Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
24. Ulang Tahun


__ADS_3

'Aku akan memberikanmu satu kesempatan. Jika kau mengkhianati aku, aku akan membawamu ke neraka bersama ku.' ucap Sally dalam hati seraya memeluk William.


Beberapa saat berlalu dan mereka akhirnya tiba di bandara. Teman-teman Sally tengah menunggu Sally di bandara. Mereka begitu terkejut saat melihat Sally dan William bersama. Keduanya tengah berpegangan tangan bersamaan dan tampak tersenyum.


"Hei, apa yang sedang terjadi?" Tanya David pada Sally.


Sally tersenyum dan berkata, "memangnya apa yang kau pikirkan?"


"Gadis kecilku yang pipinya chubby ini tengah berpacaran dengan baji... ah maksudku bos kita." Ucap David.


William tengah menatap David dengan tajam ketika David hendak mengatakan 'badjingan.'


Sally melirik kearah Kai, dia tampak sedih. Tapi ketika dia melihat kearah Sally, dia langsung tersenyum kepada Sally dan kemudian mengalihkan pandangannya.


'Maafkan aku Kai, bagiku kau hanyalah seorang kakak. Tapi jika dia tidak ada di dalam hidupku, mungkin aku akan mempertimbangkan tentang hubungan kita.' ucap Sally dalam hati.


Dengan suasana yang terasa berubah, William akhirnya mengerti dengan situasi canggung saat itu. Dia pun mengeratkan pegangan tangannya pada Sally dan berkata, "ayo kita pergi."


Sally tersenyum dan berkata, "baiklah."


Mereka lalu pergi ke villa Sally menggunakan mobil William.


"Kai, bro... Apa kau baik-baik saja?" Tanya Michael kepada Kai saat menaruh tangannya di pundak Kai.


Kai menampilkan senyumnya yang terpaksa dan berkata, "aku baik-baik saja."


Setelah itu Sally dan William tiba di villa Sally.


Tigon, harimau kecil Sally tengah berada diluar villa. Saat Sally keluar dari dalam mobil, Tigon berlari kearah Sally dan Sally langsung menggendong Tigon. Tigon mengelus kepalanya di dada Sally yang membuat William merasa cemburu.


William langsung mengambil Tigon dan menggendong nya kemudian berkata, "kau itu anak yang nakal."


Sally tertawa dan berkata, "ayo kita masuk ke dalam."


Sally memberi tahu tentang pertunangan dirinya dengan William ke pada kedua orangtuanya. Mereka begitu terkejut akan hal itu, tapi Sally dapat membuat mereka akhirnya setuju.


Tuan Flynn menghela napas dan meminta William untuk pergi ke ruang kerjanya bersama dengan dirinya. Sementara Sally dan Nyonya Maria tengah berada di dapur.


"Besok adalah hari ulang tahun mu. Bagus sekali karena kamu sudah kembali dengan cepat." Ucap Nyonya Maria dengan tersenyum.


Sally memeluk Nyonya Maria dari belakang dan berkata, "aku merindukan masakan mama."


Nyonya Maria tertawa dan berkata, "ini hanya satu hari dan kau sudah merindukan masakan Mama tapi malah bukan Mama yang kau rindukan."


"Mama punya Papa." Ucap Sally.


Nyonya Maria menarik telinga Sally dan berkata, "kau ini malah menjadi semakin kekanak-kanakan."


William keluar dari ruang kerja Tuan Flynn dan dia tampak senang saat melihat Sally dan mamanya yang tengah bercengkrama seperti itu.


'Apa yang sudah dikatakan Papa kepadanya ya?' pikir Sally dalam hati.


"Wiliam apa yang ingin kau makan?" Tanya Nyonya Maria.


"Makanan favorit Sally." Ucap William.


"Kenapa kau tidak tunjukkan dia rumah ini." Ucapkan Nyonya Maria kepada Sally.


"Hmmm...." Balas Sally.


Sally berjalan keluar dari dalam dapur dan kemudian dia dan William berjalan ke arah belakang villa di mana Sally menanam banyak bunga di sana.


"Kau benar-benar hebat dalam menanam bunga." Ucap wWilliam saat melihat kearah taman bunga Sally. "Aku penasaran, bagaimana kau bisa sangat menyukai bunga?" Tanya Wiliam kepada Sally.


Sally melihat kearah William dan berkata, "memangnya tidak boleh ya?"


"Tentu ada alasan di balik semuanya. Jadi apa alasan mu?" Tanya William.


"Baiklah, kalau begitu apa alasan mu?" Tanya Sally kepada William.


"Tentang apa?" Tanya william dan melihat kearah Sally.


"Kenapa kau menyukai aku?" Tanya Sally dan mendekat kearah William.


"Aku tidak tahu." Balas Wiliam


"Apa?" ucap Sally dengan ekspresi yang bingung.


"Aku tidak tahu alasannya, kenapa aku menyukaimu. Mungkin karena kepribadian mu, sikapmu yang dingin, personalitasmu yang kuat, senyummu, tawamu, aroma tubuhmu dan kebaikan mu." Ucap William yang membuat Sally merona malu.


"Hentikan, jangan bicara lagi." Ucap Sally karena malu


William mendekat kearah Sally dan bertanya, "Bagaimana denganmu?"

__ADS_1


"Aku tidak menyukaimu." Balas Sally secara langsung.


William langsung terdiam dia bertanya kepada Sally.


"Lalu kenapa kau setuju untuk menikah denganku?"


"Aku memberikanmu kesempatan untuk membuat aku bisa jatuh cinta kepadamu." Ucap Sally dengan tersenyum.


William menyentuh wajah Sally dan berkata, "kau akan membuatku menjadi gila."


Sally tertawa dan bertanya, "kenapa hanya dengan melihat mu membuatku menginginkanmu. Jantungku berdegup dengan begitu cepatnya. Aku begitu bahagia kapanpun aku melihatmu. Hatiku terasa sakit saat kau bersikap dingin kepadaku. Hatiku juga terasa sakit saat aku melihatmu sedih. Aku tidak mau melihatmu seperti itu lagi. Ketika kau tersenyum, hatiku menjadi berbunga-bunga." Ucap William, tapi Sally langsung menutup mulut William.


Sally berdiri dengan berjinjit dan langsung mencium William yang membuat William mematung.


"Jika kau mengkhianati aku, maka aku akan memperkenalkan mu kepada Yama." Ucap Sally.


William tertawa dan memegang tangan Sally dengan lembut.


"Aku bahkan tidak bisa berpikir tentang aku yang akan meninggalkanmu." Ucap William dan mencium Sally.


'Lalu siapa wanita itu? Kenapa hatiku merasa sakit kapanpun aku memikirkan tentang itu. Apakah aku benar-benar bisa bahagia kali ini? Aku akan menjadi gila jika hatiku terluka lagi. Aku tidak bisa mengatasi rasa sakit itu lagi. Perasaan yang tidak mudah ini membuatku merasa sedih. Mungkin aku juga sudah jatuh cinta kepadamu.' ucap Sally dalam hati.


Beberapa saat kemudian, mereka kembali masuk ke dalam rumah Nyonya Maria tengah menyiapkan makanan di atas meja. Sally dan William pergi untuk membantunya.


MK tiba di villa Sally dan terkejut melihat Sally bersama seorang pria. MK lalu memeluk Sally dan berbisik di telinga.


"Sally, siapa pria tampan dan seksi itu?" Tanya MK kepada Sally.


"Adik ipar mu." Ucap Sally.


"Apa?" Ucap MK dengan begitu terkejut. "Apakah kau benar-benar serius? Adik kecilku ini akan menikah." Ucap MK dengan begitu keras.


"Bisakah kamu berbicara dengan pelan?" Ucap Sally kepada MK dengan mata yang kesal. "MK, ayo kita berbicara setelah makan malam." Ucap Sally kepada MK dengan wajah yang serius dan MK menganggukkan kepalanya.


Setelah mereka selesai makan malam, Sally mengajak MK ke lantai atas.


"Aku dengar, kau pergi ke Perancis?" Tanya MK dengan ekspresi yang sedih.


"Jangan khawatir, aku akan menemukan dia." Ucap Sally.


MK memeluk Sally dan berkata, "aku tidak merindukan dia sekarang."


"Omong kosong. Apakah kau masih ingat, kau selalu begitu dekat dengannya ketika kita masih kecil." Ucap Sally dengan tertawa.


"Karena dia adalah kakakku dan aku tidak mau melihat dia bersama orang lain." Ucap Sally dengan tersenyum.


"Semua momen itu sangat indah. Aku benar-benar ingin kembali ke masa lalu dan menikmati semuanya dan andai saja aku bisa menyelamatkan nya." Ucap MK.


Sally kembali memeluk MK dan berkata, "ini bukan salahmu. Kita sudah diculik karena kebodohan kita sendiri." Ucap Sally.


William juga berada di sana, tapi dia tidak menunjukkan dirinya karena dia tidak mau mengganggu obrolan mereka berdua.


'Diculik... dia sudah diculik saat dia berusia 4 tahun dan dia punya seorang kakak apa yang terjadi setelah itu.' ucap William dalam hati.


************


Keesokan paginya, itu adalah hari ulang tahun Sally. Sally tengah tertidur dengan nyenyak dan kemudian orang tuanya dan juga MK masuk ke dalam kamarnya dengan perlahan membawa kue ulang tahun beserta sebuah terompet dan petasan di tangan MK.


MK meledakan petasan itu dan sekaligus meniup terompet yang membuat Sally terbangun dengan terkejut. Mereka pun mulai menyanyikan lagu ulang tahun. Sally tersenyum kearah mereka. Sally berjalan ke arah mereka dan memeluk orang tuanya kemudian memeluk MK juga.


"Selamat ulang tahun sayangku. Aku harap kau selalu bahagia." Ucap MK saat memeluk Sally.


"Terima kasih." Balas Sally dengan tersenyum.


"Cepatlah turun ke bawah dan kau tidak boleh pergi kemanapun hari ini." Ucap Nyonya Maria dan keluar dari dalam kamar Sally dengan Tuan Flynn, MK Juga ikut keluar.


'Kenapa aku merasa sedih? Aku berharap bahwa William yang akan mengucapkan selamat kepada ku pertama kali. Hah..... terserah saja. Aku tidak peduli.... Tidak... tidak, aku sebenarnya peduli.... Ah lupakan saja.' ucap Sally dalam hati.


Dia merasa sedih dan sedikit marah kepada William karena tidak mengucapkan selamat kepadanya lebih dulu.


Sally selalu merayakan ulang tahunnya dengan orang tuanya. Tahun ini akan menjadi ulang tahun yang terbaik. Sebelumnya Sally harus menyembunyikan identitasnya, tapi sekarang semua orang sudah mengetahui siapa dirinya.


Sally pergi ke kamar mandi dan kemudian mengganti pakaiannya dan dia pun turun ke lantai bawah. Nyonya Maria dan MK tengah menyiapkan makanan dimeja sementara Tuan Flynn tengah membaca koran dengan secangkir teh di tangannya.


Mata Sally tengah mencari sosok William. Tapi dia tidak ada disana kali lalu berjalan mendekat dan duduk di samping Papanya dan kemudian memberikan kepalanya di pundak Tuan plan dan berkata, " apa yang baik dari baca berita itu?"


"Kau harus tahu apa yang terjadi di sekitarmu." Balas Tuan Flynn Seraya mengusap kepala Sally.


"Pah, apakah Papa akan tetap mengadakan sebuah pesta?" Tanya Sally kepada Papanya itu.


"Tentu saja. Aku mau putriku bersenang-senang di pesta dan kau selalu ingin merayakan ulang tahunmu bersama orang-orang Banyak orang akan banyak cinta juga." Ucap Tuan Flynn dengan tersenyum."


Sally membalas senyum Tuan Flynn dan berkata, "aku bukanlah anak kecil lagi."

__ADS_1


"Untuk Papa dan Mama kau akan selalu menjadi anak kecil dimata kami." Ucap Tuan Flynn dan menaruh koran itu di atas meja.


MK dan Nyonya Maria duduk di sana juga.


"Hey beb, ayo kita pergi berbelanja setelah sarapan ." Ucap MK kepada Sally.


"Kenapa belanja?" Tanya Sally.


"Ayolah, aku ingin membelikan mu sebuah hadiah." Ucap MK dengan tersenyum.


"Mama, Apakah Mama bisa ikut juga?" Tanya MK.


"Kenapa tidak? Ini sudah begitu lama sejak terakhir kali Mama pergi berbelanja." Ucap Nyonya Maria.


"Baiklah." Balas Sally seraya memakan roti yang ada dihadapannya itu.


Sally tetap saja melihat ke sana dan kemari.


Nyonya Maria kemudian berkata, "jangan khawatir, dia kembali ke perusahaan karena dia menerima sebuah panggilan telepon."


"Oh...." Balas Sally dengan perlahan.


Mereka bertiga lalu tertawa kecil setelah melihat Sally yang seperti itu.


'Apakah dia benar-benar jatuh cinta kepadanya William bukanlah seorang pria yang tidak baik. Tapi bisakah dia memberikan semua cinta yang pantas didapatkan Putri ku?' Ucap Tuan Flynn dalam hati dan menghela napas.


Setelah mereka selesai sarapan, MK dan Sally pergi berganti pakaian sementara Nyonya Maria juga tengah bersiap-siap.


Mereka semua berjalan keluar dari dalam villa.


Sally berkata kepada Roni.


"Kami akan pergi ke mall dan itu tidak jauh dari sini dan juga ada penjaga bayangan yang akan menjaga aku. Jadi Istirahatlah untuk hari ini." Ucap Sally kepada Roni dan Nyonya Maria sendiri juga setuju. Jadi Roni tidak mengikuti mereka


Sally mulai pergi ke mall...


'Tidak bisakah dia mengirimkan aku pesan? Kenapa aku tetap memikirkan tentang dia? Hari ini Papa akan mengumumkan pertunangan kami. Sangat mudah untuk mengatakan, aku mencintaimu. Aku rasa sih begitu badjingan.' ucap Sally dalam hati seraya mengendarai mobilnya.


Mereka akhirnya tiba di mall lalu langsung masuk ke dalamnya. MK mengajak Sally dan Nyonya Maria ke sebuah butik. MK memilih beberapa gaun untuk Sally dan meminta Sally untuk mencoba semuanya. MK harus menutup wajahnya dengan masker karena dia adalah seorang artis idola.


Sally keluar dari ruang ganti menggunakan sebuah gaun berwarna biru navy. Desain nya sangat indah dengan berlian yang bertaburan di atasnya.


Sally juga mencoba yang lainnya. Tapi dia tidak menyukai salah satu dari semuanya dan kemudian dia melihat kearah sebuah gaun berwarna hitam. Dia pun membeli gaun itu untuk dirinya sendiri.


"Yang benar saja! Kenapa kau selalu menggunakan pakaian warna hitam?" Ucap MK.


"Karena warna hitam adalah favoritku." Ucap Sally dengan tersenyum dan kemudian Sally juga membeli gaun untuk mamanya dan juga MK.


Mereka pergi ke toko lainnya dan membeli banyak hal. Perlahan demi perlahan hari sudah beranjak siang.


"Ayo kita pulang, Mama harus menyiapkan banyak hal." Ucap Nyonya Maria.


"MK, bawa Mama pergi ke mobil dan aku akan ke sana dalam beberapa menit." Ucap Sally dan berjalan pergi ke suatu toko.


"Dia mau pergi kemana?" Tanya Nyonya Maria kepada MK


"Dia mau membeli sesuatu untuk suami masa depannya." Ucap MK dengan tertawa kecil.


Mereka lalu pergi ke mobil dan menunggu kedatangan Sally. Sally pun datang setelah beberapa saat.


"Apa yang kau beli?" Tanya MK kepada Sally.


Sally duduk di dalam mobil dan mulai menyalakan mobilnya.


"Sebuah dasi." Balas Sally.


Setelah beberapa saat, mereka kembali ke villa.


Sally naik ke lantai atas dan membuka kotak dasi itu dan melihatnya sekali lagi. Dasi itu berwarna biru dengan sebuah bros tersemat disana.


'Aku harap, dia akan menyukainya. Tapi tunggu dulu, kenapa aku membeli ini untuknya. Terserah saja, aku hanya akan memberikan ini kepadanya.' ucap Sally dalam hati dan kemudian menaruh dasi itu di dalam laci.


Di sisi lain, William tengah berada di perusahaannya.


'Aku pikir, apakah dia tengah memikirkan aku? Apakah dia memikirkan kenapa aku tidak mengucapkan selamat kepadanya, atau apakah aku berpikir terlalu berlebihan...? Dia tidak menyukai aku, jadi kenapa dia harus memikirkan aku. Aku disini benar-benar ingin melihat dia. Kenapa dia tidak mengirimkan aku pesan sekali saja. Tapi tunggu dulu, kenapa dia harus mengirimkan aku pesan? Kalau begitu, apakah aku yang harus mengirimkan pesan kepadanya? Bagaimana jika dia tidak menghiraukan aku. Ah, dia malah membuat aku menjadi gila.' ucap William dalam hati.


"Bos, anda bisa langsung menelpon Nona Sally?" Ucap asisten William.


William melihat ke arahnya dan berkata, "aku tidak memikirkan dia."


'Hmmm.... Itu semua terlihat jelas dari wajah anda Bos, anda tengah memikirkan Nona Sally. Oh Nona Sally, tolong jatuh cinta lah kepada Tuan William. Dia benar-benar membutuhkan anda. Hanya anda yang bisa membuat dia putus asa seperti ini. Di masa lalu saat orang itu masih bersamanya, Tuan William tidak bertingkah seperti ini. Jika Nona Sally dan Bos bisa bersama dan bagaimana jika dia kembali?' ucap asisten William dalam hati.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2