CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
TAK TERLUPAKAN


__ADS_3

“Sir….I send the picture to your


phone….They spent all night at that Hotel…” Ucap seorang Pria di telpon , Brian


melihat foto yang dikirimkan Pria tersebut melalui whatsapp….saat itu ia baru


memasuki halaman sebuah rumah dan memarkir mobilnya. Dilihatnya foto Retno dan


Rendy yang tengah bergandengan tangan memasuki sebuah Hotel tempat Rendy


menginap.


“Ok…you beresin…but not


here…bring your people and follow him until Jakarta….and give him the lesson


there…minta Roy jemput you and your people at Jakarta...” Ucap Brian sambil


mengepalkan tangannya, rupanya ini alasan Retno bersikeras memutuskan bercerai


dari dirinya.


Seorang wanita keluar dari rumah


tersebut dan menyambut laki laki bule bernama Brian itu, “Hai honey…I miss u…”


ujar wanita itu sambil memeluk tubuh Brian yang keluar dari mobil dan membawa


travel bagnya.


Siang itu Rendy baru saja selesai


merapikan pakaian dan berkas berkas pekerjaan kedalam kopernya, sebentar lagi


dia harus check out dari hotelnya, dan dia sudah meminta recepsionis untuk


memesankannya taksi untuk mengantar dirinya ke bandara Sultan Hasanudin untuk


kembali ke Jakarta, kemarin dia sudah memesan tiket pesawat dengan jadwal


keberangkatan jam 17.00 WITA.


Dilihatnya sekeliling kamar hotel


sebelum melangkah pergi, sekilas bayangan dirinya dan Retno melintas, kemesraan


mereka berdua walau sesaat, entah kapan dia bisa bertemu dan bersama wanita


cantik itu lagi….


“Rendy…..kamu jadi pulang hari


ini…? “ Suara seorang wanita diseberang sana terdengar di handphone


“Iya Ret….aku pakai pesawat sore….”


Balas Rendy


“Aku masih di Menado, aku kirim


pak Anwar ya? Untuk antar kamu…?” Lanjut wanita itu yang ternyata Retno, wanita


yang bayangannya melintas sesaat sebelum Rendy meninggalkan kamar hotel dan


menunggu taksi di lobby hotel.


“Ga usah Ret….Resepsionis sudah


pesankan Taksi, aku sedang menunggunya di lobby…” Ujar Rendy


“Oh baiklah kalau


begitu…..mmmm…nanti aku temui kamu lagi di Jakarta ya? Saat sudah luang dan


sekalian bertemu dengan Mr.Albert mengenai rencana pesananku tempo hari….”


“Baik Ret…oke Ret….taksinya sudah


datang….see u next time….” Ucap Rendy sambil melangkah keluar lobby hotel,


melihat taksi yang dipesannya sudah tiba.


“Oke Ren….take care…I will miss


u…..” ujar Retno setengah berbisik


“Me too…..” hanya itu yang dapat

__ADS_1


Rendy ucapkan saat masuk kedalam taksi.


Ternyata akibat cuaca  buruk, penerbangan Rendy ke Jakarta harus


mengalami delay hampir dua jam lebih lamanya, untuk menghilangkan rasa bosannya


dia menelpon Anisa putri kesayangannya, terdengar suara Anisa yang melonjak


kegirangan mendengar ayahnya dalam perjalanan pulang.


“REN…AKU GA TAHU DENGANMU…TAPI


AKU SELALU INGAT DAN GA BISA LUPA SAAT KITA BERSAMA LEWATI MALAM BEBERAPA HARI


LALU….WALAU SINGKAT DAN SESAAT…AKU NYAMAN SAAT BERSAMAMU…AKU GA TAHU AKAN


SEPERTI INI…” Rendy membaca pesan WA dari Retno sesaat setelah menutup


telponnya setelah bicara dengan putrinya Anisa.


“AKU JUGA RET….AKU NANTIKAN SAAT


BERTEMU KAMU LAGI NANTI….” Rendy membalas pesan Retno, dan tak lama bergegas


boarding ke pesawat karena didengarnya melalui pengeras suara pesawat yang akan


ditumpanginya siap berangkat.


Akibat delay,Rendy tiba di


bandara soekarno hatta sekitar jam 22.00 malam, dan saat dia melangkah keluar


airport, Jakarta mulai diguyur hujan yang lumayan lebat, dia langsung


menghampiri layanan taksi bandara dipintu keluar terminal kedatangan. Jalanan


terlihat sepi malam itu, hujan masih saja turun dengan lebatnya, apalagi letak


rumah Rendy yang berada dipinggiran Jakarta.


“Itu  mobil kenapa berhenti pak….? “ ucap Rendy


sedikit kesal karena ada mobil berhenti persis didepan taksinya


“Mungkin mogok pak….” Ucap supir


didepannya sangat dekat dengan bemper mobil didepannya, saat tengah mundur


beberapa pria berbadan besar mengetuk pintu kaca supir taksi, baru saja ia


membuka kaca mobil, pria itu langsung menarik kerah baju supir dan meminta


membuka pintu nya, dan dua pria masing masing berdiri di depan pintu belakang


taksi disisi kiri dan kanan. Seorang pria berwajah garang dan bewok di wajahnya


menarik tubuh Rendy keluar, ditepi jalan yang sepi dan guyuran hujan yang lebat


Rendy dikelilingi hampir empat pria yang tak dikenalnya.


“Apa mau kalian…? Siapa kalian…?”


Ucap Rendy sambil menatap satu persatu wajah pria itu , walau tak begitu jelas


karena kurangnya penerangan di jalan itu dan juga guyuran hujan lebat


“Suami bu Retno kirim salam untuk


anda….” Ucap salah seorang pria bertubuh besar, sedetik kemudian, beberapa


pukulan mendarat di perut dan wajah Rendy, dalam sekejap tubuh Rendy terhuyung


dan terjerembab ke aspal jalan yang basah, dari hidung dan sudut bibirnya


mengeluarkan darah segar,lalu beberapa pria itu meninggalkannya begitu saja .


Supir taksi yang ditumpangi Rendy segera berlari dan memapah tubuh Rendy ke


dalam mobil.


“Mau saya antar ke rumah sakit


pak…?” ucap Supir itu sedikit panik melihat wajah Rendy yang babak belur dan


tersandar dikursi belakang sambil memegangi perutnya.


“Ga usah pak….langsung saja ke

__ADS_1


alamat rumah saya yang saya sudah kasih ke bapak dibandara tadi…” Ujar Rendy


lirih dengan mata terpejam dan meringis menahan sakit.


Rendy tiba dirumah hampir tengah


malam, setelah membayar ongkos, dengan susah payah ia keluar dari taksi dibantu


supir, mendengar ada kendaraan berhenti didepan rumah, Mbok Surti pembantu


rumah tergopoh gopoh membuka pintu rumah dan pagar, hujan masih saja turun .


“Ya Allah bapak….kenapa bisa


seperti ini pak…?” ucap Mbok Surti panik melihat seluruh pakaian Rendy basah


kuyup dan kotor, juga wajahnya yang babak belur. Rendy tak menjawab …dia


langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu


“Bapak benar ga mau saya antar ke


rumah sakit?” ujar supir taksi itu, Rendy hanya menggeleng lemah…”Ngga usah


pak…terima kasih banyak pak….” Supir Taksi itupun berpamitan dan meninggalkan


rumah Rendy.


“Mbok…ambilkan saya


handuk….saya  mau mandi air hangat….dan


buat kan saya teh panas ya..?” Ucap Rendy pelan


Pancuran air hangat dari shower


kamar mandi Rendy membuat rasa sakit ditubuhnya sedikit berkurang, kini hanya


sedikit rasa perih di sudut bibirnya dan bekas lebam di wajahnya.


Rendy sempat berpikir akan


melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib, namun alibi Brian suami Retno pasti


kuat, karena saat kejadian dia berada di Makasar dan dia bisa menyanggah segala


tuduhan, lagipula pasti nanti akan berbuntut panjang, juga mengganggu aktivitas


kesehariannya. Akhirya dia memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini dan


mencoba melupakannya.


“Ayah bangun….ayah ga berangkat


kerja?” suara Anisa terdengar sambil mengguncang guncang tubuh Rendy yang masih


terbaring di tempat tidur.


Seluruh tubuhnya terasa sakit,


Rendy perlahan membuka matanya…


“Hari ini ayah istirahat dulu


Nisa…kamu ga siap siap sekolah….?” Ujar Rendy sambil mengelus rambut putrinya


“Sudah ayah….hanya tinggal


menunggu mang Tata jemput….wajah ayah kenapa? Kok biru dan ada luka?” ucap


Anisa dengan polosnya.


“Tadi malam waktu pulang


hujan….ayah terpeleset…jatuh deh….” Ucap Rendy berbohong sambil berusaha


tersenyum pada putrinya


“Oh….Ayah sih ga hati hati…kalau


hujan kan jalannya licin….ya sudah Nisa berangkat sekolah dulu ya yah?” ujar


anak perempuan itu lalu mencium tangan Rendy.


“Iya belajar yang rajin ya…? “


balas Rendy…ditahan rasa sakitnya didepan Anisa, dia tak ingin putrinya tahu

__ADS_1


kejadian yang sebenarnya.


__ADS_2