
Para pria itu masih menyentuh Alyssa.
"Hai kau bajingan, dia bilang jangan menyentuhnya." Ucap Sally dengan cara yang tampak keren kepada mereka.
"Diam lah dan pergi sana." Ucap salah seorang pria yang menyentuh Alyssa itu.
Sally lalu menendang tangan pria itu dan berkata, "aku tidak akan mengulang ucapan ku lagi."
Sally mulai memukuli mereka dan kemudian Roni masuk ke dalam dan mulai membereskan apa yang dilakukan Sally tadi.
"Hei kau, berapa banyak yang kau minum?" Tanya Sally kepada Alyssa.
"Ini semua karena dirimu." Balas Alyssa dengan posisi tubuh ya g berdiri tapi tidak bisa melakukannya dengan benar.
"Benar-benar wanita yang bau." Ucap Sally dan kemudian menggendong Alyssa. "Sial, dia berat sekali." Lanjut Sally dan kemudian membawa Alyssa masuk kedalam mobilnya.
"Hah, jika kau tidak menyelamatkan aku hari itu, maka aku tidak akan pernah peduli kepadamu, mau kau hidup atau mati sekalipun." Ucap Sally lagi dan duduk di belakang mobilnya.
Waktu sudah berganti malam, saat Sally membawa Alyssa pergi ke villa nya.
Keluarga Sally tampak terkejut saat melihat Sally yang membawa Alyssa masuk ke dalam villa.
"Apa yang terjadi?" Tanya MK.
Roni tengah menggendong Alyssa dan kemudian Sally memintanya untuk membawa Alyssa masuk ke kamar tamu.
"Ceritanya panjang." Ucap Sally.
"Ya tinggal dipersingkat saja." Balas Tuan Flynn.
"Apa menu makan malam kita?" Ucap S ally tiba-tiba merubah topik pembicaraan.
"Jangan rubah topik pembicaraan kita." Balas Tuan Flynn.
"Biarkan aku makan sesuatu lebih dulu. Aku tidak makan apa pun sejak siang tadi." Ucap Sally dan duduk untuk makan.
"Sayang, kau melupakan aku." Ucap MK.
"Bagaimana aku bisa melupakanmu. Kau mempunyai sebuah konser yang akan kau lakukan. Jadi itulah kenapa kau ada di sini." Ucap Sally dengan wajah yang dingin.
"Aku datang untuk menemui mu " Balas MK seraya meminum jusnya.
Mereka lalu makan malam bersama, sementara Alyssa tengah tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
"Katakan kepada Papa sekarang." Ucap Tuan Flynn setelah selesai makan malam.
Sally meletakkan sendok nya di piring dan kemudian mulai menjelaskan semuanya.
"Saat pertama kali aku datang kemari, aku tidak tahu apapun tentang kota yang tidak aku kenal ini. Dan saat itu para kecoa itu mulai mengejar ku sejak lokasi keberadaan ku diketahui dan secara tidak sengaja aku bersembunyi di belakang mobilnya karena aku tidak mempunyai senjata apapun yang aku bawa. Jadi dia membantuku dan memberikan aku tempat berlindung untuk tinggal sampai aku menemukan apartemen untuk diriku sendiri." Ucap Sally dan kemudian berdiri.
"Mah, kapan pun dia bangun tolong berikan dia makanan." Ucap Sally lagi dan kemudian naik ke lantai atas menuju kamarnya.
Di tempat lain di kediaman William.
"Bos, kami tidak bisa menemukan keberadaan Nona Alyssa." Ucap asisten William.
"Ya Tuhan, sekarang apa yang akan Om Aubrey lakukan?" Ucap Oliver.
"Justru bagus jika dia menghilang dari pandanganku atau tidak, aku akan membunuhnya karena sudah menyentuh istriku." Ucap William dengan tatapan mematikan.
'Oh Nona Alyssa, tolong tetaplah berada di tempat yang aman dan jangan pernah muncul di hadapan pembunuh ini atau tulang mu akan berterbangan di angkasa.' ucap Oliver dalam hati.
Pagi berikutnya Sally tengah menunggu Alyssa untuk bangun. Dia tengah duduk di samping tempat tidur.
"Aduh kepalaku." Ucap Alyssa dan bangun lalu duduk dengan memegang kepala dengan kedua tangannya.
Tatapan Alyssa beralih kepada Sally yang duduk di sampingnya dan dia menjadi begitu terkejut. Alyssa kemudian mengingat tentang kejadian semalam. Dia pun merasa malu. Dia ingin meminta maaf sekaligus berterima kasih karena sudah menyelamatkan dirinya dari insiden kemarin malam.
"Bersiaplah, supir ku akan mengirim mu kembali pulang."
Sally berbalik untuk pergi meninggalkan kamar itu, tapi kemudian Sally berkata terima kasih.
Sally memberikan senyuman kecil dan berkata, "ini adalah kompensasi bagimu karena sudah menyelamatkan aku. Kau menyelamatkan aku dan aku menyelamatkan mu." Ucap Sally berjalan keluar dari dalam kamar.
Sementara Alyssa tengah berpikir dan kemudian dia pun mengingat tentang tahun itu dimana dia menolong seorang wanita yang tengah dikejar oleh beberapa orang geng.
"Jadi dia adalah wanita yang aku selamatkan waktu itu." Ucap Alyssa kepada dirinya sendiri.
Sally pergi tanpa sarapan lebih dulu. Saat ini adalah meeting bagi semua leader geng mereka.
Sally akhirnya pergi ke basemen dari geng itu.
Keempat leader yang lainnya sudah tiba lebih dulu dibanding Sally.
"Kenapa kita melakukan meeting?" Tanya Sally.
"Seorang member baru akan ikut di dalam klan dan sebagai bentuk perlindungan kita." Balas Kai kepada Sally seraya mengusap rambut Sally.
__ADS_1
Charlie menepis tangan Kai dan kemudian dia mulai mengelus kepala Sally.
"Sebelum 2 orang lainnya melakukan hal yang sama, setiap kali jangan pegang kepalaku lagi."
Kai tertawa dan berkata, "selamat ulang tahun."
Sally tersenyum ke arahnya dan berkata, "terima kasih big bro."
"Aku juga, aku juga." Yang lainnya mulai mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sally.
Sementara itu dari arah belakang, William menarik Sally untuk berada disampingnya dan berkata kepada mereka semua, "ayo masuk ke dalam."
"Apa yang kau lakukan disini?" Ucap Sally kepada William seraya melepaskan tangannya dari genggaman William.
"Sayang katakan kepada mereka untuk menjauh darimu atau aku tidak akan menahan kemarahan ku." Bisik William di telinga Sally.
Kemudian, Wiliam duduk di kursinya dan meminta Sally untuk duduk di sampingnya.
Berita tentang William dan Sally tengah berpacaran menyebar dengan cepat seperti sebuah virus. Semua orang tahu bahwa Sally sudah menjadi tunangan William.
William memegang tangan Sally dan kemudian berkata kepada keempat leader geng lainnya yang merupakan teman masa kecil Sally.
"Aku sudah menentukan satu bodyguard untuk kalian semua masing-masing. Geng Lion sudah mulai beraksi jadi berhati-hatilah." Ucap William.
"Kenapa mereka melakukan itu?" Tanya Sally.
"Untuk balas dendam." Balas William dengan tersenyum.
Semua orang mulai berkeringat setelah melihat senyuman William. Mereka menjadi ketakutan karena hal itu. William tersenyum untuk dua alasan dan itu adalah, pertama karena dia ingin membunuh seseorang dan yang kedua jika dia mencintai seseorang.
"Kau pasti sudah melakukan sesuatu." Ucap Sally kepada William secara langsung.
Dalam seluruh klan itu, hanya Sally yang berani untuk berbicara seperti itu kepada William.
"Sayang, ayo kita pergi mencari sesuatu untuk makan siang." Ucap William seraya mencium tangan Sally.
Sally menarik tangannya dan berkata, "tidak perlu."
Sally berdiri dan kemudian berkata, "jika tidak ada hal lain lagi maka aku akan pergi."
Sally kemudian berjalan keluar dari dalam basemen.
Bersambung....
__ADS_1