CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
KHARISMA


__ADS_3

“I don’t wanna divorce with you


Retno…please forgive all my mistaken….” Ucap Brian dengan suara agak keras di


teras rumah Retno sore itu.


Retno hanya duduk diam dan


menyyodorkan berkas didalam map…”I don’t wanna hear anything from you anymore


Brian….sign that paper….keputusanku sudah bulat….anak anak sudah besar


sekarang…selama ini aku bertahan karena mereka….sekarang merekapun setuju aku


berpisah denganmu..”


“Ohh…jadi kamu sudah bertekad


cerai karena laki laki bernama Rendi itu ya? Belom kapok dia rupanya…” Ucap


Brian dengan nada penuh emosi, sehingga dia lupa kontrol ucapannya sendiri.


Retno segera berdiri dengan wajah


merah padam …”Oh…jadi kamu yang kirim orang untuk memukuli Rendi ya? You sudah


salah…selingkuh berkali kali dengan wanita lain….lalu timpakan kesalahanmu ke


orang lain agar aku mau kembali sama kamu? Jangan mimpi kamu Brian!!....segera


tanda tangan berkas perceraian itu, jika tidak mau…ga masalah….lawyerku yang


akan kejar dan minta tanda tanganmu…ada Rendi atau tidak ada Rendi…saya tetap


akan bercerai denganmu…!!” balas Retno dengan nada tinggi


Dengan wajah terpaksa Brian


menanda tangani berkas yang disodorkan Retno lalu membanting ke meja yang


berada diteras setelahnya, dia segera bergegas pergi dengan langkah tergesa dan


wajah penuh amarah.


Retno tak perduli dengan sikap


dan amarah Brian, diambil berkas yang ditanda tangani Brian tadi, dan dia malah


memikirkan seseorang dan bergumam sendiri..”Rendi….sedang apa kamu disana?...”


“Pak…saya boleh nebeng sampai


depan…sampai ke tempat saya bisa nunggu angkot atau taksi?” ucap Rika sambil


menghampiri Rendi yang sedang membuka pintu mobilnya.


“Oh …ok….” Sahut Rendi , dia tak


menyadari seseorang berdiri dibelakangnya dan sebuah bogem mentah mendarat di


wajahnya, Rendi limbung dan tersungkur ke kap mobil “ada apa lagi ini..?”


batinnya, lalu berusaha berdiri kembali. Dilihatnya sosok laki laki dengan


wajah penuh amarah.


“Siapa anda….? Ada apa ini…? “


Ucap rendi tidak mau terpancing emosi , para karyawan yang keluar pabrik dan


akan pulang beramai ramai menghampiri kejadian itu, satpam kantor segera


memegang laki laki tersebut. “Lu jangan coba coba menggoda Rika ya? Dia pacar


gue…!!! Gue habisin lu…” Teriak laki laki itu masih dengan nada emosi yang


meledak ledak, Rendi melihat sekilas kearah Rika


“Anton…!!! Apa apaan sih? Bikin


malu aja….ini pak Rendi Manager disini, aku mau numpang sampai depan, lagian


aku tidak minta kamu jemput ….!!” Ujar Rika setengah berteriak.


“Ohhh….jadi anda pacarnya Rika…?


Gini mas….daripada pakai fisik atau mukul orang sembarangan….dengan tujuan


protektif atau melindungi pacar anda….saran saya…yang anda kunci itu hati


nya…bukan orangnya….jika hanya orangnya….dia hanya jadi milik anda ,disaat


dengan anda….tapi anda ga miliki hatinya….inget pesan saya mas? Pak


satpam..lepaskan aja…hanya salah faham….” Ucap Rendy santai lalu masuk kedalam


mobil  dan pergi.


“Kamu pulang sana….aku lebih baik


jalan kaki daripada sama orang yang kelakuannya norak dan bikin malu kayak


kamu….!!” Ujar Rika seraya bergegas dan berlalu .

__ADS_1


RONNY….SAYA MINTA ALAMAT RUMAH


PAK RENDY DONG….” Rika mengirim pesan whatsapp pada Ronny rean kerjanya.


“JALAN FLAMBOYAN NO. 5 CLUSTER


GREENLAKE VIEW…” Balasan pesan dari Ronny


“Eh…anak ayah sudah


cantik…..sudah rapi….” Ucap Rendy sambil memeluk tubuh kecil Anisa di teras rumahnya


“Iya dong…kan ayah janji mau ajak


Nisa makan diluar…inget ga? Hayoooo…..” balas Anisa sambil tertawa lucu


“Inget dong sayang…..tapi ayah


mandi dulu ya? Masa kamu sudah mandi…cantik…wangi..ayahnya bau asem…” Rendy dan


Anisa tertawa bersama sama


“Assalamulaikum…permisi…..” Ucap


Rika sambil mengetuk pintu pagar rumah Rendi


“Walaikum salam…iya


Tante,…..tante cari siapa?” Anisa menghampiri Rika sambil membuka pintu pagar.


“Pak Rendinya ada …? Kamu siapa?


Cantik banget sih…” Ujar Rika lembut sambil mencubit gemas pipi Anisa.


“Oh…ayah…ada….sebentar ya


tante…silahkan duduk…ayah sedang mandi….aku Anisa tante…” balas Anisa sambil


tersenyum


“Ayah…? Jadi ini putrinya


Rendi..? tapi dari sejak aku datang dengan Ronny , aku ga lihat istrinya..? apa


wanita karir juga..?” tanya Rika dalam hati


“Ada siapa Nisa…?” suara Rendi


dari dalam rumah terdengar


“Ini…ada tante cantik……siapa nama


tante?” ujar Anisa lucu


sahut Rika


“Tante Rika Yaaah…..” teriak si


kecil Nisa


“Eh kamu…..bukannya seharusnya


kamu pulang dengan pacar kamu yang tadi emosi itu…siapa namanya? Anton ya?”


sesaat kemudian Rendi sudah muncul di teras rumah.


“Ngg….mmm….saya mau minta maaf


atas kejadian di kantor tadi pak….pacar saya sudah bikin malu dikalangan


kantor….” Ucap Rika Pelan


“Oh…saya gpp….malah ga perlu kamu


repot repot datang kesini untuk minta maaf….” Balas Rendi


“Ayah…jadi ga nih kita pergi nya?


Nanti keburu malam aku ngantuk….” Sela Anisa


“Oh iya…jadi…mmm…Rika…saya mau


keluar sama anisa untuk makan diluar…saya sudah janji…kamu ikut aja ya? Nanti


pulangnya sekalian saya antar….” Ujar rendi


“Oh ga usah pak…saya jadi


merepotkan kalo begitu….” Balas Rika


“Gpp kok….Nisa…kita sekalian ajak


tante Rika makan gimana?”


“Oke bos…enak malah…kalo sama


ayah doang kan udah sering…” Rendi tertawa mendengar ucapan polos putrinya


Tempat makan yang dipesan rendi


sungguh nyaman, restoran bernuansa sunda , kolam kolam dan air mancur serta


tempat bermain anak, membuat tempat itu banyak dikunjungi para keluarga yang

__ADS_1


ingin makan bersama. Seusai makan, Nisa langsung menghambur ke area permainan


anak dan bergabung dengan anak anak seusianya .


“Maaf pak….ibu nya Nisa kemana?”


ucap Rika sedikit ragu takut pertanyaannya menyinggung Rendi atau membuatnya


marah


“Pergi…..” jawab Rendi singkat


sambil menyalakan rokoknya


“Pergi…? Mmmm…meninggal dunia


maksud pak Rendi…?” lanjut Rika penasaran


“Pergi dengan laki laki lain…kamu


kok kembali resmi lagi sih? Kan sudah saya bilang panggil Rendi aja…” balas


Rendi santai


“Oh..I..Iya Ren….”


“Nisa ga pernah tanya atau cari


ibunya…?” Ujar Rika lagi


“Awal awal ya…tapi akhirnya ga


lagi…akhirnya dia juga mungkin sadar…ibunya sudah ga perduli lagi dengan dia…”


“Maaf saya nanya masalah pribadi


ya Ren….Nisa anak yang pintar…cantik….pasti ibunya juga cantik…” Imbuh Rika


“Terus..? kamu mau bilang…saya


yang jelek ya?” Ucap Rendi tertawa


“Ihhh bukan gitu….maksudnya…”


Ujar Rika tersipu malu, selalu saja dia dibuat grogi dihadapan Rendi.


“Kata siapa kamu jelek Ren…kamu


ganteng….penuh kharisma…sorot mata kamu teduh….memandangmu buat hati waita


meleh…” gumam Rika tanpa sadar didalam hatinya


“Oh My God…kok aku gini sih…?”


bantah Rika dalam hati, buru buru dia mencoba mengontrol perasaannya sendiri.


“Lalu kamu dengan pacarmu itu


sudah jalan berapa lama? Belum berencana untuk menikah Ka…?” Ucapan Rendi


membuyarkan lamunan sesaat Rika


“Oh…saya…kami…belum berpikir ke


arah sana….hanya enjoy dan jalani aja….” Jawab Rika


“Hahahaha…jawabanmu itu….kalian


seperti pasangan ABG …remaja yang sedang kasmaran aja…” Rendi tertawa mendengar


jawaban Rika.


Ingin rasanya Rika mencubit laki


laki didepannya ini, namun kali ini bukan perasaan marah seperti yang biasanya


jika Rendi mencoba mempermalukannya, tapi gemas oleh sikap,karakter dan tutur


katanya.


“Sudah makin malam…kamu harus


istirahat dan berangkat kerja lagi besok…Nisa juga harus sekolah pagi…kita


pulang yuk?..besok pagi saya juga harus berangkat ke surabaya….” Ujar Rendi


disambung anggukan kepala Rika


“Kamu di Surabaya berapa hari


Ren…?” Rika membuka pembicaraan ditengah perjalanan menuju rumahnya


“Sekitar 3 hari…kenapa? Kalau ada


pekerjaan yang mau ditanya WA atau telpon aja…tapi kalo berkas untuk tanda


tangan kamu taruh dimeja saya aja ya..?” Jawab Rendi sambil memperhatikan jalan


di depannya


“Kenapa kamu pergi keluar kota


lagi sih Ren..?” tiba tiba saja  kata

__ADS_1


kata itu muncul dalam benak Rika


__ADS_2