CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
BIARKAN AKU BERMIMPI


__ADS_3

“Trus yang mana dong….? “ Ucap


rendy masih pura pura lupa dan tidak tahu


“Tidur sekamar sama kamu……” jawab


Rika cepat lalu melempar pandangannya ke arah lain


Agak lama Rendy terdiam sambil


terus melangkahkan kakinya


“Ga mau ya? Oke gpp….dimatamu aku


murahan ya Ren…?” Ucap Rika lagi sambil menunduk dan menggigit bibir bagian


bawahnya.


“Bukan gitu ka…..tapi…..” Balas


Rendy cepat


“Tapi….kamu ga mau membuat aku


berharap lebih….atau merusak masa depanku….come on Ren…aku bukan gadis remaja


lagi dan aku juga bukan ingin kamu pilih aku malam ini sebagai pendampingmu di


kehidupanmu…..” Ujar Rika lagi kali ini dengan nada sedikit ketus


“Hmmmm…ok…fine…..aku tidur


dikamarmu malam ini…” Balas Rendy lalu menggenggam jemari Rika dan memasuki


lobby hotel tempat mereka menginap.


Rika membuka pintu kamar dengan


kartu kunci dari tasnya, Rendy mengikuti dibelakangnya.


Tiba – tiba di pinggir ranjang


hotel, Rika berbalik dan mengalungkan lengannya di leher Rendy dan mencium


lembut bibir Rendy


“Ka……Emphhh…” Ucap Rendy yang tidak


siap dengan apa yang dilakukan Rika saat itu, tapi Rika buru-buru menaruh jari


telunjuknya di bibir Rendy


“Biarkan aku bermimpi malam


ini….besok aku akan kembali ke kehidupan nyata dan aku tahu harus menempatkan


diriku dimana dan seperti apa….” Lanjut Rika seraya menatap sendu ke wajah


Rendy.


Semenit kemudian Rendy membalas


pelukan dan ciuman Rika, dan malam itu mereka larut dengan segala hasrat yang


meluap dan tak terbendung.


“Baru kali ini aku berhubungan


intim dengan hatiku Ren….walau aku harus sadar ini hanya mimpi sesaat…terima


kasih…telah berikan secuil keindahan….” Ucap Rika pelan dengan nafas sedikit


terengah-engah, namun merekah senyum disudut bibirnya yang indah.


Malam kian larut, Rika enggan


melepaskan pelukannya ke tubuh Rendy, dia ingin memeluknya sampai pagi


menjelang, biarkan mimpi indah mala mini sirna seiring mentari yang datang.


Saat itu waktu menunjukkan pukul


jam 13.40, Rendy Dan Rika sudah kembali di bandara soekarno hatta, keduanya


terlihat sedang menunggu taxi online pesanannya masing-masing. Rika menghampiri


Rendy, dia menggengam jemari laki-laki itu dan berbisik ditelinga Rendy…”Terima


kasih mimpi indah yang kamu berikan semalam Ren…” bisik Rika lalu mengecup pipi


Rendy dan semenit kemudian membalikkan badanya untuk menuju taxi online nya


yang sudah tiba lebih dulu.


Rendy tiba dirumah menjelang

__ADS_1


sore, perjalanan dari Bandara Soeta ke rumahnya memakan waktu yang lumayan lama


karena kemacetan lalu lintas Jakarta yang sangat padat.


Putri kecilnya berlari kecil dari


dalam rumah, melihat Rendy turun dari mobil dan menarik travel bagnya.


“Horeeee….ayah pulang…..” teriak


Anisa sambil menghambur kea rah Rendy dan memeluknya.


Dipintu rumah berdiri seorang


wanita ayu nan cantik, yang tak lain adalah Anita, dia tersenyum melihat


keceriaan Anisa saat memeluk ayahnya.


Tanpa diminta, Anita mengambil


travel bag yang di bawa Rendy yang tengah menggendong Anisa, dibawanya ke kamar


mantan suaminya itu.


“Udah Nisa…biar ayah istirahat


dan mandi dulu ya..?” ucap Anita lembut


“Ngg…kamu udah makan Yah? Mm


Ren..?” ucap Anita lembut namun sedikit kaku


“Belum…..” Balas Rendy sambil


duduk di sofa ruang keluarga.


“Ya sudah….kamu mandi aja


dulu…nanti aku siapin makan nya…” Ujar Anita sambil berjalan menuju dapur.


Tubuh Rendi terasa segar sekali


setelah mandi sore itu ,sambil mengenakan kaos dan celana pendeknya ia keluar


kamar dan menuju meja makan.


“Waaah…..ayam woku woku


kesukaaanku…..pasti lezat nih…..istriku memang pinter …..” ujar Rendy tanpa


“eh..ngg….kamu pinter Nit…makasih….”


Ujar Rendy lagi sambil menyendok nasi ke piringnya untuk menghilangkan rasa


gugup dan salah tingkahnya


Anita hanya tersenyum , wajahnya


bersemu merah….dia duduk dikursi meja makan di depan Rendi, suatu kebiasaan


yang selalu dia lakukan disaat Rendy sedang menyantap makanannya, sekian tahun


yang lalu sebelum dia membuat kesalahan yang fatal dalam rumah tangga mereka.


“Kamu ga makan Nit…?” Ucap Rendy


sambil dengan lahap menyantap makanan nya.


“Udah tadi…bareng Nisa….” Balas


Anita lembut


Diliriknya Anita sambil Rendy


terus menghabiskan seluruh makanan dipiringnya, “Anita sangat cantik, tidak


kalah dengan Retno yang wanita karir dan high class, Rika yang masih muda dan


agresif serta Leni dengan kecantikan serta keserdahanaanya. Rambut hitam yang


dibiarkan tergerai, wajahnya yang menunjukan kedewasaan dan keibuan seroang


wanita sejati, namun masih menarik dengan bentuk tubuh yang masih terjaga di


usianya yang sudah menginjak kepala empat….bibirya yang tipis dan indah


itu….yang dulu selalu di ciuminya setiap malam disaat berangkat tidur…” Ucap


Rendy dalam benaknya


“Ah gila….mikir apa aku


ini???.....dia sudah bukan istriku….dan dulu dia sudah meninggalkanku….!!”


Batin Rendy menghalau pikiran rindu dan kekagumannya tadi yang sempat hinggap.

__ADS_1


“Sudah mau magrib….aku pulang


dulu ya Ren…” Ujar Anita lembut membuyarkan lamunan Rendy


“Ibu….ibu jangan pulang….Nisa


masih ingin bobo sama ibu…..” suara Nisa terdengar , putri mereka yang


menggemaskan itu muncul sambil membawa boneka Winnie the pooh kesayangannya.


Anita menatap Rendy , seolah


memberi isyarat boleh atau tidaknya


“Iya Nit…kamu ga usah pulang,


kasihan Nisa…” Ujar Rendy sambil berdiri dan pindah ke halaman belakang untuk


merokok.


Malam sudah semakin larut, hampir


jam 01.00 pagi, namun Rendy masih didepan meja ruang kerja dirumahnya, dirinya


sibuk mengecek ulang hasil pertemuannya dengan klien selama beberapa hari di


Jogja kemarin, dan dibuat catatan dilaptop nya untuk laporan pada Mr.Albert


atasannya esok hari.


Ditengah fokus nya dengan


pekerjaan, Rendy mencium bau aroma kopi yang sudah dimasak, “Wah…jangan jangan


aku sudah berhalusinasi akibat beberapa jam fokus ke pekerjaan sejak selepas


magrib tadi…” gumamnya


Hampir saja jantung Rendy copot


kala mendengar suara langkah kaki mendekat  ke tempat dia duduk,aroma kopi makin menusuk hidungnya.


“Kamu ga capek? Dari tadi duduk


saja di depan laptop? Memang ga bisa dikerjakan besok di kantor?” ternyata


suara lembut Anita seraya menaruh secangkir kopi hitam panas di meja kerjanya


“Fuuuuh kamu Nit….hampir copot


jantungku…” Ucap Rendy sambil menghela nafas dan mengelus-elus dadanya.


Anita tertawa kecil melihat wajah


Rendy yang sempat pucat sedikit ketakutan, “ Kamu pikir aku hantu gitu…? …dasar


penakut….itu diminum dulu kopi nya…nanti keburu dingin…”


Rendy mengangguk dan meraih


cangkir kopi panas yang aroma sangat menggodanya itu, lalu diteguknya perlahan,


dan dilanjuti dengan menghisap rokok kegemarannya.


“Mmmm…mantaaap…” Ujar Rendy


sambil menggelengkan kepalanya di depan laptopnya.


“Duuhh…biasa aja dong ah…” lanjut


Anita masih dengan tawa kecilnya.


“Ihh beneran ini Nit…enak…nikmat


banget…kamu tahu aja…..makasih ya? “ Ujar Rendy lagi samba melirik ke arah


Anita.


Anita hanya bersandar ditepi meja


kerja Rendy seraya tersenyum manis.


“Kok kamu tahu aku masih kerja


Nit? Nisa sudah tidur?” Sambung Rendy lagi


“Nisa sudah tidur dari jam 21.00


tadi, aku bangun mau ambil air minum karena haus, tapi aku lihat ruangan kerjamu


masih menyala….makanya sekalian aku buat kopi…” balas Anita lembut


“Ohh….mmm…makasih ya? “ Balas


Rendy pelan sambil mengangkat sedikit cangkir kopinya ,ditatapnya wajah ayu nan

__ADS_1


mempesona Anita Rahayu mantan istrinya, yang sekarang ini….ada dihadapannya.


__ADS_2