
Sally berpikir, sebelum william akan mengambil tindakan lebih jauh, dia pun lalu menelpon William melalui ponsel MK dan memintanya untuk kembali ke rumah sakit.
'Kenapa dia tiba-tiba menelpon ku? Apakah terjadi sesuatu pada Sally?' ucap William dalam hati saat mengendarai mobilnya.
William langsung bergegas masuk kedalam rumah sakit. Namun, saat dia tiba di dalam ruangan Sally, William begitu terkejut sekali karena Sally tidak ada didalam ruangannya. Ruangan itu sudah kosong.
"Di mana dia?" Ucap William.
Saat dia berbalik dan hendak pergi keluar, tiba-tiba lampu ruangan menjadi padam.
"Terimakasih." Ucap Sally saat lampu menjadi menyala.
MK dan Alyssa ikut berdiri di belakang Sally yang duduk di sebuah kursi roda.
"Ada apa ini?" Tanya William dengan serius.
Sally mendekat kearah William dengan bantuan kursi roda dan berkata, "maukah kau menikah denganku?"
William mematung, dia tak dapat berkata apa-apa. Dia lalu berbalik karena pipinya terasa begitu panas.
Sally menarik pakaian yang digunakan William dari belakang dan berkata, "apakah kau tidak mau menikah denganku?"
William kembali berbalik dan langsung duduk di lantai. Dia merebahkan kepalanya di pangkuan Sally dan berkata, "ini sangat memalukan."
Sally mengusap rambut William dan berkata, "telingamu menjadi merah."
William melihat ke wajah Sally dan langsung menciumnya.
"Aku mencintaimu." Ucap William dengan senyuman yang cerah di wajahnya.
Sally langsung memeluk William dan berkata, "aku juga."
"Apa yang baru saja kau katakan?" Ucap William kepada Sally dengan ekspresi yang serius dan juga sedih.
Sally tertawa kecil dan berkata, "aku juga mencintaimu."
__ADS_1
"Ehemmm...." MK dan Alyssa masih berada di sana.
"Benar-benar pasangan yang suka pamer kemesraan." Ucap MK.
"Aku tahu, bukan begitu? Ayo lebih baik kita tinggalkan mereka berdua di sini. Wah, kehidupan singel itu tetap yang terbaik." Ucap Alyssa.
Mereka berdua lalu keluar dari ruangan itu. Sementara William dan Sally tertawa.
William lalu menggendong Sally dan membuatnya berbaring di atas tempat tidur.
Sally memegang tangan William dan berkata, "kau mau pergi ke mana?"
William menyentuh wajah Sally dengan lembut dan berkata, "aku akan segera kembali."
******
Beberapa saat kemudian William kembali ke rumah sakit dengan sebuah hadiah di tangannya.
"Apa ini?" Tanya Sally.
"Bukankah aku baru saja melamar mu?" Tanya Sally.
"Itu sangat memalukan untukku. Mana ada pria yang dilamar, pria itu seharusnya melamar." Ucap William.
Sally tertawa dan berkata, "aku sudah berencana menikah bersama orang lain."
"Apa?" Ucap William marah dengan wajahnya yang tampak begitu terkejut.
"Namanya adalah William Aubrey. Dia pria yang sangat tampan dan sangat populer. Kau pasti sudah mendengar tentang nya bukan?" Ucap Sally tersenyum.
William menyeringai dan berkata, "apakah dia lebih tampan dariku?"
Sally mengangguk kan kepalanya dengan tersenyum.
"Bisakah aku bertemu dengannya?" Tanya William.
__ADS_1
Ada sebuah cermin di dalam ruangan itu. Sally lalu menunjuk ke arah cermin itu dengan jemarinya dan berkata,
"lihatlah ke sana. Bukankah dia sangat tampan?"
William langsung memeluk Sally dan berkata, "aku sangat bahagia karena bertemu denganmu."
Keduanya tersenyum bahagia dan saling berpelukan erat.
Meski begitu, tapi tetap saja ada sesuatu yang membuat William begitu marah, dan hal itu karena kaki Sally.
'karena mereka semua, Sally harus duduk di kursi roda.' ucap William dalam hati dengan rahang nya yang mengeras.
"William!" Ucap Sally.
"Hah! Apa? Apakah kau baru saja mengatakan sesuatu?" Tanya William.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Sally.
"Aku tengah memikirkan tentang nama anak kita." Balas William dengan senyum menyeringai.
Sally merona malu dan berkata, "omong kosong."
"Nama apa yang seharusnya kita berikan kepada mereka?" Ucap William.
"Mereka!" Seru Sally dengan wajah yang terkejut.
"Iya, setidaknya kita harus punya 10 anak." Ucap William dengan tersenyum.
"Oh ya Tuhan, apakah kau sudah kehilangan akal?" Ucap Sally kepada William.
Mereka berdua lalu tertawa bersama.
'Aku tidak akan membiarkan senyuman ini menghilang lagi. Aku berjanji padamu, untuk tidak akan pernah membiarkan mu menangis. Bahkan jika seluruh dunia ini menjadi musuhku, aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu.' ucap William dalam hati lalu memeluk Sally dengan erat.
Bersambung.....
__ADS_1