Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
27. Mengerjai Jasmine


__ADS_3

Sally melihat ke bawah melalui jendela. Di sana ada banyak penjaga di sekeliling rumah menjaga Sally.


'Sial... Dia menempatkan begitu banyak orang-orangnya disana.' ucap Sally putus asa.


"Sayang, aku tahu dirimu dengan baik." Ucap William seraya bersandar di pintu dengan tangan yang melipat di dadanya.


Sally berbalik untuk melihat William. Wajah Sally memerah setelah melihat William. William tersenyum dan berjalan mendekat kearah Sally.


"Aku tahu bahwa aku ini sangat tampan." Ucap William dengan tersenyum.


Sally membalikkan wajahnya dan berkata karena merasa malu.


"Siapa yang mengatakan itu?"


William memegang dagu Sally dan membuat Sally melihat ke arahnya.


"Matamu...." Balas William dengan tersenyum.


Wajah Sally semakin memerah. William semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Sally. Dan kemudian William mencium bibir Sally dengan intens. Sally menggigit bibir William dan berkata, "jangan mengambil keuntungan dariku."


William tertawa kecil dan melingkar kan tangannya di pinggang Sally.


"Apa... Apa yang kau lakukan?" Ucap Sally.


"Aku sedang menyayangi tunangan ku." Ucap William dengan tersenyum.


"Siapa tunangan mu?" Ucap Sally mengalihkan wajahnya.


"Besok adalah pertunangan kita, istriku." Balas William dan mencium pipi Sally.


Sally mematung, tangannya perlahan memegang pipinya.


William tersenyum dan berkata, "kau tampak menggemaskan. Aku bisa mencium mu terus-menerus."


Sally mendorong William karena malu dan berkata, "jangan bicara omong kosong."


Sally lalu berbalik dan memunggungi William. William memeluknya dari belakang dan berkata, "hanya kaulah wanita yang aku cintai dan yang akan menjadi cintaku di masa depan."


Sally berbalik dan berkata, "apakah kau benar-benar percaya akan hal itu?"


"Tentu saja, aku percaya kepada takdir kita." Balas William.


"Biar aku katakan kepadamu satu hal." Ucap Sally dan duduk di atas tempat tidur lalu meminta William untuk duduk bersamanya juga.


"Apa itu?" Tanya William.


"Di masa depan nanti, jika sesuatu terjadi antara kau dan aku seperti kesalahpahaman yang terjadi saat ini, kau harus datang kepadaku lebih dulu dari pada kau malah menghilang." Ucap Sally.


"Kenapa kau mengatakan semua hal ini?" Tanya William pada Sally.


"2 hari yang lalu MK dan Alyssa tengah membaca sebuah komik dan cerita dari komik itu kebanyakan tentang kesalahpahaman antara tokoh utama laki-laki dan perempuan. Jadi aku tidak mau kau melakukan hal yang sama." Ucap Sally.


William tersenyum dan berkata, "yang benar saja sayangku! Aku bukan orang bodoh yang mempercayai orang lain dibanding cintaku ini."


Sally memeluk William ketika dia mengatakan hal itu dan berkata, "aku memaafkan mu hanya kali ini saja."


"Tidak akan ada kesalahpahaman lagi yang akan terjadi selanjutnya." Ucap William dan memeluk Sally.


"Ngomong-ngomong, kau mengenal Alyssa?" Tanya William kepada Sally.


"Kami berteman sejak kecil." Balas Sally.


"Benarkah?" Tanya William.


Sally memukul tangan William dan berkata, "apakah kau berpikir bahwa aku ini bohong padamu?"


William tertawa dan berkat, "aku hanya bercanda."


**********


Mereka berdua lalu turun kebawah dengan memegang tangan bersama-sama. Para pelayan yang melihat mereka merasa begitu lega karena mereka sudah baikan.


William lalu meminta kepada pelayan untuk menyediakan makanan favorit Sally. Sally merasa begitu bahagia.


"Apakah itu tidak enak?" Tanya William kepada Sally.


"Ini sangat enak." Balas Sally dengan tersenyum.


William membalas senyuman Sally.


Setelah mereka selesai makan malam, William mengajak Sally untuk pergi berjalan bersamanya di taman bunga. Tidak ada hal lain selain bunga yang bisa membuat Sally merasa begitu senang. Dia sangat menyukaimu bunga sejak dia masih kecil.


"Kau bertanya padaku bukan, kenapa aku menyukai bunga." Ucap Sally kepada William.


"Hmmmm..." Balas William.


"Karena saat aku masih kecil, seorang anak laki-laki memberikan aku bunga. Saat itu ku merasa begitu sedih dan dia menyemangati aku dengan setangkai bunga itu. Dan sejak saat itulah, aku mulai jatuh cinta dengan bunga." Ucap Sally.


William merasa begitu terkejut.


"Ada apa?" Tanya Sally yang melihat perubahan wajah William.


"Dimana anak laki-laki itu memberikanmu bunga?" Tanya William.


"Aku tidak ingat dengan baik. Tapi aku rasa, itu di sebuah pemakaman." Jawab Sally.


'Apakah ini adalah takdir? Jadi gadis kecil yang aku berikan bunga saat itu adalah Sally.' ucap William dalam hati dengan tersenyum di wajahnya.


"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Sally kepada William.


William memegang tangan Sally dan berkata, "aku berterima kasih kepada Tuhan karena mengirimkan ku seorang malaikat cantik."


"Aku adalah iblis." Balas Sally.


William tertawa dan berkata, "kenapa kau berpikir bahwa dirimu adalah iblis?"


"Aku tidak menyelamatkan nyawa seseorang, tapi membunuhnya." Ucap Sally dengan tertawa.


"Kau membunuh mereka yang sudah membunuh orang yang tidak bersalah." Ucap William dengan tersenyum.


Sally tertawa kecil dan berkata, "orang lain tidak melihat hal itu, mereka hanya akan melihat bahwa aku sudah membunuh seseorang." Ucap Sally dan berjalan ke depan.

__ADS_1


"Jika kau iblis? Lalu apa aku ini?" Tanya William kepada Sally.


"Kau adalah raja iblis." Ucap Sally dengan tertawa.


William terbahak dan berkata, "kalau begitu jadilah ratu ku." Ucap William menjulurkan tangannya ke arah Sally.


Sally menyambut uluran tangan William dan berkata, "jangan sampai kau menyesali hal ini nanti."


William mencium tangan Sally dan berkata, "tidak akan pernah."


Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah dan tampak terkejut setelah melihat Jasmine berdiri di ruang tamu.


"William..." Ucap Jasmine dan berjalan ke arah William.


Dia lalu memeluk William seraya mendorong Sally.


Sally menjadi marah dia membalas mendorong jasmine dan berkata, "siapa yang bilang bahwa kau bisa menyentuh aku?"


Tatapan di mata Sally membuat Jasmine ketakutan.


"Sally jangan marah, dia tidak bermaksud seperti itu." Ucap William.


"Apa kau sudah gila? Dia memelukmu di depanku dan itu tidak ada apa-apanya bagimu?" Ucap Sally.


William tersenyum dan berkata, "kenapa kau ada di sini Jasmine?" Tanya William kepada Jasmine dengan dingin.


"Tidak bisakah aku menemui mu? Dan kenapa dia tinggal disini bersamamu?" Ucap Jasmine dengan wajah yang kesal.


"Permisi... Aku ini adalah tunangannya bukan dirimu." Ucap Sally dengan ekspresi yang dingin.


"Will, aku hanya mau tinggal disini beberapa hari saja, tidak ada yang bisa menjaga aku di apartemen ku." Ucap Jasmine dengan air matanya yang mulai mengalir di pipinya.


Sally menyeringai dan berkata, "aku akan mengatur para perawat dan pelayan untuk mengurus dirimu."


Sally lalu menatap William.


"Aku mengantuk." Ucap Sally.


"Ayo kita ke kamar kalau begitu." Ucap William dan memegang tangan Sally.


Jasmine tampak begitu marah dan kemudian tiba-tiba dia terjatuh ke lantai. William berbalik, dia terkejut melihat Jasmine yang pingsan di lantai. William bergegas mendekatinya dan melihat kondisinya.


William hendak menggendong Jasmine tapi kemudian Sally menghentikan William dan berkata, "aku yang akan menggendong nya."


Jasmine menjadi berkeringat.


'Wow, dia benar-benar wanita yang bermuka dua, persis seperti yang Alyssa katakan. Baiklah, biarkan aku memberimu pelajaran.' ucap Sally dalam hati dengan tersenyum di wajahnya.


'Apa-apaan ini? Kenapa dia menggendongku dan bagaimana mungkin seorang wanita menggendong wanita lain?' ucap Jasmine dalam hati.


"Sial, dia berat sekali." Ucap Sally setelah menurunkan tubuh Jasmine di kamar tamu.


William tertawa dan kemudian dia menggendong Sally di lengannya dan berkata, "ayo biarkan aku membawamu ke dalam kamar."


Sally melingkar kan lengannya di leher William dan berkata, "aku tidak keberatan."


Mereka berdua pun ke luar dari dalam kamar tamu.


Di sisi lain di kamar William....


William menaruh tubuh Sally di atas tempat tidur dengan perlahan dan Sally langsung terduduk. Dia menarik William mendekat dan mencium bibir William yang membuat William terdiam.


"Itu adalah hukuman untuk mu karena sudah menyentuh wanita lain." Ucap Sally yang mencium William lagi.


William memegang pinggang Sally dengan erat dan berkata, "maka aku akan mengulang kesalahan itu untuk mendapat hukuman darimu."


Sally tersenyum dan kemudian mendorong William.


"Cukup untuk hari ini." Ucap Sally dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


William menjadi kecewa. Dia lalu membelakangi Sally dan berkata, "apakah kau juga berpikir bahwa Jasmine itu hanya berpura-pura?"


"Oh, jadi kau juga menyadarinya. Aku pikir bahwa kau begitu buta dihadapannya." Ucap Sally.


"Tapi kenapa dia melakukan itu?" Ucap William.


"Jangan bicarakan tentang dia sekarang. Ayo kita tidur saja." Ucap Sally.


Keduanya pun tertidur seraya berpelukan.


**********


Keesokan paginya...


Sally terbangun, dia mencium kening William dan berkata, "selamat pagi."


William menarik Sally dan berkata, "selamat pagi."


Sally tersenyum dan berkata, "kau punya agenda meeting yang sangat penting hari ini. Asisten mu mengatakan kepadaku untuk mengingatkan mu."


William pun terbangun dan berkata, "ya baiklah, terima kasih."


William lalu pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan dirinya.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua turun ke lantai bawah. Disana Jasmine sudah bersiap duduk dan sarapan.


"Bisakah aku ikut denganmu?" Ucap Jasmine bertanya kepada William.


Sebelum William mengatakan sesuatu, Sally sudah lebih dulu berbicara.


"Ikut denganku."


"Iya, itu ide yang bagus." Ucap William.


William selesai sarapan dengan cepat dan dia berkata, "aku akan pergi sekarang."


William mencium kening Sally dan berkata "aku akan menemui mu di venue malam nanti."


Sally tersenyum dan berkata, "baiklah."


'Venue? Mereka mau pergi kemana?' ucap Jasmine dalam hati.

__ADS_1


"Jika kau sudah selesai, maka ikut dengan ku." Ucap Sally setelah William pergi.


"Aku tidak mau pergi sekarang." Balas Jasmine dan hendak naik ke lantai atas.


"Pintu keluar berada di sebelah sini. Jika kau tidak ingin mengikuti aku pergi, maka kau bisa kembali ke apartemen mu sendiri." Ucap Sally.


"Beraninya kau." Ucap Jasmine dengan rahang nya yang mengeras.


"Aku bahkan berani untuk membunuhmu sekarang." Ucap Sally dengan tatapan mematikan.


"Aku akan ikut denganmu." Ucap Jasmine dengan wajahnya yang tampak ketakutan.


Sally menyeringai dan berkata, "kalau begitu kau bisa naik bus atau kereta dan datanglah ke perusahaan ku."


"Apa yang kau katakan?" Teriak Jasmine kepada Sally.


"Pelayan, tunjukkan dia jalan keluar." Ucap Sally dengan tenang.


"Tunggu, aku akan pergi seperti yang kau katakan itu." Ucap Jasmine.


'Jika saja Nathan tidak meminta aku untuk menenangkan hatimu, maka aku akan menamparmu berulang kali. Dia itu pasti menjadi leader hanya statusnya saja, hmmpphh...' ucap Jasmine dalam hati dan berjalan keluar.


Sally lalu menelpon Michael dan berkata kepadanya, "buat semua jadwal bus dan kereta terlambat selama 2 jam."


"Kenapa?" Tanya Michael kepada Sally.


"Aku akan mentraktir mu makan malam nanti." Balas Sally.


"Baiklah sayang, kenapa harus 2 jam. Aku akan meminta mereka untuk membuatnya terlambat lebih dari 3 jam."


"Oh ya, dan lakukan 1 hal, buat bus yang mengarah ke kota X saja yang terlambat bukan semua bus yang ada di kota ini." Ucap Sally dan menutup panggilan telepon itu.


"Hari ini cuacanya begitu panas, ayo kita lihat jika kau bisa berhasil melewati ini atau tidak." Ucap Sally dalam hati dengan tertawa kecil.


Sally berkendara menuju perusahaan nya.


Enam jam berlalu dan akhirnya Jasmine tiba di perusahaan Sally. Jasmine begitu marah, tapi dia juga kelelahan dan tidak punya tenaga lagi.


Dia lantas merampas sebuah botol air milik seorang wanita dan langsung meminumnya.


"Apa kau bodoh?" Teriak wanita itu.


"Kepada siapa kau berbicara?" Ucap Jasmine penuh kemarahan dan membuang botol itu di lantai dan dia kemudian menampar wanita itu dengan begitu keras.


"Apa yang terjadi disini?" Ucap Sally saat dia tiba.


"Nona, wanita ini merampas botol air saya lebih dulu dan kemudian menampar saya." Ucap wanita itu.


"Tidak Sally, dengarkan aku." Ucap Jasmine hendak berusaha untuk menjelaskan semuanya.


Kemudian Sally menatapnya dan berkata, "siapa yang memberikanmu izin untuk memanggil namaku?"


Rahang Jasmine mengeras dan dia pun berkata, "aku minta maaf Nona."


"Dia telah menampar mu tepat di pipi kananmu dan bahkan merusak botol air mu?" Tanya Sally kepada wanita itu.


"Benar Nona." Balas wanita itu.


Sally melihat pipi wanita itu masih memerah.


"Tampar dia." Ucap Sally.


Jasmine begitu terkejut.


"Apa... apa yang kau lakukan?" Tanya Jasmine.


"Tampar dia, atau kau dipecat." Ucap Sally kepada wanita itu.


Wanita itu langsung menampar Jasmine di pipinya dengan sangat keras.


"Tampar dia lagi karena merusak botol mu." Ucap Sally.


Wanita itu menampar Jasmine lagi.


Jasmine menjadi begitu marah.


"Sekarang, kembalilah untuk bekerja ." Ucap Sally kepada semua orang yang tampak ramai melihat insiden itu.


Semua orang lantas kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


"Kenapa kau begitu terlambat?" Ucap Sally kepada Jasmine.


"Aku bukanlah karyawan mu." Ucap Jasmine dengan begitu marah.


"Lalu untuk apa kau ada di sini?" Ucap Sally kepada Jasmine dengan ekspresi yang dingin.


"Kau bukankah kau yang sudah... Tunggu saja kau..." Ucap Jasmine dan kemudian berjalan keluar dari perusahaan Sally dengan penuh kemarahan.


Sally beranjak kembali ke ruangannya. Keempat leader lainnya melihat Sally dari lantai atas dengan semua drama yang baru saja terjadi di bawah sana.


"Kau benar-benar bertindak seperti seorang bos yang sangat jahat." Ucap David.


"Jadi, untuk dia lah kau meminta aku untuk membuat bus dan kereta menjadi terlambat?" Ucap Michael.


Sally tersenyum dan berkata, "apa kalian semua bisa memberikan aku ide, jadi aku bisa mengajari nya sesuatu."


"Kenapa tidak bawa saja dia pergi ke basemen dan bunuh dia disana." Ucap Charly.


"Aku seharusnya sudah melakukan itu sebelumnya." Balas Sally. "Ah lupakan itu, aku bisa mengatasinya sendiri." Ucap Sally dengan melipat tangannya di dada.


"Sally, aku dengar berita bahwa hari ini kau akan bertunangan lagi." Ucap Kai.


Teman-teman Sally yang lainnya juga bertanya tentang hal itu.


"Iya malam ini, apakah kalian semua tidak diundang?" Tanya Sally.


"Apa kau berpikir bahwa pria itu akan mengundang kami?" Ucap Michael.


Sally tertawa kecil dan berkata, "kalau begitu aku yang mengundang kalian semua."


"Bahkan jika kau tidak mengundang kami, kami tetap akan datang." Ucap David dengan tertawa.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2