Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
11. Tentang Alyssa


__ADS_3

Tiba-tiba beberapa suara bising berasal dari luar gedung perusahaan.


Itu adalah William dengan 99 tangkai mawar di tangannya. Dibelakang mobilnya ada banyak mobil lainnya yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang dalam jenis berbeda dan semua bunga itu adalah bunga favorit Sally.


Alyssa berjalan keluar dan memegang tangan William dengan senyuman cerah di wajahnya.


"Aku menyukai semua ini terimakasih sayang." Ucap Alyssa.


"Menyingkir lah dariku." Ucap William dengan ekspresi dingin kepada Alyssa.


Alyssa terpaku dan mematung.


William berjalan masuk kedalam perusahaan dan mendekat kearah Sally. Dia melihat tanda merah di pipi Sally. Dia lalu menyentuhnya dengan perlahan dan berkata, "siapa yang melakukan ini?" Tanya William dengan marah.


Alyssa datang dari arah belakang dan berkata, "dia yang menampar ku Will."


"Jadi, kau lah orang yang menampar dia?" Ucap William dengan wajah yang penuh amarah membentak Alyssa.


Alyssa menjadi gemetar karena ketakutan.


"Cukup." Ucap Sally. "Kenapa kau ada di sini?" Tanya Sally kepada William.


William berlutut dan berkata, "selamat pagi cintaku."


Sally mengambil mawar itu dan berkata, "karena aku menyukai bunga, jadi aku tidak akan mengusir mu keluar."


William tersenyum dan berkata, "bawa keluar wanita itu."


Alyssa adalah wanita yang dimaksud oleh William. Para penjaga lalu membawa Alyssa keluar dengan paksa dari dalam gedung itu. Alyssa tidak mengatakan apapun, dia hanya bisa terkejut.


"Aku adalah tunangan mu dan aku sudah mengetahui itu sejak hari dimana aku dilahirkan. Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini? Aku tahu, kau tidak mencintai aku. Tapi apakah kau harus mempermalukan aku? Ini terlihat seperti aku mendapatkan tamparan balik dari wanita itu. Tapi tamparan nya 10 kali lebih keras dari yang aku lakukan. Ini sangat sakit." Ucap Alyssa yang duduk di dalam mobil dan mengatakan hal itu kepada dirinya sendiri.


Alyssa lalu meminta supir untuk membawanya pergi ke sebuah bar yang berada di kota ini.


Sementara itu Sally mengajak William pergi ke ruangannya.


Saat Sally melihat Alyssa sudah pergi, Sally mengatakan kepada William, "dia sudah pergi sekarang. Jadi kau juga bisa pergi."


"Apa kau tidak menyukai bunga?" Tanya William kepada Sally.


"Apa kau mau pergi sendiri atau aku harus memanggil keamanan di sini untuk menendang mu keluar." Ucap Sally.


Sally melihat keluar gedung dari jendela kacanya yang besar yang berada di dalam ruangan nya itu.

__ADS_1


Dari arah belakang Max berbisik di telinga William.


"Dia sangat marah saat ini. Tidak ada seorangpun sejak masih kecil pernah menamparnya. Jadi ini terlalu mengejutkan dan juga memalukan baginya. Jadi itulah kenapa dia tidak mau melihat siapapun." Ucap Max dengan bangga.


William berbalik ke arah Max dan bertanya, "bagaimana kau bisa tahu banyak hal tentang dia?"


Max menaruh tangannya di bahu William dan berkata, "aku mengenalnya sejak kami kuliah."


Max merasa begitu bangga dengan ucapannya itu.


William menyingkirkan tangan Max dari pundaknya dan berkata, "jaga dia dengan baik."


William lalu keluar dari dalam ruangan Sally setelah mengatakan hal itu.


"Apa yang kau bisikan di telinganya?" Tanya Sally ketika William pergi.


"Tidak ada sayang, hanya pembicaraan laki-laki saja." Balas Max dengan tersenyum.


Sally melihat kearah Max dengan wajah yang cemberut dan berkata, "temukan di mana wanita itu berada."


Max menjadi terkejut dia pun bertanya.


"Apakah kau akan membunuhnya?"


"Hah, baiklah bos." Ucap Max dan pergi keluar untuk menginvestigasi tentang dimana lokasi Alyssa berada.


Beberapa waktu berlalu....


Sally masih berkutat dengan beberapa dokumen. Dia lalu memanggil sekretaris nya masuk ke dalam ruangan nya dan memintanya untuk mengatur jadwal meeting dengan departemen design.


Saat sekretaris nya pergi ke departemen itu untuk memberitahukan mereka semua tentang meeting, mereka semua menjadi terkejut. Mereka mulai membicarakan tentang kesalahan apa yang sudah mereka lakukan.


Dan kemudian meeting pun dimulai.


Sally melihat kearah semua orang yang ada di dalam ruangan meeting dan kemudian dia duduk di kursinya.


"CEO, apakah kami melakukan suatu kesalahan?" Ketua tim dari departemen design bertanya.


"Siapa yang mendesain interior dari kantor ini?" Tanya Sally.


Atmosfer dari ruangan meeting itu meningkat. Mereka semua ketakutan kepada Sally, sekedar hanya untuk menanyakan apapun kepadanya dan menjawab pertanyaannya.


Sally menghela napas melihat ke arah mereka semua dan kemudian dia berkata, "semuanya sangat indah. Aku mau orang itu mendesain rumahku."

__ADS_1


Mereka semua menjadi begitu bahagia dan berkata, "kami semua melakukannya bersama."


"Selamat. Kerjasama tim yang hebat." Balas Sally. "Kalian semua bisa beristirahat." Ucap Sally lalu keluar dari dalam ruangan meeting.


Momen saat Sally keluar dari dalam ruangan itu, semua karyawan berteriak penuh kegembiraan tapi dengan suara yang tidak terlalu keras.


Di luar ruangan Max dan Sally mendengar suara mereka dan tersenyum.


"Nona berwajah dingin..." Ucap Max kepada Sally.


Para karyawan yang berada di departemen itu berada di belakang Sally saat dia berjalan turun ke bawah. Sally menepuk kepala Max dan berkata, "berpikirlah sebelum berbicara."


"Iya!" Balas Max dengan suara yang terdengar kesakitan.


Di dalam ruangan Sally, Max lalu memberikan dia semua detail tentang dimana lokasi Alyssa berada dan juga latar belakang dari gadis itu.


"Hmmm.... Ya, sebenarnya dia bukanlah orang yang buruk." Ucap Sally pada dirinya sendiri seraya menepuk kertas yang ada di atas meja.


Sally menerima panggilan telepon dari papanya dan mengatakan, "pulanglah lebih awal karena Katherine sudah datang ke rumah untuk bergabung makan malam bersama kita."


Sally memutuskan sambungan telepon setelah menyetujui ucapan sang papa.


"Siapkan mobilku. Aku mau pergi keluar." Ucap Sally ditelepon kepada Roni.


Sally berjalan turun ke bawah dan mengambil kunci mobil dari supir.


"Nona, saya tidak bisa membiarkan anda pergi sendirian." Roni menghalangi jalan Sally dan berkata dengan ekspresi yang serius.


"Kau boleh mengikuti aku di belakang. Tapi aku mau mengendarai mobil sendiri hari ini." Ucap Sally dan berjalan keluar dari dalam gedung.


Sally pun mengendarai mobilnya pergi ke sebuah bar di mana Alyssa berada. Roni mengikutinya dari belakang karena dia sudah tidak punya pilihan lain lagi.


Beberapa menit kemudian, Sally akhirnya tiba di bar itu.


Sementara itu di dalam bar....


Alyssa tengah meminum alkohol.


"Aku benci keluargaku, mereka semua pembohong." Ucap Alyssa.


Tiba-tiba beberapa pria yang juga mabuk mendekat kearah belakangnya dan mulai menyentuh diri Alyssa. Mereka berusaha untuk menggoda Alyssa.


"Jangan sentuh aku." Teriak Alyssa seraya menepis tangan para pria itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2