Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
16. Menjemput Sally


__ADS_3

Hari berikutnya, William pergi ke villa Sally. Kali ini dia masuk melalui pintu dan mengucapkan salam kepada kedua orang tua Sally. Kebetulan orang-orang yang ada di villa Sally tengah berada di ruang makan tengah menikmati sarapan mereka.


"Apakah kau kemari untuk menjemput tunangan mu?" Ucap Tuan Flynn saat menyantap sarapannya.


"Dia bukan tunangan ku. Aku datang kemari untuk menjemput istriku untuk pergi berkencan." Ucap William dan menarik kursi untuk dia duduki.


Rahang Tuan Flynn mengeras.


"Aroma nya sangat enak." Ucap William setelah mencium bau makanan yang ada di atas meja makan.


"Benar kah? Kalau begitu ayo ikut sarapan bersama kami." Ucap Nyonya Maria dengan tersenyum.


Sally turun kebawah dari kamarnya yang ada di lantai atas dan dia tampak terkejut karena melihat William yang tengah sarapan bersama orang lainnya di meja makan.


"Selamat pagi istriku." Ucap William dengan senyuman di wajahnya.


Disamping William, ada Papa Sally yang duduk. Dia langsung memukuli kepala William dan berkata, "jangan bicara omong kosong."


'Dia tidak akan membunuhku karena memukul kepalanya bukan?' ucap Tuan Flynn dalam hati.


Sally duduk dan berkata, "apa yang dia lakukan di sini?"


"Tentu saja untuk menjemput mu pergi berkencan." Ucap William dengan santai.


Sally melihat kearah William dan mengingat apa yang terjadi kemarin. Dia sudah mengiyakan ajakan William untuk pergi berkencan.


"Aku sibuk." Ucap Sally setelah menghela napasnya.


"Kenapa kau tidak membawa tunangan mu sendiri saja untuk pergi bersamamu." Ucap Tuan Flynn.


Alyssa berdiri dan berkata, "Om sebenarnya aku bukan tunangannya. Aku dipaksa untuk setuju membuat dia menjadi tunangan ku." Ucap Alyssa lalu beranjak pergi ke kamarnya.


Tuan Flynn menatap sang istri yang tengah menyajikan makanan untuk Sally. Sementara William sendiri tengah menyantap makanannya dengan lahap. Nyonya Maria hanya mengangkat bahunya saat tatapannya bertemu dengan Tuan Flynn.


Tuan Flynn lalu beralih menatap William yang duduk disampingnya.


"Apa yang tengah dilakukan oleh papa mu yang tidak berguna itu?" Tanya Tuan Flynn.


"Dia sangat merindukan Om." Balas William santai.


"Omong kosong." Ucap Tuan Flynn.


Tak lama setelah itu Alyssa tampak keluar dari dalam kamar tamu dengan membawa koper miliknya.

__ADS_1


Nyonya Maria terkejut lalu bergegas mendekati Alyssa dan bertanya padanya.


"Alyssa kamu mau pergi ke mana?"


"Maaf Tante, beberapa hari ini aku sudah merepotkan kalian semua karena tinggal disini. Aku tidak bisa tinggal disini lebih lama lagi. Ini bukan rumah ku dan aku harus pergi kembali untuk membatalkan pertunangan yang terjadi diantara aku dan William." Ucap Alyssa dan kemudian berjalan keluar.


"Sally, hentikan dia." Ucap Nyonya Maria menatap ke arah Sally yang tampak tidak perduli dengan Alyssa yang pergi begitu saja dan masih fokus menyantap sarapannya.


"Biarkan saja dia pergi Ma. Apa yang dia katakan itu benar. Jadi jangan menghentikan dia." Ucap Sally dengan tenang.


Sally kemudian melihat kearah William.


William tampak tersenyum dengan sumringah.


"Jangan salah paham. ku tidak menghentikannya karena aku tidak mau banyak orang yang berada di rumah ku." Ucap Sally kemudian kembali menatap makanannya.


Beberapa saat kemudian Sally selesai sarapan dan bergegas pergi bersama William.


"Ma, Pa, aku mau pergi." Ucap Sally dan berjalan keluar.


William dengan cepat mengikuti langkah Sally dan membuka pintu mobil untuknya.


"Apakah baik-baik saja kita biarkan mereka untuk pergi bersama?" Tanya Nyonya Maria kepada Tuan Flynn.


Nyonya Maria hanya bisa menghela napas dan berkata, "jika saja mamanya masih ada di sini bersama kita, mungkin kita semua akan tetap bersama sama seperti saat masa lalu."


'Papa nya masih menyalahkan aku atas kecelakaan itu. Dan itu benar sekali, jika saja mamanya masih ada di sini. Tidak akan ada satu orang pun yang bisa menghentikan pernikahan mereka berdua.' ucap Tuan Flynn dalam hati dengan menghela napas panjang.


Sementara itu diluar villa....


"Kapan mobilku akan datang?" Tanya Sally saat dia duduk di dalam mobil William.


William juga sudah duduk di dalam mobik dengan baik dan berkata pada Sally.


"Mobil mu akan tiba sore nanti."


'Aku akan bersamamu seharian ini, tapi entah kenapa aku merasa begitu bahagia. Pergi berkencan.... Ah, aku benar-benar ingin pergi ke taman bermain, sama seperti orang lainnya dan menikmati semua permainan yang ada di sana. Tidak seperti kencan orang kaya pada umumnya. Aku berpikir, apa yang akan dilakukan si bodoh ini.' ucap Sally dalam hati seraya menyandarkan tubuhnya di kursi mobil lalu menutup matanya.


*********


Setelah beberapa saat berkendara, William akhirnya membawa Sally pergi ke taman bermain.


'Aku harap dia menyukainya.' ucap William dalam hati.

__ADS_1


Dia begitu gugup dengan pendapat Sally karena membawanya ke taman bermain. Apakah Sally akan menyukainya atau tidak.


Ketika William melihat kearah Sally, dia begitu terkejut mata Sally begitu berbinar. Tampak senyuman lebar di bibir Sally dan dia tampak seperti anak kecil yang begitu bahagia karena dibawa ke taman bermain.


"Wow terima kasih banyak." Ucap Sally dengan penuh kebahagiaan dan berjalan masuk ke dalam.


William menghela napas dengan tersenyum dan berkata, "tunggu."


William memegang tangan Sally dan berkata, "apakah kau menyukainya?"


Sally menggenggam erat tangan William dan berkata, "aku sangat menyukainya."


Sally dan William berjalan masuk ke dalam dengan memegang tangan masing-masing seperti pasangan kekasih. Banyak orang melihat ke arah mereka dengan mata yang tampak penasaran dan juga cemburu melihat mereka berdua.


"Aku tadinya mau membooking seluruh taman bermain ini, tapi aku pikir kau tidak akan menyukainya." Ucap William.


Sally melihat kearah William dan tersenyum, dia berkata, "keputusanmu sangat baik, karena jika kau melakukan hal itu maka aku akan kembali ke rumah."


William kembali tersenyum.


"Ayo kita pergi dan nikmati semua permainannya." Ucap Sally dengan penuh keceriaan.


"Apakah ini pertama kalinya kau datang kemari?" Tanya William.


Sally berhenti berjalan dan berkata dengan wajahnya yang sedih.


"Mama dan papa sangat sibuk di masa lalu dan aku tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah ku sendiri sejak semuanya menjadi begitu berbahaya." Ucap Sally.


William menyentuh kepala Sally dengan lembut dan berkata dengan senyuman di wajahnya.


"Ini semua sudah baik-baik saja sekarang, kau bisa naik semua wahana permainan sebanyak yang kau inginkan."


Sally lalu melihat kearah roller coaster dengan mata yang berbinar dan berkata, "aku mau menaiki itu lebih dulu."


"Emmmm.... Ini... Bisakah kita naik komedi putar lebih dulu." Ucap William dengan wajah yang tampak panik.


"Jangan bilang padaku bahwa kau takut dengan roller coaster?" Tanya Sally dengan suara tawanya yang cekikikan.


"Siapa bilang aku takut, hah." Ucap William seraya memutar wajahnya menghindari tatapan Sally.


"Kalau begitu, ayo kita pergi." Ucap Sally dan menarik tangan William.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2