
“Sir….I send the picture to your
phone….They spent all night at that Hotel…” Ucap seorang Pria di telpon , Brian
melihat foto yang dikirimkan Pria tersebut melalui whatsapp….saat itu ia baru
memasuki halaman sebuah rumah dan memarkir mobilnya. Dilihatnya foto Retno dan
Rendy yang tengah bergandengan tangan memasuki sebuah Hotel tempat Rendy
menginap.
“Ok…you beresin…but not
here…bring your people and follow him until Jakarta….and give him the lesson
there…minta Roy jemput you and your people at Jakarta...” Ucap Brian sambil
mengepalkan tangannya, rupanya ini alasan Retno bersikeras memutuskan bercerai
dari dirinya.
Seorang wanita keluar dari rumah
tersebut dan menyambut laki laki bule bernama Brian itu, “Hai honey…I miss u…”
ujar wanita itu sambil memeluk tubuh Brian yang keluar dari mobil dan membawa
travel bagnya.
Siang itu Rendy baru saja selesai
merapikan pakaian dan berkas berkas pekerjaan kedalam kopernya, sebentar lagi
dia harus check out dari hotelnya, dan dia sudah meminta recepsionis untuk
memesankannya taksi untuk mengantar dirinya ke bandara Sultan Hasanudin untuk
kembali ke Jakarta, kemarin dia sudah memesan tiket pesawat dengan jadwal
keberangkatan jam 17.00 WITA.
Dilihatnya sekeliling kamar hotel
sebelum melangkah pergi, sekilas bayangan dirinya dan Retno melintas, kemesraan
mereka berdua walau sesaat, entah kapan dia bisa bertemu dan bersama wanita
cantik itu lagi….
“Rendy…..kamu jadi pulang hari
ini…? “ Suara seorang wanita diseberang sana terdengar di handphone
“Iya Ret….aku pakai pesawat sore….”
Balas Rendy
“Aku masih di Menado, aku kirim
pak Anwar ya? Untuk antar kamu…?” Lanjut wanita itu yang ternyata Retno, wanita
yang bayangannya melintas sesaat sebelum Rendy meninggalkan kamar hotel dan
menunggu taksi di lobby hotel.
“Ga usah Ret….Resepsionis sudah
pesankan Taksi, aku sedang menunggunya di lobby…” Ujar Rendy
“Oh baiklah kalau
begitu…..mmmm…nanti aku temui kamu lagi di Jakarta ya? Saat sudah luang dan
sekalian bertemu dengan Mr.Albert mengenai rencana pesananku tempo hari….”
“Baik Ret…oke Ret….taksinya sudah
datang….see u next time….” Ucap Rendy sambil melangkah keluar lobby hotel,
melihat taksi yang dipesannya sudah tiba.
“Oke Ren….take care…I will miss
u…..” ujar Retno setengah berbisik
“Me too…..” hanya itu yang dapat
__ADS_1
Rendy ucapkan saat masuk kedalam taksi.
Ternyata akibat cuaca buruk, penerbangan Rendy ke Jakarta harus
mengalami delay hampir dua jam lebih lamanya, untuk menghilangkan rasa bosannya
dia menelpon Anisa putri kesayangannya, terdengar suara Anisa yang melonjak
kegirangan mendengar ayahnya dalam perjalanan pulang.
“REN…AKU GA TAHU DENGANMU…TAPI
AKU SELALU INGAT DAN GA BISA LUPA SAAT KITA BERSAMA LEWATI MALAM BEBERAPA HARI
LALU….WALAU SINGKAT DAN SESAAT…AKU NYAMAN SAAT BERSAMAMU…AKU GA TAHU AKAN
SEPERTI INI…” Rendy membaca pesan WA dari Retno sesaat setelah menutup
telponnya setelah bicara dengan putrinya Anisa.
“AKU JUGA RET….AKU NANTIKAN SAAT
BERTEMU KAMU LAGI NANTI….” Rendy membalas pesan Retno, dan tak lama bergegas
boarding ke pesawat karena didengarnya melalui pengeras suara pesawat yang akan
ditumpanginya siap berangkat.
Akibat delay,Rendy tiba di
bandara soekarno hatta sekitar jam 22.00 malam, dan saat dia melangkah keluar
airport, Jakarta mulai diguyur hujan yang lumayan lebat, dia langsung
menghampiri layanan taksi bandara dipintu keluar terminal kedatangan. Jalanan
terlihat sepi malam itu, hujan masih saja turun dengan lebatnya, apalagi letak
rumah Rendy yang berada dipinggiran Jakarta.
“Itu mobil kenapa berhenti pak….? “ ucap Rendy
sedikit kesal karena ada mobil berhenti persis didepan taksinya
“Mungkin mogok pak….” Ucap supir
didepannya sangat dekat dengan bemper mobil didepannya, saat tengah mundur
beberapa pria berbadan besar mengetuk pintu kaca supir taksi, baru saja ia
membuka kaca mobil, pria itu langsung menarik kerah baju supir dan meminta
membuka pintu nya, dan dua pria masing masing berdiri di depan pintu belakang
taksi disisi kiri dan kanan. Seorang pria berwajah garang dan bewok di wajahnya
menarik tubuh Rendy keluar, ditepi jalan yang sepi dan guyuran hujan yang lebat
Rendy dikelilingi hampir empat pria yang tak dikenalnya.
“Apa mau kalian…? Siapa kalian…?”
Ucap Rendy sambil menatap satu persatu wajah pria itu , walau tak begitu jelas
karena kurangnya penerangan di jalan itu dan juga guyuran hujan lebat
“Suami bu Retno kirim salam untuk
anda….” Ucap salah seorang pria bertubuh besar, sedetik kemudian, beberapa
pukulan mendarat di perut dan wajah Rendy, dalam sekejap tubuh Rendy terhuyung
dan terjerembab ke aspal jalan yang basah, dari hidung dan sudut bibirnya
mengeluarkan darah segar,lalu beberapa pria itu meninggalkannya begitu saja .
Supir taksi yang ditumpangi Rendy segera berlari dan memapah tubuh Rendy ke
dalam mobil.
“Mau saya antar ke rumah sakit
pak…?” ucap Supir itu sedikit panik melihat wajah Rendy yang babak belur dan
tersandar dikursi belakang sambil memegangi perutnya.
“Ga usah pak….langsung saja ke
__ADS_1
alamat rumah saya yang saya sudah kasih ke bapak dibandara tadi…” Ujar Rendy
lirih dengan mata terpejam dan meringis menahan sakit.
Rendy tiba dirumah hampir tengah
malam, setelah membayar ongkos, dengan susah payah ia keluar dari taksi dibantu
supir, mendengar ada kendaraan berhenti didepan rumah, Mbok Surti pembantu
rumah tergopoh gopoh membuka pintu rumah dan pagar, hujan masih saja turun .
“Ya Allah bapak….kenapa bisa
seperti ini pak…?” ucap Mbok Surti panik melihat seluruh pakaian Rendy basah
kuyup dan kotor, juga wajahnya yang babak belur. Rendy tak menjawab …dia
langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu
“Bapak benar ga mau saya antar ke
rumah sakit?” ujar supir taksi itu, Rendy hanya menggeleng lemah…”Ngga usah
pak…terima kasih banyak pak….” Supir Taksi itupun berpamitan dan meninggalkan
rumah Rendy.
“Mbok…ambilkan saya
handuk….saya mau mandi air hangat….dan
buat kan saya teh panas ya..?” Ucap Rendy pelan
Pancuran air hangat dari shower
kamar mandi Rendy membuat rasa sakit ditubuhnya sedikit berkurang, kini hanya
sedikit rasa perih di sudut bibirnya dan bekas lebam di wajahnya.
Rendy sempat berpikir akan
melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib, namun alibi Brian suami Retno pasti
kuat, karena saat kejadian dia berada di Makasar dan dia bisa menyanggah segala
tuduhan, lagipula pasti nanti akan berbuntut panjang, juga mengganggu aktivitas
kesehariannya. Akhirya dia memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini dan
mencoba melupakannya.
“Ayah bangun….ayah ga berangkat
kerja?” suara Anisa terdengar sambil mengguncang guncang tubuh Rendy yang masih
terbaring di tempat tidur.
Seluruh tubuhnya terasa sakit,
Rendy perlahan membuka matanya…
“Hari ini ayah istirahat dulu
Nisa…kamu ga siap siap sekolah….?” Ujar Rendy sambil mengelus rambut putrinya
“Sudah ayah….hanya tinggal
menunggu mang Tata jemput….wajah ayah kenapa? Kok biru dan ada luka?” ucap
Anisa dengan polosnya.
“Tadi malam waktu pulang
hujan….ayah terpeleset…jatuh deh….” Ucap Rendy berbohong sambil berusaha
tersenyum pada putrinya
“Oh….Ayah sih ga hati hati…kalau
hujan kan jalannya licin….ya sudah Nisa berangkat sekolah dulu ya yah?” ujar
anak perempuan itu lalu mencium tangan Rendy.
“Iya belajar yang rajin ya…? “
balas Rendy…ditahan rasa sakitnya didepan Anisa, dia tak ingin putrinya tahu
__ADS_1
kejadian yang sebenarnya.