Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
32. Kemarahan William


__ADS_3

Beberapa saat kemudian MK dan Alyssa tiba di rumah sakit. Mereka begitu terkejut melihat kondisi Sally yang seperti itu. Mereka berdua lalu memeluk Sally dan bertanya padanya.


"Apakah kau baik-baik saja?"


"Lihatlah, aku baik-baik saja." Ucap Sally dengan tersenyum.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi?" Tanya Alyssa.


"Apakah salah satu diantara kalian berdua memberitahukan kepada orang tuaku tentang hal ini?" Tanya Sally.


"Tidak." Balas mereka berdua.


"Jangan beri tahu mereka berdua atau mereka akan menjadi begitu khawatir dan papaku akan langsung meninggalkan pekerjaannya." Ucap Sally.


Alyssa tengah memotong sebuah apel untuk Sally saat MK menunjukkan Sally beberapa foto dirinya.


Dan keempat sahabat Sally lainnya juga tiba. Tiga dari mereka langsung memeluk Sally dan meninggalkan Kai sendirian.


"Pipiku yang chubby." Ucap Charly kepada Sally saat mencubit pipinya.


"Hei hentikan itu." Ucap Sally kepada Charly.


David menepuk tangan Charly dan berkata, "lihatlah pipinya itu menjadi merah."


Sally memegang pipinya dengan tangannya.


Kai melihat kearah kaki Sally. Dia lalu bertanya.


"Siapa yang sudah melakukan ini?" Ucap Kai dengan wajah yang tampak sangat marah.


"Kai, aku baik-baik saja." Ucap Sally.


Kai lalu mendekat kearah Sally dan memegang kepala Sally dengan kedua tangannya dan bertanya lagi.


"Siapa yang sudah melakukan ini padamu?"


Alyssa lantas menepis tangan Kai dan berkata, "jangan sentuh dia seperti itu."


"Dan siapa kau ini yang berani-beraninya menghentikan aku?" Ucap Kai.

__ADS_1


David menyela ucapan keduanya dan berkata, "tunggu dulu. Kau.... Bukankah kau itu adalah gadis yang selalu mengepang dua rambutmu itu? Benar kan, kau gadis kepang dua?"


Sally tertawa bersamaan dengan MK.


Alyssa menarik telinga David dan berkata, "gadis kepang dua apanya?"


"Lepaskan aku." Ucap David.


"Kita hanya bertemu satu kali dengannya." Ucap Charly.


"Teman-teman, bisakah kalian semua berhenti berkelahi." Ucap Sally, sementara Alyssa memberikan apel kepadanya.


"Ngomong-ngomong, dia adalah Merry Katherine alias MK, dan kalian sama sekali belum pernah bertemu dengannya bahkan walaupun selama ini dia selalu menempel denganku." Ucap Sally.


"Hei, apa maksudnya itu?" Ucap MK.


David mendekat ke arah depan MK dan berkata, "bukankah kau adalah idola terkenal dari musuhku."


"Apa?" Ucap MK.


"Kenapa kau tidak bergabung dengan perusahaan ku?" Ucap David.


Keempat leader geng itu tiba-tiba menerima pesan dari William. William memerintahkan kepada mereka semua untuk pergi ke basemen.


"Jaga gadis chubby ku ini." Ucap Charly sebelum pergi.


Kai melihat kearah Sally dan Sally pun tersenyum dan dia berkata, "semuanya baik-baik saja."


**********


Di basemen...


"Bos, truk itu berasal dari geng Lion dan mobil itu di sewa oleh Jasmine." Ucap asisten William.


"Bakar basecamp geng Lion dan bahwa pria yang mengendarai truk itu dan juga orang yang mengendarai mobil itu padaku." Ucap William penuh amarah.


Beberapa saat kemudian, orang-orang William membawa Jasmine dengan matanya yang tertutup kain hitam.


"Apa yang kalian semua lakukan? Lepaskan aku." Teriak Jasmine.

__ADS_1


"Ikat dia di kursi itu." Ucap William.


"William, apakah itu kau? Kau datang untuk menyelamatkan aku bukan?" Ucap Jasmine.


Orang-orang William membawa Jasmine dan mengikat nya di dalam sebuah ruangan yang tampak seperti penjara.


"Siapa yang mengirim mu kemari?" Tanya assisten William kepada Jasmine.


"Tidak... tidak ada siapapun." Ucap Jasmine dengan panik.


"Patah kan tangannya." Ucap William.


Dan mereka kemudian mematahkan kedua tangan Jasmine. Jasmine pun berteriak karena kesakitan.


"Siapa yang memintamu untuk membunuh Nona Sally?" Ucap asisten William lagi.


"Wanita jalan*g itu lagi. Dia tidak mati, maka aku pasti akan membunuhnya lagi." Ucap Jasmine dengan senyuman jahat di wajahnya.


"Potong lidahnya, beraninya dia memanggil wanitaku seperti itu." Ucap William.


"Tidak William, kenapa kau melakukan semua ini padaku? Kau mencintai aku bukan?" Tanya Jasmine.


"Lepaskan kain itu dari matanya." Ucap William. "Ini bukanlah cinta, tapi rasa kasihan." Ucap William kepada Jasmine.


"Setelah kalian memotong lidahnya, berikan lidahnya itu kepada buaya. Mereka tidak makan daging selama setahun." Ucap William dan keluar dari dalam ruangan itu.


Keempat leader geng lainnya tampak terkejut.


"Bos, bagaimana kita bisa menemukan pelaku utamanya sekarang?" Ucap assisten William bertanya kepadanya.


"Ambil ponselnya dan lihat nomor mana yang sering dia hubungi." Ucap William.


'Kematian ini akan sangat mudah untukmu Jasmine. Sekarang geng Lion, persiapkan diri kalian semua untuk mati.' ucap William dalam hati seraya keluar dari dalam basemen.


Bersambung...


Maaf ya baru bisa up hari ini. Beberapa hari ini author sakit dan tidak bisa menghandle beberapa novel sekaligus 🙏🙏


Semoga kalian tetap stay ya di kisah ini... ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2