Cerita Cinta Mafia

Cerita Cinta Mafia
29. Ulah Jasmine


__ADS_3

"Apa yang kau ingin coba katakan?" Ucap Jasmine dengan wajahnya yang panik.


Sally memegang pakaian Jasmin dan berkata, "ini tidak terlihat seperti seseorang sudah merusaknya."


"Apakah kau bermaksud untuk mengatakan bahwa aku merusak pakaianku sendiri." Ucap Jasmine.


"Itu mungkin saja." Balas Sally dengan menaikkan alisnya.


"William, apa kau pikir aku adalah orang yang seperti itu?" Ucap Jasmine pada William dengan suaranya yang terisak.


"Sally, kenapa Jasmine harus menyakiti dirinya sendiri?" Ucap William.


"William, aku takut." Ucap Jasmine seraya memeluk William.


Sally menarik Jasmine mendekat ke arahnya dan berkata, "kenapa kau terus memeluknya, dia itu seorang pria." Ucap Sally.


Jasmine mendorong Sally dan berkata, "dia adalah pria yang aku cintai."


William tampak terkejut.


"Pelayan, bawa dia ke kamar tamu dan siapkan pakaian ganti untuknya." Titah William.


Jasmine pergi bersama pelayan menuju kamar tamu.


"Aku tahu kau tidak menyukainya tapi kenapa kau selalu menyalahkan dia?" Ucap William pada Sally.


Sally tertawa dan mengatakan, "apakah kau itu bodoh atau hanya berpura-pura bodoh?"


"Apa maksudmu?" Tanya William.


Sally merusak pakaiannya sendri sama persis seperti pakaian Jasmine dan memperlihatkan kepada William.


"Sekarang katakan padaku, jika aku pergi ke pria lain dengan menangis apa yang akan dipikirkan pria itu?" Ucap Sally.


William memegang tangan Sally dan berkata, "baiklah, aku akan mencari tahu tentang masalah ini."


Sally menepis tangan William lalu naik ke lantai atas dan kemudian William tiba-tiba menerima beberapa pesan dari nomor todak diketahui. Ada banyak gambar dari Jasmine. Seseorang tengah memaksa Jasmine, itulah yang terlihat dari gambar itu.


William menjadi marah. Dia langsung naik ke lantai atas untuk menunjukkan gambar itu pada Sally.


"Lihat, dia tidak berbohong. Kenapa kau tidak bisa percaya padanya?" Ucap William pada Sally.


Sally menghela napas dan berkata, "kau mau aku melakukan apa?"


"Bantulah dia, dia butuh seseorang. Kau tahu dia itu seorang gadis yatim piatu, dia tidak punya seseorang yang bisa menjaganya." Ucap William.


"Kau tidak akan ikut campur urusan ini kalau begitu?" Tanya Sally.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya William pada Sally.

__ADS_1


Sally mengambil ponselnya dan menelepon MK.


"Apakah kau jadi menyadap ponselnya tadi?" Ucap Sally pada MK.


"Mmmm kenapa aku harus melakukannya. Kau bilang tidak perlu, jadi aku tidak melakukannya." Balas MK.


"Aku tahu kau melakukannya. Aku butuh semua datanya, kirimkan aku semuanya." Ucap Sally.


"Itulah kenapa aku sudah menyadapnya sejak awal tanpa memberitahukan padamu." Balas MK.


"Terima kasih." Ucap Sally.


"Tentu saja, sayangku." Balas MK lagi.


Setelah itu, Sally menutup sambungan telepon itu.


Sally dan William saing memandang.


"Aku tidak menyukainya, aku hanya ingin membantunya." Ucap William pada Sally.


"Apa maksudnya itu?" Tanya Sally.


"Semua orang berpikir bahwa aku mencintainya, tapi kenyataannya tidak. Aku tidak punya perasaan apapun padanya." Ucap William.


"Lalu, bagaimana tentang foto yang ada didalam bingkai itu?" Tanya Sally.


"Itu adalah foto Mama ku." Jawab William.


William tertawa dan bertanya, "apa kau berpikir bahwa orang di foto itu adalah Jasmine?"


"Yaah, maksudku... Caramu bertingkah marah-marah seperti saat itu." Ucap Sally.


"Aku tidak mengizinkan siapapun untuk memasuki ruang bekerjaku dan itulah kenapa aku bereaksi seperti itu karena aku melihatmu ada didalam ruangan itu." Balas William.


Setelah itu, Sally menerima pesan dari MK yang mengirimkan beberapa file yang dia dapat dari menyadap ponsel Jasmine.


"Aku akan menunjukkan padamu sesuatu." Ucap Sally.


"Apa itu?" Tanya William.


"Ayo duduk dan lihatlah." Jawab Sally.


William dan Sally lalu duduk diatas tempat tidur. Sally kemudian mulai memutar sebuah video.


Video itu menunjukkan bahwa Jasmine tengah memasuki sebuah gudang. Untungnya disana ada kamera pengawas dan masih berfungsi dengan baik, jadi MK bisa menyadapnya.


Jasmine berbicara dengan seseorang dan tiba-tiba dia merusak pakaiannya sendiri dan dia tampak tersenyum dan kemudian beberapa pria mengambil gambar dirinya.


"Pria itu pasti bisa dibodohi dengan ini." Ucap Jasmine di tengah-tengah video itu.

__ADS_1


William menjadi begitu marah, hingga rasanya dia ingin sekali membunuh wanita itu. Sally lantas memegang tangan William dan berkata, "jangan mengambil sikap apapun. Dia tidak punya cukup keberanian untuk membunuh seseorang. Jadi ayo kita temukan siapa orang yang membantu dirinya." Ucap Sally.


"Aku tidak percaya bahwa dia itu..." Ucapan William terhenti karena dia tampak begitu terkejut.


William tidak pernah berpikir bahwa seseorang yang dekat dengannya bisa melakukan hal seperti itu untuk memenangkan hatinya.


Sally memeluk William dan berkata, "tidak apa-apa. Hanya saja mulai sekarang berhati-hatilah. Dan biarkan aku yang mengurus masalah ini."


"Tidak bagaimana jika dia mau melakukan sesuatu kepadamu?" Ucap William dengan begitu gugup.


Sally menyeringai dan berkata, "kau tidak akan mengerti bagaimana perkelahian wanita."


William memeluk Sally dan berkata, "apapun yang kau katakan. Tapi katakan semuanya kepadaku sebelum kau melakukan apapun."


"Baiklah." Jawab Sally.


Setelah menjelaskan semuanya, beberapa saat kemudian keduanya tertidur.


Pagi berikutnya, William pergi ke kantornya. Saat Jasmine turun ke lantai bawah untuk sarapan, dia menanyakan kepada pelayan tentang William. Dan mereka berkata bahwa William sudah pergi ke kantor.


"Bersiaplah dan kau akan ikut denganku." Ucap Sally pada Jasmine.


"Heh, kau pikir siapa dirimu itu sampai berani-beraninya memerintahkan aku." Balas Jasmine.


"Nyonya dari rumah ini." Balas seorang pelayan.


Jasmine tampak terkejut, dia bertanya lagi untuk mengkonfirmasi ucapan pelayan itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Jasmine.


"Bekerjalah sebagai pelayan atau ikut denganku." Ucap Sally seraya menyesap teh miliknya.


"Aku tidak akan pernah menjadi pelayan." Ucap Jasmine dengan marah.


Ketua pelayan datang dari belakang dan berkata, "kenakan ini atau dengarkan apa kata Nyonya kami." Ucap pelayan itu kepada Jasmine.


Sebelum William pergi ke kantor, dia sudah memerintahkan kepada semua pelayan untuk mendengarkan Sally dan melakukan apapun yang Sally katakan kepada mereka.


Rahang Jasmine pun mengeras dan berkata, "aku akan mengikuti mu."


Sally tersenyum dan berkata, "ayo ikut aku ke perusahaan." Ucap Sally dan berdiri.


"Aku tidak mau pergi menggunakan bus." Ucap Jasmine.


"Kalau begitu gunakan taksi." Ucap Sally lalu duduk di dalam mobilnya. "Jangan sampai terlambat." Lanjut Sally lalu mengendarai mobilnya keluar dari rumah William.


'Aku yakin sekarang kau tidak akan mencoba untuk mengambil tindakan apapun untuk melawan ku. Ini masih langkah pertama, dan aku akan menunjukkan padamu siapa diriku.' ucap Sally dalam hati seraya mengendarai mobilnya.


"Wanita sialan itu, aku tidak peduli apa yang dikatakan Nathan. Aku akan membunuh wanita itu dengan pasti." Ucap Jasmine saat Sally sudah pergi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2