
Sudah beberapa hari ini Rika
tidak bisa fokus ke pekerjaannya, benak dan hatinya dipenuhi rasa galau serta
cemburu yang ga jelas dengan wanita yang dekat dengan Rendy, yang menjadi top
gossip di kantornya.
Tiba – tiba saja lamunan Rika
buyar seketika saat Rony menepuk pundaknya, “Hei…bengong aja lu…dipanggil ke
ruangan Mr.Albert sekarang…”
Kontan jantung Rika berdetak keras…”Aduuuh…ada apa ini? Jangan jangan
Mr.Albert mau menegurnya karena laporan-laporan nya yang dia berikan kemarin,
apa banyak salah ya? Karena aku ga fokus?” batin Rika sambil melangkah ke
ruangan bos nya tersebut.
Didalam sudah ada Mr.Albert dan
Rendy dihadapannya.
“Duduk Rika….” Ucap Mr. Albert
“Rika…dua hari lagi Rendy akan
ada tugas keluar kota,ke Jogjakarta untuk survey ke beberapa distributor hasil
product kita disana…nah kali ini saya mau you temani Rendy kesana dan mencatat
semua hasil pertemuan dengan klien dan juga segala hal yang potensi menjadi
kendala dalam distribusi product kita disana…” lanjut laki laki berwarga Negara
Amerika tersebut.
“Baik pak…..” Jawab Rika cepat
tanpa pikir panjang, hatinya lega karena dia dipanggil bukan untuk ditegur
karena kesalahan kerja nya.
Rendy hanya melirik dan tersenyum
ke arah Rika.
“Dua hari lagi aku ke Jogja…hanya
berdua Pak Rendy? Laki laki tampan,simpatik dan penuh pesona itu?” ucap Rika
dalam hati saat dirinya merebahkan tubuhnya di kasur kamarnya malam itu…tak
sadar dia tersenyum sendiri membayangkan dirinya akan selalu berdua dengan laki
laki itu.
“Ka…besok kita ketemu di bandara
sokearno hatta aja ya? Kamu dijemput supir kantor nanti Pak Tarso ..” pesan
singkat dari Rendy
“Baik Pak…” Rika membalas singkat
pesan Whatsapp tersebut
Pagi itu Rika terlihat sangat
cantik , rambutnya dibiarkannya tergerai ,dengan blazer berwarna biru tua,dan
kaos dalam tanpa lengan berwarna putih serta celana jeans membuatnya terlihat
seperti gadis usia belasan yang masih duduk dibangku kuliah. Sambil menarik
travel bag kecilnya, dia mencari cari gate 4 tempat dia dan Rendy akan check in
pesawat,dilihatnya Rendy dengan kaos berkerah tengah duduk di kursi yang ada
disekitar tempat penumpang akan check in, sambil sibuk melihat handphone nya.
“Saya belum terlambat kan pak..?”
ucap Rika membuat Rendy sedikit kaget dengan kedatangannya.
“Eh…mmm…ngga…pesaat kita juga
masih 1 jam lagi….” Balas Rendy sambil menggeser travel bag nya agar Rika bisa
duduk disebelahnya.
“Oh…syukurlah….soalnya tadi macet
banget di jalan menuju bandara…” ujar Rika sambil duduk disebelah Rendy.
Sekilas diliriknya laki-laki
itu…”ganteng banget nih orang….apalagi saat pagi begini…wajahnya masih sangat
fresh….” Batin Rika
__ADS_1
“Nanti setelah sampai Jogja…kita
ke hotel tempat kita menginap dulu….taruh koper bawaan kita…istirahat..lalu
sore baru ketemu salah satu klien disana….” Ujar Rendy membuyarkan lamunan
Rika.
“Oh ok pak….” Balas
Rika…”Hotel..? apa iya nanti aku sampai sana harus sekamar dengan laki-laki ini
untuk beberapa hari..?” tiba tiba Rika menjadi sedikit ugup memikirkannya.
“Tenang aja….saya pesannya dua
kamar kok…” Ujar Rendy sambil tersenyum tipis, melihat wajah Rika yang sedikit
gugup, mendengarnya muka Rika bersemu merah..”kurang ajar laki-laki ini….seolah
tahu apa yang sedang ada di pikirannya…” umpatnya dalam hati
Tidak sampai satu jam , pesawat
yang ditumpangi Rendy dan Rika sudah mendarat di Yogyakarta, jika dulu dengan
pesawat, mereka langsung dekat dengan pusat kota,karena Bandara Adi Sutjipto
yang terletak di kota Yogayakarta, namun kini Bandara Yogyakarta dipindahkan ke
pinggirian Yogya yakni Kulonprogo dan bernama YIA (Yogyakarta International
Aiprot) sekarang. Untuk menuju hotel Rendy dan Rika menggunakan taxi yang
parkir diluar Bandara .
“Cowok yang waktu itu….siapa
namanya? Anton ya? Gimana kabarnya? Masih sama dia Ka..?” Ucap Rendy didalam
taxi membuka obrolan, karena sejak di pesawat tadi Rika hanya diam dan tak
banyak bicara seperti biasanya.
“Udah kelaut pak….sejak kejadian
di café waktu itu…saya ga pernah bertemu dia lagi …” ujar Rika seraya
melemparkan pandangannya keluar jendela mobil.
“Oh…kasihan dong kamu….masih
muda…cantik….jomblo…padahal dulu kata teman-teman kantor, kamu selalu banga
sambil tertawa kecil.
“Ah…pak Rendy juga sama….belum
tua…ganteng….mapan….tapi masih sendiri” balas Rika sedikit sewot dengan ledekan
Rendy tadi.
Mendengarnya Rendy tertawa dan
menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Dasar cewek keras kepala dang a
mau ngalah…” Ujar Rendy disela tawanya
“Abisnya …Pak Rendy ngeledekin
saya jomblo….pake kata kasihan lagi….” Sungut Rika
“Hahahahaha…iya…iya maaf…..” Ucap
Rendy berusaha menghentikan tawanya.
“Oh ya …satu lagi…boleh saya
minta kamu jangan panggil saya pak disini? Rendy aja….saya ga mau terkesan tua
didepan para klien nanti…” lanjut Rendy
“Takut dibilang tua tapi masih
sendiri pak..?” kali ini Rika membalas Rendy sambil tertawa lebar.
“Wah….sudah berani ngeledek ya
kamu…?” Ujar Rendy, sambil tertawa bersama dengan Rika
Sesampainya di hotel, setelah
check in mereka berdua langsung naik ke lantai 6, kamar yang telah di pesan
Rendy dari Jakarta. Kamar Rendy dan Rika letaknya bersebelahan, karena menurut
Rendy akan memudahkan saat akan pergi berangkat memenui klien maupun jika ingin
sarapan atau makan malam bersama di resto hotel.
“Nanti kalau sudah mau berangkat
__ADS_1
saya wa lagi ya ka? janjiannya sih jam 5 sore ,dan tempatnya katanya sekitar 20
menit dari sini…jadi kita masih punya beberapa jam untuk beristirahat…” ucap
Rendy saat mereka akan masuk ke kamar masing-masing
“Oke…” balas Rika lalu masuk ke
kamarnya.
Rendy langsung mengeluarkan
pakaian-pakaiannya dari koper dan menaruhnya ke dalam lemari,dan setelah
mengganti celana panjangnya dengan celana pendeknya, dia rebahkan tubuhnya di
kasur hotel yang empuk, diraihnya handphone miliknya ,dia ingin menelpon putri
kesayangannya Anisa.
Rendy melakukan video call agar
dapat melihat wajah imut milik putrinya itu…
“Hai anak ayah yang cantik….sudah
pulang sekolah?” ucap Rendy
“Udah yah…..habis makan…..” balas
anisa dengan wajah yang menggemaskan
“Selama ayah di luar kota…kamu
jangan nakal ya?” Ujar Rendy lagi
“OK….Nisa sama ibu kok….katanya
selama Ayah diluarkota….ibu akan temanin aku…jadi ga sendirian lagi deh bobo
nya…” ucap Anita lagi sambil mengarahkan kamera handphonenya ke Anita yang
sedang merapikan meja makan. Anita hanya melihat sebentar dan tersenyum.
“Ya sudah….Nisa baik baik sama
ibu disana ya? “ Ucap Rendy sambil melambaikan tangannya dikamera handphonenya
“Oke ayah….dagh….” jawab Anisa
sambil tersenyum manja
Sedangkan dikamar sebelah, Rika
tengah menggonta ganti chanel TV yang ada dikamarnya, tapi pikirannya malah memikirkan
apa yang sedang dilakukan Rendy saat ini di kamarnya.
“Ah bete banget berjam-jam
sendirian kayak gini….mana jam 5 sore masih lama lagi….” Gerutu Rika
Tak lama kemudian handphone nya
berbunyi tanda ada pesan whatsapp masuk “ Kamu mau makan siang di Resto hotel
dibawah g aka?” pesan dari Rendy
Rika benar benar bingung,
seringkali Rendy seolah dapat membaca isi pikirannya, sampai berbeda kamarpun
laki-laki ini bisa tahu isi kepalanya.
“Mau…sebentar lagi aku keluar
kamar…” balas Rika
Saat Rika keluar kamar, Rnedy
sudah menyandarkan tubuhnya di tembok lorong hotel, diliriknya sekilas wanita
itu “cantik…..” gumam Rendy melihat Rika yang menanggalkan blazernya dan hanya
mengenakan kaos tanpa lengan dan celana jeans-nya
“Pak Rendy apaan sih…ngeliatin
saya kayak gitu..?” ucap Rika sempat grogi dibuatnya
“Pertama…..sudah saya bilang
jangan pakai Pak…..kedua…kamu cantik…pantes cowok bernama Anton itu pernah
ngajak saya berantem…” Ujar Rendy sambil tertawa pelan lalu berjalan didepan
Rika.
Rika mengikuti langkah Rendy
dibelakangnya, dia sempat tersenyum kecil mendengar pujian Rendy yang selama ia
kenal belum pernah sekalipun keluar kata kata seperti itu dari mulutnya.
__ADS_1