
“Ren…kamu dua hari ga ke
rumah….aku kangen….” Isi pesan whatsapp Rika dibaca Rendy sambil tatapan kosong
melihat laut di depannya.
“Ya…aku sedikit banyak pekerjaan
dan dirumah…sore ini aku ke rumah…” Rendy membalas pesan Rika
Selepas magrib Rendy tiba dirumah
kontrakan Rika, dilihatnya sebuah mobil terperkir di pekarangan rumah. REndy
memutuskan untuk tidak segera masuk atau mengetuk pintu rumah, dia hanya
berdiri didepan pintu dan mencoba mendengarkan suara orang yang tengah
berbicara di dalam.
“Aku akan bertanggung jawab!!
Nafkahi kamu dan anak kita…!! “ suara seorang lelaki setengah berteriak.
“Tidak….saya ga perlu kamu….yang terjadi antara kita adalah kesalahan dan
kekhilafan…serta ketololan ku…” balas Rika dengan tak kalah kerasnya.
“Tapi itu anakku Rika!!! Darah
dagingku…!!” lanjut lelaki itu lagi, Rendy mengintip dari jendela yang tirainya
sedikit terbuka, ternyata laki-laki itu adalah Satria yang menghilang sekian
lama setelah memperkosa Rika dulu.
“Ya…kamu memang ayah biologis
dari anak yang sedang kukandung ini…tapi tidak lebih dari itu….!! Sekarang saya
minta kamu keuar dari rumah ini…!!” hardik Rika
“Kalau aku tidak mau…?” balas
Satria ketus
“Aku yang akan mengusirmu dari
rumah ini…” Ucap Rendy tegas, seraya membuka pintu, Satria yang pernah merasakan
bogem mentah milik Rendy, sedikit memundurkan tubuhnya dan mendekati pintu.
“Baik….tapi ingat Rika, sampai
kapanpun anak dalam kandunganku adalah anakku, dan aku akan terus membayangi
hidupmu…” imbuh Satria lagi lalu menghilang dibalik pintu.
Tak lama kemudian Rika mengmabur
ke arah Rendy dan memeluk tubuhnya. “Aku takut Ren…..” Ucap Rika sesunggukan
sambil menyusupkan kepalanya di dada Rendy.
“Ngga perlu takut….ada aku
dsini…..” Bisik Rendy sambil membelai lembut rambut wanita mungil berparas
cantik itu.
“Kamu mau disiapin makan..?”
lanjut Rika sambil menatap mesra ke arah Rendy.
“Ngga usah….aku masih kenyang
…tadi makan siang porsinya agak banyak….siapin handuk aja…aku mau mandi…bareng
kamu…..” Rendy mengedipkan matanya
“Ihhhh….genit….” Rika tertawa dan
mencubit pinggang Rendy
Malampun semakin beranjak, Rendy
dan Rika pun melepas kerinduan mereka yang sudah tak saling bertemu beberapa
hari.
Pagi itu masih terasa dingin,
diluar hujan masih saja mengguyur diluar sana, enggan rasanya Rendy bangkit dari
tempat tidur dan bersiap untuk ke kantor, dilihatnya Rika masih tertidur pulas
__ADS_1
disampingnya, ditatapnya sebentar wajah putih nan cantik milik Rika, lalu ia
berdiri dan melangkah ke meja kecil kamar untuk mengecek handphone miliknya.
Sebuah pesan whatsapp masuk
“TEMUI AKU DIKANTOR CABANGKU DIJAKARTA , JAM MAKAN SIANG..”
“Retno…” gumam Rendy, biasanya
jika Retno menulis pesan dengan huruf capital seperti itu berarti dia sedang
dalam keadaan marah atau emosi.
Rika keluar kamar saat Rendy
sudah rapi berpakaian, “ aduh…maaf…aku kebablasan tidurnya….abis semalam enak
banget…” ujar Rika sambil mengalungkan lengannya dileher Rendy yang sedang
duduk dimeja makan dan meminuk teh manis yang dibuatnya tadi.
“Gpp….aku juga ga tega bangunin
kamu tadi…..” dikecupnya pipi Rika.
“Ren…aku tahu awal kamu
menikahiku karena rasa kasihan dan ingin melindungiku….aku berterima kasih
untuk itu…tapi tolong jangan salahkan aku…jika aku memang mencintaimu….” Bisik
Rika mesra di telinga Rendy.
Laki-laki itu hanya tersenyum dan
meraih kepala Rika lalu mencium keningnya.
“Kamu mau aku buatin sarapan apa
Ren…?”
“Ngga usah ka….cukup teh manis
hangat ini aja….” Ujar Rendy
“Aku berangkat ke kantor dulu
ya…? Nanti pulang kerja aku mampir ke rumah nengok Nisa…lalu kesini….” Lanjut
ujar Rika sambil mengerlingkan matanya
“Ihhh…sekarang kamu ya? Yang
genit?” balas Rendy seraya tertawa .
Rika melambaikan tangannya sampai
mobil yang dikendarai Rendy menghilang dari pandangannya.
Laki-laki yang awal dikenalnya
sebagai laki-laki angkuh dan menyebalkan serta sombong, lalu perlahan menjadi
laki-laki yang mengisi angan dan khayalnya dibenaknya, dan kini menjadi dewa
penolong dalam kehidupannya juga menjadi pelindung dan tempat bersandarnya,
bahkan resmi berstatus menjadi suaminya yang sah.
“Saya Rendy mau ketemu bu Retno
bisa..?” Ucap rendy kepada receptionis disebuah gedung kantor berlantai 4 siang
itu.
“Oh pak Rendy ya? Tadi ibu memang
sudha pesan…sudah ditunggu …” ucap rekan disebelahnya sambil memberikan pass
card untuk menaiki lift kepada Rendy.
“Terima kasih ya?” ucap Rendy
ramah dan melemparkan senyumnya, dia juga masih mendengar sedikit obrolan kedua
receptionis itu walau setengah berbisik “ganteng…pantes bu Retno mau….”ucap
salah seorang karyawati sambil tertawa cekikikan.
Sesampainya di lantai paling
atas, Rendy menuju sebuah ruangan dan dipintunya terdapat plat bertuliskan
DIREKTUR UTAMA, Rendy mengetuk dan tak lama terdengar jawaban dari dalam.
__ADS_1
“Ya..masuk…”suara seorang wanita yang akrab ditelinganya , Retno.
Saat Rendy memasuki ruangan yang
cukup besar dan tertata rapi serta berkesan lux, dilihatnya Retno sedang duduk
disofa tempat ia mungkin biasa menerima tamu-tamu bisnisnya, namun kali ini
dilihatnya rona wajah Retno sungguh dingin dan terlihat sedang memendam amarah
atau kekesalan.
“Duduk Ren…” ucapan Retno pun
terdengar sedikit ketus ditelinga Rendy.
“Ada apa Ret..? dan kenapa dari
mulai WA sampai sata ini kamu kelihatannya sedang marah?” Ucap rendy to the
point, karena memang dia adalah type orang yang tidak suka bertele-tele dalam
berbicara.
“Menurut informasi yang aku
terima…apa benar kamu sudah menikahi Rika mantan staffmu di tempat kamu
bekerja..?” Retno menatap galak kea rah Rendy, seolah ingin segera meledakkan
bom amarahnya saat itu juga.
“Ya…benar…” jawab Rendy singkat,
karena dia tahu Retno adalah wanita cerdas, tegas dan paling ga suka dibohongi,
apalagi dia kaya raya dan sudah tentu memiliki mata dan telinga dimana-mana,
percuma bermain kata apalagi coba-coba membohongi wanita yang satu ini.
“GILA KAMU…!!! APA ALASANMU REN??
ANITA DAN NISA TAHU HAL INI????” lanjut Retno kali ini dengan suara nyaris
berteriak.
Rendy menggelengkan kepalanya
“Anita dan Nisa tidak tahu, bahkan keluargakupun tidak tahu…”
“APA ALASANMU MENIKAHINYA
REEEN..???” lanjut Retno masih dengan nada suaranya yang tinggi
Rendy berusaha tetap tenang lalu
menyalakan rokok nya, dan berpikir harus darimana dia mulai bercerita
“Rika diperkosa teman
dekatnya….lalu hamil…aku tidak berpkir lagi dan mengambil keputusan itu
dihadapan keluarganya untuk menolognya…” Rendy mencoba menjelaskan sebisanya.
“Lalu kamu mau jadi pahlawan
kesiangan dan menjadi malaikat pelindung bagi dia? Tanpa kamu pernah berpikir
resiko atau efekya atas keputusanmu? Setahuku kamu itu pria
cerdas….pintar…bijak dalam mengambil setiap keputusan…kenapa kali ini kamu kok
goblok sekali sih Ren..??” Retno sudah tak mampu lagi membendung emosinya yang
dari tadi pagi ditahannya.
“Setelah anak Rika lahir…kita
akan proses perceraian sesuai kesepakatan dihadapan orang tuanya..” balas Rendy
dengan suara sedikit parau .
“Iya….teorinya!!!...kamu ga
berpikir jika Rika akan benar-benar mencintaimu…?dan kamu tidak tega
meninggalkan bayi yang lahir nanti haaa??!!”
“Atau…jangan-jangan……dari
dulu…kamu diam-diam juga menykai atau bahkan mencintainya???” Retno meberondong
rendy dengan rentetan pertanyaan, yang hanya bisa dijawab Rendy dengan helaan
nafas serta kepulan asap rokoknya.
__ADS_1