CASANOVA SANG PENAKLUK

CASANOVA SANG PENAKLUK
AMARAH TAK TERBENDUNG


__ADS_3

“Ren…kamu dua hari ga ke


rumah….aku kangen….” Isi pesan whatsapp Rika dibaca Rendy sambil tatapan kosong


melihat laut di depannya.


“Ya…aku sedikit banyak pekerjaan


dan dirumah…sore ini aku ke rumah…” Rendy membalas pesan Rika


Selepas magrib Rendy tiba dirumah


kontrakan Rika, dilihatnya sebuah mobil terperkir di pekarangan rumah. REndy


memutuskan untuk tidak segera masuk atau mengetuk pintu rumah, dia hanya


berdiri didepan pintu dan mencoba mendengarkan suara orang yang tengah


berbicara di dalam.


“Aku akan bertanggung jawab!!


Nafkahi kamu dan anak kita…!! “ suara seorang lelaki setengah berteriak.


“Tidak….saya ga perlu kamu….yang terjadi antara kita adalah kesalahan dan


kekhilafan…serta ketololan ku…” balas Rika dengan tak kalah kerasnya.


“Tapi itu anakku Rika!!! Darah


dagingku…!!” lanjut lelaki itu lagi, Rendy mengintip dari jendela yang tirainya


sedikit terbuka, ternyata laki-laki itu adalah Satria yang menghilang sekian


lama setelah memperkosa Rika dulu.


“Ya…kamu memang ayah biologis


dari anak yang sedang kukandung ini…tapi tidak lebih dari itu….!! Sekarang saya


minta kamu keuar dari rumah ini…!!” hardik Rika


“Kalau aku tidak mau…?” balas


Satria ketus


“Aku yang akan mengusirmu dari


rumah ini…” Ucap Rendy tegas, seraya membuka pintu, Satria yang pernah merasakan


bogem mentah milik Rendy, sedikit memundurkan tubuhnya dan mendekati pintu.


“Baik….tapi ingat Rika, sampai


kapanpun anak dalam kandunganku adalah anakku, dan aku akan terus membayangi


hidupmu…” imbuh Satria lagi lalu menghilang dibalik pintu.


Tak lama kemudian Rika mengmabur


ke arah Rendy dan memeluk tubuhnya. “Aku takut Ren…..” Ucap Rika sesunggukan


sambil menyusupkan kepalanya di dada Rendy.


“Ngga perlu takut….ada aku


dsini…..” Bisik Rendy sambil membelai lembut rambut wanita mungil berparas


cantik itu.


“Kamu mau disiapin makan..?”


lanjut Rika sambil menatap mesra ke arah Rendy.


“Ngga usah….aku masih kenyang


…tadi makan siang porsinya agak banyak….siapin handuk aja…aku mau mandi…bareng


kamu…..” Rendy mengedipkan matanya


“Ihhhh….genit….” Rika tertawa dan


mencubit pinggang Rendy


Malampun semakin beranjak, Rendy


dan Rika pun melepas kerinduan mereka yang sudah tak saling bertemu beberapa


hari.


Pagi itu masih terasa dingin,


diluar hujan masih saja mengguyur diluar sana, enggan rasanya Rendy bangkit dari


tempat tidur dan bersiap untuk ke kantor, dilihatnya Rika masih tertidur pulas

__ADS_1


disampingnya, ditatapnya sebentar wajah putih nan cantik milik Rika, lalu ia


berdiri dan melangkah ke meja kecil kamar untuk mengecek handphone miliknya.


Sebuah pesan whatsapp masuk


“TEMUI AKU DIKANTOR CABANGKU DIJAKARTA , JAM MAKAN SIANG..”


“Retno…” gumam Rendy, biasanya


jika Retno menulis pesan dengan huruf capital seperti itu berarti dia sedang


dalam keadaan marah atau emosi.


Rika keluar kamar saat Rendy


sudah rapi berpakaian, “ aduh…maaf…aku kebablasan tidurnya….abis semalam enak


banget…” ujar Rika sambil mengalungkan lengannya dileher Rendy yang sedang


duduk dimeja makan dan meminuk teh manis yang dibuatnya tadi.


“Gpp….aku juga ga tega bangunin


kamu tadi…..” dikecupnya pipi Rika.


“Ren…aku tahu awal kamu


menikahiku karena rasa kasihan dan ingin melindungiku….aku berterima kasih


untuk itu…tapi tolong jangan salahkan aku…jika aku memang mencintaimu….” Bisik


Rika mesra di telinga Rendy.


Laki-laki itu hanya tersenyum dan


meraih kepala Rika lalu mencium keningnya.


“Kamu mau aku buatin sarapan apa


Ren…?”


“Ngga usah ka….cukup teh manis


hangat ini aja….” Ujar Rendy


“Aku berangkat ke kantor dulu


ya…? Nanti pulang kerja aku mampir ke rumah nengok Nisa…lalu kesini….” Lanjut


ujar Rika sambil mengerlingkan matanya


“Ihhh…sekarang kamu ya? Yang


genit?” balas Rendy seraya tertawa .


Rika melambaikan tangannya sampai


mobil yang dikendarai Rendy menghilang dari pandangannya.


Laki-laki yang awal dikenalnya


sebagai laki-laki angkuh dan menyebalkan serta sombong, lalu perlahan menjadi


laki-laki yang mengisi angan dan khayalnya dibenaknya, dan kini menjadi dewa


penolong dalam kehidupannya juga menjadi pelindung dan tempat bersandarnya,


bahkan resmi berstatus menjadi suaminya yang sah.


“Saya Rendy mau ketemu bu Retno


bisa..?” Ucap rendy kepada receptionis disebuah gedung kantor berlantai 4 siang


itu.


“Oh pak Rendy ya? Tadi ibu memang


sudha pesan…sudah ditunggu …” ucap rekan disebelahnya sambil memberikan pass


card untuk menaiki lift kepada Rendy.


“Terima kasih ya?” ucap Rendy


ramah dan melemparkan senyumnya, dia juga masih mendengar sedikit obrolan kedua


receptionis itu walau setengah berbisik “ganteng…pantes bu Retno mau….”ucap


salah seorang karyawati sambil tertawa cekikikan.


Sesampainya di lantai paling


atas, Rendy menuju sebuah ruangan dan dipintunya terdapat plat bertuliskan


DIREKTUR UTAMA, Rendy mengetuk dan tak lama terdengar jawaban dari dalam.

__ADS_1


“Ya..masuk…”suara seorang wanita yang akrab ditelinganya , Retno.


Saat Rendy memasuki ruangan yang


cukup besar dan tertata rapi serta berkesan lux, dilihatnya Retno sedang duduk


disofa tempat ia mungkin biasa menerima tamu-tamu bisnisnya, namun kali ini


dilihatnya rona wajah Retno sungguh dingin dan terlihat sedang memendam amarah


atau kekesalan.


“Duduk Ren…” ucapan Retno pun


terdengar sedikit ketus ditelinga Rendy.


“Ada apa Ret..? dan kenapa dari


mulai WA sampai sata ini kamu kelihatannya sedang marah?” Ucap rendy to the


point, karena memang dia adalah type orang yang tidak suka bertele-tele dalam


berbicara.


“Menurut informasi yang aku


terima…apa benar kamu sudah menikahi Rika mantan staffmu di tempat kamu


bekerja..?” Retno menatap galak kea rah Rendy, seolah ingin segera meledakkan


bom amarahnya saat itu juga.


“Ya…benar…” jawab Rendy singkat,


karena dia tahu Retno adalah wanita cerdas, tegas dan paling ga suka dibohongi,


apalagi dia kaya raya dan sudah tentu memiliki mata dan telinga dimana-mana,


percuma bermain kata apalagi coba-coba membohongi wanita yang satu ini.


“GILA KAMU…!!! APA ALASANMU REN??


ANITA DAN NISA TAHU HAL INI????” lanjut Retno kali ini dengan suara nyaris


berteriak.


Rendy menggelengkan kepalanya


“Anita dan Nisa tidak tahu, bahkan keluargakupun tidak tahu…”


“APA ALASANMU MENIKAHINYA


REEEN..???” lanjut Retno masih dengan nada suaranya yang tinggi


Rendy berusaha tetap tenang lalu


menyalakan rokok nya, dan berpikir harus darimana dia mulai bercerita


“Rika diperkosa teman


dekatnya….lalu hamil…aku tidak berpkir lagi dan mengambil keputusan itu


dihadapan keluarganya untuk menolognya…” Rendy mencoba menjelaskan sebisanya.


“Lalu kamu mau jadi pahlawan


kesiangan dan menjadi malaikat pelindung bagi dia? Tanpa kamu pernah berpikir


resiko atau efekya atas keputusanmu? Setahuku kamu itu pria


cerdas….pintar…bijak dalam mengambil setiap keputusan…kenapa kali ini kamu kok


goblok sekali sih Ren..??” Retno sudah tak mampu lagi membendung emosinya yang


dari tadi pagi ditahannya.


“Setelah anak Rika lahir…kita


akan proses perceraian sesuai kesepakatan dihadapan orang tuanya..” balas Rendy


dengan suara sedikit parau .


“Iya….teorinya!!!...kamu ga


berpikir jika Rika akan benar-benar mencintaimu…?dan kamu tidak tega


meninggalkan bayi yang lahir nanti haaa??!!”


“Atau…jangan-jangan……dari


dulu…kamu diam-diam juga menykai atau bahkan mencintainya???” Retno meberondong


rendy dengan rentetan pertanyaan, yang hanya bisa dijawab Rendy dengan helaan


nafas serta kepulan asap rokoknya.

__ADS_1


__ADS_2