
Sally dan William mulai berdansa bersama. Dansa yang mereka lakukan itu membuat para penonton terpukau.
"Kau begitu pembohong. Kau bilang kau tidak tahu caranya untuk berdansa." Ucap William saat berdansa dengan Sally.
"Jangan pernah percaya siapapun." Ucap Sally dengan tersenyum dingin.
"Apa kau mau pergi berkencan denganku besok?" Tanya William kepada Sally secara tiba-tiba.
"Aku tidak menyukaimu." Balas Sally secara langsung dengan wajahnya yang tampak kesal.
"Tidak sedikitpun?" Tanya William.
Sally menganggukkan kepalanya. Hal itu membuat William menjadi kecewa. Tapi kemudian dia tersenyum.
Dansa mereka akhirnya selesai. Mereka berdua membungkuk ke arah satu sama lain dan kemudian pergi ke arah masing-masing.
Perasaan yang mereka rasakan setelah berdansa sangat tidak baik. William berjalan ke sudut ruangan dengan kesal karena ditolak oleh Sally. Sementara Sally sendiri merasa kecewa. Dia sendiri tidak tahu apa alasannya, tapi dia terus melihat ke arah bawah.
"Sayang, apa yang terjadi?" Tanya Max kepadanya.
"Aku tidak tahu." Balas Sally.
"Siapa dia ini?" Tanya David dan yang lainnya mendekat kearah Sally.
"Dia adalah teman kuliahku, Max Zen." Balas Sally dengan wajah yang tampak bosan.
Max melihat kearah Sally dengan ekspresi sedih dan mengatakan, "ini bukan caramu yang biasanya untuk memperkenalkan seseorang."
"Maka lakukan saja sendiri." Ucap Sally dan kemudian berjalan lurus ke depan.
"Kau mau kemana?" Tanya Kai kepada Sally.
"Pergi mencari udara segar. Aku mau sendiri untuk beberapa saat." Balas Sally kemudian berjalan keluar sendirian.
"Ada apa dengannya?" Tanya Michael.
"Bos pasti sudah mengatakan sesuatu kepadanya." Ucap Charly.
"Semuanya, ayo kita nikmati pesta." Ucap Max seraya menaikkan gelas minumannya dengan bersulang kepada mereka semua.
Sally berjalan keluar di samping kolam renang yang berada di dekat hotel tempat pesta itu dilakukan.
'Sangat dingin di luar sini.' ucap Sally dalam hati seraya mengusap kedua tangannya bersamaan.
Dari arah belakang, William menutup tubuh Sally dengan mantel yang dia punya dan berkata, "sangat dingin di sini."
Sally berusaha untuk melepaskan mantel itu, tapi William kemudian menekan pundak Sally dan berkata, "jangan lepaskan."
__ADS_1
Sally menghela napas dan berkata, "aku tidak mengerti dirimu."
William tersenyum kepada Sally dan berkata, "ayo kita berjalan bersama."
Mereka berdua berjalan bersama dalam keheningan.
"Apa kau mempunyai seseorang yang kau suka?" Tanya William.
"Aku tidak punya." Balas Sally dengan dingin.
"Bagus kalau begitu." Ucap William dengan tersenyum.
"Jangan buang m-buang waktumu di sini. Kau punya seorang tunangan dan aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang." Ucap Sally dan berjalan dengan cepat.
"Kaulah tunangan ku sekarang. Aku sudah mengumumkan semuanya di hadapan semua orang." Balas William.
"Aku tidak peduli." Ucap Sally dan berbalik.
Dia melepaskan mantel milik William dan mengembalikan nya kepada William.
Sally berjalan ke arah mobilnya dan kemudian duduk di dalam mobil, lalu berkata kepada supir untuk membawanya kembali ke rumah.
'Apakah aku harus melepaskannya atau aku tetap mengejarnya? Aku tidak mau menikahi orang lain kecuali dirimu. Kau adalah wanitaku sekarang dan itu tidak akan pernah berubah.' ucap William dalam hati setelah Sally pergi.
Sementara itu Sally meminta Roni untuk membawa orang tuanya ke villa nya. Setelah beberapa saat orang tua Sally tiba di villa nya.
"Apa mama menyukainya?" Tanya Sally.
Dia sudah mengganti pakaiannya dan tengah menunggu kedua orangtuanya untuk makan malam bersama.
"Semuanya sangat indah sayang." Balas Nyonya Maria dengan tersenyum.
"Kapan kalian akan kembali?" Tanya Sally seraya mempersilahkan kedua orangtuanya itu untuk duduk di depan meja makan.
"Kami baru datang hari ini dan kau sudah menanyakan kapan kami akan kembali." Ucap Tuan Flynn seraya menggigit makanan yang disiapkan sally. "Hmmm tidak buruk." Lanjut Tuan Flynn setelah memakan makanan itu.
"Putriku seorang koki yang handal." Ucap Nyonya Maria.
"Kalian berdua tolong fokus saja pada makanan kalian." Ucap Sally dengan wajah yang cemberut
"Tertawa lah." Ucap Tuan Flynn secara tiba-tiba.
Sally melihat kearah papanya dengan ekspresi yang serius.
"Tolong tertawa lah." Ucap Tuan Flynn lagi.
"Tidak ada hal lucu yang bisa ditertawakan." Ucap Sally.
__ADS_1
"Ehhemm.... Apa yang kau inginkan untuk ulang tahun mu?" Tanya Nyonya Maria secara tiba-tiba untuk mengubah atmosfer yang ada.
"Aku bukan anak kecil lagi." Ucap Sally dan mengusap mulutnya dengan saputangan.
Sally lalu berdiri dan membawa piring kotor ke arah dapur untuk dibersihkan.
"Aku benar-benar ingin membunuh bajingan itu yang sudah membuatnya seperti ini." Ucap Tuan Flynn dengan rahang nya yang mengeras.
Dari arah dapur Sally berkata, "kamar kalian berada di ruangan sebelah kanan. Selamat malam."
Sally membersihkan semua piring kotor dengan baik dan mengambil minuman di dalam lemari pendingin. Sebelum naik ke lantai atas, dia pergi ke kamar orangtuanya untuk melihat mereka. Kedua orangtuanya tengah tertawa dan berbicara dan kemudian Sally pergi naik ke lantai atas ke kamarnya sendiri.
'Benar-benar hari yang penuh masalah.' Ucap Sally dalam hati seraya menghela napas.
************
Pagi berikutnya Sally pergi ke perusahaan pertama.
Max dan Sally tengah mendiskusikan bisnis di dalam ruangan meeting.
Sekretaris Sally datang dan berkata, "CEO, seorang wanita tengah mencari anda dan dia tampak begitu marah."
"Siapa dia?" Tanya Sally.
"Dia bilang bahwa namanya adalah Alyssa Van." Balas sekretaris Sally.
'Wah, benar-benar kacau sekarang. Semut itu menyebabkan masalah untuk kesayanganku.' ucap Max dalam hati.
"Ayo pergi dan lihat." Ucap Sally dan kemudian berjalan turun dengan Max.
Alyssa berjalan dengan kecepatan menuju ke arah Sally dan tiba-tiba menampar Sally yang membuat seluruh atmosfer ruangan itu menjadi memanas.
Max hendak melakukan sesuatu, tapi kemudian Sally menghentikannya.
"Kau wanita ******, beraninya kau mencoba untuk menggoda tunangan ku." Ucap Alyssa.
Alyssa adalah tunangan William yang tinggal di London dan datang kemari kemarin untuk melihat William.
"Pertama-tama, ambil ini kembali." Ucap Sally dan menampar Alyssa dengan keras yang membuat Alyssa jatuh ke lantai. "Jika kau tidak punya kekuatan, lalu jangan buang tenaga mu disini." Ucap Sally. "Bantu dia untuk bangun." Lanjut Sally memerintahkan sekretaris nya.
"Jangan sentuh aku." Teriak Alyssa.
Dia berdiri dan tampak begitu marah.
"Yang kedua, dia adalah orang yang mengumumkan aku sebagai istrinya." Ucap Sally. "Dan yang ketiga, aku bahkan bisa membunuhmu sekarang juga, karena menamparku." Lanjut Sally dengan tatapan mematikan ke arah mata Alyssa yang membuat gadis itu ketakutan.
Bersambung....
__ADS_1