Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
30. Tentang Jasmine


__ADS_3

Sally tiba di kantor nya dia honda masuk ke dalam ruangan nya tapi dia kemudian menerima sebuah pesan.


"Jika kau ingin bertemu dengan kakakmu, maka datanglah ke tempat ini."


Itulah yang tertulis di sebuah pesan yang diterima Sally itu dan ada lokasi juga yang di kirimkan di sana.


'Apa-apaan ini siapa yang tengah bermain denganku. Siapa sebenarnya ini? Apakah mereka itu orang-orang yang dahulu itu ataukah jasmine? Selain dia aku tidak pernah bermasalah dengan orang lain.' ucap sally dalam hati.


"Nona, anda mau kemana lagi?" Tanya Roni.


"Dengarkan aku Roni! Jika aku tidak kembali kurang dari 1 jam, pergilah ke alamat sesuai dengan yang tertera di pesan yang aku kirimkan padamu. Tapi jangan sekarang." Ucap Sally dan masuk ke dalam mobilnya.


"Nona, tolong bawa saya bersama anda." Ucap Roni.


"Lakukan seperti yang aku katakan padamu." Ucap Sally kemudian mengendarai mobilnya dengan cepat.


Roni memanggil William dengan menginformasikan semua hal itu. William pun mengatakan kepada Roni untuk melakukan seperti yang Sally katakan kepadanya.


'Kenapa dia harus pergi sendiri dan meminta Roni untuk mengikutinya setelah satu jam? Apakah terjadi sesuatu.' ucap William dalam hati.


"Bos, Nona Jasmine ada disini." Ucap asisten William.


'Sekarang, apa yang dia lakukan disini? Bukankah Sally yang akan mengerjainya jadi kenapa dia ada disini?' ucap William dalam hati.


"Katakan padanya aku sibuk." Ucap William pada asistennya.


Asisten William mengangguk lalu pergi.


William berdiri dan melihat keluar melalui jendela. Jasmine tengah berteriak pada satpam penjaga.

__ADS_1


'Bagaimana aku bisa begitu bodoh karena mempercayaimu? Karena dirimu, aku tidak berbicara dengan Oliver sejak hari itu.' ucap William dan hati dan menelepon Oliver.


"Oh, jadi ada urusan apa kau meneleponku?" Ucap Oliver.


"Maafkan aku bro." Ucap William.


"Apa yang kau katakan?" Tanya Oliver terkejut.


"Bisakah kau menginvestigasi tentang Jasmine?" Pinta William.


"Apakah kau sudah mengetahui seperti apa dia sebenarnya?" Tanya Oliver.


"Belum sepenuhnya." Balas William.


"Aku akan pergi ke kantor mu." Ucap Oliver


"Baiklah." Balas William dan menutup sambungan telepon.


"Apa kabar?" Ucap Oliver dengan tersenyum dan melambaikan tangannya. "Bisakah aku melakukan sesuatu?" Tanya Oliver.


"Apa itu?" Tanya William.


Oliver meninju perut William dengan keras dan berkata, "ini belum cukup."


William memegang pundak Oliver dan berkata, "hajar aku nanti, tapi katakan padaku lebih dulu."


Mereka berdua duduk di sofa menatap satu sama lain.


"Dari mana aku harus memulai." Ucap Oliver.

__ADS_1


"Kita bertemu dia di bar bukan? Dia tengah diganggu oleh beberapa pria mabuk dan kau membantu dia. Saat dia melihatmu, dia pingsan... Dan saat itu aku menyadari bahwa dia itu merekayasa semuanya. Tapi aku tidak mengatakan apapun padamu karena aku tidak yakin.


Dan kemudian perlahan kau mulai untuk menolong dia dengan kehidupannya dan semuanya. Sejujurnya, aku sangat marah kapanpun dia bersikap begitu lugu dihadapan mu. Dan saat Papa mu mengetahui hal itu, dia pergi menemui Jasmine dan memberikan uang kepadanya lima milyar, yang lebih dari cukup untuk hidup dengan penuh kekayaan. Dia mengambil uang itu dan pergi dengan meninggalkan pesan padamu. Dia menulis pesan bahwa dia dipaksa untuk meninggalkanmu. Aku mulai menginvestigasi saat dia pergi, aku menemukan fakta bahwa dia membunuh orang tuanya sendiri. Bisakah kau percaya itu?" Ucap Oliver panjang lebar.


"Membunuh orang tua nya sendiri?" Ucap William dengan wajahnya yang terkejut.


"Dia memang membunuh orang tuanya sendiri, tapi aku tidak tahu apa alasannya dan Jasmine bukanlah nama aslinya. Dia menyembunyikan identitas aslinya. Dia seorang kriminal yang dicari-cari oleh pihak berwajib. Dan aku rasa, dia kembali kemari berkaitan dengan geng Lion." Ucap Oliver.


"Apa-apaan itu!!!" William begitu terkejut.


William berdiri karena begitu terkejut dan dia menelepon Sally tapi ponselnya tidak bisa dihubungi.


"Ada apa?" Tanya Oliver.


"Sial. Aku merasa jika Jasmin yang berada dibalik semua ini." Ucap William.


"Apa maksudmu?" Tanya Oliver.


William mengatakan kepada Oliver tentang apa yang dikatakan Roni kepadanya.


"Ini sudah lebih dari satu jam." Ucap Oliver.


William menelepon Roni seraya turun ke lantai bawah. William duduk di dalam mobil, Oliver ikut duduk di dalamnya.


"Sial." Ucap William seraya mengendarai mobil.


"Apakah Roni tidak mengangkat teleponnya juga?" Tanya Oliver.


"Ponselnya juga tidak bisa dihubungi." Ucap William dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2