
“Begini Ren….oke kami coba
jelasin ke kamu….dari pada wajahmu kayak Mr.Bean yang lagi bingung gitu…” Ujar
Retno disusul tawa dua wanita cantik ini didepan Rendy.
“Ok…explain to me…” balas Rendy
sambil mencoba duduk lebih rileks sambil terus meminum kopi panasnya.
“Kamu tahu….aku bukan orang atau
wanita yang suka bertele-tele, so aku bicara sama Anita kalau aku sudah
bercerai dan inginkan kamu, tapi aku juga tahu sebagai wanita, Anita juga
inginkan kamu…..hanya kesalahan dia dimasa lalu tidak mampu meminta darimu….”
Retno berhenti sebentar dan melirik ke arah Rendy dan Anita
“Lalu….?” Ujar Rendy masih dengan
wajah yang masih bingung
“So….kami rela berbagi suami
yaitu kamu…as you know…aku juga ga bisa selalu ada dijakarta dan punya beberapa
perusahaan di Makasar sana, dan juga tidak bisa 100% ada untuk Nisa, karena di
Makasar juga ada anak –anaku, sedangkan Anita…bisa berikan waktunya 100% disini
untuk Nisa…win win solution ins’t it?” Ucap Retno serius .
“Hah…?? Gila kalian….kalian
berdua sudah bicara sampai ke arah sana..?” Setengah kaget Rendy mendengar
penjelasan Retno.
“Iya…kita bukan wanita remaja
yang sedang kasmaran Ren….kita berdua memang cinta sama kamu, tapi kita juga
harus logis dalam memandang dan melihat kehidupan kita masing-masing..” sambung Retno lagi
Mungkin jika dalam keadaan
normal, Rendy akan tersenyum dan bernafas lega, karena dia tidak perlu
menyakiti Retno maupun Anita, bahkan bisa dapatkan semuanya, tapi dia baru saja
menikahi Rika, walaupun dengan niat awal menolongnya, dan entah berlangsung
sementara atau tidak.
“Udahlah…ga usah bingung gitu
Ren…..rileks aja…” tiba – tiba Anita berbisik ditelinganya sambil melingkarkan
lengannya dileher Rendy.
“Iya Ren….anggap aja ini juga
wild fantasy kita bertiga…..” giliran Retno mendekat dan mendaratkan bibirnya
di ibir Rendy yang masih belum hilang kagetnya.
“Mphhhh…ka…liaaan…nanti ada Nisa
dan Mbok Surti…” desis Rendy
“Mbok Surti sedang antar Nisa ke
rumah mama….” Ujar Anita pelan sambil mengelus tengkuk leher Rendy.
Dua wanita dewasa dan cantik itu
memberi rangsangan-rangsangan di bagian tubuh Rendy yang membuat Rendy melayang
dan akhirnya ikut hanyut bersama mereka.
Retno dengan penuh gairah *******
bibir Rendy sambil membuka kancing kemeja laki-laki itu satu persatu, sedangkan
Anita membantu sudah berlutut didepan Rendy dan perlahan membuka celana
__ADS_1
panjangnya.
Rendy merasa apa yang terjadi
saat ini seperti mimpi, dia tidak pernah menyangka akan mengalaminya, karena
kejadian semacam ini hanya dapat dia lihat di film-film orang dewasa yang
pernah di tontonnya.
Mereka bertiga pun akhirnya
hanyut dan larut dalam gairah liar dan fantasi mereka, tak hanya di sofa ruang
tamu, mereka juga lanjutkan gelora asmara mereka ke kamar tidur Rendy.
Nafas Rendy terengah-engah
setelah sekitar 1 jam bergumul dengan dua wanita itu, bak Raja
dikerajaan-kerajaan zaman dahulu, Rendy diapit dan dipeluk oleh dua wanita
sekaligus di sisi kanan dan kirinya. Namun Anita segera bangkit dan berpakaian
setelah mendengar suara Anisa diluar kamar.
Tak lama kemudian disusul Retno,
lalu sebelum keluar kamar, dia mengecup kening Rendy dan berbisik “ Aku pulang
ya Ren…? Thanks for everything…see you later honey….” Lalu Retno menghilang
dibalik pintu.
Rendy pun tak kuasa menahan rasa
lelah dan kantuknya, lalu dia terlelap hingga pagi menjelang.
Pagi itu saat keluar kamar dan
bersiap kerja, Rendy duduk untuk menyantap sarapan dan secangkir kopi yang
sudah disiapkan Anita sejak tadi. Dirinya merasa sedikit kikuk saat melihat
Anita, jika mengingat kejadian kemarin.
Anita hanya tersenyum melihat
dan berbisik diteliganya “ Kamu hebat….wild …dan sanggup layani aku dan
Retno….” Seraya tersungging senyuman di sudut bibirnya yang indah.
Rendy melirik kea rah Anita, dia membalas
senyuman wanita itu dan mencubit pelan lengannya sambil balas berbisik..”Nakal
kamu…….”
Siang itu, Rendy kurang dapat
berkosentrasi ke pekerjaannya, masih saja terbayang kejadian kemarin antara dia
, Retno dan Anita, sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan seumur hidupnya.
Karena hal semacam itu biasanya hanya menjadi imajinasi dan khayalan-khayalan
liar lelaki normal dan biasa seperti
dirinya.
Lamunannya dikejutkan suara pesan
masuk di handphonenya, “BANG…APA KABAR? UDAH LAMA ABANG GA KONTAK LENI
..APALAGI MAIN KERUMAH LENI LAGI…LENI KANGEN…”dibacanya pesan yang ternyata lagi-lagi
dari seorang wanita, Leni…sosok wanita sederhana dan selalu tegar dalam
menghadapi kerasnya hidup di Jakarta.
“IYA..MAAF YA? ABANG SEDIKIT
SIBUK…NANTI JIKA ABANG SENGGANG, ABANG MAMPIR KE RUMAHMU..” Rendy membalas
singkat pesan Leni.
“BAIK BANG…LENI TUNGGU LHO….” Tak
__ADS_1
lama pesan dari Rendy langsung mendapat balasan.
Rendy memutuskan untuk keluar
kantor, daripada otaknya tak mampu fokus kepekerjaan saat ini, dia ingin menyendiri
sesaat, dan yang terbesit di kepalanya saat ini adalah ke pantai Ancol Jakarta.
Sore itu Rendy memesan segelas
kopi sambil melepaskan pandangannya ke laut lepas, dan diiringi ombak-ombak
kecil yang seakan berlomba menuju bibir pantai dan terpecah menjadi buih-buih
bersama pasir dan karang.
Dihelanya nafas panjang sambil
menghisap rokoknya, entah ini kutukan ataukah anugrah, Rendy merasa selalu saja
dikelilingi oleh para wanita, padahal dia tidak pernah berniat sekalipun dalam
hidupnya untuk sengaja mencari apalagi bergonta ganti pasangan. Dikala dia akan
fokus padan pekerjaan dan kehidupan pribadinya dengan kesendirian, pasti selalu
saja akan hadir sosok seorang wanita di jalur kehidupannya, bahkan jika sedikit
saja dia membuka hati ataupun ruang, maka sosok-sosok lainnya akan bermunculan
tanpa pernah dia duga dan bisa dia hindari.
Hati kecilnya pun mengakui bahwa
dia memang bukan laki-laki baik, dan tidak bisa tegas dalam berprinsip , juga
bukan tipikal laki-laki setia. Kembali di hisapnya rokok kegemarannya, asap
putih mengepul di depan wajahnya dan sedeyik kemudian tersapu angin pantai.
Ditatapnya perahu perahu yang
tertambat di dermaga tua dikejauhan, mereka terombang-ambing deburan ombak yang
datang silih berganti, mereka hanya tergantung pada seutas tambang, andai saja
tak terikat, pasti perahu-perahu itu sudah jauh terbawa ombak dan terdampar
dilautan luas.
Rendy merasa dirinya bagaikan
perahu-perahu kecil dikejauhan sana, terombang-ambing dan dia hanya bertahan
dengan seutas tali tipis yang ia coba genggam erat-erat, dirinya mencoba
bertahan sekuat tenaga dengan segala akal sehatnya dan sisa-sisa tenaga yang
dia punya, agar tali digenggamannya tak putus dan membuat dirinya terlempar
lalu terdampar di tengah luasnya samudera kehidupan.
CAMAR
Celotehmu riuh ditengah deburan
ombak
Paruh-paruh kecilmu mampu
menghujam tajam dan mengelak
Kepakan sayapmu terbang dengan
bebas
Arungi lat biru sampai kau puas
Tiada yang tahu kapan kau pulang
ke rumah
Mereka hanya tahu kapan dan
dimana kau singgah
Aku mungkin layaknya camar….
__ADS_1
Hanya singgah di mana kau merasa
nyaman dan bersandar