
Retno kembali berjalan ke arah
Rendy yang masih termangu di depan ruang VIP tempat makan malam nya bersama
Retno tadi, dilihatnya raut wajah Retno yang merah padam menahan sejuta amarah.
“Maaf Pak Rendy…makan malam dan
meeting kita terganggu dan Pak Rendy harus melihat pemandangan yang kurang
bagus….” Ucap Retno dengan nada pelan dan berusaha mengontrol emosinya.
“Jika meetingnya mau dilanjutkan
besok ga apa Ret….biar besok saya ke kantor mu saja…” Ujar Rendy merasa tidak
tega melihat kondisi emosi Retno saat ini
“It’s ok Pak Rendy…..besok saya
sudah harus terbang ke Menado untuk suatu urusan….” Balas Retno seraya duduk di
kursinya dan meneguk minumannya agar kembali tenang.
“Tapi Ret….” Ucapan Rendy
terhenti
“Tapi sepertinya sudah tidak
nyaman lagi bicara bisnis setelah apa yang terjadi tadi ya?” wanita ini benar
benar cerdas dan entah bagaimana seolah selalu tahu apa yang ada di benak Rendy
dan apa yang akan Rendy ucapkan
Rendy hanya menangguk pelan…”Tapi
jika kamu bersikeras ingin lanjutkan…ga apa apa …”
“Pak Rendy pasti belum pernah ke
pantai Losari ya…?”
“Belum Ret…seperti yang kamu
tahu…saya baru kali ini menginjak kota makasar…” jawab Rendy
“Oke…kita kesana ya? Biar emosi
saya sedikit reda dan kembali bisa fokus bicara urusan bisnis…” lanjut wanita
itu
“Baik Ret….good idea…” ucap Rendy
Setelah memanggil pelayan
restoran untuk membayar bill, Rendy dan Retno menuju sebuah mobil sedan mewah ,Pak Anwar sudah berdiri dan siap
membukakan pintu utnuk kami..” Pak Rendy dibelakang saja dengan saya ya?”
“Oh baik Ret…” baru saja Rendy
ingin membuka pintu depan mobil untuk duudk dikursi depan disamping Pak Anwar
Dalam waktu kurang lebih 30
menit mereka tiba di pantai Losari, bagi
penduduk kota Makasar, pantai ini adalah juga ikon kota makasar, hampir sama
dengan pantai Ancol di Jakarta, hanya saja Pantai Losari terlihat lebih indah
karena tertata rapi dan juga masih terdapat pulau pulau kecil di seberang sana
tak jauh dari pantai . Gemerlapnya lampu lampu kota makasar di saat malam ,
menambah indah nya suasana pantai Loasari malam itu..
Mereka duduk di sebuah bangku
menghadap ke laut, angin meniup rambut panjang Retno, Rendy sekilas melirik ke arahnya, sungguh
cantik wanita ini….gumam Rendy dalam hatinya
“Maaf Pak Rendy…harus melihat
kejadian tadi….” Ucap Retno lirih
“It’s ok Ret….semua orang punya
masalah dan jalan hidupnya masing-masing…saya maklum akan hal itu…walau baru
bertemu kamu….dan melihat kejadian tadi…saya hanya tahu satu hal….”
“Apa itu Pak Rendy…?” lanjut
wanita itu
__ADS_1
“Laki laki itu….yang saya dengar kamu
panggil dengan Brian….adalah laki laki bodoh….maaf saya bicara seperti ini
Ret….” Imbuh Rendy
“Ngga Pak Rendy…..saya lah yang
bodoh….sudah memilih dia dulu sebagai pasangan hidup…” mata Retno mulai berkaca
kaca menahan bulir air mata yang akan keluar dari sudut matanya.
Rendy merasa iba melihat
kerapuhan wanita disampingnya ini, rasa sakit …kecewa….terluka…..jelas terlihat
di raut wajahnya, diraihnya jemari Retno…digenggamnya erat agar Retno sedikit
merasa tenang dan kesedihannya berkurang saat itu.
Retno merebahkan kepalanya di
dada Rendy, “Perduli setan dengan Brian….dia sudah menghianatiku, dan aku sudah
putuskan akan berpisah dengannya…jadi ga ada masalah aku bersama dan memeluk
laki laki lain saat ini…” ucap wanita itu dalam hati.
Rendy pun tahu, Retno saat ini
butuh sandaran dan teman dalam sakit dan luka hatinya, Ia membelai lembut
rambut panjang wanita itu berusaha menenangkan sejuta galau di hatinya.
“Maafkan saya seperti ini Pak
Rendy……” Ucap Retno lirih sambil menyandarkan kepalanya dan memeluk pinggang
Rendy.
“Gpp Ret….saya mengerti….dan
panggil saja saya Rendy….” Balas Rendy masih tetap membelai lembut rambut
wanita cantik itu
“Ren….saya takut sendirian lewati
malam ini dengan sakit yang kurasa saat ini….kamu ga keberatan temaniku agar
aku bisa lewati sakitku? Malam ini saja…..” Ujar Retno lirih
anakmu ga cari dan tunggu kamu? Dan Pak Anwar? Kasihan dia….”
“Anak saya sudah besar
Ren….mereka sudah bisa mengurus diri mereka sendiri dan ada bibi dirumah yang
siapkan kebutuhan mereka, dan Anwar…kamu bisa stir mobilku kan? Kalau ya…biar
aku suruh pulang dengan taksi….dan berikan kunci mobil ke kamu….” Jelas Retno
“Baiklah kalau seperti itu Ret…tapi
hapus air matamu sebelum pak Anwar kesini antarkan kunci..”balas Rendy
Retno menghapus air matanya dan
menelpon Anwar supirnya
“Besok bapak langsung ke kantor
saja ya?” Ucap Retno kepada Pak Anwar ,sambil mengambil kunci mobil dari
tangannya
“Baik Bu…kalau begitu saya pamit….mari
pak…?” ucap Anwar pada Retno dan juga Rendy
Malam semakin larut, Rendy
melihat kearah jam tangannya, pukul 23.00 WITA…angin bertiup makin kencang
malam itu.
“Ret…kamu mau sepanjang malam
disini? aku ga keberatan….tapi angin makin kencang dan kamu juga ga pakai
jaket….nanti kamu bisa sakit atau masuk angin…” Bisik Rendy ditelinga wanita
cantik itu
“Oke Ren…kita balik ke hotel
tempat kamu ya?....”
“Baik Ret…tapi kasih tahu aku
__ADS_1
rute jalannya ya? Aku ga faham jalan kota makasar apalagi ini malam hari…kamu
jadi google mapsnya ya?” Ucap Rendy sambil tertawa
“Siap Pak Bos….aku tunjukin
arahnya sampai depan pintu kamar hotelmu…” balas Retno ikut tertawa
“Wah kalau sudah sampai
Hotel…saya ga perlu petunjuk Ret…sambil tutup mata …aku juga bisa sampai…”
Rendy dan Retno tertawa bersama sama sambil berjalan menuju area parkir.
“Nah gitu Ret….kamu itu sudah
cantik…tambah sempurna kalau tersenyum atau tertawa….jangan sedih lagi….aku
suka mules kalau lihat perempuan nangis…” Ucap Rendy sambil menyetir dan keluar
area parkir pantai Losari.
Retno tertawa lepas …” Hahahaha…ternyata
Rendy Putra Alamsyah….seorang General Manager perusahaan terkenal…adalah
seorang perayu dan tukang gombal…tapi sayang…gombalannya…norak…”
Mereka berdua tertawa bersama,
bahkan sampai saat mereka tiba di Hotel tempat Rendy menginap, mereka saling
bertukar cerita dan pengalaman lucu, untuk sesaat kesedihan dan luka di wajah
Retno sirna dan berganti ceria.
Didalam kamarpun mereka masih
berbincang bincang dan saling tertawa, tanpa terasa waktu menunjukkan pukul
3.00 pagi.
“Sudah jam 3 pagi Ret…..aku lihat
kamu sudah mengantuk….bukannya besok kata kamu …kamu akan berangkat ke
Menado…..?” ucap Rendy setelah tawa mereka berdua berhenti.
“Oh iya…tapi ga apalah…aku bisa
atur keberangkatanku dengan pesawat sore atau lusa….yang pasti….thanks for this
night Rendy…..you make me happy and forgot my sadness…” Jawab Retno sambil
menatap Rendy.
“You’re welcome…..lebih baik kamu
tertawa….cantik…daripada aku mules…” ucap rendy kembali tertawa
“Gombalannya noraaaaaak….tau
ga..?’ sahut Retno sambil memukul wajah Rendy dengan bantal, Rendy mencoba
menangkis pukulan bantal Retno dengan tangannya, tapi yang terjadi tangannya
menjadi menggenggam jemari Retno.
Untuk beberapa saat Rendy tak
melepaskan genggamannya, malah dia menatap wajah cantik Retno…Retno pun
sama…..dia tak melepaskan tatapan matanya pada laki laki didepannya ini, seolah
dia ingin selami lebih dalam dan lebih jauh lagi
“Rendy….aku ga tahu apa yang
terjadi….aku tak perduli apa yang kurasa…..aku juga tak perduli di Jakarta sana
ada seseorang yang menantimu atau menjadi pasanganmu…..yang aku tahu…aku ingin
bersamamu malam ini…..” Retno menatap lekat lekat Rendy dan mendekatkan
bibirnya ke bibir Rendy….
Semenit kemudian mereka saling
bercumbu…..
“Kamu akan tahu aku lebih jauh
nanti…yang jelas…saat ini tak ada yang menantiku…dan tak ada teman atau
pasangan hidupku…” bisik Rendy ditelinga Retno…lalu ia kembali mencumbu dan
memeluk wanita cantik itu, melewati sunyinya dini hari kala itu, melepas segala
hasrat yang datang dan hinggap pada dua insan….yang tak pernah mereka pikirkan
__ADS_1
selama ini….yang tak pernnah mereka rencanakan sebelumnya..