
Charly, David, Kai, dan Michael, pergi ke perusahaan mereka masing-masing seperti yang diperintahkan oleh Sally kepada mereka.
Sekretaris Sally masuk ke dalam ruangan nya. Sally tengah melihat beberapa dokumen ketika sekretaris nya itu masuk.
"CEO, kita sudah mendapat transaksi untuk pulau itu tapi mereka ingin bertemu dengan anda." Ucap sekretaris Sally.
"Atur penerbangan ku untuk pergi ke Perancis." Ucap Sally.
"Saya sudah memesan tiket penerbangan dan malam ini jadwal penerbangan anda jam 10.00 malam." Ucap sekretaris Sally.
Sally tersenyum kepada sekretaris nya itu dan berkata, "kerja bagus."
Sekretaris Sally sangat senang dan kemudian dia berjalan keluar dari ruangan Sally.
Sally kemudian menelpon Max dari telpon kantor nya ke ruangan Max.
"Datang ke ruangan ku." Ucap Sally kemudian menutup telepon itu.
Beberapa menit kemudian Max datang, dia lalu duduk di sofa.
"Aku akan pergi untuk perjalanan bisnis malam ini. Jadi kau harus menjaga perusahaan ini." Ucap Sally.
"Apa? Ajak aku kalau begitu." Balas Max.
"Tidak, kau harus menjaga perusahaan ini." Ucap Sally dan berdiri dari kursinya.
"Apa kau mau pulang ke rumah?" Tanya Max.
"Iya." Jawab Sally dan berjalan keluar ruangannya.
"Kenapa dia terlalu mempercayai aku." Ucap Max dengan helaan napasnya.
Sally turun kebawah, disana ada Roni yang sudah menunggunya sesuai dengan tugasnya.
"Nona, anda mau pergi kemana?" Tanya Roni.
"Pulang." Balas Sally dan duduk di dalam mobil. "Roni, aku akan pergi untuk perjalanan bisnis. Jadi kau tidak perlu ikut denganku." Ucap Sally.
"Tidak Nona, itu sudah menjadi tugas saya." Balas Roni.
"Aku punya penjaga bayangan bersamaku. Jadi semuanya akan baik-baik saja." Ucap Sally.
"Kalau begitu, kapan anda kembali?" Tanya Roni kepada Sally.
"Mungkin dua atau tiga hari." Ucap Sally dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil seperti biasanya.
Mereka akhirnya tiba di villa Sally.
Sally pun bergegas masuk ke dalam.
"Oh, kau akhirnya pulang." Ucap Nyonya Maria saat menonton televisi bersama Tuan Flynn.
"Aku harus terbang jam 10.00 malam nanti." Ucap Sally dan duduk di samping mereka.
"Kau mau pergi kemana?" Tanya Nyonya Maria.
__ADS_1
"Perancis, ini adalah perjalanan bisnis." Ucap Sally.
Nyonya Maria menjadi khawatir dan mulai berkata kepada Sally dengan suara yang panik.
"Mama tidak memperbolehkan mu untuk pergi kesana." Ucap Nyonya Maria dengan suaranya yang gemetar.
"Tidak apa-apa Ma, biarkan aku pergi dan menemukan dia sendiri." Ucap Sally dan berjalan naik ke lantai atas.
"Hentikan sekarang juga. Mama tidak mau kehilangan kau juga." Ucap Nyonya Maria dengan matanya yang mulai berair.
Tuan Flynn memeluk istrinya dan berkata, "biarkan aku yang bicara dengannya."
Tuan Flynn lalu pergi ke lantai atas untuk ke kamar sally. Saat Tuan Flynn masuk, Sally tengah menyiapkan pakaian yang akan dia bawa pergi.
"Apakah perjalanan itu sangat penting?" Tanya Tuan Flynn.
"Iya Pah." Balas Sally seraya tetap memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
"Apakah kau masih mencoba untuk menemukan dia?" Tanya Tuan Flynn lagi saat duduk di tempat tidur Sally.
"Pah, dia masih hidup dan aku akan membawa dia kembali." Ucap Sally dengan penuh harapan.
"Baiklah, papa akan menjaga mama mu dan ingat untuk berhati-hatilah. Geng Lion juga pergi ke Perancis kemarin." Ucap Tuan Flynn dan berdiri lalu keluar dari kamar Sally.
"Hmmmm...." Balas Sally.
'Semua orang berpikir bahwa kau sudah tiada, tapi hatiku berkata bahwa kau masih hidup. Aku akan menemukanmu dan membawamu kembali.' ucap Sally dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Sally turun ke lantai bawah dengan membawa kopernya.
Sally melihat kearah papa nya dan dia tersenyum kearah Sally. Sally kemudian memeluk mama nya dan berkata, "jangan khawatir Ma, aku bukan anak kecil lagi."
Nyonya Maria memeluk Sally kembali dan berkata, "apakah mama harus menyiapkan bekal untuk makan malam mu?"
Sally tersenyum dan berkata, "mereka akan memberikan aku makanan di pesawat nanti."
"Mama tahu, tapi tetap saja. Kau tidak suka dengan makanan luar." Ucap Nyonya Maria.
Sally mencium kening Nyonya Maria dan berkata, "Kesayangan Papaku, masak lah makanan favoritku saat aku kembali nanti."
Nyonya Maria tersenyum dan berkata, "baiklah sayang."
"Pah, apakah papa mengurus perusahaan papa?" Tanya Sally kepada Tuan Flynn.
"Kau tidak perlu mengajari papa. Jagalah dirimu sendiri." Ucap Tuan Flynn dengan wajahnya yang cemberut.
Sally tertawa dan berkata,"baiklah, kalau begitu sampai ketemu lagi."
Sally lalu keluar rumah dengan pelayan yang membantunya untuk membawa koper miliknya ke dalam mobil.
"Nona, ini masih jam 07.00." Ucap Roni.
"Iya, aku tahu. Aku akan kembali ke perusahaan lebih dulu dan kemudian dari sana, aku akan pergi ke bandara." Ucap Sally dan duduk ke dalam mobil.
Saat dalam perjalanan ke perusahaan, tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di depan mobil Sally.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Sally kepada Roni.
"Ada sebuah mobil berhenti di depan kita." Ucap Roni dan melihat keluar untuk mengeceknya.
Itu adalah mobil William. Dia tampak keluar dan berjalan ke arah Sally. Dia meminta Sally untuk keluar dari dalam mobil. Ketika Sally keluar, William langsung menggendong Sally.
"Apa yang kau lakukan?" Teriak Sally kepada William yang mulia membawa Sally masuk kedalam mobilnya dan membuatnya duduk.
"Diam lah!" Ucap William seraya menaruh jari telunjuknya ke bibir Sally.
Sally menepis tangan William dan berkata, "kau pikir siapa dirimu itu hingga kau bisa memerintah aku sembarangan."
"Aku adalah tunangan mu." Balas William.
"Itu dalam pikiranmu saja." Ucap Sally dengan marah.
William tiba-tiba mencium bibir Sally dan menggigit bibir Sally dengan keras hingga membuatnya berdarah. Sally mendorong William dengan keras dan mengusap darah dari bibirnya. William tersenyum ke arah Sally dan kemudian dia menutup pintu mobil dan berkata kepada Roni.
"Kau bisa kembali, dia aman bersamaku."
Roni melihat kearah Sally dan kemudian Sally mengangguk yang berarti dia bisa pergi.
William duduk di dalam mobil dan mulai mengendarai mobilnya.
"Hei, koperku." Ucap Sally saat mengingat koper miliknya yang masih berada di dalam mobilnya.
"Kau bukan orang miskin. Kau bisa membeli pakaian di sana." Ucap William saat mengendarai mobilnya.
"Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku akan pergi ke suatu tempat?" Tanya Sally kepada William.
"Aku bahkan tahu kapan kau minum, kapan kau tidur siang, dan kemana pun kau pergi sepanjang hari ini." Ucap William dengan tersenyum.
"Dasar kau penguntit. Kau ternyata memata-matai aku." Ucap Sally dengan tertawa.
*****************
William akhirnya berhenti di bandara.
"Kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Sally.
William keluar dari dalam mobil dan berkata" karena aku akan pergi bersamamu."
"Dengar! Jangan buat aku untuk membunuhmu, urus saja semua urusan mu." Ucap Sally dan keluar dari dalam mobil, lalu berjalan masuk kedalam bandara.
'Ini sudah waktunya untuk terbang, aku akan masuk saja sekarang.' ucap Sally dalam hati.
William memegang tangan Sally dan berkata, " geng Lion tahu bahwa kau akan pergi ke Perancis. Ada banyak tikus di dalam geng kita dan bahkan disini, mereka melihat kita." Bisik William di telinga sally.
Sally melihat ke sekeliling dan menemukan sesuatu yang mencurigakan seperti yang dikatakan William.
William lalu pergi ke area imigrasi bersama dengan Sally.
'Pulau itu tidak terlalu bagus. Jadi kenapa orang itu menerima transaksi kita dan kenapa mereka mau bertemu aku. Apakah ini semua karena geng Lion?' ucap Sally dalam hati.
Bersambung....
__ADS_1