
Siang itu Rendy dan Rika
benar-benar menikmati makan siang mereka di resto hotel berbintang empat
tersebut, mungkin karena pagi harinya Rika hanya sarapan sepotong roti dan
Rendy hanya minum secangkir teh manis. Rendy sengaja memilih tempat smoking
area agar setelah makan dia dapat menikmati rokoknya.
“Nanti kita di jemput supir klien
atau kita yang kesana pak…?” Ucap Rika membuka obrolan setelah mereka berdua
selesai menyantap makan siangnya.
“Rendy….no pak…” balas Rendy
sambil menyalakan rokoknya
“Eh…iya Ren…..jadi kita dijemput
atau bagaimana?” ujar Rika lagi
“Katanya sih dijemput….” Balas
Rendy lagi seraya menghisap rokok kegemarannya.
Tiba tiba terdengar suara dering
telpon , ternyata handphone Rendy.
“Ya Ret…?” ucap Rendy santai
“Kamu apa kabar Ren…? Jahat
ihhh….kamu ga pernah hubungi aku duluan….” Ujar seorang wanita yang ternyata
adalah Retno.
“Iya maaf…belum sempat…lagipula
aku ga mau menganggu aktivitas kamu ….yang aku tahu super super sibuk….” Balas
Rendy
“Aalasan aja
kamu…..sesibuk-sibuknya aku…masa ga bisa sih jawab wa atau telpon kamu…?” nada
suara Retno terdengar sedikit kesal diseberang sana
“Iya…iya deh….aku minta maaf…”
ujar Rendy lembut
“Minggu depan aku ada urusan di
Jakarta…kita ketemu ya?” lanjut Retno
“Oke Ret….take care…” jawab Rendy
sambil menutup telponnya.
Rika hanya bisa menatap dan
mendengar percakapan Rendy dari seberang meja, tiba tiba aja dada nya
bergemuruh, ada rasa amarah….tapi dia ga tahu harus luapkan kepada siapa…..lalu
Rika memalingkan mukanya ke arah lain…seolah dia ga mau dan ga suka melihat
Rendy berbicara dengan seorang wanita di telpon.
“Pacar nya ya Ren…? Retno….yang
klien perusahaan kita yang dari makasar itu…” Rika langsung nyerocos usai Rendy
berbicara di telpon genggamnya.
Rendy hanya tersenyum
mendengarnya dan kembali menikmati rokoknya
“Kalau pacar kenapa dan kalau
ngga kenapa..? cemburu ya ? “ Ujar Rendy sambil tersenyum dan menatap wajah
cantik Rika
“Ihhhh….ngapain amat
cemburu….emangnya kita punya hubungan special…?” balas Rika sewot dan dengan
tatapan sedikit galak
“Eh….jangan sewot gitu
dong…..jangan galak galak juga….kalo nanti naksir repot lho…?” lanjut Rendy
lagi sambil tertawa cekikikan.
Rika benar benar senewen dan
__ADS_1
gregetan sama laki laki yang satu ini, ga ada rasa gugup saat dicecar
pertanyaan pribadi dan tetap santai , bahkan bisa berbalik menyudutkan dirinya
dengan beberapa kalimatnya.
“Abisnya….aku nanya serius…kamu
jawabnya bercanda dan malah balik bertanya….” Ucap Rika masih dengan nada kesal
“Hahahaha….kamu….oke…fine….saya
memang dekat dengan Retno…klien besar kita yang dari Makasar, tapi belum ada
komitmen diantara kami….” Ujar Rendy ditengah tawa nya kamu
“Apa semua klien dekati atau
pacari Ren? Dan apa itu sebabnya market kamu didaerah daerah menjadi makin
banyak dan pesat…?” kali ini Rika tak tahan lagi dan menatap tajam ke arah
Rendy.
“Maunya sih gitu Ka….Cuma
sayang….klien wanita perusahaan kita hanya dua…satu Retno dan satu lagi Ci
lanny usia 70th…yang lainnya laki-laki semua…..” Jawab Rendy santai.“mphhh….kaa…muuuu…” Rika
merapatkan giginya….dan mengepalkan tangannya, dia benar benar ga berkutik
didepan Rendy dan tidak mampu mengendalikan nya seperti yang dilakukannya pada
laki-laki yang berusaha mendekatinya selama ini.
Rendy melirik jam tangannya, “
Kita balik ke kamar yuk? Satu jam lagi supir klien akan jemput kita…kalo aku
sih ga masalah….kalo kamu perempuan…dandannya lamaaaa….” Ucap Rendy sambil
tertawa kecil.
Pertemuan Rendy dan Rika dengan
Klien pertamanya sore itu berjalan lancar, beberapa poin-poin penting pun
dengan sigap telah dicatat Rika, Rika memang wanita cerdas, ia ga perlu
diajarkan dua kali untuk ber inisiatif dalam hal pekerjaan dan pertemuan
bisnis.
berdarah keturunan tionghoa mengajak Rendy dan Rika untuk melepaskan penat ke
sebuah club malam, Rendy dan Rika menyetujuinya sebagai bentuk penghargaan
mereka terhadap klien.
Namun diluar dugaan, ternyata
Mr.David dan jajaran para supervisor dan staffnya sudah terbiasa dengan meminum
minuman keras, terbukti dengan banyaknya botol minuman yang dipesan dan
tersedia di meja mereka.
Seiring dengan makin larutnya
malam, suara hingar binger music makin terdengar kencang, Rendy sebenarnya
kurang suka dengan suasana club malam ditambah lagi suara music yang hingar
binger,mungkin karena mungkin sebagian besar pengunjung sedikit mabuk, hingga
tidak memperdulikannya. Rendy hanya sedikit meminum minuman yang dtuangkan
kliennya, sedangkan Rika sudah menenggak habis satu gelas minumannya, melihat
gelas yang kosong , staff Mr David kembali menuangkan minuman hingga terisi
penuh kembali.
Rendy memegang tangan Rika saat
memegang gelas minumannya, sambil menggelengkan sedikit kepalanya sebagai
bahasa isyarat “stop….dont drink anymore…”
Tapi Rika ga perduli, dihatinya
pun masih ada sedikit rasa marah dan cemburu melihat Rendy berbicara mesra
dengan Retno di telpon siang tadi
“Ini sudah lewat jam kerja kan
Ren…? Jadi aku bebas untuk lakukan apa saja kan..?” ujar Rika sambil meminum
habis kembali minuman di gelasnya. Kepala dan badannya bergoyang mengikuti
alunan irama music yang terdengar diseluruh ruangan.
__ADS_1
Rendy melirik jam tangannya,
hampir pukul 23.00 malam, dan dilihat nya Rika sudah terlihat mabuk, dia segera
berpamitan pada kliennya Mr.David agar keadaan Rika tidak bertambah parah.
Rendy memeluk pinggang Rika untuk
menopang tubuhnya yang sudah terhuyung-huyung saat berjalan,dipapahnya Rika
masuk kedalam mobil.
Mereka tiba di hotel hampir
tengah malam, Rendy tetap memeluk pinggang Rika sampai tiba di depan kamarnya.
“Mana kunci kamar mu ka..?” ucap
Rendy.
Rika masih memejamkan matanya dan
terenyum senyum sendiri dalam keadaan mabuk, dia menunjuk kearah tas kecilnya.
Rendy membuka reslteting tas Rika untuk menemukan kartu kunci kamar.
Direbahkannya tubuh Rika di
ranjang hotel, namun saat Rendy akan beranjak pergi, tiba tiba Rika menarik
lengan laki-laki itu.
“Temani aku Ren….” Ucap Rika
sambil mengelus-elus lengan Rendy
“Kamu mabuk ka….sekarang
tidur….kita disini masih dua hari lagi dan masih ada beberapa urusan pekerjaan
yang harus kita beresin…” balas Rendy sambil berusaha melepaskan tangannya dari
genggaman Rika.
“Apa aku kurang menarik Ren…? “
tiba tiba Rika bangun dan duduk di tepi ranjang sambil menanggalkan bajunya,
Rendy sangat kaget melihatnya, namun dia laki laki normal, dirinya sempat
tertegun beberapa saat melihat tubuh Rika yang putih dan mulus dihadapannya.
“Kamu mabuk berat Ka…..” Ucap
Rendy berusaha memalingkan muka, dan mengambil selimut hotel lalu ditutupinya
tubuh Rika.
“Apa Retno lebih menarik …lebih
cantik …dan lebih **** dariku Ren….hah…?” ujar Rika dengan nada sedikit tinggi
karena pengaruh minuman keras.
“Aku akan jawab dan bicara saat
kamu sudah sadar nanti ka….” Ujar Rendy lembut berusaha menenangkan emosi Rika
yang mabuk.
“Temani aku malam ini ya Ren? Pleaseee…” Rendy kembali
terkaget-kaget tiba-tiba tubuhnya yang sedang berdiri dipeluk Rika yang duduk
ditepi ranjang.
“Oke…oke….tapi sekarang kamu tidur ya?” balas Rendy lembut
sambil merebahkan tubuh Rika, sambil kembali menutupi tubuh wanita yang
setengah telanjang itu dengan selimut yang sempat melorot saat memeluknya tadi.
Rendy melepaskan sepatunya dan berbaring disebelah Rika, dia
berniat setelah Rika tertidur pulas dia akan pindah kembali ke kamarnya, namun
ternyata bukan hal mudah….Rika memeluk erat tubuhnya dan menyusupkan kepalanya
didada Rendy.
Rendy belum bisa memejamkan matanya, dilihat jam tangannya
sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, “Wah kacau nih….bisa bisa besok aku
kesiangan dan ngantuk saat ketemu klien…” batin Rendy
Rendy mencium wangi parfum dari tubuh Rika merebak dari balik
selimut dan pria manapun pasti akan terbuai bahkan terhipnotis pada saat
seperti ini.
“OMG….bagaimana ini…” ucap Rendy lagi dalam hati
__ADS_1