalu melangkah menuju kamar Rendy.
“Ren….sudah hampir jam 8…kamu mau
berangkat ke kantor jam berapa…?” bisik Anita lembut di telinga Rendy yang
masih memejamkan matanya.
“Nanti aja ah….” Tiba tiba Rendy
membuka matanya dan menarik tubuh Anita hingga jatuh kepelukannya
Mendapat perlakuan mendadak
seperti itu Anita tertawa kecil “ Ihhhh kamu apaan sih…? Pintu ga terkunci dan ada
mbok Surti…malu ah…..” Ujar Anita disela tawa kecilnya
“Biarin aja ah….dia udah ikut
kita kan dari dulu…..” Balas Rendy lagi sambil menciumi pipi dan leher jenjang
Anita
__ADS_1
“Rendyyyy…..ihhhhh….geliiii…..”
Anita menggelinjang dan memejamkan matanya
Lalu bibir mereka kembali saling
berpagut dan mereka berdua kembali menapaki kemesaraan yang mereka luapkan
semalam, penuh gairah dan rasa rindu yang tak terkira.
Rendy sandarkan tubuhnya di kursi
kerjanya, matanya masih terasa mengantuk, namun ada seulas senyum di sudut bibirnya. Dia ingin pejamkan
matanya beberapa menit sebelum rapat dengan Mr.Albert sore ini.
Baru saja matanya terpejam,
terdengar suara ketukan pelan di pintu ruangannya, ternyata Rika….dia melangkah
masuk dan berdiri disamping Rendy yang masih bersandar malas dikursinya.
“Ren….kamu masih ingat janjimu di
Jogja kan?...” Ucap Rika pelan takut terdengar keluar ruangan.
“Mmmm…iya ingat…antar kamu
kerumah orang tuamu kan?” Balas Rendy sambil sesekali memejamkan mata kantuknya
“Good memory….iya..besok
rencananya aku mau kesana? Bisa ….? Sepulang kerja…” Lanjut Rika
Rendy sedikit menguap menjawab “
Oke….”
“Kamu ngantuk berat ya Ren..? aku
suruh pantry buatin kopi ya..?” Ujar Rika
“Udah ga usah Ka…biar aku pakai
intercom kantor aja…nanti seantero kantor curiga kalo kamu tiba tiba jadi baik
dan perhatian sama aku…” Balas Rendy sambil tertawa kecil.
“Owh…okay…tommorow ok? Don’t
forget ok?” Ucap Rika sambil mengerlingkan matanya lalu meninggalkan ruangan.
Setelah rapat dengan Mr.Albert
atasannya rendy segera menuju mobilnya untuk pulang, badannya terasa kurang fit
akibat kurang tidur.
“Ibu mana Mbok…? “ Ucap Rendy
smabil menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga sambil membuka kancing
kemejanya.
“Tadi siang ada pak…..tapi saat
sedang suapin Nisa makan siang…ada telpon dari Salon nya…katanya ada tamu….tapi
tumben sampai jam segini belum kembali…biasanya sore pasti ibu datang untuk
mandiin Anisa pak…” Jawab Mbok Surti sambil menenteng tas kerja Rendy ke ruang
kerjanya.
Ditelponnya Anita melalui telpon
genggamnya, namun hanya ada nada dering tanda tidak diangkat oleh Anita.
Entah kenapa ada perasaan
kehilangan dalam hati Rendy saat tak dilihatnya Anita saat ia pulang dari
bekerja.
“Mbok….kalo Nisa tanya saya…saya
keluar sebentar ya? “ ucap Rendy sambil melangkah menuju garasi dan
mengeluarkan sepeda motornya.
Hanya butuh waktu sekitar 5 menit
untuk sampai disalon tempat usaha Anita, sayup terdengar suara Anita beteriak
didalam, sedangkan beberapa karyawannya hanya berdiri di depan ruko nya.
__ADS_1
“Ada apa di dalam…? “ Ucap Rendy kepada salah satu karyawati Anita.