Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
Menjebak Nathan


__ADS_3

Mereka semua juga marah pada Sally karena tanpa memberitahu mereka Sally malah akan bertunangan dengan musuh mereka dan terutama musuh William.


Michael melihat ke arah William yang terlihat sangat kesal sekaligus marah. Michael meletakkan tangannya di bahu William dan berkata padanya.


"Bos jangan khawatir..."


William malah memelototinya dan berkata, "lepaskan tanganmu dariku."


Michael tersenyum dan berkata, "kau sangat galak bos."


Kemudian perayaan pesta pertunangan itu hampir saja di mulai.


"Tunggu apalagi, ayo kita mulai." Ucap Nathan dengan tatapan tajam.


Sally lalu memegang tangan Nathan dan berkata, "kenapa terburu-buru. Ayo nikmati pestanya dulu."


Nathan tersenyum dan berkata kepadanya, "baiklah."


Melihat mereka yang mesra seperti itu membuat William tidak tahan dengan perilaku mereka. Dia lantas berbalik dan hendak pergi, tapi kemudian Sally mengatakan sesuatu di pengeras suara.


"Melihatmu seperti itu membuat hatiku hancur. Tidak bisakah kau menunggu permainan dimulai." Ucap Sally dan menatap Nathan.


Ketika William mendengarnya, dia akhirnya tersenyum dan kembali duduk di kursi.


"Apakah kau tidak akan pergi sekarang?" Tanya Michael kepada William.


"Tutup mulutmu dan nikmati saja pertunjukannya." Ucap William.

__ADS_1


"Apa yang tiba-tiba terjadi padanya?" Tanya David dan yang lainnya membicarakan tentang perubahan sikap William yang begitu mendadak.


Sementara Sally tampak santai melihatnya dan merasa begitu tenang.


"Maksudnya apa sayang?" Tanya Nathan pada Sally.


"Kenapa tidak bermain game saja sayang?" Kata Sally dengan senyum di wajahnya.


"Senyuman mu sangat indah." Ucap Nathan dan menggandeng tangan Sally untuk memeluknya.


Sally tersenyum ke arah Nathan dan berkata, "terima kasih."


Sally memaksakan dirinya untuk senyuman agar muncul di wajahnya. Meski Sally tengah berakting, William merasa marah dan cemburu. Dia bahkan bisa membunuh Nathan saat ini karena menyentuh Sally dan memanggilnya dengan sebutan sayang. Tetapi dia tidak dapat melakukannya karena kekuasaannya akan direnggut darinya. Tanpa alasan yang kuat, para anggota geng itu tidak bisa membunuh para leader geng satu sama lain.


'Aku akan memberimu pelajaran sayang. Selesaikan saja ini dengan cepat dan kau tidak akan pernah menyembunyikan sesuatu dariku lagi.' ucap William dalam hati dan tersenyum kesal kepada Sally.


...----------------...


Acara pertunangan itu akan segera dimulai. Host acara itu sudah mengumumkan bahwa mereka berdua akan bertukar cincin.


'Samuel cepatlah.' ucap Sally dalam hati dan mulai panik.


Nathan menarik tangan Sally dan hendak memasangkan cincin di jari manisnya. Lalu tiba-tiba Samuel datang.


"Hentikan pertunangan ini." Teriak Samuel.


"Apa kau ingin memberontak kepadaku tangan kananku?" Ucap Nathan kepada Samuel dengan marah.

__ADS_1


Samuel terkekeh dan berkata, "permainanmu sudah berakhir di sini."


Samuel lalu berjalan ke arah Sally dan mendorong Sally ke sisi William, dimana William juga sudaj berdiri di dekat mereka.


"Apa yang terjadi?" Tanya Nathan dengan wajah yang sangat marah.


"Biarkan aku memberitahumu." Ucap William seraya menarik Sally lebih dekat dengannya.


Dia lalu mencium Sally dengan penuh semangat dan berkata kepadanya.


"Aku akan memberikanmu pelajaran nanti istriku."


Tiba-tiba Nathan dikepung oleh petugas polisi yang membuat dia pun berteriak.


"Apakah kalian tahu siapa aku?" Teriak Nathan.


Petugas polisi itu menangkap Nathan.


"Untuk apa kalian menangkap ku?" Teriak Nathan marah.


"Karena menculik istriku dan membunuh Papamu sendiri." Ucap William.


Nathan dan para tamu undangan lainnya tampak terkejut.


'Bagaimana dia bisa tahu?' tanya Nathan dalam hati.


"Bukti apa yang kau miliki bahwa aku menculik istrimu? Dia sendiri lah yang bersedia menikah denganku." Ucap Nathan dan mendorong tangan polisi yang memeganginya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2