Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
28. Akhirnya Tunangan


__ADS_3

"Berani.. berani nya wanita ****** itu." Ucap Jasmine saat dia keluar dari gedung perusahaan Sally.


Dia lalu memanggil taksi dan pergi ke suatu tempat.


Sementara itu Sally mendapat telepon dari William dan dia berkata kepada Sally untuk mengambil gaun yang sudah dikirimkan untuknya.


"Wow tunangan mu itu sangat bodoh. Siapa yang mengirimkan sesuatu seperti itu ke kantor." Ucap David dengan melihat kearah gaun pertunangan itu.


"Desain ini bukan dari negara kita. Ini terlihat seperti dari Paris." Ucap Michael.


Sally tidak memperhatikan hal itu. Dia tidak melihat kearah gaun itu tapi terus melanjutkan pekerjaannya.


"Jam berapa sekarang?" Tanya Sally kepada mereka sembari terus bekerja.


"Sudah jam 05.00 sore." Ucap Kai.


Sally menaruh pulpen nya di atas meja dan kemudian berdiri.


"Ayo kita pergi." Ucap Sally.


Mereka semua turun ke lantai bawah bersama Sally dan duduk di dalam mobil mereka masing-masing. Sally mengirimkan pesan kepada mereka tentang dimana alamat lokasi tempat pertunangan nya dengan William.


"Kalian semua pergilah lebih dulu, aku akan mengganti pakaian dan pergi ke sana belakangan." Ucap Sally.


Pesta pertunangan itu akan dimulai pukul 07.00. Sally lebih dulu kembali ke rumahnya dan menjemput sahabatnya, MK dan juga Alyssa. Sementara kedua orang tua Sally sudah kembali ke London.


"Sayang, bagaimana bisa kalau melupakan kesalahan yang dia perbuat dengan begitu mudah." Ucap MK kepada Sally di dalam mobil.


Sally melihat kearah MK dan berkata, "siapa bilang. Aku akan menunjukkan kepadanya bagaimana rasanya dicampakkan."


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Alyssa.


"Masih ada waktu satu jam tersisa dan aku belum menggunakan pakaian ku. Jadi ayo kita pergi ke salon dan bersenang-senang sebentar." Ucap Sally dengan menyeringai.


"MK, bisakah kau melakukan sesuatu untuk ku?" Tanya Sally.


"Apa itu?" Tanya MK.


"Bisakah kau menemukan dimana Jasmine itu berada?" Ucap Sally.


"Tentu saja sayang, itu sangat mudah." Ucap MK dengan tersenyum.


Beberapa menit kemudian, MK menemukan tentang dimana Jasmine berada. Dia tengah berada di sebuah gudang yang sudah terbengkalai.


"Apa yang dia lakukan di sana?" Tanya Sally.


"Tunggu sebentar, biarkan aku menyadap ponselnya lebih dulu dan kemudian aku bisa melihat apa yang sedang dia lakukan." Ucap MK.


"Wow, apa kau tahu bagaimana cara menyadap ponsel seseorang?" Ucap Alyssa dari belakang.


"Aku belajar tentang hal itu dari kakakku. Dia sangat ahli dalam hal ini." Ujar MK.


"Tidak perlu jangan lakukan hal seperti itu, hanya pastikan bahwa dia sibuk untuk setidaknya 3 jam ke depan." Ucap Sally.

__ADS_1


Mobil Sally lalu berhenti di depan sebuah salon. Mereka bertiga keluar dari dalam mobil dan kemudian masuk ke dalam dengan gaun yang dibawa Sally.


Di sisi lain...


"Kenapa dia belum ada disini juga?" Tanya William.


William sudah menggunakan tuksedo berwarna putih dengan bros berlian di dasinya. Rambutnya ditata begitu rapi dan wajahnya yang sangat tampan bisa menarik perhatian semua orang.


"Di mana dia?" Ucap Charly bahkan mereka berempat sudah tiba.


"Ini sudah setengah jam, apakah telah terjadi sesuatu kepadanya?" Ucap David.


"Permisi..." Sekretaris Sally memanggil mereka semua.


"Nona baik-baik saja. Saat ini Nona tengah mengganti gaun dan akan datang setelah itu." Ucap sekretaris Sally.


"Biarkan aku menelpon nya." Ucap William.


Dia lalu menelpon Sally tapi tidak direspon sedikitpun.


Di dalam salon ketiga sahabat itu tengah melakukan pedicure dan juga manicure.


"Setidaknya jawab panggilan itu." Ucap MK kepada Sally.


"Biarkan dia menunggu." Ucap Sally dengan santai.


'Wanita ini dia benar-benar keras kepala.' ucap MK dalam hati.


Alyssa dan MK, keduanya menghela napas seraya melihat kearah Sally.


"Kenapa dia tidak menjawab panggilan dari ku?" Ucap William dengan perasaan yang sedikit gugup.


'Tenanglah William. Tunggu dulu, Sally.... Apakah kau mau membalas dendam kepadaku? Hah... wanita ini... Aku akan menunggu dirimu, tidak peduli apapun yang akan terjadi.' ucap William dalam hati.


William lalu mengambil pengeras suara dan berkata kepada para tamu undangan untuk menikmati pesta itu dan acara pertunangan akan ditunda beberapa saat.


"Apa yang dia lakukan sekarang?" Ucap Charly.


Mereka semua dengan duduk di kursinya dengan meja yang ada di hadapan mereka dan ada banyak makanan yang disediakan untuk mereka.


"Aku rasa Sally melakukan ini semua karena punya tujuan tertentu." Ucap Kai.


"Kenapa aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Itu benar sekali." Ucap David.


Sementara yang lainnya tengah minum jus dan wine.


Dua jam berlalu para tamu undangan mulai marah tapi tetap saja William mencoba untuk menenangkan hati mereka dengan meminta mereka untuk bermain suatu permainan atau sekedar berdansa.


'Apakah dia hanya bercanda atau dia benar-benar melakukan semua ini? Rasa ini sangat sakit, dia pasti merasakan hal ini saat aku tidak menghadiri pertunangan kami saat itu. Aku memang pantas mendapatkan ini. Tapi hatiku berkata bahwa dia akan datang.' ucap William dalam hati.


Dan akhirnya Sally tiba menggunakan gaun pertunangan berwarna putih yang begitu menjuntai panjang ke belakang dan sebuah tiara di atas kepalanya.


Dia tersenyum kearah William dan berkata, "apakah aku terlambat?"

__ADS_1


William mendekat kearah Sally dan memegang tangannya.


"Tentu saja tidak sayang." Ucap William dengan tersenyum.


'Dia datang terlambat 3 jam dan dia berkata apakah dia terlambat atau tidak. Sayang, ini adalah giliran ku untuk menghukum mu hari ini.' ucap William dalam hati.


Mereka berdua lalu bertukar cincin. William kemudian menggendong Sally diatas lengannya dan berkata, "ini sudah larut. Orang-orang ku akan mengantar kalian semua pulang ke rumah kalian masing-masing." Ucap William dan membawa Sally kedalam mobilnya.


"Bagaimana penampilan ku?" Tanya Sally kepada William saat duduk di dalam mobil.


"Aku akan memberitahukan mu nanti." Balas William dengan mengerlingkan matanya.


William membawa Sally pulang ke rumahnya dan tidak membiarkan Sally berjalan sedikitpun. Dia membawa Sally dalam gendongan nya dan masuk kedalam kamarnya.


"Jadi, kenapa kau datang terlambat?" Tanya William kepada Sally saat membaringkan tubuh Sally di atas tempat tidur.


Sally memegang dasi William dan berkata, "aku tengah menikmati waktuku."


"Waktu apa yang kau nikmati itu?" Tanya William kepada Sally.


Dia lalu mencium Sally tepat di bibirnya.


"Ini bukan pernikahan kita, tapi hanya pertunangan." Ucap Sally dan mengalihkan wajahnya ke arah lain.


"Ayo kita menikah kalau begitu." Ucap William seraya melihat Sally dan mencium tangannya.


Sally mendorong William dan berkata, "tidak mudah untuk menikah denganku."


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya William dan menarik Sally mendekat ke arahnya dengan memegang pinggangnya.


Sally melihat William dan hendak mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba terdengar suara yang begitu keras dan berasal dari lantai bawah.


"Gantilah pakaian mu dulu. Aku akan pergi dan melihat apa yang terjadi." Ucap William.


William bergegas keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Ternyata itu adalah Jasmine yang membuat kegaduhan.


Jasmine lalu memeluk William dengan erat dan berkata, "aku takut."


Jasmine mulai menangis. Pakaian Jasmine tampak begitu koyak, tampak seperti seseorang sudah mencoba untuk melakukan sesuatu kepadanya.


"Kenapa kau bisa seperti ini?" Tanya William dengan khawatir.


"Aku baru saja diculik." Ucap Jasmine dengan menangis.


William memeluk Jasmine untuk membuatnya merasa tenang. Sally turun ke lantai bawah dengan tatapan marah dan cemburu di matanya saat mendapati William yang tengah memeluk Jasmine.


Jasmine melihat ke arah Sally dan menyeringai. Rahang Sally seketika mengeras.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sally.


William langsung melepaskan Jasmine dan berkata kepada Sally, "lihatlah pakaiannya."


Sally mendekat kearah Jasmine dan berkata, "itu terlihat seperti seseorang dengan sengaja merusak nya."

__ADS_1


Jasmine menjadi gugup dan panik.


Bersambung...


__ADS_2