Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
8. Bersiap Ke Pesta


__ADS_3

Sally duduk kembali di dalam mobil setelah memperlihatkan villa baru kepada Jenny dan Theo. Dia juga memperlihatkan villa baru miliknya yang bersebelahan dengan villa milik mereka berdua.


"Nona, direktur Max tadi menelepon dan meminta anda untuk segera pergi ke kantor." Ucap Roni.


"Oke, kalau begitu kita lebih dulu pergi ke sana." Ucap Sally dengan menghela nafas.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di kantor.


Sally langsung naik ke lantai atas masuk menuju ruangannya. Max sudah menunggunya di sana.


"Apa kabar mu sayang?" Tanya Max dengan mengerlingkan matanya.


"Kenapa kau memanggil ku kemari?" Tanya Sally seraya duduk di sofa.


"Ini ambillah. Ayo minum kopi dulu dan rileks sejenak." Ucap Max dengan tersenyum.


"Terima kasih." Balas Sally.


Max lalu duduk di sofa yang lainnya berhadapan dengan Sally.


"Ada undangan pesta selamat datang dari lima keluarga ternama." Ucap Max dengan wajah serius.


Lima keluarga ternama adalah orang-orang terkaya. Mereka adalah ketua geng di mana Sally menjadi keluarga nomor satu, yang pantas menjadikannya sebagai ketua geng dari lima keluarga ternama.


"Aku tahu itu." Balas Sally.


"Damn...! Aku baru saja mau menebak. Dan ternyata benar dugaan ku bahwa kau merupakan salah satu dari mereka." Ucap Max dengan wajah tak percaya.


"Lalu?" Tanya Sally seraya meminum kopi nya.


"Aku juga ingin pergi." Ucap Max dengan wajah yang menggemaskan.


Sally menaruh cangkir kopi nya di atas meja dan mengatakan, "apakah itu alasan kau meminta ku datang kemari?"


Max membentuk tanda v di jarinya dan berkata, "yup."


Sally bangun dari duduknya lalu memukul kepala Max.


"Au... sakit." Rintih Max memegangi kepalanya.


"Diam lah! Jauh-jauh aku datang kemari hanya untuk mendengarkan mu meminta hal itu. Apa kau tidak bisa mengatakannya melalui telepon saja?" Ucap Sally dengan marah.


"Maafkan aku." Ucap Max.


Sally menghela napas.


"Bersiaplah. Aku akan menjemputmu malam nanti." Ucap Sally lalu kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


'Pria itu dia akan mengikuti mu juga pergi ke sana. Aku sangat ingin bertemu dengannya nanti disana', ucap Max dalam hati sembari tersenyum.


Beberapa saat kemudian Sally pergi ke bandara untuk menjemput sahabatnya yang baru saja datang dari luar negeri.


"Nona Muda. Nona Marry sudah tiba." Ucap Roni pada Sally yang berdiri di samping mobil.


Marry Katherine adalah aktris terkenal dan juga merupakan sahabat baik Sally. Keduanya saling mengenal sejak masih kuliah. Sally lebih sering memanggil Marry Katherine dengan sebutan MK. Dan MK juga mengetahui identitas asli Sally.


"Sally...." Teriak MK saat tiba di terminal kedatangan bandara.


Sally melambai ke arah MK lalu berkata pada Roni, "segera urus semua barang bawaannya."


"Baik Nona." Balas Roni.


MK berlari mendekati Sally lalu memeluknya dengan erat.


"Aku sangat merindukanmu." Ucap MK.


Sally membalas pelukan MK dan tersenyum.


Setelah itu Sally menepuk kepala MK dan berkata, "apakah kau lupa siapa dirimu? Jika aku tidak mengirim pengawal, kau bisa saja dikerumuni fans mu yang akan meremukkan tubuhmu."


"Itulah mengapa aku sangat menyayangimu." Ucap MK dengan berkedip.


"Masuk ke dalam mobil." Titah Sally.


"Wow..... Apakah aku akan tinggal di sini?" Tanya MK.


"Siapa bilang?" Ucap Sally keluar dari dalam mobil.


Sally membungkuk ke jendela pengemudi dan berkata pada Pak Iyan (supir Sally), " bawa MK menuju hotel." Ucap Sally lalu berbalik meninggalkan MK.


"Hei....." Teriak MK dari dalam mobil, tapi tak ada yang bisa dia lakukan setelah supir mulai menjalankan mobilnya.


"Nona bersiaplah untuk pergi ke pesta penyambutan malam ini." Ucap Roni kepada Sally.


Seperti yang Tuan Besar perintahkan, saya sudah memanggil desainer, stylist, dan makeup artis." Ucap Roni saat Sally memasuki villa.


"Aku bisa mempersiapkan diriku sendiri." Ucap Sally.


Roni menahan tawa melihat wajah Sally yang tampak kesal.


"Tuan Besar bilang, hari ini adalah hari yang sangat penting untuk Nona."


"Hah baiklah. Kau bisa istirahat sekarang." Ucap Sally lalu naik ke lantai atas.


Villa milik Sally sangat besar hingga bisa menampung dua keluarga. Sally membeli villa itu dengan uangnya sendiri dan untuk dia tempati sendiri, semenjak tinggal di hotel sudah tidak menyenangkan. Terutama karena kehadiran William yang terus mengganggunya.

__ADS_1


'Aku penasaran jika mereka benar datang. Kami sudah berteman sejak kecil. Tapi, Papa mereka benar-benar menyebalkan. Orang-orang itu tidak akan membunuhku jika mereka berempat bersamaku.' ucap Sally dalam hati.


"Satu hal lagi yang membuat pusing kepala, aku harus menjemput Max." Ucap Sally menghela napas saat berendam dalam bath up.


Sally keluar dari kamar mandi, dan terkejut saat mendapati kamarnya dipenuhi dengan peralatan para desainer, stylist, dan makeup artis.


"Relaks Nona. Kami semua akan membuatmu bersinar seperti bintang di pesta malam ini." Ucap Desainer penuh percaya diri.


"Sekarang bukan waktunya." Ucap Sally seraya melihat ke arah jam di dinding.


"Tapi, ada banyak hal yang harus kami lakukan Nona." Ucap mereka semua seraya menuntun tangan Sally untuk duduk di kursi yang berada di dean meja rias.


Setelah dua jam lamanya, Sally akhirnya turun ke lantai bawah dengan mengenakan gaun berwarna biru gelap, rambut yang ujungnya dibuat keriting, make up yang membuat wajahnya terlihat bersinar dan mengenakan hells yang juga berwarna biru.


"Aku sangat bahagia. Kerja kerasku akhirnya terbayar sudah. Nona Sally tampak sangat cantik." Ucap Desainer yang disetujui oleh yang lainnya.


"Terima kasih semuanya." Ucap Sally.


Mereka semua lalu pergi setelah mendapat bayaran dari Sally.


Sally keluar rumah, dimana Roni sudah menunggunya dengan limosin.


Roni membukakan pintu, membantu Sally masuk ke dalam mobil.


"Nona, Tuan dan Nyonya Besar akan ada di pesta menunggu Anda." Ucap Roni.


"Apa? Kenapa mereka tidak memberitahuku?" Tanya Sally dengan ekspresi yang terkejut.


"Mereka memberitahu saya satu jam yang lalu, jadi saya memberitahu Nona sekarang." Balas Roni.


"Untuk apa mereka hadir disana?" Tanya Sally seraya menghela napas.


"Apakah Anda lelah Nona?" Tanya Roni.


"Kenapa kau bertanya?" Balas Sally.


"Sejak pagi tadi Nona selalu menghela napas yang terdengar begitu berat." Ucap Roni.


"Ya, apa memang terlihat seperti itu?" Tanya Sally lagi.


Roni tertawa kecil lalu berkata, "Nona, jika Anda lelah, lebih baik Anda tidur saja dulu sampai kita tiba di pesta."


"Tidak, aku tidak bisa tidur. Mereka semua sudah bekerja keras. Mereka melarang ku untuk tidur, atau make up ku bisa berantakan." Ucap Sally lalu bersandar di kursi.


'Aku penasaran, apakah dia akan datang. Hmmmm sudah tentu dia akan datang, mengingat dia adalah leader nya. Hari ini, dia tidak menghubungiku atau melakukan apapun. Tapi, kenapa aku harus merasa kecewa?' ucap Sally dalam hati dengan mata yang tertutup.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2