CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
TEMANI AKU MALAM INI...


__ADS_3

Siang itu Rendy dan Rika


benar-benar menikmati makan siang mereka di resto hotel berbintang empat


tersebut, mungkin karena pagi harinya Rika hanya sarapan sepotong roti dan


Rendy hanya minum secangkir teh manis. Rendy sengaja memilih tempat smoking


area agar setelah makan dia dapat menikmati rokoknya.


“Nanti kita di jemput supir klien


atau kita yang kesana pak…?” Ucap Rika membuka obrolan setelah mereka berdua


selesai menyantap makan siangnya.


“Rendy….no pak…” balas Rendy


sambil menyalakan rokoknya


“Eh…iya Ren…..jadi kita dijemput


atau bagaimana?” ujar Rika lagi


“Katanya sih dijemput….” Balas


Rendy lagi seraya menghisap rokok kegemarannya.


Tiba tiba terdengar suara dering


telpon , ternyata handphone Rendy.


“Ya Ret…?” ucap Rendy santai


“Kamu apa kabar Ren…? Jahat


ihhh….kamu ga pernah hubungi aku duluan….” Ujar seorang wanita yang ternyata


adalah Retno.


“Iya maaf…belum sempat…lagipula


aku ga mau menganggu aktivitas kamu ….yang aku tahu super super sibuk….” Balas


Rendy


“Aalasan aja


kamu…..sesibuk-sibuknya aku…masa ga bisa sih jawab wa atau telpon kamu…?” nada


suara Retno terdengar sedikit kesal diseberang sana


“Iya…iya deh….aku minta maaf…”


ujar Rendy lembut


“Minggu depan aku ada urusan di


Jakarta…kita ketemu ya?” lanjut Retno


“Oke Ret….take care…” jawab Rendy


sambil menutup telponnya.


Rika hanya bisa menatap dan


mendengar percakapan Rendy dari seberang meja, tiba tiba aja dada nya


bergemuruh, ada rasa amarah….tapi dia ga tahu harus luapkan kepada siapa…..lalu


Rika memalingkan mukanya ke arah lain…seolah dia ga mau dan ga suka melihat


Rendy berbicara dengan seorang wanita di telpon.


“Pacar nya ya Ren…? Retno….yang


klien perusahaan kita yang dari makasar itu…” Rika langsung nyerocos usai Rendy


berbicara di telpon genggamnya.


Rendy hanya tersenyum


mendengarnya dan kembali menikmati rokoknya


“Kalau pacar kenapa dan kalau


ngga kenapa..? cemburu ya ? “ Ujar Rendy sambil tersenyum dan menatap wajah


cantik Rika


“Ihhhh….ngapain amat


cemburu….emangnya kita punya hubungan special…?” balas Rika sewot dan dengan


tatapan sedikit galak


“Eh….jangan sewot gitu


dong…..jangan galak galak juga….kalo nanti naksir repot lho…?” lanjut Rendy


lagi sambil tertawa cekikikan.


Rika benar benar senewen dan

__ADS_1


gregetan sama laki laki yang satu ini, ga ada rasa gugup saat dicecar


pertanyaan pribadi dan tetap santai , bahkan bisa berbalik menyudutkan dirinya


dengan beberapa kalimatnya.


“Abisnya….aku nanya serius…kamu


jawabnya bercanda dan malah balik bertanya….” Ucap Rika masih dengan nada kesal


“Hahahaha….kamu….oke…fine….saya


memang dekat dengan Retno…klien besar kita yang dari Makasar, tapi belum ada


komitmen diantara kami….” Ujar Rendy ditengah tawa nya kamu


“Apa semua klien dekati atau


pacari Ren? Dan apa itu sebabnya market kamu didaerah daerah menjadi makin


banyak dan pesat…?” kali ini Rika tak tahan lagi dan menatap tajam ke arah


Rendy.


“Maunya sih gitu Ka….Cuma


sayang….klien wanita perusahaan kita hanya dua…satu Retno dan satu lagi Ci


lanny usia 70th…yang lainnya laki-laki semua…..” Jawab Rendy santai.“mphhh….kaa…muuuu…” Rika


merapatkan giginya….dan mengepalkan tangannya, dia benar benar ga berkutik


didepan Rendy dan tidak mampu mengendalikan nya seperti yang dilakukannya pada


laki-laki yang berusaha mendekatinya selama ini.


Rendy melirik jam tangannya, “


Kita balik ke kamar yuk? Satu jam lagi supir klien akan jemput kita…kalo aku


sih ga masalah….kalo kamu perempuan…dandannya lamaaaa….” Ucap Rendy sambil


tertawa kecil.


Pertemuan Rendy dan Rika dengan


Klien pertamanya sore itu berjalan lancar, beberapa poin-poin penting pun


dengan sigap telah dicatat Rika, Rika memang wanita cerdas, ia ga perlu


diajarkan dua kali untuk ber inisiatif dalam hal pekerjaan dan pertemuan


bisnis.


berdarah keturunan tionghoa mengajak Rendy dan Rika untuk melepaskan penat ke


sebuah club malam, Rendy dan Rika menyetujuinya sebagai bentuk penghargaan


mereka terhadap klien.


Namun diluar dugaan, ternyata


Mr.David dan jajaran para supervisor dan staffnya sudah terbiasa dengan meminum


minuman keras, terbukti dengan banyaknya botol minuman yang dipesan dan


tersedia di meja mereka.


Seiring dengan makin larutnya


malam, suara hingar binger music makin terdengar kencang, Rendy sebenarnya


kurang suka dengan suasana club malam ditambah lagi suara music yang hingar


binger,mungkin karena mungkin sebagian besar pengunjung sedikit mabuk, hingga


tidak memperdulikannya. Rendy hanya sedikit meminum minuman yang dtuangkan


kliennya, sedangkan Rika sudah menenggak habis satu gelas minumannya, melihat


gelas yang kosong , staff Mr David kembali menuangkan minuman hingga terisi


penuh kembali.


Rendy memegang tangan Rika saat


memegang gelas minumannya, sambil menggelengkan sedikit kepalanya sebagai


bahasa isyarat “stop….dont drink anymore…”


Tapi Rika ga perduli, dihatinya


pun masih ada sedikit rasa marah dan cemburu melihat Rendy berbicara mesra


dengan Retno di telpon siang tadi


“Ini sudah lewat jam kerja kan


Ren…? Jadi aku bebas untuk lakukan apa saja kan..?” ujar Rika sambil meminum


habis kembali minuman di gelasnya. Kepala dan badannya bergoyang mengikuti


alunan irama music yang terdengar diseluruh ruangan.

__ADS_1


Rendy melirik jam tangannya,


hampir pukul 23.00 malam, dan dilihat nya Rika sudah terlihat mabuk, dia segera


berpamitan pada kliennya Mr.David agar keadaan Rika tidak bertambah parah.


Rendy memeluk pinggang Rika untuk


menopang tubuhnya yang sudah terhuyung-huyung saat berjalan,dipapahnya Rika


masuk kedalam mobil.


Mereka tiba di hotel hampir


tengah malam, Rendy tetap memeluk pinggang Rika sampai tiba di depan kamarnya.


“Mana kunci kamar mu ka..?” ucap


Rendy.


Rika masih memejamkan matanya dan


terenyum senyum sendiri dalam keadaan mabuk, dia menunjuk kearah tas kecilnya.


Rendy membuka reslteting tas Rika untuk menemukan kartu kunci kamar.


Direbahkannya tubuh Rika di


ranjang hotel, namun saat Rendy akan beranjak pergi, tiba tiba Rika menarik


lengan laki-laki itu.


“Temani aku Ren….” Ucap Rika


sambil mengelus-elus lengan Rendy


“Kamu mabuk ka….sekarang


tidur….kita disini masih dua hari lagi dan masih ada beberapa urusan pekerjaan


yang harus kita beresin…” balas Rendy sambil berusaha melepaskan tangannya dari


genggaman Rika.


“Apa aku kurang menarik Ren…? “


tiba tiba Rika bangun dan duduk di tepi ranjang sambil menanggalkan bajunya,


Rendy sangat kaget melihatnya, namun dia laki laki normal, dirinya sempat


tertegun beberapa saat melihat tubuh Rika yang putih dan mulus dihadapannya.


“Kamu mabuk berat Ka…..” Ucap


Rendy berusaha memalingkan muka, dan mengambil selimut hotel lalu ditutupinya


tubuh Rika.


“Apa Retno lebih menarik …lebih


cantik …dan lebih **** dariku Ren….hah…?” ujar Rika dengan nada sedikit tinggi


karena pengaruh minuman keras.


“Aku akan jawab dan bicara saat


kamu sudah sadar nanti ka….” Ujar Rendy lembut berusaha menenangkan emosi Rika


yang mabuk.


“Temani aku malam ini ya Ren? Pleaseee…” Rendy kembali


terkaget-kaget tiba-tiba tubuhnya yang sedang berdiri dipeluk Rika yang duduk


ditepi ranjang.


“Oke…oke….tapi sekarang kamu tidur ya?” balas Rendy lembut


sambil merebahkan tubuh Rika, sambil kembali menutupi tubuh wanita yang


setengah telanjang itu dengan selimut  yang sempat melorot saat memeluknya tadi.


Rendy melepaskan sepatunya dan berbaring disebelah Rika, dia


berniat setelah Rika tertidur pulas dia akan pindah kembali ke kamarnya, namun


ternyata bukan hal mudah….Rika memeluk erat tubuhnya dan menyusupkan kepalanya


didada Rendy.


Rendy belum bisa memejamkan matanya, dilihat jam tangannya


sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, “Wah kacau nih….bisa bisa besok aku


kesiangan dan ngantuk saat ketemu klien…” batin Rendy


Rendy mencium wangi parfum dari tubuh Rika merebak dari balik


selimut dan pria manapun pasti akan terbuai bahkan terhipnotis pada saat


seperti ini.


“OMG….bagaimana ini…” ucap Rendy lagi dalam hati

__ADS_1


__ADS_2