
***
Malam hari
"Kau tidur disini selama dirumahku." Devano membukakan sebuah kamar. Salah satu dari belasan kamar di rumah itu.
Delima kemudian masuk mengikuti Devano. Dirinya terkagum-kagum. Kamar tamu saja semewah ini. Bahkan sepertinya ukurannya lebih besar dari rumahnya di desa.
"Apa.. Ini tidak belebihan kak? Ini sangat besar."
"Tidak. Ini kamar tamu. Khusus untuk tamu yang menginap disini."
"Ehem.. begitu ya.." Delima manggut-manggut. Dirinya meletakkan tasnya di sebuah meja nakas samping ranjang. Kemudian berkeliling melihat-lihat. Ada beberapa lukisan di dalam kamar yang sangat indah dipandang mata.
Devano hanya menatap Delima dalam diam. Mengagumi keindahan makhluk cipataan Tuhan didepannya. Devano berdehem pelan. Pikirannya sudah menggila terhadap gadis itu.
"Kalau butuh sesuatu panggil saja maid di luar kamar."
Delima menoleh kemudian mengangguk.
"Ehem.."
"Kenapa? Ada yang ingin kau tanyakan?"
Delima mendekati Devano. Menatap pria tinggi besar itu sebentar.
Tangannya ditautkan. Dirinya gugup.
"Anu. Ah tidak jadi!"
Delima kemudian berjalan ke ranjang dan duduk di tepinta. Membuat Devano bingung. 'Ada apa dengan gadis ini?'
Sebenarnya Delima penasaran dengan perjalanan cinta ibunda Devano. Katanya ibunya juga seorang Office Girl dahulu. Ia ingin tahu ceritanya. Bagaimana Regina bisa sampai berasama dengan Marthent Anderson Wijaya. Ayah dari Devano.
Saat perjalanan ke kamar ini tadi Delima melihat beberapa foto keluarga dan foto pernikahan orang tua Devano. Sang ayah benar-benar tampan. Bahkan anaknya lebih tampan lagi.
Delima yang terlalu malu menanyakannya tidak jadi menanyakan hal itu.
Devano menghela napas.
"Kalau kau butuh sesuatu, atau bingung atau ingin berjalan-jalan panggil maid di luar kamar. Aku akan mengurus sesuatu dulu."
***
Marvel turun dari jet pribadinya. Ia berjalan cepat menuju mobil jemputannya. Setelah dirinya masuk mobil itu melucur ke arah rumah orang tuanya.
__ADS_1
Sebenarnya masih ada pekerjaan di luar negeri, namun dirinya ingin segera memberitahu orang tuanya tentang Delima. Ia sungguh tidak sabar. Senyum tak pernah luntur dari bibirnya sejak mengetahui hasil test DNA yang ia terima. Ia menggenggam kalung berliontin huruf A itu dan menatapnya bahagia.
"Tuhan sangat baik. Aku pikir aku tidak bisa menemukanmu, Ariana. Tapi takdir berkata lain. Aku tidak menyangka kau sangat dekat denganku selama beberapa bulan ini"
Marvel memejamkan matanya, masih tersenyum. "Adikku sangat cantik dan manis. Pantas saja Bule Curut itu menyukai adikku." Marvel terkekeh pelan memikirkan Devano yang terlihat bodoh sejak mengenal Delima. Bahkan demi selalu berdekatan dengan adiknya, Devano meminta Delima bekerja di apartemennya.
Setahu dirinya, Devano sudah tidak pernah berpacaran lagi semenjak putus dengan pacarnya waktu SMA.
"Bahkan aku pikir Si Curut itu belok." Marvel tertawa geli. Sopir yang melihatnya sampai terheran-heran dengan majikannya.
"Tuan. Apakah ada masalah?"
"Tidak ada, pak. Aku hanya sedang senang saja."
Sang sopir kembali fokus pada jalanannya. Namun pikirannya masih berpusat pada majikannya yang aneh. Sang sopir tidak pernah melihat majikannya sebahagia itu.
Mobil mewah itu berhenti di depan sebuah mansion yang sangat besar. Marvel segera turun dari mobil. Dan berjalan tergesa ke dalam mansion, mencari orang tuanya.
"Dimana ayah dan ibu?"
"Ada di taman belakang, Tuan Muda."
Marvel berjalan cepat ke taman belakang rumahnya
"Ibu! Ayah!"
"Marvel? Bukannya kau pergi dinas, nak?"
"Aku memutuskan untuk pulang, ibu. Aku sudah menemui kolegaku kemarin. Tinggal sedikit, aku sudah menyuruh asistenku menghandle semua pekerjaanku."
"Wajahmu terlihat bahagia. Ada apa?" Tanya sang ayah.
Senyum Mavel semakin mengembang. Menatap ayah dan ibunya bahagia.
"Aku.. menemukan Ariana ayah! Ibu!"
Almira dan Dirga membulatkan matanya.
"Benarkah?!"
***
Marvel meletakkan kalung dengan liontin huruf A itu di depan orang tuanya.
Almira meraih kalung di atas meja. Menatapnya. Matanya berkaca-kaca. Kalung itu adalah kalung yang ia pasang saat Ariana masih bayi. Dan saat diculik, kalung itu masih terpasang di leher bayi kecil itu.
__ADS_1
"Suamiku.." Almira menatap Dirga yang sama-sama menitikkan air mata bahagia.
"Aku pikir. Kita tidak bisa menemukan anak kita. Tapi ternyata Tuhan memberi kita hadiah yang tak ternilai saat ini." Dirga memeluk Almira. Almiran menangis dalam pelukan sang suami. Marvel yang melihatnya ikut merasakan kebahagiaan orang tuanya.
"Seperti apa Ariana sekarang? Dia pasti sudah dewasa kan? Ibu ingin melihat fotonya? Dimana dia sekarang?" Pertanyaan bertubi-tubi keluar dari bibir Almira dan ditujuka kepada Marvel.
"Sangat cantik. Seperti ibu. Ibu dan ayah juga pernah bertemu dengannya."
Almira semakin penasaran.
"Bertemu?" Kini Dirga yang penasaran
Marvel mengangguk.
"Gadis yang datang bersama Devano saat pesta ulang tahun ibu."
Almira menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.
"D-De.. Delima?"
Marvel mengangguk.
"Dimana dia sekarang? Ibu ingin segera bertemu! Bawa ibu padanya! Cepat Marvel! Ibu ingin melihatnya!!" Almira mengguncang bahu anak pertamanya.
"Bersabarlah ibu. Delima saat ini sedang di negara H dengan Devano. Di rumah Tante Regina dan Om Marthent."
Kebahagiaan Almiran susut. Dirga kemudian menenangkan sang istri.
"Kita harus sabar, sayang. Aku yakin Devano menjaga anak kita disana. Hm? Ketika mereka pulang, kita temui anak kita."
Dirga mengecup kening Almira. Menenangkan sang istri. Kemudiam memeluknya lembut. Sebenarnya Dirga juga sudah tidak sabar. Tapi setelah dirinya tahu anaknya ada di rumah sahabatnya, agaknya dia merasa lega.
Almira dan Dirga sebenarnya diundang ke negara H untuk menghadiri pesta pernikahan Regina dan Marthent, namun karena Marvel tiba-tiba bertemu kolega di luar negeri, Dirga memuuskan tidak datang ke sana. Dirga membantu pekerjaan Marvel di perusahaan 정 Corp.
"Suamiku. Aku ingin segera bertemu anakku yang cantik.."
"Iya sayang. Sabar ya.."
Marvel juga sebenarnya sudah tidak sabar. Tapi Delima sedang di Negara H. Dan dirinya sedang sangat sibuk di kantor. Dia akan meminta Devano untuk segera pulang. Dirinya juga akan mengerjakan pekerjaan kantornya dengan segera.
***
Marvel 😍☺
__ADS_1