
“I don’t wanna divorce with you
Retno…please forgive all my mistaken….” Ucap Brian dengan suara agak keras di
teras rumah Retno sore itu.
Retno hanya duduk diam dan
menyyodorkan berkas didalam map…”I don’t wanna hear anything from you anymore
Brian….sign that paper….keputusanku sudah bulat….anak anak sudah besar
sekarang…selama ini aku bertahan karena mereka….sekarang merekapun setuju aku
berpisah denganmu..”
“Ohh…jadi kamu sudah bertekad
cerai karena laki laki bernama Rendi itu ya? Belom kapok dia rupanya…” Ucap
Brian dengan nada penuh emosi, sehingga dia lupa kontrol ucapannya sendiri.
Retno segera berdiri dengan wajah
merah padam …”Oh…jadi kamu yang kirim orang untuk memukuli Rendi ya? You sudah
salah…selingkuh berkali kali dengan wanita lain….lalu timpakan kesalahanmu ke
orang lain agar aku mau kembali sama kamu? Jangan mimpi kamu Brian!!....segera
tanda tangan berkas perceraian itu, jika tidak mau…ga masalah….lawyerku yang
akan kejar dan minta tanda tanganmu…ada Rendi atau tidak ada Rendi…saya tetap
akan bercerai denganmu…!!” balas Retno dengan nada tinggi
Dengan wajah terpaksa Brian
menanda tangani berkas yang disodorkan Retno lalu membanting ke meja yang
berada diteras setelahnya, dia segera bergegas pergi dengan langkah tergesa dan
wajah penuh amarah.
Retno tak perduli dengan sikap
dan amarah Brian, diambil berkas yang ditanda tangani Brian tadi, dan dia malah
memikirkan seseorang dan bergumam sendiri..”Rendi….sedang apa kamu disana?...”
“Pak…saya boleh nebeng sampai
depan…sampai ke tempat saya bisa nunggu angkot atau taksi?” ucap Rika sambil
menghampiri Rendi yang sedang membuka pintu mobilnya.
“Oh …ok….” Sahut Rendi , dia tak
menyadari seseorang berdiri dibelakangnya dan sebuah bogem mentah mendarat di
wajahnya, Rendi limbung dan tersungkur ke kap mobil “ada apa lagi ini..?”
batinnya, lalu berusaha berdiri kembali. Dilihatnya sosok laki laki dengan
wajah penuh amarah.
“Siapa anda….? Ada apa ini…? “
Ucap rendi tidak mau terpancing emosi , para karyawan yang keluar pabrik dan
akan pulang beramai ramai menghampiri kejadian itu, satpam kantor segera
memegang laki laki tersebut. “Lu jangan coba coba menggoda Rika ya? Dia pacar
gue…!!! Gue habisin lu…” Teriak laki laki itu masih dengan nada emosi yang
meledak ledak, Rendi melihat sekilas kearah Rika
“Anton…!!! Apa apaan sih? Bikin
malu aja….ini pak Rendi Manager disini, aku mau numpang sampai depan, lagian
aku tidak minta kamu jemput ….!!” Ujar Rika setengah berteriak.
“Ohhh….jadi anda pacarnya Rika…?
Gini mas….daripada pakai fisik atau mukul orang sembarangan….dengan tujuan
protektif atau melindungi pacar anda….saran saya…yang anda kunci itu hati
nya…bukan orangnya….jika hanya orangnya….dia hanya jadi milik anda ,disaat
dengan anda….tapi anda ga miliki hatinya….inget pesan saya mas? Pak
satpam..lepaskan aja…hanya salah faham….” Ucap Rendy santai lalu masuk kedalam
mobil dan pergi.
“Kamu pulang sana….aku lebih baik
jalan kaki daripada sama orang yang kelakuannya norak dan bikin malu kayak
kamu….!!” Ujar Rika seraya bergegas dan berlalu .
__ADS_1
RONNY….SAYA MINTA ALAMAT RUMAH
PAK RENDY DONG….” Rika mengirim pesan whatsapp pada Ronny rean kerjanya.
“JALAN FLAMBOYAN NO. 5 CLUSTER
GREENLAKE VIEW…” Balasan pesan dari Ronny
“Eh…anak ayah sudah
cantik…..sudah rapi….” Ucap Rendy sambil memeluk tubuh kecil Anisa di teras rumahnya
“Iya dong…kan ayah janji mau ajak
Nisa makan diluar…inget ga? Hayoooo…..” balas Anisa sambil tertawa lucu
“Inget dong sayang…..tapi ayah
mandi dulu ya? Masa kamu sudah mandi…cantik…wangi..ayahnya bau asem…” Rendy dan
Anisa tertawa bersama sama
“Assalamulaikum…permisi…..” Ucap
Rika sambil mengetuk pintu pagar rumah Rendi
“Walaikum salam…iya
Tante,…..tante cari siapa?” Anisa menghampiri Rika sambil membuka pintu pagar.
“Pak Rendinya ada …? Kamu siapa?
Cantik banget sih…” Ujar Rika lembut sambil mencubit gemas pipi Anisa.
“Oh…ayah…ada….sebentar ya
tante…silahkan duduk…ayah sedang mandi….aku Anisa tante…” balas Anisa sambil
tersenyum
“Ayah…? Jadi ini putrinya
Rendi..? tapi dari sejak aku datang dengan Ronny , aku ga lihat istrinya..? apa
wanita karir juga..?” tanya Rika dalam hati
“Ada siapa Nisa…?” suara Rendi
dari dalam rumah terdengar
“Ini…ada tante cantik……siapa nama
tante?” ujar Anisa lucu
sahut Rika
“Tante Rika Yaaah…..” teriak si
kecil Nisa
“Eh kamu…..bukannya seharusnya
kamu pulang dengan pacar kamu yang tadi emosi itu…siapa namanya? Anton ya?”
sesaat kemudian Rendi sudah muncul di teras rumah.
“Ngg….mmm….saya mau minta maaf
atas kejadian di kantor tadi pak….pacar saya sudah bikin malu dikalangan
kantor….” Ucap Rika Pelan
“Oh…saya gpp….malah ga perlu kamu
repot repot datang kesini untuk minta maaf….” Balas Rendi
“Ayah…jadi ga nih kita pergi nya?
Nanti keburu malam aku ngantuk….” Sela Anisa
“Oh iya…jadi…mmm…Rika…saya mau
keluar sama anisa untuk makan diluar…saya sudah janji…kamu ikut aja ya? Nanti
pulangnya sekalian saya antar….” Ujar rendi
“Oh ga usah pak…saya jadi
merepotkan kalo begitu….” Balas Rika
“Gpp kok….Nisa…kita sekalian ajak
tante Rika makan gimana?”
“Oke bos…enak malah…kalo sama
ayah doang kan udah sering…” Rendi tertawa mendengar ucapan polos putrinya
Tempat makan yang dipesan rendi
sungguh nyaman, restoran bernuansa sunda , kolam kolam dan air mancur serta
tempat bermain anak, membuat tempat itu banyak dikunjungi para keluarga yang
__ADS_1
ingin makan bersama. Seusai makan, Nisa langsung menghambur ke area permainan
anak dan bergabung dengan anak anak seusianya .
“Maaf pak….ibu nya Nisa kemana?”
ucap Rika sedikit ragu takut pertanyaannya menyinggung Rendi atau membuatnya
marah
“Pergi…..” jawab Rendi singkat
sambil menyalakan rokoknya
“Pergi…? Mmmm…meninggal dunia
maksud pak Rendi…?” lanjut Rika penasaran
“Pergi dengan laki laki lain…kamu
kok kembali resmi lagi sih? Kan sudah saya bilang panggil Rendi aja…” balas
Rendi santai
“Oh..I..Iya Ren….”
“Nisa ga pernah tanya atau cari
ibunya…?” Ujar Rika lagi
“Awal awal ya…tapi akhirnya ga
lagi…akhirnya dia juga mungkin sadar…ibunya sudah ga perduli lagi dengan dia…”
“Maaf saya nanya masalah pribadi
ya Ren….Nisa anak yang pintar…cantik….pasti ibunya juga cantik…” Imbuh Rika
“Terus..? kamu mau bilang…saya
yang jelek ya?” Ucap Rendi tertawa
“Ihhh bukan gitu….maksudnya…”
Ujar Rika tersipu malu, selalu saja dia dibuat grogi dihadapan Rendi.
“Kata siapa kamu jelek Ren…kamu
ganteng….penuh kharisma…sorot mata kamu teduh….memandangmu buat hati waita
meleh…” gumam Rika tanpa sadar didalam hatinya
“Oh My God…kok aku gini sih…?”
bantah Rika dalam hati, buru buru dia mencoba mengontrol perasaannya sendiri.
“Lalu kamu dengan pacarmu itu
sudah jalan berapa lama? Belum berencana untuk menikah Ka…?” Ucapan Rendi
membuyarkan lamunan sesaat Rika
“Oh…saya…kami…belum berpikir ke
arah sana….hanya enjoy dan jalani aja….” Jawab Rika
“Hahahaha…jawabanmu itu….kalian
seperti pasangan ABG …remaja yang sedang kasmaran aja…” Rendi tertawa mendengar
jawaban Rika.
Ingin rasanya Rika mencubit laki
laki didepannya ini, namun kali ini bukan perasaan marah seperti yang biasanya
jika Rendi mencoba mempermalukannya, tapi gemas oleh sikap,karakter dan tutur
katanya.
“Sudah makin malam…kamu harus
istirahat dan berangkat kerja lagi besok…Nisa juga harus sekolah pagi…kita
pulang yuk?..besok pagi saya juga harus berangkat ke surabaya….” Ujar Rendi
disambung anggukan kepala Rika
“Kamu di Surabaya berapa hari
Ren…?” Rika membuka pembicaraan ditengah perjalanan menuju rumahnya
“Sekitar 3 hari…kenapa? Kalau ada
pekerjaan yang mau ditanya WA atau telpon aja…tapi kalo berkas untuk tanda
tangan kamu taruh dimeja saya aja ya..?” Jawab Rendi sambil memperhatikan jalan
di depannya
“Kenapa kamu pergi keluar kota
lagi sih Ren..?” tiba tiba saja kata
__ADS_1
kata itu muncul dalam benak Rika