
“Hei non….melamun aja dari tadi….pasti mikirin wanita yang
bersama pak Rendy tadi ya? Hayooo ngakuuu…??” celoteh Fitri ,disusul dengan
tawa berderai nya bersama wiwik.
“Ihhhh….apaan sih…ngga kok…aku lagi WA pacarku anton
kok…dari tadi belum dijawab..” balas Rika dengan muka sedikit sewot.
“Ka…kalo WA…matanya ke HP…..ini dari tadi mata kamu
menerawang entah kemana…..kayak orang abis putus cinta…” kali ini Ronny
menimpali sambil cekikikan….
Rika langsung memasang wajah cemberut yang malah membuat
teman temannya terpingkal pingkal melihat mimik wajahnya yang berubah.
Dalam perjalanan pulang Rika menumpang mobil Ronny ,
sedangkan Fitri dan Wiwik dengan Taxi online karena arah tempat tinggal mereka
searah dan berbeda dengan Rika.
“Memang wanita yang tadi sama pak Rendy itu siapa sih Ron….”
Ucap Rika sambil sok acuh menatap ke sisi jalan dari jendela mobil
“mau tau aja…atau mau tau banget nih?” balas Ronny sambil
tertawa
“Terserah ihhhh….ga dijawab juga gpp…” sungut Rika
“Hahahaha kamu tuh aneh….sejak ketemu Pak Rendy dari
tadi…melamun…marah-marah…cemberut” ujar Ronny lagi masih dengan cekikikan
“Oke…oke….wanita tadi itu…Anita….ibu nya Anisa…anak pak
Rendy…..tapi mereka sudah bercerai beberapa tahun yang lalu…..hidup Pak Rendy
itu dulu serba kekurangan,sedangkan Anita adalah wanita berasal dari keluarga
berada, karena ga tahan dengan tekanan ekonomi, dia tergoda dan menjalin
hubungan dengan pria lain…lalu pergi meninggalkan pak Rendy disaat Anisa masih
balita….”
“Astaga…” Rika terperanjat dan menggigit bibirnya…
“Lalu….apa yang dibilang Fitri kalo pak Rendy itu playboy?
Bener?” lanjut Rika
“Playboy…atau Casanova julukan yang diberikan ke Pak
Rendy…itu tergantung melihat pak Rendy dari sudut mana ka….saya kenal Pak Rendy
lama…..bukannya saya bela dia karena sama sama laki…tapi setahu saya…disebut
playboy itu kalo laki laki itu emang sengaja mengejar para wanita untuk penuhi
hasratnya dan hanya iseng belaka….tapi Pak Rendy…menurut saya dia hanya
terjebak keadaan atau situasi dengan para wanita yang mendekatinya….tapi begitu
mereka berbicara tentang cinta…dulu Pak Rendy langsung menjauh….karena trauma
yang dialaminya….karena kebetulan banyak wanita yang dekati dia dan beberapa
kali Pak Rendy pergi menjauh, maka orang yang melihat menganggap Pak Rendy
adalah Playboy…nah dapet deh tuh gelar Casanova…” Ronny menjelaskan panjang
lebar
Rika hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Ronny.
Laki laki tampan namun terkesan angkuh itu…..laki laki yang
__ADS_1
sering membuat dirinya seperti orang bodoh dan gugup….ternyata menyimpan luka
mendalam…batin Rika
“Eh udah sampai nih Ron…thank you ya….have a nice week end
friend….” Ucap Rika sambil turun dan menutup pintu mobil.
Tapi…kalau wanita bernama Anita itu telah
menyakitinya…kenapa tadi mereka bersama ? apakah mereka putuskan rujuk kembali….?
Mata Rika menatap langit-langit kamar, membayangkan Rendy kembali bersama
dengan Wanita itu ,dadanya bergemuruh, entah perasaan apa ini….lalu tiba-tiba
ada rasa sakit yang tidak bisa dia katakan.
“Nah Nisa….kalo kamu ingin ketemu ibu….dan ayah sedang ga
dirumah…kamu bisa minta antar Mbok Surti kesini ya? “ Ujar Rendy pada putrinya
di rumah yang disewanya untuk tempat tinggal Anisa
“Emang kenapa sih yah? Ibu ga tinggal sama sama kita aja…?”
ucap Anisa polos
“Nisa…ibu tinggal disini…biar lebih dekat urus salon
ibu….kalo ibu sedang urus salon, kan kamu ada mbok Surti….lagian kan deket kan?
Tapi pasti ibu akan sering-sering deh ke rumah buat nemenin Nisa…ya nak?” ujar
Anita lembut
“Oh gitu….oke..” Balas Anisa dengan wajah lucu.
Saat Rendy dan Anisa melangkah meninggalkan tempat
tinggalnya, Anita hanya dapat menggigit bibir bawahnya….ingin rasanya dia
berlari dan memeluk mereka berdua….tapi kesalahan fatal yang telah diperbuatnya
Berjuta penyesalan hinggap di hati nya, dia tega
meninggalkan lelaki yang mencintainya dan buah hatinya demi seonggok
fatamorgana.
Siang itu Rendy tengah menikmati makan siangnya, telpon
genggamnya berdering..”Halo Ren? Apa kabar? Kamu sibuk banget ya? Sampai ga
pernah hubungi aku…” suara wanita diseberang sana terdengar
“Eh…mmm…iya Ret…kemarin itu aku beberapa hari ke Surabaya,
lalu seperti biasa…sepulang dinas aku harus peljari ulang dan siapkan report ke
Mr.Albert…” balas Rendy
“Kamu apa kabar Ret..?” ujar Rendy lagi
“Baik….selain bisnis rutin….aku sedang bolak balik
pengadilan agama urus gugatan ceraiku dengan Brian, agar lebih cepat selesai…”
balas Retno
“Oh…memang keputusanmu sudah bulat Ret…?” imbuh Rendy lagi
“Sudah Ren….anak anak juga mendukung keputusanku…sebenarnya
hal ini sudah berlangsung lama…hanya aku bertahan menunggu anak anak
besar…..jauh sebelum aku ketemu kamu….” Jelas Retno
“Ok…you’re smart woman…..pasti tahu solusi yang terbaik
buatmu dan anak-anak….” Balas Rendy
“Tapi aku kangen kamu Ren……” ucap Retno lirih
__ADS_1
“Iya…nanti kalo semua urusan sudah beres…kita ketemu…..”
jawab Rendy lembut
“Oke Ren….aku harus lanjutkan meeting dengan klien….salamku
buat Nisa ya?”
“Iya…see you….” Ujar Rendy sebelum Retno menutup telponnya
Sore itu Rendy baru saja selesai bertemu dengan relasinya di
sebuah café di bilangan Jakarta selatan, namun setelah bersalaman dan relasinya
pergi meninggalkan tempat itu Rendy memutuskan untuk duudk kembali dan kembali
meneguk black coffee nya seraya mengisap rokok kegemarannya. Namun suasana
rileks dan nyaman sore itu terganggu dengan suara ribut tak jauh dari tempat
duduknya, terdengar suara gelas pecah yang membuat Rendy menoleh ke asal suara
ribut tersebut. Baru saja semenit dia menoleh, dilihatnya seorang laki-laik
berdiri dan melayangkan telapak tangannya ke wanita didepannya seraya
menghardiknya…”Pergi kamu wanita sok cantik…aku sudah bosan disampinmu dan
disuruh suruh olehmu…!!!” ucap laki-laki itu dengan nada suara tinggi. Si
wanita langsung menangis sambil memegang pipinya yang merah akibat tamparan
laki-laki itu.
“Astaga…Rika…” gumam Rendy , tanpa pikir panjang dia
menghampiri mereka, rupanya laki-laki itu Anton pacarnya yang pernah berselisih
faham dengannya di pabrik beberapa waktu lalu.
“Bro….kalau sama wanita ga usah sekasar itu…apalagi main
tangan segala….di depan umum lagi…” ujar Rendy sambil menatap tajam kearah
Anton.
“Eh…lu jangan ikut campur ya??!!...” Anton langsung
melayangkan tinjunya ke wajah Rendy,membuat sempat terhuyung , lalu dengan
gerakan cepat dan refleks Rendy langsung menerjang tubuh Anton dan menendang
perut laki-laki itu dengan kaki kanannya, hingga Anton terjerembab dan jatuh
kelantai, Anton berusaha kembali bangkit untuk membalas, namun security dan
para pegawai café berdatangan untuk melerai mereka.
Rika masih sesunggukan sambil memegang pipinya, Rendy
langsung menggenggam jemari Rika “Ayo kita pulang Rika…ga perlu kamu buang
waktumu dan masa depanmu dengan laki laki model begitu…masih banyak lakil-laki
yang lebih baik dari dia…” ucap Rendy dengan suara agak tinggi agar didengar
Anton.
Setelah membayar tagihannya bersama relasinya tadi, Rendy
bersama Rika meninggalkan café dan genggaman Rendy tetap tak dilepasnya, walau
mereka jadi pusat perhatian para pengunjung café.
Didalam mobil tangis Rika meledak, Rendy mengambil tissue
dari dashboard mobil dan memberikan padanya..”Hapus air matamu….sayang jika
kamu menangis dan buang air matamu untuk laki laki model Anton…” ujar Rendy
sambil kembali menatap jalanan yang sedikit ramai sore itu.
“Makasih Pak…..untung ada bapak…..emang bajingan dia…..”
__ADS_1
ucap Rika dengan suara bergetar…