
Kai dan Sally tiba di villa. Orang tua Sally tengah makan malam.
"Apakah papa tidak peduli dengan putri papa sendiri?" Tanya Sally saat masuk ke dalam dan meminta Kai juga untuk ikut bersamanya masuk ke dalam rumah.
"Pria itu sudah mengatakan semuanya kepada Papa, jadi Papa tidak harus bertanya kepadamu lagi." Ucap Tuan Flynn.
"Oh ya Tuhan, apakah itu Kai?" Tanya Nyonya Maria dan berjalan mendekati Kai.
"Hai Tante..." Ucap Kai dengan tersenyum.
Sally duduk di dekat papanya. Mata Tuan Flynn melihat kearah tangan Sally yang membiru. Tuan Flynn lalu memegang tangan Sally dan bertanya, "siapa yang melakukan ini?"
Nyonya Maria juga mendekat kearah Sally dan terkejut melihat tangan Sally yang membiru.
"Siapa yang melakukan ini sayang?" Tanya Nyonya Maria dengan rasa khawatir.
"Lupakan saja." Ucap Sally. "Aku lapar Ma." Lanjutnya.
"Ini mama sudah membuatkan makanan favoritmu." Ucap Nyonya Maria.
"Hmmmppphhh... Mama sebenarnya membuat makanan favorit suami Mama, jadi mau tidak mau semuanya terlihat seperti makanan favorit yang sama denganku." Ucap Sally seraya menggigit makanannya.
Nyonya Maria menepuk kepala Sally dengan perlahan dan berkata, "jangan pergi dengannya lagi."
Kai tertawa. Sally melihat ke arahnya dan berkata, "kenapa kau tidak makan?"
Mereka lalu makan malam bersama. Setelah itu, Sally dan Kai, pergi keluar rumah untuk berjalan-jalan.
"Sayang, lakukan sesuatu. Kita tidak bisa hanya melihat putri kita menjadi...." Ucap Nyonya Maria yang belum sempat melanjutkan bicaranya.
"Kali ini, dia sudah melewati batas. Sebelumnya aku berpikir bahwa putriku akan bahagia bersamanya, tapi aku benar-benar salah." Ucap Tuan Flynn dengan rahang nya yang mengeras karena marah.
Diluar villa...
"Apakah Theo tidak tinggal di villa yang kau berikan padanya?" Tanya Kai.
"Aku mengirim mereka berdua untuk pergi liburan. Mereka akan kembali setelah beberapa minggu." Ucap Sally.
Kai memegang tangan Sally dan berkata, "Sally, kenapa kau tidak pergi keluar bersama ku saja besok?"
Mereka berdua berhenti berjalan.
"Kai, aku tidak sedih sekarang. Aku sudah melupakan masa lalu ku. Aku tidak mengingat bajingan itu lagi." Ucap Sally.
Sally tengah membicarakan tentang Mike, mantan kekasihnya.
"Ayo kita pergi ke luar negeri. Ke mana kau ingin pergi?" Tanya Kai.
Tiba-tiba sebuah mobil lewat dengan kecepatan tinggi. Kai langsung memeluk Sally karena dia yang berdiri di dekat jalanan.
"Jangan bergerak." Ucap Kai dan memeluk Sally dengan erat.
"Apakah kau mengingat dimana kita pertama kali bertemu?" Tanya Kai.
"Bagaimana aku bisa lupa." Ucap Sally dengan tersenyum.
"Kau masih seorang gadis cengeng saat itu." Ucap Kai dengan tertawa.
"Tidak, diam lah." Ucap Sally karena malu.
"Baiklah, aku tidak akan mengatakan tentang hal itu lagi." Ucap Kai dengan tersenyum.
"Hari-hari itu merupakan hari yang terbaik." Ucap Kai dan saling menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita masuk." Ucap Sally kepada Kai.
__ADS_1
"Aku akan pergi sekarang." Ucap Kai.
"Mama akan marah kepadaku, jadi kau lebih baik ikut bersamaku." Ucap Sally dengan tertawa.
Kai tertawa dan berkata, "baiklah."
Mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah.
William melihat semuanya. Dia tidak kembali ke rumahnya, tapi dia mengikuti Sally.
"Beraninya dia menyentuh wanitaku." Ucap William dengan rahang nya yang mengeras penuh kemarahan.
Sally memperlihatkan bayi harimau yang dia miliki kepada Kai.
"Dia sangat menggemaskan." Ucap Kai dan hendak memegang kepala bayi harimau itu.
Tapi harimau itu langsung marah dan hendak menggigit dan mencakar dengan kukunya.
"Hmmm.... Dia juga temanku." Ucap Sally kepada harimau itu dan kemudian, harimau itu membiarkan Kai untuk menyentuh dirinya.
"Wow... Dia bahkan mau mendengarkan mu sejak seusia ini." Ucap Kai.
"Bukankah ini bagus?" Ucap Sally seraya mengusap kepala harimau kecil itu.
"Kau memberikan dia nama apa?" Tanya Kai.
"Aku tidak bisa menemukan nama yang bagus. Apakah kau punya nama yang cocok untuk nya?" Tanya Sally kepada Kai.
Kai tampak berpikir dan dia kemudian berkata, "bagaimana dengan Tigon, itu artinya harimau laki-laki."
"Tigon... tidak buruk." Balas Sally.
"Ayo kita panggil kau Tigon mulai hari ini." Ucap Kai dan mengusap kepala harimau kecil itu.
**********
Sally dan Kai tengah sarapan bersama. Sementara Tuan Flynn masih tertidur.
"Mama, MK akan datang untuk makan malam nanti." Ucap Sally sebelum pergi.
"Baiklah, mama akan membuatkan makanan favoritnya kalau begitu." Ucap Nyonya Maria.
Diluar villa, Kai tengah menunggu kedatangan Sally.
"Kapan kau akan mendapatkan mobil mu?" Tanya Kai.
"Bisakah kau mengantar aku ke sebuah bengkel mobil? Aku akan pergi mengambilnya sendiri." Ucap Sally seraya duduk di dalam mobil Kai.
"Kau tidak perlu bertanya kepada ku, cukup katakan saja apa yang kau inginkan." Ucap Kai dan duduk di dalam mobil.
Dia mulai menjalankan mobilnya dan berhenti di sebuah bengkel mobil, dimana mobil Sally berada di sana.
Sally melihat ke sekeliling dan merasa sedikit aneh.
"Kenapa mobilku terlihat sedikit berubah?" Tanya Sally.
"Nona, itu karena kami membersihkannya dan mengecat ulang mobil anda." Ucap manager dari bengkel mobil itu.
"Baiklah, kalau begitu terima kasih. Bagaimana dengan biayanya?" Ucap Sally.
"Semuanya sudah dibayar." Balas manager bengkel itu.
"Kembalikan uang itu kepada orang yang sudah membayarnya." Ucap Sally.
Sally memberikan uangnya sendiri dan manager itu mengambilnya karena dia tidak mau berbicara banyak dengan customer nya.
__ADS_1
"Aku bisa mengantar mu." Ucap Kai.
"Ada konferensi pers nanti siang. Jadi kau datanglah bersama yang lainnya, karena aku membutuhkan kehadiranmu." Ucap Sally dan duduk di dalam mobilnya. "Ayo kita pergi ke pantai saat weekend nanti." Ucap Sally dan kemudian membawa mobilnya ke perusahaannya.
Kai tersenyum saat Say mengatakan tentang pergi ke pantai.
Sally akhirnya tiba di kantor nya dan meminta sekretaris nya untuk mempersiapkan konferensi pers.
Beberapa jam pun berlalu, dan ini sudah waktunya untuk konferensi pers.
Sally naik ke atas panggung. Banyak reporter yang sudah datang. Beberapa menit kemudian Kai, David, Michael dan Charly juga tiba. Mereka duduk bersama dengan Sally.
Sally meminta sekretaris nya untuk memulai meeting itu.
"Apa tujuan dari konferensi pers ini?" Tanya seorang reporter.
"Aku ingin memberikan hadiah kepada teman-temanku." Ucap Sally santai.
Semua orang terkejut. Hanya untuk memberikan hadiah kepada teman-temannya, Sally bahkan melakukan konferensi pers.
"Aku akan memberikan keempat perusahaan ku kepada mereka sebagai hadiah atas pertemanan kami." Ucap Sally dan memberikan beberapa dokumen kepada mereka berempat.
"Apakah kau sudah kehilangan akal sehat mu?" Ucap David kepada Sally dengan perlahan.
Sally tersenyum ke arah mereka dan berkata, "ini adalah rasa cintaku terhadap pertemanan kita dan terimakasih sudah selalu bersama denganku."
"Kau benar-benar teman yang gila." Ucap Michael.
Mereka semua lalu tertawa bersama.
"CEO Sally, bagaimana anda bisa menghandle banyak hal secara bersamaan?" Tanya seorang reporter.
Sally tersenyum kearah reporter itu yang membuat reporter itu merona. Bukan hanya reporter itu, tapi semua orang yang hadir di konferensi pers itu.
"Itulah kenapa aku memberikan sebagian rasa sakit kepalaku kepada mereka." Ucap Sally dengan tertawa.
"Kau jahat sekali." Ucap David dan Charly secara bersamaan.
Mereka semua lalu menandatangani dokumen itu.
"Kita masih punya meeting yang berhubungan dengan perusahaan ini." Ucap Sally.
Konferensi pers itu akhirnya selesai. Setelah mereka semua memberikan pertanyaan tentang perusahaan Sally.
Sally membawa mereka berempat ke perusahaannya untuk mengadakan meeting.
"Wow desain interior tempat ini sangat keren." Ucap Michael.
"Semuanya akan tampak seperti ini untuk keempat perusahaan lainnya." Ucap Sally.
Mereka semua lalu masuk ke dalam ruangan meeting.
"Jadi, biarkan aku memberi tahu kalian semua tentang perusahaan pertama dan kita akan mendiskusikan tentang perjanjian nya." Ucap Sally seraya duduk di kursinya.
"Ada 5 perusahaan seperti yang kalian tahu. Perusahaan pertama ini adalah perusahaan industrial dan Michael perusahaan papamu adalah perusahaan entertainment. Kau selalu ingin untuk bersaing dengan nya bukan? Jadi aku akan memberikanmu perusahaan itu dan jagalah perusahaan dengan baik." Ucap Sally dan dia memberikan yang lainnya juga.
"Untuk David, adalah perusahaan design, karena dia sangat bagus dalam hal itu. Dan untuk Charly perusahaan manajemen mobil karena Charly adalah seseorang yang menggilai mobil dan untuk, Kai adalah bos dari semua restoran yang ada di kota ini."
Kai adalah seorang koki yang sangat hebat dan hanya untuk Sally. Karena Sally sangat menyukai pria yang bisa memasak.
Semua orang merasa puas dengan apa yang diberikan Sally.
"Mari kita tunjukkan kepada kota ini, bahwa kita para sahabat bisa melakukan semuanya." Ucap David dengan tersenyum.
Mereka semua tersenyum dan setuju dengan apa yang dikatakan David.
__ADS_1
'Maka sekarang, keempat perusahaan lainnya akan stabil.' ucap Sally dalam hati.
Bersambung....