CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
KU NIKMATI MIMPIKU


__ADS_3

Diliriknya Rika Yang tengah duduk


termangu di sofa ruang tamu sehabis bercerita, dengan lelehan air mata


membasahi pipinya. Rendi mengehla nafas panjang lalu mengeluarkan rokok untuk


dihisapnya agar dirinya menjadi sedikit lebih tenang dan tidak emosional.


Dilihat jam tangannya, pukul


18.20, lalu Rendy berdiri dan memandang wajah kedua orang tua Rika,


“Pak…Bu….kalau tidak keberatan, dua hari lagi saya akan kesini lagi dan


mengajak Rika untuk menikah di KUA sampai anak yang dikandung Rika lahir, tapi


itu semua juga saya serahkan pada Bapak dan IBu, juga Rika….hanya itu yang bisa


saya lakukan, dan saya mohon kepada Bapak…jangan lagi marah dengan Rika, dia ga


salah….yang kurang ajar dan brengsek itu Satria….bukan Rika,…”


Entah apa yang merasuki Rendy hingga


dia berani mengatakan dan mengambil keputusan yang baru saja keluar dari


mulutnya.


Rika menatap kaget dan tak


percaya dengan apa yang didengarnya barusan, “Ren…dy….ka..mu serius…?” ucap


Rika masih dengan nada tak percaya.


“Kamu tahu aku Ka…di kantor


maupun dikehidupan keseharianku, aku ga pernah bercanda kan? Dalam mengambil


suatu keputusan….” Balas Rendy cepat


“Kalo bapak…ibu…bagaimana Rika


nya saja nak Rendy….tapi apa ga sebaiknya nak Rendy pikirkan kembali


matang-matang keputusan nak Rendy?” ujar Mama nya Rika lembut.


“Rika tidak mau menggugurkan


kandungannya seperti masa lalu yang telah dialaminya…lalu keluarga juga pasti


ga akan sanggup menanggung beban seperti ini dalam kehidupan keseharian dan


juga keluarga besar, sayapun kenal Rika juga sudah lama bu…bukan baru….dan


status saya sementara ini adalah duda…jadi hanya dengan cara ini saya bisa


menolong Rika….” Jawab Rendy dengan ucapan yang penuh kepastian.


“Lalu kamu Rika….gimana?” ucap


papa nya Rika dengan nada yang sudah melunak dari emosi sebelumnya.


“ya Rika mau pa…..Terima kasih


Ren…kamu sudah mau menyelamatkan nama baik keluarga kami….entah bagaimana aku


membalas kebaikan dan keputusanmu ini….” Ujar Rika seraya menatap sendu ke arah


Rendy


Pagi itu cuaca mendung dan hujan


gerimis tak henti membasahi muka bumi sedari subuh, mobil Rendy sudah meluncur


ditengah aspal basah disepanjang jalan menuju kediaman Rika.


Rendy mengenakan kemaja putih


polos dengan celana bahan berwarna biru gelap, senada dengan jas yang


ditaruhnya di jok belakang mobil.


Setibanya di rumah Rika, terlihat


sudah terparkir 2 mobil didepan rumahnya, mungkin sebagian kerbata dekat


keluarga Rika yang di beritahu mengenai pernikahan Rika yang terkesan mendadak


ini. Melihat kedatangan Rendy, adik Rika menghampiri dengan payung yang dibawanya.


Rendy sempat terpesona sesaat,

__ADS_1


melihatt Rika yang mengenakan kebaya bermotif modern dan rambut di sanggul


kecil, begitu cantik dan pasti membuat semua laki-laki ternganga melihatnya.


Adik Rika dan salah seorang


kerabatnya langsung memayungi mereka berdua ke mobil Rendy, diikuti oleh papa


mama nya Rika dan anggota keluarga yang lain ke dua mobil didepannya.


“Cantik juga kamu….pakai baju


kebaya…eh pengantin…” ujar Rendy sambil tersenyum dan menyalakan mobilnya. Rika


tersipu malu dan hanya membalas ucapan Rendy dengan cubitan kecil dilengannya.


“ Kamu itu nekat dan gila…tau ga


Ren…?” ucap Rika ditengah perjalanan


“Yaaa…minimal nekat dan gilanya


sebanding lah….buat wanita yang cantiknya seperti kamu….” Balas Rendy sambil


tertawa kecil.


“Gombaaaaal bangettttt….!!!” Ujar


Rika di iringi derai tawa mereka bersama.


“Ren….aku sudah bicara sama papa


mama…setelah menikah ini…aku mau kembali ke rumah kontrakan ku yang dulu…kebetulan


aku belum putuskan berhenti sewanya dan sebagian barang-barangku masih disana…sampai


anak ini lahir…dan kamu…ga perlu setiap hari datang atau menginap disitu…karena


aku tahu kondisimu….kamu sudah berkorban banyak buatku…” Ucap Rika sambil


mengelus perutnya.


“Oke….kalau itu keinginanmu….”


Balas Rendy , sambil memarkirkan mobilnya di pelataran parkir Kantor


Urusan  Agama.


Agama tidak berlangsung lama, ada sinar wajah lega pada kedua orang tua Rika.


Terutama papanya Rika, dia memeluk erat tubuh Rendy sambil membisikkan


kata-kata ditelinganya “ Terima kasih nak Rendy…terima kasih….” Mata lelaki tua


itu tampak berkaca-kaca menahan haru hatinya.


Setelah dari KUA, mereka


lanjutkan dengan ngobrol-ngobrol dengan hidangan seadanya, kini sudah terdengar


tawa-tawa lepas dari Rika , papa mama nya dan juga anggota keluarga lainnya.


Rika melirik jam dinding diruang


tamu nya lalu memberi isyarat ke arah Rendy, untuk pergi dari situ ke rumah


kontrakan Rika.


“Pak…bu…mmmm sudah sore…kata


Rika….kami mulai hari ini tinggal dirumah Rika yang selama ini ditinggalinya ya


pak..bu?” Ujar Rendy pada kedua orang tua Rika


“Oh iya nak Rendy…kemarin Rika


sudah bicarakan itu sama kami…..Mbok…tolong tas barang barangnya Rika dikamar


dibawa ke mobil ya..?” Jawab mama nya Rika


“Oh iya…kan bulan madu ya?”


celetuk salah seorang kerabat keluarga diiringi tawa oleh yang lain.


“Nisa…..malam ini ayah ga


pulang…kamu bobo sama mama atau mbok Surti ya sayang…?” ucap Rendy di telpon


genggam nya didalam mobil, sesaat setelah meninggalkan rumah keluarga Rika.


“Iya ayah…okay…” terdengar suara anak kecil menggemaskan disebrang sana.

__ADS_1


“Kamu…..?” Ujar Rika sambil


menatap ke arah Rendy.


“Iya….” Jawab Rendy santai,


seolah dia tahu pertanyaan apa yang ada dibenak Rika.


Rumah sewaan Rika, terlihat teduh


dan nyaman, dihalaman nya terdapat beberapa pepohonan rimbun dan dari teras ,


ruang tamu ,kamar , dapur terlihat bersih dan terawatt rapi, Rika ternyata


memang piawai dalam menata rumah dan juga soal kebersihannya.


“Wahhh….nice place….” Ucap Rendy


sambil melihat sekeliling dan menaruh tas –tas barang Rika di dalam kamar.


“Lumayan kan? Ga malu-maluin bawa


pengantin pria kesini..?” ujar Rika sambil tertawa lepas, kesedihan dan


kegalauannya seolah siudah musnah dan sirna.


Rendy ikut tertawa sambil


menggantung jas nya di dalam lemari Rika.


“Aku mau mandi ah Ka…gerah…kamu


ada handuk lagi ga?” Ucap Rendy sambil membuka kancing kemejanya.


“Ada….sebentar….” balas Rika


sambil mencari cari di lemari sebelahnya.


Rendy merasa tubuhnya segar


kembali, setelah mandi, dia menuju sofa ruang tamu yang terdapat televise


sambil menggosok-gosokan handuk di rambutnya yang masih basah. Terdengar suara


air dikamar mandi, rupanya Rikapun ikut mandi setelah Rendy, setelah penat


seharian memakai kebaya dan riasan di wajah dan kepalanya.


“Nih kaosku Ren….nanti kamu masuk


angin ga pake baju gitu….” Ujar Rika sambil menyodorkan kaos miliknya, Rendy


memang tidak membawa kaos miliknya, hanya celana pendek yang ia kenakan didalam


celana panjangnya.


“Oh…oe…makasih….bau cewek ya?”


balas Rendy seraya tertawa kecil.


“ya iyalah….masa bau mas-mas


sih…?” Ujar Rika sewot sambil mencubit pinggang Rendy.


“Ren…..boleh aku bicara jujur…?”


Tiba tiba Rika berbicara dengan mimic wajah serius sambil menatap ke arah Rendy


“apa…?” balas Rendy santai sambil


memindah-mindah kan channel saluran televisi.


“Awal kenal kamu….kesanku kamu


adalah pria sombong….angkuh….egois….ga suka….tapi sejak kamu membelaku sampai


berkelahi dengan Anton…aku mulai kagum sama kamu….malah diam diam rindu sama


kamu….tapi aku tahu….semua itu hanya mimpi bagiku….dan aku


sadar…sesadarnya..bahkan saat kita bersama di Jogja dulu…..dan karena aku


membelamu juga jadi pemicu pertengkaran terakhirku dengan Satria


…..sekarangpun…aku sadar…kamu lakukan semua ini karena kasihan dan karena hati


nuranimu yang baik…..aku ga perduli….ga masalah aku bermimpi saat ini walau


sesaat…walau sebentar….akan aku nikmati mimpiku Ren…..” Ucap Rika lembut lalu


merebahkan kepalanya di dada Rendy.

__ADS_1


__ADS_2