Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
25. Masa Lalu William


__ADS_3

Orang tua Sally pergi ke hotel dimana mereka sudah menyiapkan pesta ulang tahun untuk Sally. Sementara Sally tengah bersiap bersama MK.


Saat Sally dan MK keluar dari dalam rumah, Alyssa sudah berdiri di samping mobil Sally. Dia mengucapkan selamat kepada Sally dengan tersenyum.


"Ada urusan apa kau ada di sini?" Tanya Sally dengan ekspresi dingin.


"Tidak bisakah kamu memaafkan aku?" Tanya Alyssa.


"Memaafkan? Untuk apa kau meminta maaf kepada ku?" Tanya Sally dengan tertawa kecil.


"Sally, kumohon." Ucap MK dan memegang tangan Sally.


Sally menarik telinga Alyssa dan berkata, "aku tidak pernah membencimu."


Alyssa mulai menangis dan Sally langsung memeluknya.


"Hei, tidak apa-apa. Aku tidak pernah menyalahkan mu. Itu bukan kesalahanmu ataupun MK." Ucap Sally seraya mengusap punggung Alyssa.


"Aku minta maaf." Ucap Alyssa dengan terisak.


"Kenapa kau bersembunyi dari ku?" Tanya Sally kepada Alyssa.


"Aku tidak punya keberanian untuk berbicara denganmu lagi." Balas Alyssa.


MK memeluk mereka berdua dan berkata, "baiklah, kita bertiga sekarang kembali bersama lagi."


Sally tersenyum dan berkata, "ayo kita pergi."


Sally, MK dan Alyssa adalah teman masa kecil. Sally selalu bermain bersama mereka berdua dengan kakaknya juga. Alyssa menghilang setelah insiden yang terjadi itu dan tidak pernah muncul lagi. Sementara MK dan Sally tetap bersama.


Beberapa jam berlalu, dan mereka akhirnya tiba di tempat pesta.


Sally datang bersama dua sahabatnya yang berada di sampingnya. Para reporter mengambil gambar Sally bersama dengan mereka.


Para reporter itu bertanya, kenapa Sally datang bersama temannya, bukannya dengan kekasihnya.


Sally tersenyum kepada para reporter dan kemudian memeluk sahabatnya dan berkata, "sahabat tidak akan pernah meninggalkanmu."


Mereka lalu masuk ke dalam secara bersama. Saat Sally melangkah masuk, semua balon mulai berjatuhan.


Sally berdiri di tengah dan kemudian orang tuanya membawa kue. Entah kenapa Sally merasa sedih. Dia tengah menunggu kedatangan William, dan kemudian tiba-tiba lampu menjadi padam.


Sebuah lampu sorot menghadap ke arah Sally.


"Selamat ulang tahun cintaku." Ucap William dari sebuah pengeras suara.


Tiba-tiba banyak kelopak mawar mulai berjatuhan ke arah Sally. Sally merasa begitu bahagia.


William beranjak ke arah depan Sally dan mengulurkan tangannya.


"Maukah kau berdansa denganku?" Ucap William dengan tersenyum.


Sally tersenyum dan memberikan tangannya kepada William.


Keduanya mulai berdansa. Dansa yang romantis, yang membuat semua orang yang memandangi mereka kagum dengan cinta mereka.


Setelah itu, Sally memotong kue. Keempat leader lainnya juga datang dan mengucapkan selamat kepada Sally.


"Aku minta maaf." Ucap William berbisik di telinga Sally.


Sally tersenyum dan berkata, "aku tidak mengharapkan semua ini."


"Kalau begitu, apakah aku harus mencium mu?" Ucap William dengan tersenyum nakal.


"Tidak terimakasih." Balas Sally dengan tertawa kecil.


Para tamu menikmati pesta itu. Pesta itu begitu meriah, sama seperti pesta seseorang yang tengah menikah.


Dan kemudian Tuan Flynn mengumumkan.


"Putriku dan William Aubrey akan bertunangan besok. Aku mau kalian semua datang dan memberikan restu dan mendoakan kebahagiaan kepada mereka."


Beberapa orang tampak terkejut dan beberapa yang lainnya terlihat bahagia.


William memeluk Sally di depan semua orang dan kemudian dia berkata, "aku mencintaimu."


Dimana hal itu tidak hanya membuat para tamu terkejut tapi juga Sally, dia langsung terdiam.


"Aku akan menunggu sampai kau mengatakan hal itu." Ucap William dengan tersenyum.


"Selamat ulang tahun Sally."


Tiba-tiba Nathan muncul dan memberikan ucapan selamat kepada Sally. Sally dan William tampak terkejut melihat Nathan ada di sana.


William menghalangi langkah Nathan untuk mendekat kearah Sally.


"Menjauh lah darinya." Ucap William dengan penuh kemarahan.


"Ho ho ho, aku punya hadiah untukmu juga. Aku pikir apakah kau akan mengatakan hal ini lagi." Ucap Nathan dengan tertawa kecil.


Rahang William mengeras, tapi kemudian Nathan kembali berkata, "tidak maukah kau melihatnya."


Sally dan William tampak bingung dengan apa yang dikatakan Nathan. Kepada siapa dia mengatakan hal itu sebenarnya.


Seorang wanita masuk kedalam hotel yang membuat William mematung bahkan Alyssa tampak terkejut.


'Bagaimana mungkin dia kembali lagi.' ucap Alyssa dalam hati.


Wanita itu berkata, "william aku kembali."


William langsung melepaskan tangan Sally dan berjalan ke arah wanita itu.


William memegang lengan wanita itu dengan kedua tangannya dan berkata, "apakah ini benar kau Jasmine?" Ucap William.

__ADS_1


Dan wanita itu mengangguk kan kepalanya.


Tiba-tiba William memeluk wanita itu. Tapi kemudian dia menyadari situasinya. Dia berbalik dan melihat kearah Sally. Sally tampak terkejut dengan tangannya gemetar hebat dan ekspresinya yang sedih.


William menatap Sally dan berkata kepadanya, "aku akan membawa dia keluar."


William lalu memegang tangan Jasmine dan berjalan keluar.


Orang-orang mulai berbicara tentang hal itu.


Alyssa dan MK mendekat kearah Sally.


"Itu bukan apa-apa. Dia pasti hanyalah seorang teman." Ucap MK kepada Sally.


Sally menghela napas dan kemudian berkata, "pestanya sudah selesai."


Sally berjalan keluar dengan cepat. Pikirannya tengah kacau. Kai mengikuti dirinya.


Saat Sally keluar, William tengah memeluk Jasmine. Dia melihat Sally tapi Sally tertawa dengan dingin kepadanya dan duduk di dalam mobilnya kemudian mengendarainya dengan kecepatan tinggi.


'Sial, apa yang sebenarnya terjadi? Ini semua bener-bener kacau.' ucap William dalam hati.


"Jasmine, aku akan mengejarnya. Assisten ku akan membawamu pulang ke rumahmu." Ucap William dan hendak masuk ke mobilnya, tapi kemudian Jasmine memegang tangannya dan mulai menangis.


William bertanya kepadanya dengan penuh kepedulian, "ada apa?""


"Kau mau meninggalkan aku?" Ucap Jasmine seraya menangis.


William melepaskan tangan Jasmine dari tangannya dan berkata, "pulanglah ke rumah sekarang."


William lalu duduk di dalam mobilnya dan mengajar Sally.


'Wanita sialan itu, beraninya dia mencuri William dariku.' ucap Jasmine dalam hati seraya menggigit kukunya.


Di sisi lain Sally sudah mematikan semua perangkat elektronik nya. Mobilnya dengan kecepatan tinggi tampak seperti tengah terbang. Dia pergi ke tempat dimana Jenny pernah tinggal dan itu berada di di tepi pantai.


Mobil Sally berhenti dan dia keluar.


"Aku menjadi bahan tertawaan....Cinta... Benar-benar kata yang lucu dan hati... Hmpphh..." Ucap Sally seraya berjalan di pinggiran pantai.


Sementara itu, William tengah menelpon ponsel Sally dan melacak keberadaan nya. Tapi ponsel Sally tidak bisa dihubungi.


Sebelum Sally pergi ke pantai itu, dia sudah membuang ponselnya keluar dari dalam mobil melalui jendela, saat dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Sial, lokasi keberadaannya berakhir disini." Ucap William. "Kenapa dia muncul sekarang?" Ucap Wiliam penuh dengan kemarahan.


Sebelum William menemukan Sally, Kai sudah lebih dulu menemukan keberadaan Sally. Kai berjalan mendekat kearah Sally dari belakang dan berkata, "tempat ini sangat indah."


Sally menjadi begitu terkejut dia bertanya kepada Kai, "bagaimana kau tahu bahwa aku ada di sini?"


"Hanya Theo yang tahu tentang semua tempat rahasia mu. Jadi aku bertanya kepadanya dan dia memberikan aku alamat tempat ini." Ucap Kai.


"Sekarang dia pasti akan khawatir padaku ucap Sally dengan tersenyum.


"Iyaa, dia menjadi panik saat aku mengatakan bahwa kau pergi tanpa mengatakan apapun." Ucap Kai dengan tertawa kecil.


"Cinta itu menyebalkan." Ucap sekali seraya mengalah napas kain menarik sekali dan memeluknya dengan erat.


"Apa yang kau pikirkan tidaklah benar. Cinta bisa memberikanmu segalanya dalam hidupmu. Tapi masalahnya adalah siapa orang yang kau cintai." Ucap Kai.


Sally membalas pelukan Kai dan berkata, "kau mengatakan hal ini, seperti kau sudah sangat berpengalaman saha dalam urusan cinta."


"Sangat menyakitkan ketika seseorang yang kamu cintai malah mencintai orang lain." Ucap Kai dengan sedih.


"Ini sudah larut, ayo. Aku akan mengantar mu pulang. Ucap Kai kepada Sally.


"Tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri." Ucap Sally dan duduk di dalam mobilnya.


"Kalau begitu kamu yang mengantar ku." Ucap Kai dan duduk di dalam mobil Sally.


Sally tertawa kecil dan berkata, "aku akan membawamu ke rumahku kalau begitu."


"Tidak masalah." Ucap Kai dengan tersenyum.


Sally mulai mengendarai mobilnya dan beberapa saat kemudian dia tiba di villa nya.


Sally keluar dari dalam mobil dan tampak kesal karena melihat William berdiri di depan pintu villa nya.


Kai mendekat kearah Sally dan berkata, "ayo kita masuk."


Sally tidak menghiraukan William dan berjalan melewatinya. Saat hendak masuk kedalam, tapi kemudian William memegang tangannya dan berkata, "tidak bisakah kau melihatku?"


"Oh itu benar kau William? Aku tidak menyadari itu." Ucap Sally. "Apa kau berharap aku untuk mengatakan hal itu? Aku tidak perduli." Ucap Sally dengan ekspresi dingin.


William mengeratkan pegangan nya pada tangan Sally dan berkata, "aku minta maaf."


"Untuk apa?" Tanya Sally.


"Aku akan menunggumu di dalam." Ucap Kai dan kemudian masuk ke dalam villa.


"Kenapa dia bersamamu?" Tanya William tiba-tiba.


"Saat kau bisa menelantarkan aku di tengah-tengah pesta, lalu kenapa aku tidak bisa pergi berjalan-jalan dengan sahabatku?" Ucap Sally dan menarik tangannya.


"Apakah itu penjelasan mu?" Ucap William.


"Oh, permisi. Kenapa aku harus menjelaskan dan apa yang harus aku jelaskan?" Ucap Sally dengan dingin.


William menghela napas dan berkata, "jasmine tiba-tiba muncul di hadapanku dan aku tidak bisa memikirkan hal lainnya."


Sally tertawa dan berkata, "kalau begitu kembalilah kepadanya."


"Aku mencintaimu, sialan." Ucap William dan memegang tangan Sally.

__ADS_1


Sally menghempaskan tangan Wiliam dan berkata, "aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan mu." Ucap Sally dan masuk ke dalam rumah.


William meninju tembok dengan keras yang membuat tangannya berdarah. Sally langsung keluar secara tiba-tiba dan memegang tangan itu. William pub tersenyum melihat kekhawatiran di wajah Sally.


Tapi Sally langsung melepaskan tangan William dan berkata, "Pertama-tama pergi dan jernih kan pikiranmu, lalu kembali kepadaku ketika kau menyadari perasaanmu yang sebenarnya kepadaku." Ucap Sally kemudian masuk ke dalam rumah.


"Dia benar-benar marah. Aku harus mengurus semuanya dengan cepat. Aku hanya memiliki dirimu dalam hatiku." Ucap Wiliam.


William berjalan ke arah mobilnya dan Sally membuang kotak obat dari atas balkon dan berkata, "aku tidak mau mama menyalahkan aku karena hal itu."


William melempar kotak obat itu dan tersenyum kepada Sally tapi Sally masuk ke dalam.


William akhirnya pulang setelah membersihkan luka di tangannya.


Sementara itu Alyssa dan MK masuk ke dalam kamar Sally.


"Apakah kaya sudah pergi" Tanya Sally kepada mereka.


"Dia akan menginap di sini malam ini." Ucap MK.


Mereka berdua lalu duduk di atas tempat tidur bersama dengan Sally.


"Apa kau mau minum?" Tanya MK.


"Aku tidak sedih." Ucap Sally dengan tertawa kecil.


"Benarkah?" Tanya Sally.


"Apakah kau mengenal wanita itu?" Tanya Sally kepada Alyssa.


"Jangan pernah menyebut tentang dirinya." Ucap Alyssa dengan penuh kemarahan.


"Kenapa?" Tanya MK.


"Dia itu wanita yang bermuka dua. Dihadapan William, dia berpura-pura seperti wanita yang polos dan di belakang William, dia tidur dengan banyak pria." Ucap Alyssa dengan mata yang terlihat merasa menjijikan.


"Eeeeuuwww... Dia terlihat seperti wanita ****** ngomong-ngomong." Ucap MK.


Sally menghela napas dan berkata, "terserah saja. Besok adalah pertunangan dan mari kita lihat apa yang akan terjadi."


"Kami berdua akan tidur bersamamu malam ini." Ucap MK dengan girang.


"Diam lah.... dan keluar sana." Ucap Sally.


"Jahat sekali." Ucap Alyssa dengan tertawa.


Mereka bertiga lalu tidur bersama setelah tertawa dan membicarakan tentang masa lalu mereka.


Di sisi lain William kembali ke rumahnya. Yasmin datang dan langsung memeluknya. William mendorong Jasmine dengan perlahan dan berkata, "kenapa kau ada di sini?"


"Apakah kau sangat membenci aku?" Ucap Jasmine yang mulai menyukai air matanya.


William memegang tangan Jasmine dan berkata, "berhentilah menangis."


"Sekarang kau sudah mencintai orang lain. Jadi kau mau membuang aku keluar dari sini?" Ucap Jasmine dengan tangisan nya.


"Dia adalah orang yang paling aku cintai sekarang. Tanpa dirinya aku tidak bisa membayangkan hidupku " Ucap William. "Kau bisa menginap disini malam ini.," Ucap William dan naik ke lantai atas menuju kamarnya.


'Wanita ****** itu, aku akan membunuhnya. Tapi Nathan itu, dia mengatakan kepadaku untuk tidak menyakiti nya. Sebenarnya ada hal-hal besar apa dengan wanita sialan itu. Dia selalu mengganggu semua pria yang berada di sekitarku.' ucap Jasmin dalam hati dengan rahangnya yang mengeras.


*************


Keesokan paginya, William tengah menggunakan jas terbaiknya untuk acara pertunangan nya, dengan senyuman yang begitu cerah di wajahnya. Dan tiba-tiba terdengar sebuah teriakan berasal dari lantai bawah. William langsung keluar untuk melihat dan begitu terkejut saat dia melihat Jasmine sudah berlumuran darah.


"Jasmine!!!!" Teriak William dengan terkejut.


William turun ke lantai bawah dan memegang Jasmine. Dia menelpon ambulan dan membawa Jasmine ke rumah sakit.


Sementara itu, Sally sudah bersiap untuk acara pertunangan nya.


"Wow, kesayanganku..terlihat sangat cantik." Ucap MK.


Alyssa setuju dengan ucapan MK.


Sally lalu turun ke lantai bawah. Orang tuanya begitu terkejut dengan penampilannya. Kai membantu Sally turun ke bawah karena sejak kemarin malam dia menginap di rumah itu.


"Putriku yang tercantik." Ucap Nyonya Maria dengan tersenyum.


"Terimakasih." Balas Sally.


'Bahkan jika aku marah kepada nya, dia seharusnya mengirimkan pesan kepadaku. Hmmm... apa yang sedang dilakukan?' Ucap Sally dalam hati.


Mereka semua tiba di pinggir pantai di mana Sally dan William akan menggelar acara pertunangan mereka. Semua teman mengucapkan selamat kepada Sally dan berharap kebahagiaan untuk Sally.


Ini sudah waktunya bagi Sally untuk naik ke atas panggung. Sally pergi ke atas panggung dan menunggu kedatangan William. Tapi tidak ada kabar darinya. William tidak mengangkat ponselnya bahkan asistennya juga.


"Apa yang dia lakukan? Kenapa dia belum datang juga?" Ucap Nyonya Maria.


Mereka semua mulai tampak gugup dan tengah membicarakan tentang William. Sementara yang lainnya mencoba untuk menelpon William tapi dia tidak mengangkat ponselnya.


'wow, aku tidak pernah mengharapkan semua ini. Jika kau tidak mau bertunangan kau bisa mengatakannya.' ucap Sally dalam hati.


Sally membuang cincin itu ke bawah dan berkata, "aku akan mengirimkan hadiah kepada kalian semua yang tetap menutup mulut kalian."


Sally mengambil sebuah mic dari reporter dan berkata, "William Aubrey, terima kasih atas hadiah mu ini jangan pernah muncul di hadapanku selamanya." Sally dengan dingin.


"Sally...." Ucap Nyonya Maria.


Semua orang tampak khawatir dengan keadaan Sally.


"Ma, aku tidak akan pernah menikah dengan siapapun." Ucap Sally dengan dingin dan duduk di dalam mobilnya. "Roni, bawa aku pergi ke perusahaan." Ucap Sally kepadanya.


Roni mendengarkan apa yang dikatakan Sally, karena Sally adalah bosnya jadi dia langsung membawanya pergi ke perusahaannya.

__ADS_1


'Kenapa aku sedih? Aku tidak mencintainya, jadi kenapa hatiku terasa sakit? Ini malah sangat menyakitkan. Aku tidak bisa menangis. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, bahwa aku tidak akan pernah menangis untuk seorang lelaki.' ucap Sally dalam hati dengan matanya yang mulai memerah dengan air mata di yang terbendung dalamnya.


Bersambung....


__ADS_2