
Ketika dia tiba di kantornya, semua orang tegang ketika melihat kemarahan di wajah William. Asistennya mengetuk pintu ruangannya, namun William berteriak.
"Aku tidak mau menemui siapapun. Pergilah!" Teriak William.
"Bos ini tentang Nona Sally." Kata asistennya itu.
"Aku tidak mau..." Ucap William tapi kemudian dia membuka pintu ruangannya.
'Anda tidak pernah bisa marah kepada Nona Sally. Kalian berdua sangat saling mencintai satu sama lain. Bahkan hanya dengan menyebut nama Nona Sally, itu sudah bisa menenangkan amarah Anda.' Ucap asisten William dalam hati kemudian tersenyum di wajahnya.
"Untuk apa kau tersenyum? Berikan kertasnya kepadaku dan pergilah sekarang." Ucap William memelototi asistennya itu.
William kemudian menghela nafas dan duduk di sofa dan mulai membaca informasi tentang jadwal kegiatan yang dilakukan Sally selama 2 hari terakhir. Sally tidak melakukan perjalanan bisnis ke Inggris, yang terjadi malah Max yang pergi menggantikannya.
"Apa yang harus aku lakukan denganmu?" Ucap William dan menyandarkan kepalanya di sofa. "Aku takut kehilanganmu. Aku ingin kau tetap di sampingku. Aku sangat takut jika kau akan meninggalkan aku. Mengapa kau memberikanku perasaan seperti ini? Aku sangat mencintaimu sehingga aku tidak bisa membencimu. Jangan melakukan hal bodoh sendirian." Ucap William dengan mata yang terpejam.
...----------------...
__ADS_1
William akhirnya pergi ke Perancis untuk menghadiri perayaan ulang tahun Nathan. Nathan memilih sebuah tempat yang merupakan sebuah taman karena di sana ada banyak bunga yang indah dan memiliki pemandangan yang indah.
Saat itu jam 08.00 pagi dan semua orang yang berhubungan dekat dengan Nathan telah tiba di taman itu.
Acara itu lebih tampak seperti upacara pernikahan dan bukan seperti pesta ulang tahun. William dan 4 orang anggota geng dari Sally ikut datang. Para wartawan memotret mereka semua.
Salah satu reporter bertanya tentang Sally dan kemudian William memelototinya dan reporter itu tidak bertanya lebih lanjut.
"Ada apa dengan pemimpin geng itu?" Ucap reporter itu setelah mereka semua berjalan maju.
"Wah... wah... wah... Lihat siapa yang ada di sini, sahabatku tersayang." Ucap Natan dengan pengeras suara yang dia pegang.
"Kau sangat ingin melihat Sally bukan?" Ucap Nathan seraya menyeringai pada William.
William hanya bisa mengepalkan tinjunya dengan erat. William hanya memandang Nathan dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Tapi dia hanya tersenyum yang membuat Nathan menjadi marah.
"Hari ini bukan hanya perayaan ulang tahunku, tapi juga pertunangan ku. Aku mengundang tunangan ku dengan penuh cinta. Sambutlah dia." Ucap Nathan dan melihat ke arah pintu masuk.
__ADS_1
Tampak sebuah mobil berhenti dan terlihat Sally keluar dari dalam mobil dengan mengenakan gaun putih. William dan yang lainnya tercengang melihatnya. Saat Sally melihat ke arah William, dia juga kaget. Dia tidak menyangka bahwa Nathan akan mengundangnya juga.
William memalingkan wajahnya dari Sally yang menghentikannya berjalan maju.
"Ayo pergi bersama." Ucap Sally.
Tiba-tiba Nathan muncul di hadapan Sally dan membuatnya memegang lengannya dan berjalan ke depan.
"Apakah kau menyukai kejutannya?" Ucap Nathan berbisik di telinga William.
Sally menatapnya dengan marah dan berkata, "kenapa terburu-buru. Perayaan baru saja dimulai."
Nathan tidak bisa mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Sally yang membuatnya bingung.
"Apa yang dilakukan Sally di sana?" Ucap Charlie.
Bukan hanya William, tapi mereka berempat kecewa kepada Sally.
__ADS_1
"Apakah dia sudah gila? Bagaimana dia bisa..." Ucap David terhenti.
Bersambung...