
Sally pergi menjemput Max di rumahnya dan kemudian mereka pergi ke pesta bersama.
Setelah 1 jam....
Sally akhirnya tiba di tempat pesta itu. Mobilnya berhenti di depan gerbang. Dia melangkahkan kakinya di karpet merah yang tersebar dilantai, Max berada disampingnya untuk membantunya turun dari dalam mobil.
Max menjulurkan tangannya dan Sally menyambut tangan itu.
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam area pesta, semua mata tertuju kepada Sally.
Semua orang tahu leader dari keempat keluarga yang akan hadir, tapi mereka tidak mengetahui tentang pemimpin utama yang sebenarnya adalah Sally.
Orang tua Sally berdiri dihadapannya dengan tersenyum ke arahnya. Max dan Sally berjalan ke arah mereka.
Max menyalami orang tua Sally dengan sopan.
"Kau pasti adalah Max Zen." Ucap Tuan Flynn, Papa Sally.
Max adalah Tuan Muda dari perusahaan Zen Entertainment, di mana MK, sahabat Sally bekerja sebagai artis di sana.
Sally tersenyum kearah kedua orang tuanya.
"Pergilah ke lantai atas di kamar nomor 3443, gantilah gaun mu dan cepatlah kembali." Ucap Nyonya Maria, Mama Sally.
"Baiklah." Balas Sally perlahan dan berjalan ke lantai atas.
"Apa yang salah dengan gaun yang dia gunakan?" Tanya Max penasaran.
"Ada pakaian khusus yang harus digunakan oleh 5 keluarga ternama." Ucap Nyonya Maria kepada Max.
Mereka lalu berbincang satu sama lain menanyakan tentang kehidupan dan bisnis.
Sementara itu, William akhirnya tiba...
Semua orang terdiam untuk menatapnya. Dia mengenakan jas berwarna putih dengan blazer di dalamnya dan sebuah bross berlian tersemat disana. William adalah tamu kehormatan di pesta itu. Dia duduk di sebuah kursi seperti seorang raja.
"Ini adalah saatnya bagi kalian semua untuk mengetahui tentang semua keluarga ternama." Ucap William kepada semua orang.
William menatap Papa Sally dan tersenyum saat mata mereka bertemu.
"Bajingan itu." Ucap Tuan Flynn perlahan dan rahang nya mengeras.
Nyonya Maria mencoba untuk menenangkan suaminya dan memintanya untuk lebih tenang.
Di sisi lain, Sally keluar dari dalam kamar setelah berganti pakaiannya. Keempat leader dari keluarga ternama, berdiri di depan kamar itu untuk bertemu Sally.
Mereka semua memeluk Sally di waktu yang bersamaan.
"Hei, biarkan aku bernapas." Ucap Sally.
"Aku sangat merindukanmu." Ucap Michael Lewis.
Dia adalah leader dari keluarga kelima. Dia seorang pianis. Dia sangat suka untuk menghabiskan waktunya dengan Sally, sejak mereka masih kecil. Dia tidak hanya tampan, tapi juga menggemaskan dengan rambutnya yang berwarna coklat keemasan dan matanya yang biru. Dia bisa menarik perhatian semua wanita.
Michael berusia sama dengan Sally, yaitu 25 tahun.
__ADS_1
"Hei, biarkan aku melihatnya dengan baik." Ucap David Elliot, seraya mendorong Michael perlahan.
Dia adalah leader dari keluarga yang keempat dan juga seorang aktor yang merupakan idola para wanita. Dia mempunyai mata berwarna abu-abu dengan rambutnya juga yang berwarna abu-abu cerah. Dia adalah yang tertua dari mereka semua, berusia 28 tahun.
"Cukup, sekarang giliran aku untuk melihat dia. Dia menjadi begitu kurus sekarang. Bagaimana aku bisa mencubit pipinya." Ucap Charly Hamilton, yang merupakan leader dari keluarga ketiga.
Sally tertawa melihatnya. Charly tidak punya profesi apapun. Dia hanya ingin bersama Sally dan menjaganya.
"Sally, apakah kau tidak mau menyapa ku?" Ucap Kai Anderson.
Dia adalah leader dari keluarga kedua dan seorang profesor yang selalu mengomeli mereka semua.
Sally memeluk Kai dan berkata, "aku merindukanmu sama seperti mereka semua."
"Peluk kami juga." Ucap David.
Mereka semua lalu turun ke lantai bawah, ke tempat pesta secara bersama-sama. Orang-orang mulai berbicara tentang kelima keluarga ternama itu.
"Ya Tuhan, leader utama mereka ternyata seorang wanita. Dan itu adalah Nona Sally Flynn."
"Aku tidak pernah menyangka bahwa seorang leader geng adalah seorang wanita."
"Heh apa yang begitu istimewa tentang hal itu? Dia hanya memegang sebuah senjata dan bisa menembak nya."
Tidak hanya Sally, tapi juga keempat yang lainnya mendengar bahwa wanita itu berkata begitu mudah untuk menjadi leader geng.
Michael berjalan, kemudian berdiri di hadapan wanita itu dan mengeluarkan senjatanya. Dia meminta wanita itu untuk memegang senjata nya. Dan saat wanita itu memegang nya, dia hampir saja jatuh ke lantai.
"Tidak begitu mudah sayang." Ucap Michael dan berkedip lalu berjalan melewati gadis itu bersama yang lainnya.
"Cukup, sekarang berdirilah." Ucap William dan berjalan ke arah Sally.
William menepuk tangannya dua kali dan kemudian, seorang pelayan membawa sebuah bros berlian untuk kelima anggota geng itu. Bross itu merupakan tanda bahwa mereka adalah para leader.
William menaruh bros itu di pakaian Sally dan berkata, "kau terlihat begitu cantik."
Sally berjalan mundur dan berkata, "terima kasih bos."
William tersenyum dan kemudian menarik Sally mendekat ke arahnya yang membuat semua orang syok dan terkejut.
"Biarkan aku memperkenalkan kepada kalian semua. Dia adalah wanita yang akan menjadi istriku." Ucap William yang semakin membuat semua orang terdiam.
"Apa yang baru saja kau katakan?" Ucap Sally perlahan kepadanya.
William memegang dagu Sally dan membuat Sally melihat ke arahnya. William mendekat kearah Sally dan kemudian mencium bibirnya.
Sally berusaha melepaskan diri, tapi William tidak membiarkan dia melakukannya.
"Ini adalah bukti bahwa kau adalah milikku." Ucap William dengan tersenyum.
Keempat leader lainnya menjadi sangat marah atas tindakan William yang tiba-tiba. Kai mendekat kearah Sally dan menarik Sally ke sisinya dan berkata, "aku minta maaf. Tapi hari ini dia tidak bisa bersamamu."
"Apa kau ingin melawan ku?" Ucap William dengan tatapan mematikan.
"Kami adalah tamu kehormatan di sini. Jadi bos, biarkan kami menghabiskan waktu kami bersama-sama karena kami belum pernah bertemu setelah beberapa tahun lamanya." Ucap Kai.
__ADS_1
William tertawa kecil dan berkata, "kalau begitu pergilah."
Semua orang tengah sibuk di pesta itu. Sally begitu marah kepada William atas tindakan yang dilakukannya tadi.
"Bajingan itu. Berani-beraninya dia mencium Sally." Ucap David.
"Sally, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Michael.
"Aku dengar, beberapa orang tengah mengejar mu." Ucap Kai.
Sally melihat ke arah mereka dengan serius.
"Kalian semua tidak tahu siapa yang mau membunuhku."
"Kami sudah punya tebakan, tapi kenapa para Papa kami ingin membunuhmu?" Ucap Charly.
"Untuk posisi sialan itu, dimana bajingan itu duduk." Ucap Sally dengan marah.
"Kami semua sudah mengatakan kepada mereka bahwa kami tidak menginginkan posisi itu. Tapi tetap saja." Ucap David dengan wajah yang juga terlihat marah.
"Kami akan menjagamu." Ucap Charly kemudian memeluk Sally.
Mereka semua memeluk Sally bersamaan.
William menatap mereka dengan wajah yang penuh amarah. Rahang nya mengeras dan dia berjalan mendekat kearah Sally.
"Pergilah dan nikmati pestanya." Ucap William kepada keempat leader lainnya.
Mereka sebenarnya enggan, tapi tidak punya pilihan lain karena mereka harus menghormati William. Mereka semua lalu pergi, tapi tetap melihat kearah William dan Sally.
"Menjauh lah dari pandangan ku." Ucap Sally dengan penuh amarah kepada William.
"Sayang, hanya kau yang bisa berbicara kepada ku seperti itu. Coba saja kau menebak jika seseorang berada di posisimu, apa yang akan terjadi kepada mereka." Ucap William dengan tersenyum.
Sally melihat kearah matanya.
"Aku tidak takut kepadamu."
William tertawa dan berkata, "berdansa lah denganku."
"Apakah kau meminta atau memerintahkan aku?" Ucap Sally.
"Apakah aku harus berlutut?" Ucap William dengan senyuman di wajahnya.
"Dan bagaimana jika aku memintamu untuk berlutut, apakah kau mau?" Balas Sally.
William pun berlutut dengan satu kakinya di lantai. William lalu menjulurkan tangannya dan berkata, "maukah kau berdansa denganku?"
Semua mata tertuju kepada mereka dengan begitu terkejut dan ekspresi yang sok di wajah mereka.
Sally menjulurkan tangannya kepada William dan berkata, "aku tidak mau menjadi wanita yang jahat dengan menolak seorang pria yang bersikap gentleman itu tidak bagus dilakukan sebagai seorang wanita yang terhormat."
William tersenyum dan berkata, " terserah apa katamu saja."
Bersambung.....
__ADS_1