Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
17. Taman Bermain


__ADS_3

Mereka berdua lalu duduk di roller coaster. Sally begitu penuh kebahagiaan, sementara William tengah gemetar ketakutan.


Sally lalu memegang tangan William dan berkata, "kau tidak akan jatuh, jadi tenanglah."


William menutup matanya saat roller coaster itu mulai berjalan.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya turun. Sally sangat begitu bahagia, namun di sisi lain William tengah muntah.


Sally menepuk punggung William dengan perlahan dan bertanya padanya.


"Apakah kau baik-baik saja? Dasar kucing penakut." Sally tertawa dengan terbahak-bahak.


William melihat kearah Sally dan berkata, "tertawa saja, tertawa kan saja aku ini sepuas hatimu."


Sally masih terus tertawa. William lalu menariknya mendekat dan mencium Sally tepat di bibirnya dengan lidah*nya bermain di dalam mulut Sally.


"Hmmmm...."


William lalu mengusap bibirnya dan berkata, "sekarang tertawa lah."


Sally meludah di tong sampah.


"Eeeuuhhh..." Ucap Sally. "Dasar bajingan." Ucap Sally lagi seraya memukuli William.


William memegang tangan Sally dan tertawa.


"Apakah rasanya enak sayang?" Tanya William.


"Diam lah, iihh dasar kau menjijikkan." Ucap Sally dan kemudian pergi untuk membeli minuman di sebuah stand penjual minuman.


Sally lalu membeli dua buah jus dan memberikannya satu kepada William. Sally tengah meminum jusnya itu.


'Aku senang karena aku sudah memilih taman bermain ini. Tawamu itu adalah obat terbaik untukku. Semakin sering aku melihatmu, semakin aku jatuh cinta kepadamu. Aku harap ini tidak akan mempengaruhi aku nantinya.'


Ucap William dalam hati dengan tersenyum di wajahnya seraya melihat kearah Sally.


"Apakah jusnya sangat enak sampai membuatmu tersenyum begitu?" Tanya Sally.


"Lebih enak rasa yang tadi." Ucap William dengan tertawa.


"Diam lah." Ucap Sally dengan marah.


William tertawa dan bertanya, "sekarang kau mau coba wahana yang mana lagi?"


Sally tampak masih berpikir.


"Ayo kita pergi ke rumah hantu. Bagaimana menurut mu?" Tanya William.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak menyukai hal itu." Jawab Sally kemudian berjalan menjauh.


"Apakah kau takut terhadap hantu?" Tanya William dengan tertawa.


"Aku tidak takut, aku hanya tidak suka melihat wajah mereka yang menyeramkan." Balas Sally dan berjalan menjauh untuk pergi membeli permen kapas.


"Itu sama saja, artinya kau takut." Ucap William.


Sally tak menghiraukan ucapan William, dan terus berjalan ke arah penjual permen kapas dengan diikuti oleh William dibelakangnya.


"Apa ini?" Tanya William tampak bingung.


Sally melihat kearah William dengan ekspresi yang begitu serius dan tampak tidak percaya. Dia lalu bertanya, "apakah kau serius tidak mengetahui apa ini?"


William menganggukkan kepalanya.


"Ini adalah permen kapas." Ucap Sally saat membelinya.


"Coba saja." Ucap Sally memberikan satu permen kapas itu kepada William.


William menggigit nya sedikit, tapi saat dia menggigit nya permen itu meleleh di dalam mulutnya dan wajah William pun terlihat begitu bahagia.


Sally tertawa melihat kearah William.


"Menggemaskan." Ucap Sally dan kemudian langsung menutup mulutnya sendiri.


'Apakah aku baru saja mengatakan menggemaskan? Sepertinya sesuatu yang salah sudah terjadi kepadaku.' ucap Sally dalam hati seraya berjalan ke arah yang permainan lainnya.


"Telingamu tertutup dan pasti salah dengar." Balas Sally.


"Ada-ada saja kau ini." Ucap William dengan tertawa kecil.


"Ayo pergi dan coba itu." Ucap Sally.


"... Itu terlihat menakutkan." Ucap William setelah melihat ke arah wahana itu yang ditunjukkan oleh Sally.


"Itu adalah wahana kursi berputar yang terbang di udara. Aku pernah mendengarnya dari MK." Ucap Sally.


William melihat ke arah wajah Sally, Sally terlihat begitu bahagia.


"Kalau begitu, ayo kita pergi ke sana." Ucap William dan membawa Sally pergi ke wahana itu.


Mereka lalu berdua duduk di kursi dan kemudian wahana itu dimulai setelah beberapa orang lainnya duduk disana. Saat wahana itu terbang dan berputar begitu cepat, kepala William juga berputar dan dia pun berteriak. Sally tidak bisa berhenti tertawa melihat keadaan William yang seperti itu.


Mereka berdua akhirnya turun setelah beberapa saat. William tidak bisa berdiri dengan tegak karena wahana itu. Sally sendiri memegangi William dan masih terus tertawa.


William melihat kearah Sally dengan wajah yang marah dan berkata, "apakah ini sungguh menyenangkan bagimu?"

__ADS_1


Sally menganggukkan kepalanya. Dia lalu mengajak William untuk berjalan ke arah sebuah bangku dan membuat William untuk duduk disana.


"Kau benar-benar seperti bayi besar. Ini sangat menyenangkan." Ucap Sally.


"Bagaimana bisa kau menyebut semua itu menyenangkan?" Tanya William. "Aku merasa jika aku akan jatuh." Lanjut William dengan mata yang tertutup.


Sally tertawa dan kemudian berkata, "ayo kita pergi ke komedi putar."


William langsung berdiri dengan penuh rasa ceria kali ini.


"Apakah kau menyukai wahana itu?" Tanya Sally dengan tersenyum.


"Aku dengar banyak orang berkata bahwa wahana itu sangat menyenangkan. Jadi aku ini mencobanya juga." Ucap William dan menarik tangan Sally.


Kali ini mereka berdua menikmatinya secara bersama-sama dan William sendiri tampak sangat senang dan dia tidak gemetar.


"Ini sangat membosankan." Ucap Sally.


William melihat kearah Sally dengan ekspresi yang serius dan berkata, "hmmmm... Kau benar-benar tidak tahu kesenangan yang sebenarnya, kalau begitu."


"Di sana ada bianglala." Ucap Sally saat melihat ke arah atas. "Ayo kita pergi ke sana dan menaikinya." Ucap Sally dengan bahagia.


Tak lama setelah turun dari komedi putar, mereka lalu duduk bersama di dalam bianglala. William lalu bertanya pada Sally.


"Wahana ini tidak akan berputar naik dan turun dengan cepat bukan?" William mulai tampak panik.


Sally tertawa dan berkata, "tidak, tenang saja."


Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya berada di puncak bianglala. Sally melihat ke arah bawah dengan senyuman di wajahnya.


"Lihatlah pemandangannya sangat indah." Ucap Sally pada William.


William melihat kearah Sally dan kemudian menarik Sally mendekat ke arahnya dan berkata, "tetaplah bahagia seperti ini."


William lalu mencium bibir Sally dengan begitu intens yang membuat Sally tidak bisa bernafas.


Sally menarik akhirnya bisa menarik napasnya saat William tersenyum ke arahnya.


Sally melihat kearah William dengan marah dan berkata, "aku sangat tidak suka saat kau melakukannya secara tiba-tiba."


"Baiklah, kalau begitu aku akan bertanya kepadamu lebih dulu lain kali." Ucap William dengan tersenyum.


"Hei, bukan itu maksudku." Ucap Sally kesal.


Tapi kemudian bianglala itu berhenti sejak saat bianglala itu sudah turun ke bawah.


Mereka akhirnya keluar dari dalam bianglala. Sally hendak mengatakan sesuatu tapi kemudian William lebih dulu berkata, "ayo kita makan es krim."

__ADS_1


'Ah, bukan itu yang aku maksud kan tadi. Tapi bagaimanapun juga, hari ini aku merasa hidup. Kenangan penuh kegembiraan ini akan aku ingat selamanya dalam hatiku. Sejak kau bisa membuatku tertawa, maka aku janji untuk tidak akan bertengkar denganmu lagi.' ucap Sally di dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2