CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
BERJUTA PENYESALAN


__ADS_3

“Hei non….melamun aja dari tadi….pasti mikirin wanita yang


bersama pak Rendy tadi ya? Hayooo ngakuuu…??” celoteh Fitri ,disusul dengan


tawa berderai nya bersama wiwik.


“Ihhhh….apaan sih…ngga kok…aku lagi WA pacarku anton


kok…dari tadi belum dijawab..” balas Rika dengan muka sedikit sewot.


“Ka…kalo WA…matanya ke HP…..ini dari tadi mata kamu


menerawang entah kemana…..kayak orang abis putus cinta…” kali ini Ronny


menimpali sambil cekikikan….


Rika langsung memasang wajah cemberut yang malah membuat


teman temannya terpingkal pingkal melihat mimik wajahnya yang berubah.


Dalam perjalanan pulang Rika menumpang mobil Ronny ,


sedangkan Fitri dan Wiwik dengan Taxi online karena arah tempat tinggal mereka


searah dan berbeda dengan Rika.


“Memang wanita yang tadi sama pak Rendy itu siapa sih Ron….”


Ucap Rika sambil sok acuh menatap ke sisi jalan dari jendela mobil


“mau tau aja…atau mau tau banget nih?” balas Ronny sambil


tertawa


“Terserah ihhhh….ga dijawab juga gpp…” sungut Rika


“Hahahaha kamu tuh aneh….sejak ketemu Pak Rendy dari


tadi…melamun…marah-marah…cemberut” ujar Ronny lagi masih dengan cekikikan


“Oke…oke….wanita tadi itu…Anita….ibu nya Anisa…anak pak


Rendy…..tapi mereka sudah bercerai beberapa tahun yang lalu…..hidup Pak Rendy


itu dulu serba kekurangan,sedangkan Anita adalah wanita berasal dari keluarga


berada, karena ga tahan dengan tekanan ekonomi, dia tergoda dan menjalin


hubungan dengan pria lain…lalu pergi meninggalkan pak Rendy disaat Anisa masih


balita….”


“Astaga…” Rika terperanjat dan menggigit bibirnya…


“Lalu….apa yang dibilang Fitri kalo pak Rendy itu playboy?


Bener?” lanjut Rika


“Playboy…atau Casanova julukan yang diberikan ke Pak


Rendy…itu tergantung melihat pak Rendy dari sudut mana ka….saya kenal Pak Rendy


lama…..bukannya saya bela dia karena sama sama laki…tapi setahu saya…disebut


playboy itu kalo laki laki itu emang sengaja mengejar para wanita untuk penuhi


hasratnya dan hanya iseng belaka….tapi Pak Rendy…menurut saya dia hanya


terjebak keadaan atau situasi dengan para wanita yang mendekatinya….tapi begitu


mereka berbicara tentang cinta…dulu Pak Rendy langsung menjauh….karena trauma


yang dialaminya….karena kebetulan banyak wanita yang dekati dia dan beberapa


kali Pak Rendy pergi menjauh, maka orang yang melihat menganggap Pak Rendy


adalah Playboy…nah dapet deh tuh gelar Casanova…” Ronny menjelaskan panjang


lebar


Rika hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Ronny.


Laki laki tampan namun terkesan angkuh itu…..laki laki yang

__ADS_1


sering membuat dirinya seperti orang bodoh dan gugup….ternyata menyimpan luka


mendalam…batin Rika


“Eh udah sampai nih Ron…thank you ya….have a nice week end


friend….” Ucap Rika sambil turun dan menutup pintu mobil.


Tapi…kalau wanita bernama Anita itu telah


menyakitinya…kenapa tadi mereka bersama ? apakah mereka putuskan rujuk kembali….?


Mata Rika menatap langit-langit kamar, membayangkan Rendy kembali bersama


dengan Wanita itu ,dadanya bergemuruh, entah perasaan apa ini….lalu tiba-tiba


ada rasa sakit yang tidak bisa dia katakan.


“Nah Nisa….kalo kamu ingin ketemu ibu….dan ayah sedang ga


dirumah…kamu bisa minta antar Mbok Surti kesini ya? “ Ujar Rendy pada putrinya


di rumah yang disewanya untuk tempat tinggal Anisa


“Emang kenapa sih yah? Ibu ga tinggal sama sama kita aja…?”


ucap Anisa polos


“Nisa…ibu tinggal disini…biar lebih dekat urus salon


ibu….kalo ibu sedang urus salon, kan kamu ada mbok Surti….lagian kan deket kan?


Tapi pasti ibu akan sering-sering deh ke rumah buat nemenin Nisa…ya nak?” ujar


Anita lembut


“Oh gitu….oke..” Balas Anisa dengan wajah lucu.


Saat Rendy dan Anisa melangkah meninggalkan tempat


tinggalnya, Anita hanya dapat menggigit bibir bawahnya….ingin rasanya dia


berlari dan memeluk mereka berdua….tapi kesalahan fatal yang telah diperbuatnya


Berjuta penyesalan hinggap di hati nya, dia tega


meninggalkan lelaki yang mencintainya dan buah hatinya demi seonggok


fatamorgana.


Siang itu Rendy tengah menikmati makan siangnya, telpon


genggamnya berdering..”Halo Ren? Apa kabar? Kamu sibuk banget ya? Sampai ga


pernah hubungi aku…” suara wanita diseberang sana terdengar


“Eh…mmm…iya Ret…kemarin itu aku beberapa hari ke Surabaya,


lalu seperti biasa…sepulang dinas aku harus peljari ulang dan siapkan report ke


Mr.Albert…” balas Rendy


“Kamu apa kabar Ret..?” ujar Rendy lagi


“Baik….selain bisnis rutin….aku sedang bolak balik


pengadilan agama urus gugatan ceraiku dengan Brian, agar lebih cepat selesai…”


balas Retno


“Oh…memang keputusanmu sudah bulat Ret…?” imbuh Rendy lagi


“Sudah Ren….anak anak juga mendukung keputusanku…sebenarnya


hal ini sudah berlangsung lama…hanya aku bertahan menunggu anak anak


besar…..jauh sebelum aku ketemu kamu….” Jelas Retno


“Ok…you’re smart woman…..pasti tahu solusi yang terbaik


buatmu dan anak-anak….” Balas Rendy


“Tapi aku kangen kamu Ren……” ucap Retno lirih

__ADS_1


“Iya…nanti kalo semua urusan sudah beres…kita ketemu…..”


jawab Rendy lembut


“Oke Ren….aku harus lanjutkan meeting dengan klien….salamku


buat Nisa ya?”


“Iya…see you….” Ujar Rendy sebelum Retno menutup telponnya


Sore itu Rendy baru saja selesai bertemu dengan relasinya di


sebuah café di bilangan Jakarta selatan, namun setelah bersalaman dan relasinya


pergi meninggalkan tempat itu Rendy memutuskan untuk duudk kembali dan kembali


meneguk black coffee nya seraya mengisap rokok kegemarannya. Namun suasana


rileks dan nyaman sore itu terganggu dengan suara ribut tak jauh dari tempat


duduknya, terdengar suara gelas pecah yang membuat Rendy menoleh ke asal suara


ribut tersebut. Baru saja semenit dia menoleh, dilihatnya seorang laki-laik


berdiri dan melayangkan telapak tangannya ke wanita didepannya seraya


menghardiknya…”Pergi kamu wanita sok cantik…aku sudah bosan disampinmu dan


disuruh suruh olehmu…!!!” ucap laki-laki itu dengan nada suara tinggi. Si


wanita langsung menangis sambil memegang pipinya yang merah akibat tamparan


laki-laki itu.


“Astaga…Rika…” gumam Rendy , tanpa pikir panjang dia


menghampiri mereka, rupanya laki-laki itu Anton pacarnya yang pernah berselisih


faham dengannya di pabrik beberapa waktu lalu.


“Bro….kalau sama wanita ga usah sekasar itu…apalagi main


tangan segala….di depan umum lagi…” ujar Rendy sambil menatap tajam kearah


Anton.


“Eh…lu jangan ikut campur ya??!!...” Anton langsung


melayangkan tinjunya ke wajah Rendy,membuat sempat terhuyung , lalu dengan


gerakan cepat dan refleks Rendy langsung menerjang tubuh Anton dan menendang


perut laki-laki itu dengan kaki kanannya, hingga Anton terjerembab dan jatuh


kelantai, Anton berusaha kembali bangkit untuk membalas, namun security dan


para pegawai café berdatangan untuk melerai mereka.


Rika masih sesunggukan sambil memegang pipinya, Rendy


langsung menggenggam jemari Rika “Ayo kita pulang Rika…ga perlu kamu buang


waktumu dan masa depanmu dengan laki laki model begitu…masih banyak lakil-laki


yang lebih baik dari dia…” ucap Rendy dengan suara agak tinggi agar didengar


Anton.


Setelah membayar tagihannya bersama relasinya tadi, Rendy


bersama Rika meninggalkan café dan genggaman Rendy tetap tak dilepasnya, walau


mereka jadi pusat perhatian para pengunjung café.


Didalam mobil tangis Rika meledak, Rendy mengambil tissue


dari dashboard mobil dan memberikan padanya..”Hapus air matamu….sayang jika


kamu menangis dan buang air matamu untuk laki laki model Anton…” ujar Rendy


sambil kembali menatap jalanan yang sedikit ramai sore itu.


“Makasih Pak…..untung ada bapak…..emang bajingan dia…..”

__ADS_1


ucap Rika dengan suara bergetar…


__ADS_2