CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
DAHAGA RINDU


__ADS_3

“Kamu bukan Superman Ren….kamu


juga baru tiba dari dinas luar kota….dan kamu kan sudah ikut Mr.Albert lama,


dia pasti ngerti kalo kamu butuh satu hari kerja untuk siapkan laporan…ga


begadang kayak gini…..Mr.Albert juga ga mau deh kalo manager andalannya sakit…”


Ucap Anita lembut sambil menatap Rendy


Rendy membalas tatapan Anita


sambil perlahan meneguk kopi panasnya, ada sinar teduh disana, yang dia tak


bisa ungkapkan walau sekalipun dalam hatinya sendiri. Digenggamnya jemari


lentik milik Anita, setelah  Rendy


menaruh cangkir kopinya.


“Terima kasih Nit….” Ucap Rendy


dengan setengah berbisik dan mengelus telapak tangan Anita


“Aku yang terima kasih Ren…..kamu


sudah tarik aku dari jurang dan lumpur yang dalam, diberikan tempat tinggal dan


usaha…..dan yang paling penting adalah…diberi kesempatan dapat dekat dan bisa


memeluk lagi Anisa….setelah kesalahan fatal yang kubuat dimasa lalu…..” Ujar


Anita sedikit terbata-bata, air matanya meleleh dari sudut mata cantiknya


Refleks Rendy berdiri dan memeluk


wanita itu, Anita menyandarkan dagunya dipundak Rendy, air matanya terus


mengalir dan terdengar isak tangis yang tertahan dari bibir tipisnya.


Rendy membelai lembut rambut


panjang Anita, agar tangisnya reda sambil mendekap tubuh Anita.


“Maafkan aku Ren….aku tahu apapun


yang aku lakukan….ga akan menebus kesalahanku…..” Ujar Anita sesenggukan.


“Aku sudah maafkanmu….saat aku


lihat senyum dan tawa Anisa saat pertama melihat dan memelukmu….” Balas Rendy


dengan suara bergetar.


Dipegangnya dagu Anita,


dihapusnya air mata yang meleleh dipipi mulusnya, Rendy menatap lembut,


begitupun dengan Anita.


Entah siapa yang memulai, semenit


kemudian mereka berdua saling berpagut mesra dan penuh kelembutan, bahkan lebih


mesra saat mereka masih menjadi sepasang suami istri dulu.


Mereka berdua tak bisa pungkiri,


ada kerinduan diantara mereka, masih ada getar asmara walau sudah lama terkubur


dan hampir sirna.


Dahaga hati mereka….desah rindu


dan asmara mereka, menyatu malam itu….Rendy sudah tak memikirkan lagi benar


atau salah yang dia lakukan saat ini, dia hanya ikuti naluri dan kata hati,


Anita pun larut dengan rasanya, yang setelah sekian tahun merasa hampa dan


nista…


Setiap sentuhan membuat jiwa


mereka tergetar, setiap detik menjadi penuh makna bagai tetes demi tetes air


ditengah gurun sahara.


Di sisa pertiga malam, Rendy


memeluk tubuh Anita diperaduan, Anitapun penuh senyum bahagia, rasa sedih dan


haru yang tadi ia rasakan kini hilang terbang bersama heningnya malam, berganti


kehangatan dalam pelukan laki-laki yang dicintainya. Enggan rasa nya bayangkan

__ADS_1


pagi kan menjelang, ingin rasanya ia hentikan waktu saat ini walau sesaat.


“Ibuuuu….Mbok…ibu mana?” sayup


sayup terdengar suara Anisa diluar kamar, Anita perlahan bangun dan


menyingkirkan pelan pelan tangan Rendy dari tubuhnya.


“Mmmhhh….” Rendy mencoba membuka


matanya yang masih terasa sangat mengnatuk


“Nisa……aku keluar dulu ya ?”


bisik Anita, tak lupa dia daratkan kecupan di kening Rendy yang kembali


memejamkan matanya.


Anita salah tingkah saat Mbok


Surti tersenyum melihatnya keluar dari kamar Rendy dengan rambut sedikit


acak-acakan.


“Ibu tidur dikamar Ayah ya? Nisa


cariin pagi-pagi ga ada…” ucapan Anisa putrinya membuat wajahnya menjadi merah


merona di depan MBok Surti, pembantu setia yang sudah mengabdi dan ikut mereka


sejak mereka baru menikah dulu, bahkan sebelum Anisa lahir, sehingga Mbok Surti


tahu persis perjalanan rumah tangga Anita dan  Rendy.


“Iya Nisa….Ayah semalam kerja


sampai larut, jadi ibu temani ….kamu mandi sana…ibu sama Mbok Surti akan siapin


sarapanmu…” Ucap Anita lembut.


“Nyonya…nyonya gini lagi ya sama


Bapak..?” ucap Mbok Surti sambil menunjukan dua jarimanisnya saling


bersentuhan.


“Apaan sih MBok….usil aja…siapin


sarapan Anisa gih…” balas Anita tersipu malu


bersiap-siap berangkat ke sekolah , ojek antar jemput nya sudah menunggu di


depan teras rumah.


“Ayah masih tidur ya bu?” Ucap


Anisa


“Iya…ayah pasti masih mengantuk


dan capek ,,,kamu berangkat aja…nanti ibu bilangin ya?” Balas Anita sambil


membawakan tas sekolah milik putri cantiknya.


“Dagh Ibu….” Anisa melambaikan


tangannya setelah mengambil tasnya.


Anita kembali menyiapkan sarapan


dan juga secangkir the manis untuk Rendy, diliriknya jam dinding ,”Hampir jam


8…..” gumamnya, lalu melangkah menuju kamar Rendy.


“Ren….sudah hampir jam 8…kamu mau


berangkat ke kantor jam berapa…?” bisik Anita lembut di telinga Rendy yang


masih memejamkan matanya.


“Nanti aja ah….” Tiba tiba Rendy


membuka matanya dan menarik tubuh Anita hingga jatuh kepelukannya


Mendapat perlakuan mendadak


seperti itu Anita tertawa kecil “ Ihhhh kamu apaan sih…? Pintu ga terkunci dan ada


mbok Surti…malu ah…..” Ujar Anita disela tawa kecilnya


“Biarin aja ah….dia udah ikut


kita kan dari dulu…..” Balas Rendy lagi sambil menciumi pipi dan leher jenjang


Anita

__ADS_1


“Rendyyyy…..ihhhhh….geliiii…..”


Anita menggelinjang dan memejamkan matanya


Lalu bibir mereka kembali saling


berpagut dan mereka berdua kembali menapaki kemesaraan yang mereka luapkan


semalam, penuh gairah dan rasa rindu yang tak terkira.


Rendy sandarkan tubuhnya di kursi


kerjanya, matanya masih terasa  mengantuk, namun ada seulas senyum di sudut bibirnya. Dia ingin pejamkan


matanya beberapa menit sebelum rapat dengan Mr.Albert sore ini.


Baru saja matanya terpejam,


terdengar suara ketukan pelan di pintu ruangannya, ternyata Rika….dia melangkah


masuk dan berdiri disamping Rendy yang masih bersandar malas dikursinya.


“Ren….kamu masih ingat janjimu di


Jogja kan?...” Ucap Rika pelan takut terdengar keluar ruangan.


“Mmmm…iya ingat…antar kamu


kerumah orang tuamu kan?” Balas Rendy sambil sesekali memejamkan mata kantuknya


“Good memory….iya..besok


rencananya aku mau kesana? Bisa ….? Sepulang kerja…” Lanjut Rika


Rendy sedikit menguap menjawab “


Oke….”


“Kamu ngantuk berat ya Ren..? aku


suruh pantry buatin kopi ya..?” Ujar Rika


“Udah ga usah Ka…biar aku pakai


intercom kantor aja…nanti seantero kantor curiga kalo kamu tiba tiba jadi baik


dan perhatian sama aku…” Balas Rendy sambil tertawa kecil.


“Owh…okay…tommorow ok? Don’t


forget ok?” Ucap Rika sambil mengerlingkan matanya lalu meninggalkan ruangan.


Setelah rapat dengan Mr.Albert


atasannya rendy segera menuju mobilnya untuk pulang, badannya terasa kurang fit


akibat kurang tidur.


“Ibu mana Mbok…? “ Ucap Rendy


smabil menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga sambil membuka kancing


kemejanya.


“Tadi siang ada pak…..tapi saat


sedang suapin Nisa makan siang…ada telpon dari Salon nya…katanya ada tamu….tapi


tumben sampai jam segini belum kembali…biasanya sore pasti ibu datang untuk


mandiin Anisa pak…” Jawab Mbok Surti sambil menenteng tas kerja Rendy ke ruang


kerjanya.


Ditelponnya Anita melalui telpon


genggamnya, namun hanya ada nada dering  tanda tidak diangkat oleh Anita.


Entah kenapa ada perasaan


kehilangan dalam hati Rendy saat tak dilihatnya Anita saat ia pulang dari


bekerja.


“Mbok….kalo Nisa tanya saya…saya


keluar sebentar ya? “ ucap Rendy sambil melangkah menuju garasi dan


mengeluarkan sepeda motornya.


Hanya butuh waktu sekitar 5 menit


untuk sampai disalon tempat usaha Anita, sayup terdengar suara Anita beteriak


didalam, sedangkan beberapa karyawannya hanya berdiri di depan ruko nya.

__ADS_1


“Ada apa di dalam…? “ Ucap  Rendy kepada salah satu karyawati Anita.


__ADS_2