CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
AKU TAK PANTAS UNTUKMU


__ADS_3

Hampir dua minggu Rendy berada di


Palangkaraya Kalimantan Tengah untuk pekerjaannya seperti yang sering dia


lakukan, hati ini ia kembali ke kantornya dan membawakan oleh-oleh untuk para


teman sekantornya, dan seperti biasa mereka berebut saat Rendy menaruh oleh


oleh diruang pantry kantor.


“Saya ngga lihat Rika, ga masuk


kerja dia…?” Ucap Rendy pada Fitri  teman


sekantornya yang tempat duduknya bersebelahan dengan meja Rika.


“Sejak pak Rendy dinas ke luar


kota 2 minggu yang lalu…dia  izin pak…ga


masuk….cieee…kangen ya pak?” ledek Fitri, Rendy tak membalas hanya tersenyum


tipis.


Rendy mencoba mengirimkan pesan


WA pada Rika, namun hanya ceklist satu , yang artinya pesannya tak terkirim dan


terbaca oleh Rika.


Sore itu sepulang kerja, dia


putuskan untuk menjenguknya ke  area


Cikatang Bekasi rumah orang tua Rika.


Menjelang magrib Rendy tiba di


depan kediaman keluarga Rika, tak dilihatnya anggota keluarga diteras rumah,


seperti kebiasaan mereka duduk-duduk sambil minum the disore hari. Di bukanya


perlahan pintu pagar rumah dan Rendy melangkah masuk sampai didepan teras


rumah.


“Assalamualaikum….” Rendy mencoba


mnegucapkan salam namun tak ada jawaban, dicobanya lagi dan kali ini dengan


suara yang agak lebih keras, namun lagi lagi tak ada jawaban dari dalam rumah.


Rendy mencoba mendekati pintu rumah, namun tiba tiba saja dirinya kaget dan


mundur beberapa langkah….


“Pranngg!!!!” suara benda keramik


yang dibanting membuat dirinya kaget bukan kepalang, disusul suara laki-laki


berteriak dari dalam rumah.


“SUDAH PAPA BILANG JANGAN DEKAT


DENGAN LAKI-LAKI BRENGSEK ITU…DARI AWAL PAPA SUDAH TIDAK SUKA KEHADIRANNYA…!!!”


terdengar suara hardikan papanya Rika


Rendy hanya terpaku di depan


pintu rumah Rika, dia merasa waktunya tidak tepat dia datang sore itu, dia


membalikkan badannya berniat untuk pergi dari situ, namun sebuah suara menahan


langkah kakinya, “Jangan pergi nak Rendy….tolong Rika….” Suara seorang wanita


yang ternyata mama nya Rika terdengar memohon diselingi isak tangisnya.


Dengan langkah canggung Rendy


memasuki rumah Rika, mengikuti langkah wanita paruh baya didepannya.


Melihat kehadiran Rendy, amarah

__ADS_1


papa nya Rika sedikit mereda, terlihat dadanya kembang kempis menahan emosi


yang membludak dan mukanya yang merah setelah luapkan amarah.


Dilihatnya Rika tengah terduduk


lesu di sofa sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, air


matanya meleleh dipipi putihnya.


Rendy duduk disebelah Rika, ayah


Rika menghempaskan tubuhnya di kursi sofa diseberangnya.


“Pak…..bu….mohon maaf…kedatangan


saya mungkin tidak pada situasi dan waktu yang tepat, tapi ibu meminta saya


untuk masuk…..maksud saya kesini sebenarnya ingin menengok keadaan Rika, karena


menurut orang kantor Rika sudah tidak masuk selama  dua minggu…..saya baru kembali dari tugas


luar kota di Kalimantan, makanya saya baru tahu kalo Rika tidak masuk….mmmmm


kalau boleh tahu….dan bapak ibu ga keberatan, boleh saya tahu ada apa ini pak?”


ucap Rendy lembut seraya memandang ekspresi wajah laki-laki setengah tua yang


terlihat masih menahan amarahnya, terlihat dari tangannya yang dikepal dan


urat-urat syaraf yang terlihat menegang di dahi nya.


Melihat ayah Rika yang masih


terdiam dan berusaha mengontrol emosinya, ibu Rika mencoba menjelaskan kepada


Rendy, “Begini nak Rendy….mungkin nak Rendy tahu….beberapa bulan terakhir ini


Rika dekat dengan seorang laki-laki …kalau ga salah namanya Satria…..sebenarnya


ibu dan bapak tidak terlalu suka dengannya, tapi kami tidak mau lagi mengekang


keinginan dan kemauan Rika,seperti waktu waktu yang dulu…tapi ternyata……dia


laki-laki yang tak bertanggung jawab…sekarang dia menghilang dan Rika……” Ibu


mulut wanita paruh baya itu.


Rendy mencoba melirik ke arah


Rika yang duduk disebelahnya, tiba-tiba Rika memeluknya sambil menangis


sejadi-jadinya…”aku hamil Ren….aku aib bagi keluarga.” ujar Rika disela-sela


tangisnya.


Hati Rendy terasa bagai


tersayat-sayat pisau belati, apalagi dipelukannya, dan di hadapannya dua wanita


ibu dan anak menangis pilu meratapi kejadian yang sama sekali mereka tidak


inginkan. Dilihatnya juga ayah nya Rika mengambil saputangan dari kantongnya


dan menghapus air matanya.


“Aku gam au menggugurkan


kandunganku Ren…seperti yang kulakukan di masa laluku….anak didalam rahimku


tidak berdosa…aku yang yang nista…aku yang penuh dosa Ren…..” Lanjut Rika lagi


masih dengan isak tangisnya.


“Tapi kamu ga bisa melahirkan dan


hidup dengan anak itu tanpa sosok seorang ayah Rika…apa kata orang nanti? Apa


kata keluarga besar kita?” suara Ayah Rika terdengar bergetar dan beberapakali


ia menarik nafasnya dalam-dalam.


Rendy menghela nafasnya sesaat,

__ADS_1


dia mencoba melepaskan pelukan Rika dari tubuhnya dan menatap wajahnya yang


basah karena air matanya.


“Aku akan menikahimu….sampai anak


itu lahir dan kamu bisa menata hidupmu kembali….tapi kamu tahu kehidupanku kan


Ka…? jadi aku ga bisa setiap hari bersamamu…..dan tidak bisa ceritakan ini


kepada keluarga besarku…” Ucap Rendy membuat papa dan mama Rika kaget dan


seakan tak percaya dengan apa yang mereka dengar, begitupun Rika.


“Ngga Ren..!!! aku ga pantas buat


kamu….aku juga terima kalo sekarang kamu jijik denganku setelah mengetahui


semuanya….” Bantah Rika.


“Pak…bu…bagaimana..? apa


bapak….ibu..setuju dengan usulan saya…?” Ucap Rendy lagi , sambil melihat


ekspersi kedua orang tua Rika.


“Kalo kami…gimana Rika aja nak


Rendy….walau jujur, kami berterima kasih dengan usulan nak Rendy…” Balas ibu


nya Rika pelan sambil melirik suaminya.


Rendy kembali menatap Rika,


sambil memberi isyarat…apa jawaban wanita mungil dan cantik ini.


Jujur saja, entah mengapa dalam


hati Rika terbesit rasa bahagia, saat mendengar ucapan Rendy akan menikahinya,


walaupun dia tahu persis itu hanya untuk menolongnya dan bersifat sementara,


agar kehormatannya juga kehormatan keluarganya terjaga. Tapi ia merasa dirinya


kotor dan malu, setelah rendy mengetahui semua jalan hidupnya.


“Tapi …aku malu Ren…aku merasa


kotor dan ga pantas mendapat kebaikanmu….” Ujar Rika pelan


“Lalu..? kamu mencintai laki-laki


itu? Siapa itu namanya..Satria…? dan kamu mau aku cari dia untuk minta


pertanggung jawabannya?” balas  Rendy


Rika menggeleng,”Kalaupun dia mau


bertanggung jawab…aku juga ga sudi untuk dinikahinya….” Lalu dia terdiam


sebentar.


“Lalu kalau seperti itu…kenapa


kamu? “ ucap rendy sambil mengarahkan telapak tangannya kea rah perut Rika.


“Waktu itu…..saat dia menjemputku


di kantor dan bertemu kamu di area parkir…..sepanjang perjalanan kami


bertengkar ….dia terus menanyakan ada apa antara aku denganmu….dia tidak suka


bahkan marah jika setiapkali berkaitan denganmu…aku selalu membelamu


didepannya……akhirnya aku minta antarkan pulang dan batalkan acara nonton


kami…tapi dia minta kami mampir sebentar disebuah café untuk minum sebelum


pulang……entah kenapa…setelah itu kepalaku berat dan pusing sekali…saat


terbangun…aku sudah ada disebuah kamar hotel dan……” Rika kembali menutupi


wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan kembali menangis tersedu-sedu

__ADS_1


“Brengsek…….” Ucap Rendy pelan


nanun dengan suara bergetar menahan amarah.


__ADS_2