
“Trus yang mana dong….? “ Ucap
rendy masih pura pura lupa dan tidak tahu
“Tidur sekamar sama kamu……” jawab
Rika cepat lalu melempar pandangannya ke arah lain
Agak lama Rendy terdiam sambil
terus melangkahkan kakinya
“Ga mau ya? Oke gpp….dimatamu aku
murahan ya Ren…?” Ucap Rika lagi sambil menunduk dan menggigit bibir bagian
bawahnya.
“Bukan gitu ka…..tapi…..” Balas
Rendy cepat
“Tapi….kamu ga mau membuat aku
berharap lebih….atau merusak masa depanku….come on Ren…aku bukan gadis remaja
lagi dan aku juga bukan ingin kamu pilih aku malam ini sebagai pendampingmu di
kehidupanmu…..” Ujar Rika lagi kali ini dengan nada sedikit ketus
“Hmmmm…ok…fine…..aku tidur
dikamarmu malam ini…” Balas Rendy lalu menggenggam jemari Rika dan memasuki
lobby hotel tempat mereka menginap.
Rika membuka pintu kamar dengan
kartu kunci dari tasnya, Rendy mengikuti dibelakangnya.
Tiba – tiba di pinggir ranjang
hotel, Rika berbalik dan mengalungkan lengannya di leher Rendy dan mencium
lembut bibir Rendy
“Ka……Emphhh…” Ucap Rendy yang tidak
siap dengan apa yang dilakukan Rika saat itu, tapi Rika buru-buru menaruh jari
telunjuknya di bibir Rendy
“Biarkan aku bermimpi malam
ini….besok aku akan kembali ke kehidupan nyata dan aku tahu harus menempatkan
diriku dimana dan seperti apa….” Lanjut Rika seraya menatap sendu ke wajah
Rendy.
Semenit kemudian Rendy membalas
pelukan dan ciuman Rika, dan malam itu mereka larut dengan segala hasrat yang
meluap dan tak terbendung.
“Baru kali ini aku berhubungan
intim dengan hatiku Ren….walau aku harus sadar ini hanya mimpi sesaat…terima
kasih…telah berikan secuil keindahan….” Ucap Rika pelan dengan nafas sedikit
terengah-engah, namun merekah senyum disudut bibirnya yang indah.
Malam kian larut, Rika enggan
melepaskan pelukannya ke tubuh Rendy, dia ingin memeluknya sampai pagi
menjelang, biarkan mimpi indah mala mini sirna seiring mentari yang datang.
Saat itu waktu menunjukkan pukul
jam 13.40, Rendy Dan Rika sudah kembali di bandara soekarno hatta, keduanya
terlihat sedang menunggu taxi online pesanannya masing-masing. Rika menghampiri
Rendy, dia menggengam jemari laki-laki itu dan berbisik ditelinga Rendy…”Terima
kasih mimpi indah yang kamu berikan semalam Ren…” bisik Rika lalu mengecup pipi
Rendy dan semenit kemudian membalikkan badanya untuk menuju taxi online nya
yang sudah tiba lebih dulu.
Rendy tiba dirumah menjelang
__ADS_1
sore, perjalanan dari Bandara Soeta ke rumahnya memakan waktu yang lumayan lama
karena kemacetan lalu lintas Jakarta yang sangat padat.
Putri kecilnya berlari kecil dari
dalam rumah, melihat Rendy turun dari mobil dan menarik travel bagnya.
“Horeeee….ayah pulang…..” teriak
Anisa sambil menghambur kea rah Rendy dan memeluknya.
Dipintu rumah berdiri seorang
wanita ayu nan cantik, yang tak lain adalah Anita, dia tersenyum melihat
keceriaan Anisa saat memeluk ayahnya.
Tanpa diminta, Anita mengambil
travel bag yang di bawa Rendy yang tengah menggendong Anisa, dibawanya ke kamar
mantan suaminya itu.
“Udah Nisa…biar ayah istirahat
dan mandi dulu ya..?” ucap Anita lembut
“Ngg…kamu udah makan Yah? Mm
Ren..?” ucap Anita lembut namun sedikit kaku
“Belum…..” Balas Rendy sambil
duduk di sofa ruang keluarga.
“Ya sudah….kamu mandi aja
dulu…nanti aku siapin makan nya…” Ujar Anita sambil berjalan menuju dapur.
Tubuh Rendi terasa segar sekali
setelah mandi sore itu ,sambil mengenakan kaos dan celana pendeknya ia keluar
kamar dan menuju meja makan.
“Waaah…..ayam woku woku
kesukaaanku…..pasti lezat nih…..istriku memang pinter …..” ujar Rendy tanpa
“eh..ngg….kamu pinter Nit…makasih….”
Ujar Rendy lagi sambil menyendok nasi ke piringnya untuk menghilangkan rasa
gugup dan salah tingkahnya
Anita hanya tersenyum , wajahnya
bersemu merah….dia duduk dikursi meja makan di depan Rendi, suatu kebiasaan
yang selalu dia lakukan disaat Rendy sedang menyantap makanannya, sekian tahun
yang lalu sebelum dia membuat kesalahan yang fatal dalam rumah tangga mereka.
“Kamu ga makan Nit…?” Ucap Rendy
sambil dengan lahap menyantap makanan nya.
“Udah tadi…bareng Nisa….” Balas
Anita lembut
Diliriknya Anita sambil Rendy
terus menghabiskan seluruh makanan dipiringnya, “Anita sangat cantik, tidak
kalah dengan Retno yang wanita karir dan high class, Rika yang masih muda dan
agresif serta Leni dengan kecantikan serta keserdahanaanya. Rambut hitam yang
dibiarkan tergerai, wajahnya yang menunjukan kedewasaan dan keibuan seroang
wanita sejati, namun masih menarik dengan bentuk tubuh yang masih terjaga di
usianya yang sudah menginjak kepala empat….bibirya yang tipis dan indah
itu….yang dulu selalu di ciuminya setiap malam disaat berangkat tidur…” Ucap
Rendy dalam benaknya
“Ah gila….mikir apa aku
ini???.....dia sudah bukan istriku….dan dulu dia sudah meninggalkanku….!!”
Batin Rendy menghalau pikiran rindu dan kekagumannya tadi yang sempat hinggap.
__ADS_1
“Sudah mau magrib….aku pulang
dulu ya Ren…” Ujar Anita lembut membuyarkan lamunan Rendy
“Ibu….ibu jangan pulang….Nisa
masih ingin bobo sama ibu…..” suara Nisa terdengar , putri mereka yang
menggemaskan itu muncul sambil membawa boneka Winnie the pooh kesayangannya.
Anita menatap Rendy , seolah
memberi isyarat boleh atau tidaknya
“Iya Nit…kamu ga usah pulang,
kasihan Nisa…” Ujar Rendy sambil berdiri dan pindah ke halaman belakang untuk
merokok.
Malam sudah semakin larut, hampir
jam 01.00 pagi, namun Rendy masih didepan meja ruang kerja dirumahnya, dirinya
sibuk mengecek ulang hasil pertemuannya dengan klien selama beberapa hari di
Jogja kemarin, dan dibuat catatan dilaptop nya untuk laporan pada Mr.Albert
atasannya esok hari.
Ditengah fokus nya dengan
pekerjaan, Rendy mencium bau aroma kopi yang sudah dimasak, “Wah…jangan jangan
aku sudah berhalusinasi akibat beberapa jam fokus ke pekerjaan sejak selepas
magrib tadi…” gumamnya
Hampir saja jantung Rendy copot
kala mendengar suara langkah kaki mendekat ke tempat dia duduk,aroma kopi makin menusuk hidungnya.
“Kamu ga capek? Dari tadi duduk
saja di depan laptop? Memang ga bisa dikerjakan besok di kantor?” ternyata
suara lembut Anita seraya menaruh secangkir kopi hitam panas di meja kerjanya
“Fuuuuh kamu Nit….hampir copot
jantungku…” Ucap Rendy sambil menghela nafas dan mengelus-elus dadanya.
Anita tertawa kecil melihat wajah
Rendy yang sempat pucat sedikit ketakutan, “ Kamu pikir aku hantu gitu…? …dasar
penakut….itu diminum dulu kopi nya…nanti keburu dingin…”
Rendy mengangguk dan meraih
cangkir kopi panas yang aroma sangat menggodanya itu, lalu diteguknya perlahan,
dan dilanjuti dengan menghisap rokok kegemarannya.
“Mmmm…mantaaap…” Ujar Rendy
sambil menggelengkan kepalanya di depan laptopnya.
“Duuhh…biasa aja dong ah…” lanjut
Anita masih dengan tawa kecilnya.
“Ihh beneran ini Nit…enak…nikmat
banget…kamu tahu aja…..makasih ya? “ Ujar Rendy lagi samba melirik ke arah
Anita.
Anita hanya bersandar ditepi meja
kerja Rendy seraya tersenyum manis.
“Kok kamu tahu aku masih kerja
Nit? Nisa sudah tidur?” Sambung Rendy lagi
“Nisa sudah tidur dari jam 21.00
tadi, aku bangun mau ambil air minum karena haus, tapi aku lihat ruangan kerjamu
masih menyala….makanya sekalian aku buat kopi…” balas Anita lembut
“Ohh….mmm…makasih ya? “ Balas
Rendy pelan sambil mengangkat sedikit cangkir kopinya ,ditatapnya wajah ayu nan
__ADS_1
mempesona Anita Rahayu mantan istrinya, yang sekarang ini….ada dihadapannya.